Menghadapi krisis kehidupan

Setibanya Maria di tempat Yesus berada dan melihat Dia, tersungkurlah ia di depan kaki-Nya dan berkata kepada-Nya: ”Tuhan, sekiranya Engkau ada di sini, saudaraku pasti tidak mati.” Yohanes 11: 32

Pernahkan anda mengalami krisis kehidupan yang besar? Kebanyakan orang pernah mengalami peristiwa atau pengalaman yang membuat mereka sedih, marah atau putus asa. Mungkin mereka merasa hilang harapan dan tidak dapat melihat adanya kemungkinan untuk melarikan diri atau mengatasi krisis itu. Bukan saja persoalan keluarga, tetapi masalah sekolah, pekerjaan dan bahkan juga masalah kepercayaan bisa membuat manusia menemui jalan buntu.

Alkisah, ada seorang yang sedang sakit, namanya Lazarus. Ia tinggal di Betania, kampung Maria dan adiknya Marta. Maria ialah perempuan yang pernah meminyaki kaki Tuhan dengan minyak mur dan menyekanya dengan rambutnya, dan Lazarus yang sakit itu adalah saudaranya. Kedua perempuan itu mengirim kabar kepada Yesus: ”Tuhan, dia yang Engkau kasihi, sekarang sakit.” Ketika Yesus mendengar kabar itu, Ia berkata: ”Penyakit itu tidak akan membawa kematian, tetapi akan menyatakan kemuliaan Allah, sebab oleh penyakit itu Anak Allah akan dimuliakan.” Yesus memang mengasihi Marta dan kakaknya dan Lazarus, tetapi Ia seakan tidak peduli akan keadaan Lazarus.

Yesus malahan tinggal dua hari lagi di mana Ia berada, sebelum mengajak murid-murid-Nya untuk kembali ke Yudea. Ia berkata kepada mereka bahwa Lazarus telah tertidur, tetapi Ia ingin pergi ke sana untuk membangunkan dia dari tidurnya. Murid-murid Yesus tentunya heran karena jika Lazarus hanya tertidur, ia akan sembuh sendiri. Lalu Yesus berkata dengan terus terang kepada para murid-Nya bahwa Lazarus sudah mati, dan menyatakan bahwa mereka beruntung karena Ia tidak berada bersama Lazarus sewaktu masih belum mati. Mengapa demikian? Supaya mereka belajar percaya. Ada sesuatu yang ajaib akan terjadi.

Kisah nyata yang dimulai dengan sebuah krisis dan dukacita, kemudian berakhir dengan sebuah keajaiban dan sukacita. Apa yang dapat kita pelajari dari kejadian itu?

Ada tiga pelajaran penting yang dapat kita pelajari dari kisah kebangkitan Lazarus, yaitu tiga hal tentang bagaimana bertahan di saat kita mengalami krisis.

Pelajaran 1: Waktu Tuhan selalu sempurna.

Tuhan tidak pernah bertindak terlalu dini, dan tidak pernah terlambat, tetapi selalu tepat waktu. Just in time. Waktu kita bukanlah waktu Tuhan. Bagi kita, waktu Tuhan sering terasa seperti penundaan yang lama, yang mendatangkan rasa putus asa.

Yesus mendapat kabar bahwa Lazarus sakit kritis. Sangat mengherankan bagi murid-Nya, Yesus tidak cepat-cepat pergi ke Betania untuk menyembuhkan Lazarus dari sakitnya, tetapi Ia tinggal selama dua hari sebelum pergi. Ketika Yesus tiba di Betania, rumah Lazarus dan dua saudara perempuannya, Dia tentu tahu bahwa Lazarus meninggal empat hari sebelumnya.

Waktu Tuhan yang sempurna menumbuhkan iman kita ketika kita dipaksa untuk menunggu dan percaya kepada Tuhan, dan itu memastikan bahwa Dia sendiri yang patut mendapatkan kemuliaan dan pujian karena Ia membimbing kita melalui krisis yang kita alami. Pada waktu yang tepat, Tuhan akan menjawab doa kita. Pada waktu yang tepat, Tuhan akan bertindak untuk kebaikan umat-Nya.

Tetapi aku, kepada-Mu aku percaya, ya Tuhan, aku berkata: ”Engkaulah Allahku!” Mazmur 31:15

Pelajaran 2: Jalan Tuhan bukanlah jalan kita.

“Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah firman Tuhan.
Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalan-Ku dari jalanmu dan rancangan-Ku dari rancanganmu.” Yesaya 55: 8-9.

Tuhan memiliki perspektif abadi. Tuhan yang mahaagung mengetahui masa lalu, masa kini dan masa depan. Dan apa yang diketahui manusia ciptaan-Nya? Tidak ada yang benar-benar kita ketahui. Tidak ada yang bisa dibandingkan dengan Tuhan. Jika kita adalah Yesus, kita akan ingin langsung menyembuhkan Lazarus. Tetapi Yesus bermaksud untuk memperluas iman para murid-Nya yang setelah kematian-Nya akan menjadi rasul-rasul yang membawa pesan Kristus ke dunia. Para murid tahu Yesus memiliki kekuatan untuk menyembuhkan orang – tetapi untuk membangkitkan mayat berumur 4 hari? Itu membawa iman ke tingkat yang sama sekali baru. Mengetahui bahwa jalan Tuhan bukanlah jalan kita berarti kita harus menaruh semua iman dan kepercayaan kita pada jalan-Nya.

Pelajaran 3: Tuhan selalu memiliki keputusan akhir.

Tidak peduli seberapa buruk dan beratnya situasi yang muncul, dan betapa tertekannya perasaan kita karena tampaknya tidak ada jawaban, tidak ada bantuan, tidak ada harapan, Tuhan melihat keadaan kita dan Dia sendiri yang memiliki keputusan akhir.

Kita sering menempatkan sebuah titik dalam hidup kita di mana Tuhan menempatkan koma. Semua terasa sudah berakhir, titik. Pernikahan kita, keluarga kita, pekerjaan kita, kesehatan kita, masa depan kita. Tetapi Tuhan memberi koma di tempat-tempat itu karena itu belum berakhir, sampai Dia mengatakan itu sudah berakhir.

Lazarus sudah mati dan membusuk selama empat hari di makam itu. Bagi Maria, Marta dan murid-murid Yesus, itu lebih dari satu titik, itu tanda seru! Tapi itu belum berakhir. Tuhan menaruh koma di tempat itu. Dan Yesus membangkitkan Lazarus dari kematian, organ-organnya kembali berfungsi, dan kulit yang membusuk menjadi baru kembali.

Seperti itulah, Yesus akan mengambil apa yang tidak lagi mempunyai tenaga di dalam diri kita dan membangkitkannya dari kematian. Dia akan menolong kita melewati masa krisis, tidak hanya agar kita bisa bertahan hidup, tetapi juga agar kita bisa menang. Ini malahan sudah dibuktikan dalam penyaliban dan kematian Yesus. Tuhan selalu memiliki kata terakhir. Pada hari ketiga, Minggu pagi, Tuhan membangkitkan Yesus dari kematian dan Dia hidup! Karena Yesus Kristus, kematian dan kuburan tidak lagi memiliki kuasa atas hidup kita. Yesuslah yang memiliki kata terakhir. Dan karena Dia hidup, jika kita percaya kepada-Nya dan menyerahkan hidup kita ke dalam tangan-Nya, kita juga akan hidup! Halleluya!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s