Kewajiban orang Kristen dalam suasana pandemi

“Karena pemerintah adalah hamba Allah untuk kebaikanmu. Tetapi jika engkau berbuat jahat, takutlah akan dia, karena tidak percuma pemerintah menyandang pedang. Pemerintah adalah hamba Allah untuk membalaskan murka Allah atas mereka yang berbuat jahat.” Roma 13: 4

Laporan tahunan Global Peace Index (GPI) edisi ke-15, ukuran perdamaian global terkemuka di dunia, mengungkapkan bahwa tingkat rata-rata perdamaian di dunia memburuk untuk kesembilan kalinya dalam dua belas tahun terakhir ini. Pada tahun 2020 secara keseluruhan, 87 negara membaik dalam hal perdamaian, sementara 73 memburuk. Ketika sebagian dunia berharap ke arah pemulihan keadaan setelah COVID-19 mereda, peningkatan kerusuhan sipil dan ketidakstabilan politik di bagian yang lain akan menjadi hal penting untuk dinavigasi. Pandemi virus corona mungkin tidak terlalu mengganggu politik di negara-negara yang kaya, tetapi kemungkinan akan menyebabkan berbagai bentuk kekacauan di negara-negara berkembang yang sudah cukup lama menderita krisis ekonomi.

Kekacauan dan kejahatan selalu ada dimanapun, tapi cenderung muncul di daerah dimana masyarakat hidup dalam kekurangan. Pada saat pandemi ini, mereka yang senang mengail di air keruh, yang sering menggunakan kesempatan untuk melakukan kejahatan, akan muncul dan mengganggu keamanan masyarakat. Dalam hal ini, adanya penegak hukum tentunya diharapkan akan membuat situasi bisa dikontrol. Memang, menurut teori kenegaraan, hukum dan penegak hukum adalah perlu untuk melindungi masyarakat.

Bagaimana kata firman Tuhan akan hal hukum negara dalam hidup sehari-hari? Ayat diatas menjelaskan bahwa sebagai orang Kristen kita harus menaati hukum pemerintah dan tunduk kepada pemerintah yang ada untuk mewakili Tuhan di negara kita. Pemerintah ada dengan seizin Tuhan yang mempunyai rancangan untuk seisi bumi. Tunduk kepada pemerintah bukan hanya ketika pemerintah sudah terpilih sesuai dengan apa yang kita inginkan. Berbeda dengan apa yang diajarkan oleh beberapa aliran agama yang lain, ajaran Kristen mengatakan bahwa selama ada pemerintah yang sah, orang Kristen harus tunduk dan menuruti semua hukum yang ada. Orang Kristen bukan hanya tunduk kepada pemerintah dan hukum yang cocok dengan selera, keinginan atau harapan pribadi.

“Bayarlah kepada semua orang apa yang harus kamu bayar: pajak kepada orang yang berhak menerima pajak, cukai kepada orang yang berhak menerima cukai; rasa takut kepada orang yang berhak menerima rasa takut dan hormat kepada orang yang berhak menerima hormat.” Roma 13: 7

Adanya pemerintah juga dimaksudkan untuk membawa ketenteraman dalam masyarakat. Tetapi di dunia ini, mereka yang tidak menyukai pemerintah dan hukum yang ada, seringkali menyatakan pendapatnya melalui jalan yang tidak benar dan yang bisa menimbulkan keresahan dalam masyarakat. Berbagai berita palsu dan surat berantai sering muncul dalam media, dan orang Kristen seringkali terpancing untuk ikut-ikutan. Sebagai orang beriman, kita sebenarnya harus sadar bahwaTuhan kita tidak menghendaki kekacauan.

“Sebab Allah tidak menghendaki kekacauan, tetapi damai sejahtera.” 1 Korintus 14: 33

Jika kita harus tunduk kepada pemerintah dan hukum yang ada, apakah itu berarti kita harus berdiam diri saja jika ada penyelewengan dan kekeliruan pemerintah? Tentu saja tidak! Sebagai orang beriman, kita harus menjadi terang dunia dan menjadi contoh kebaikan, kejujuran dan keadilan. Satu hal yang penting untuk diingat adalah karena pemerintah adalah wakil Tuhan di dunia, itu berarti bahwa apa yang dilakukan pemerintah tidak boleh menentang hukum Tuhan. Dalam hal seperti ini, seperti rasul Petrus, umat Kristen memang sudah seharusnya berani menyatakan pendapat mereka melalui jalan yang sesuai dengan firman Tuhan.

“Tetapi Petrus dan rasul-rasul itu menjawab, katanya: “Kita harus lebih taat kepada Allah dari pada kepada manusia.” Kisah Para Rasul 5: 29

Hari ini, marilah kita renungkan keadaan kita masing-masing di negara kita. Apakah kita tunduk kepada pemerintah yang sah, yang ada saat ini? Apakah kita bisa menerima kenyataan bahwa pemerintah adalah wakil Tuhan di negara kita? Apakah kita hanya takut kepada hukum manusia dan bukannya kepada hukum Tuhan? Sebagai orang Kristen dan umat Tuhan, kita tetap mempunyai tanggung jawab pribadi kepada-Nya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s