Menjalani Roda Kehidupan

“Bersukacitalah dalam pengharapan, sabarlah dalam kesesakan, dan bertekunlah dalam doa!”
— Roma 12:12

Orang sering berkata bahwa hidup ini seperti roda yang berputar. Kadang kita berada di atas. Segala sesuatu berjalan baik. Tubuh sehat, usaha berkembang, keluarga rukun, dan hati dipenuhi sukacita. Namun, roda itu juga dapat berputar ke bawah. Penyakit datang tanpa diundang, pekerjaan terganggu, orang yang kita kasihi meninggalkan kita, atau berbagai masalah lain menghampiri silih berganti.

Ungkapan itu memang menggambarkan kenyataan hidup. Tidak ada seorang pun yang terbebas dari masa-masa sulit. Tetapi sebagai orang percaya, kita tidak melihat kehidupan sebagai roda nasib yang berputar tanpa arah. Di balik setiap putaran hidup, ada tangan Tuhan yang berdaulat. Tidak ada satu pun peristiwa yang terjadi di luar pengetahuan, izin, dan rancangan-Nya. Apa yang tampak sebagai kebetulan bagi manusia sesungguhnya berada dalam pemeliharaan Allah yang sempurna.

Keyakinan inilah yang memberi ketenangan ketika hidup berubah. Saat keadaan membaik, kita bersyukur karena semuanya berasal dari Tuhan. Saat keadaan memburuk, kita tetap berharap karena Tuhan tidak pernah kehilangan kendali. Ia mungkin tidak selalu menjelaskan alasan di balik setiap pergumulan, tetapi Ia selalu memiliki tujuan yang baik bagi setiap anak-Nya.

Alkitab menggambarkan umat Tuhan sebagai domba-domba-Nya, sedangkan Tuhan Yesus adalah Gembala yang baik. Gambaran ini sangat menghiburkan. Seorang gembala tidak hanya menunjukkan arah dari kejauhan. Ia berjalan bersama domba-dombanya. Ia mengenal setiap domba, melindungi mereka dari bahaya, mencari yang tersesat, dan memikul yang terluka. Demikian pula Tuhan tidak pernah membiarkan umat-Nya berjalan sendirian. Ia memimpin setiap langkah kehidupan kita, bahkan ketika jalan itu terasa gelap dan menakutkan.

Daud pernah mengalami berbagai penderitaan. Ia dikejar musuh, difitnah, bahkan hidup sebagai pelarian. Namun di tengah semua itu ia dapat berkata,

“Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku.” (Mazmur 23:4).

Perhatikan bahwa Daud tidak berkata, “Engkau menjauhkan aku dari lembah kekelaman.” Sebaliknya, ia berkata, “Engkau besertaku.” Tuhan memang tidak menjanjikan bahwa jalan hidup kita akan selalu datar dan mudah. Namun Ia berjanji untuk menyertai kita. Penyertaan-Nya jauh lebih berharga daripada hidup yang bebas dari masalah.

Karena itulah Rasul Paulus menuliskan nasihat yang singkat tetapi sangat mendalam: “Bersukacitalah dalam pengharapan, sabarlah dalam kesesakan, dan bertekunlah dalam doa!” Sukacita kita bukan berasal dari keadaan yang menyenangkan, melainkan dari pengharapan kepada Tuhan yang setia. Kesabaran kita lahir dari keyakinan bahwa setiap kesesakan berada di dalam tangan-Nya. Ketekunan kita dalam doa merupakan pengakuan bahwa kita bergantung sepenuhnya kepada Bapa yang mengasihi kita.

Mungkin saat ini roda kehidupan Anda sedang berada di bawah. Mungkin tubuh mulai melemah, beban keluarga terasa berat, atau masa depan tampak tidak pasti. Jangan menyimpulkan bahwa Tuhan telah meninggalkan Anda. Justru di saat seperti itulah Sang Gembala yang Baik berjalan paling dekat dengan domba-domba-Nya. Ia mengetahui setiap air mata yang jatuh, setiap doa yang terucap, dan setiap pergumulan yang belum pernah Anda ceritakan kepada siapa pun.

“Roda kehidupan memang terus berputar, tetapi tangan Gembala yang Baik tidak pernah melepaskan domba-domba-Nya.”

Suatu hari nanti kita akan melihat bahwa tidak ada satu pun bagian perjalanan hidup yang sia-sia. Jalan yang berliku, lembah yang gelap, bahkan air mata yang pernah kita teteskan, semuanya dipakai Tuhan untuk membentuk kita semakin serupa dengan Kristus dan membawa kita menuju rumah kekal bersama-Nya.

Karena itu, apa pun putaran roda kehidupan yang sedang Anda alami hari ini, jangan lepaskan tangan Sang Gembala. Tetaplah bersukacita dalam pengharapan, sabarlah dalam kesesakan, dan bertekunlah dalam doa. Gembala yang memimpin Anda hari ini adalah Gembala yang sama yang akan menuntun Anda dengan setia sampai perjalanan ini berakhir.

Doa Penutup

Bapa di surga, terima kasih karena Engkau adalah Gembala yang Baik yang tidak pernah meninggalkan kami. Ajarlah kami untuk tetap bersukacita dalam pengharapan, sabar dalam setiap kesesakan, dan setia bertekun dalam doa. Kuatkan iman kami agar selalu percaya bahwa seluruh hidup kami berada di dalam tangan-Mu yang penuh kasih. Dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.

Tinggalkan komentar