Tuhan mengerti perasaan kita

“Sekarang, Tuhan, biarkanlah hamba-Mu ini pergi dalam damai sejahtera, sesuai dengan firman-Mu, sebab mataku telah melihat keselamatan yang dari pada-Mu, yang telah Engkau sediakan di hadapan segala bangsa, yaitu terang yang menjadi penyataan bagi bangsa-bangsa lain dan menjadi kemuliaan bagi umat-Mu, Israel.” Lukas 2: 29 – 32

Tak terasa hari Natal sudah dekat. Lima hari lagi! Tetapi, sekalipun bagi sebagian orang Kristen hari Natal adalah sesuatu yang disambut dengan rasa sukacita, bagi yang lain ini bukanlah sesuatu yang bisa disambut dengan rasa entusias. Untuk mereka tahun demi tahun berlalu, tetapi tidak ada yang berubah dalam kehidupan mereka. Malahan, masa depan kelihatannya makin suram.

Mungkin seperti itulah apa yang dirasakan oleh seorang bernama Simeon di Yerusalem. Ia seorang yang benar dan saleh yang menantikan penghiburan bagi bangsa Israel. Tahun demi tahun lewat, tetapi Mesias yang dinantikannya tidak juga datang. Walaupun demikian, Simeon tetap percaya kepada janji dan kasih Allah.

Simeon adalah orang yang mengenal Tuhan, mau menurut firman-Nya dan beriman kepada-Nya. Simeon bukan hanya berharap untuk dirinya sendiri, tetapi untuk keselamatan orang Israel dan untuk bangsa-bangsa lain juga. Tuhan yang memperhatikan harapan Simeon yang taat kepada-Nya, memberikan janji-Nya bahwa Simeon akan melihat Sang Juru Selamat, Yesus Kristus, sebelum ia meninggal.

Empat puluh hari sesudah Natal, Simeon datang ke Bait Allah oleh petunjuk Roh Kudus. Ketika Yesus dibawa masuk oleh orang tua-Nya untuk upacara pentahiran, Simeon yang melihat Yesus merasa sangat gembira. Ia menyambut Anak itu serta menatang-Nya sambil memuji Allah. Masa penantiannya yang cukup lama sudah berakhir, dan Simeon melihat bahwa Allah sudah membuktikan kasih-Nya dengan lahirnya Mesias yang dikaruniakanNya untuk segala bangsa.

Mungkin bagi kita, selama ini hidup kita adalah seperti Simeon yang menantikan harapan untuk masa depan. Apa yang akan terjadi pada anak-cucu kita, kepada kerabat kita, atau bangsa kita di tahun-tahun yang akan datang? Kita merasa prihatin akan apa yang terjadi di sekeliling kita, dan berharap agar Tuhan menyatakan pertolongan-Nya. Tetapi, semua kekuatiran kita sebenarnya bisa kita tinggalkan jika kita hidup seperti Simeon: mengenal Tuhan, taat kepada firman-Nya dan mempunyai iman yang teguh.

Seperti Simeon yang akhirnya melihat dengan matanya bahwa Mesias sudah datang, kita pun bisa yakin bahwa dalam Yesus akan ada pertolongan dan harapan untuk masa depan orang-orang yang kita kasihi. Marilah kita menyambut hari Natal dengan kepercayaan yang makin besar bahwa Tuhan mengenal anak-anak-Nya dan mengerti apa yang dibutuhkan mereka.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s