Jika kita merasa lemah

Tetapi Daud berkata kepada orang Filistin itu: “Engkau mendatangi aku dengan pedang dan tombak dan lembing, tetapi aku mendatangi engkau dengan nama TUHAN semesta alam, Allah segala barisan Israel yang kautantang itu.” 1 Samuel 17: 45

Hari Sabtu kemarin rakyat di Australia melaksanakan pemilu dengan berbondong-bondong pergi ke tempat pencoblosan. Setelah menunggu beberapa jam setelah berakhirnya pemilu, malam harinya perdana menteri yang ada menyatakan kekalahannya dan mengucapkan selamat kepada pemimpin oposisi, Anthony Albanese. Perjuangan hidup tiap manusia di dunia ini terkadang mirip perjuangan mereka yang bertarung di dunia politik. Sejak kejatuhan Adam dan Hawa, manusia harus bekerja keras dan sekalipun tidak dapat menduga hasilnya, mereka tetap harus berusaha. Ini bukanlah hal yang ringan, dan terkadang orang merasa sangat kecil dalam menghadapi tantangan hidupnya. Mungkin terasa seperti Daud jika dibandingkan dengan Goliat.

Pertarungan antara Daud dan Goliat adalah kisah nyata yang dikenal oleh semua orang Kristen. Pada saat itu umat Israel sedang dalam persiapan perang dengan bangsa Filistin. Kedua pihak sedang berhadapan di  lembah Tarbantin dan hanya dipisahkan oleh jarak yang tidak jauh sehingga mereka bisa berkomunikasi secara langsung. Perang urat syaraf dimulai dengan tantangan Goliat, seorang pendekar Filistin yang tinggi besar kepada orang Israel untuk berduel satu lawan satu, untuk menyelesaikan pertikaian antar dua bangsa. Namun bangsa Israel tidak mempunyai seorang pendekar yang bisa menyaingi Goliat. Tidak ada seorang tentara Israel pun yang bisa dicalonkan atau mau mencalonkan diri untuk menjadi lawan Goliat. Raja Saul, sekalipun tinggi besar untuk zaman itu, hanya sekitar 1.80 meter tingginya dan tidak sebanding dengan Goliat yang tingginya hampir 3 meter.

Dua hal yang menarik perhatian adalah, yang pertama, kemauan dan keberanian Daud yang untuk ukuran manusia tidaklah masuk diakal. Yang kedua adalah kemenangan Daud atas Goliat dan kemenangan tentara Israel atas tentara Filistin yang menurut akal sehat tidaklah mudah untuk bisa dimengerti. Mengapa hal yang di luar dugaan bisa terjadi untuk membawa kemenangan bagi bangsa Israel? Bukankah lebih mudah bagi Tuhan untuk membiarkan orang Israel mengalahkan orang Filistin melalui perang yang biasa, yang konvensional?

Ada beberapa hal yang bisa kita pelajari dari kisah di atas:

  • Tuhan semesta alam adalah Tuhan yang Mahakuasa yang kepada-Nya kita boleh serahkan segala masalah kita. Kemenangan Daud yang di luar dugaan menjadi kemenangan bani Israel karena Tuhan sendirilah yang menghadapi Goliat dan orang Filistin. Demikian juga, Tuhanlah yang akan mengalahkan persoalan-persoalan kita jika kita mau bersandar kepada Dia.
  • Tuhan mengundang setiap umat-Nya untuk menjadi seperti Daud yang mempunyai rasa hormat, ketaatan dan iman kepada-Nya. Jika kita mempercayakan hidup kita kepada Tuhan, Ialah yang bisa melakukan hal-hal yang ajaib, yang tidak dapat kita mengerti, untuk kebaikan kita di masa depan.
  • Tuhan yang Mahabijaksana adalah Tuhan yang mempunyai rencana untuk hidup seluruh manusia dan bahkan alam semesta. Apa yang terjadi dalam hidup kita berjalan sesuai dengan kehendak-Nya dan terjadi pada waktu yang ditetapkan-Nya. Hidup kita akan jauh lebih ringan jika kita mau berserah kepada-Nya.

Hari ini, keadaan di sekitar kita mungkin terasa seperti apa yang dialami oleh bangsa Israel pada waktu itu. Berbagai masalah saat ini sedang dihadapi dunia sejak adanya pandemi COVID-19.  Kita sendiri mungkin mempunyai banyak masalah, tetapi kita harus bersedia menjadi seperti Daud ketika menghadapi Goliat. Tuhan yang sudah melindungi kita sampai saat ini, adalah Tuhan yang akan menyertai kita di masa mendatang!

“Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkatMu, itulah yang menghibur aku.” Mazmur 23: 4

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s