“Ingatkanlah mereka supaya mereka tunduk pada pemerintah dan orang-orang yang berkuasa, taat dan siap untuk melakukan setiap pekerjaan yang baik.”
— Titus 3:1

Setiap kali berita politik memenuhi media, tidak sedikit orang menjadi gelisah. Ada yang kecewa terhadap pemerintah, ada yang marah karena berbagai kebijakan, dan ada pula yang percaya bahwa hampir semua peristiwa dunia merupakan bagian dari konspirasi besar yang digerakkan oleh kuasa kegelapan. Akibatnya, hidup dipenuhi rasa curiga dan takut.
Di tengah keadaan seperti itu, firman Tuhan justru memberikan nasihat yang mengejutkan: “Tunduk pada pemerintah dan orang-orang yang berkuasa, taat dan siap untuk melakukan setiap pekerjaan yang baik.”
Nasihat ini bukan diberikan ketika keadaan negara sedang aman dan pemerintahnya saleh. Paulus menulisnya pada masa Kekaisaran Romawi, sebuah pemerintahan yang jauh dari sempurna. Korupsi, ketidakadilan, dan penyembahan kepada kaisar sudah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat. Bahkan tidak lama kemudian, banyak orang Kristen harus menghadapi penganiayaan yang berat.
Namun Paulus tidak mengajarkan jemaat untuk hidup sebagai pemberontak. Sebaliknya, mereka diminta menjadi warga negara yang dikenal karena kejujuran, ketertiban, dan kesediaan berbuat baik. Mengapa? Karena orang Kristen percaya bahwa tidak ada pemerintah yang berdiri di luar kedaulatan Allah. Pemerintah mungkin dipilih melalui pemilu, lahir melalui sejarah, atau bahkan muncul melalui perebutan kekuasaan, tetapi tidak satu pun berada di luar izin dan pemeliharaan Tuhan.
Inilah yang sering dilupakan. Kita terlalu mudah melihat besarnya kuasa manusia atau bahkan membesarkan kuasa Iblis, tetapi lupa bahwa Kristus tetap memerintah. Alkitab tidak pernah menggambarkan sejarah sebagai pertandingan yang seimbang antara Allah dan Iblis. Sejak awal hingga akhir, Allah tetap berada di atas takhta-Nya. Iblis memang bekerja untuk menyesatkan, tetapi ia tetap makhluk ciptaan yang tidak dapat melampaui batas yang Allah tetapkan.
Karena itu, orang Kristen tidak perlu hidup dalam ketakutan seolah-olah dunia sedang lepas dari kendali Tuhan. Kita juga tidak perlu melihat setiap kebijakan pemerintah sebagai bagian dari konspirasi Iblis. Memang ada pemerintah yang berlaku tidak adil. Memang ada penguasa yang menyalahgunakan wewenangnya. Alkitab sendiri mencatat banyak contohnya. Namun semua itu tidak pernah menggagalkan rencana Allah. Tidak ada apa pun yang bisa terjadi tanpa seizin-Nya. Bahkan melalui pemerintah yang tidak sempurna sekalipun, Allah selalu menggenapi tujuan-Nya.
Keyakinan akan kedaulatan Allah justru melahirkan sikap yang tenang. Kita menaati hukum, membayar pajak, menghormati para pemimpin, dan berusaha menjadi warga negara yang membawa damai. Kita boleh menyampaikan kritik terhadap kebijakan yang keliru, tetapi dilakukan dengan kejujuran, kasih, dan rasa hormat, bukan dengan kebencian atau fitnah.
Tentu, ketaatan kepada pemerintah bukan tanpa batas. Bila pemerintah memerintahkan sesuatu yang bertentangan dengan firman Tuhan, maka kita harus mengikuti teladan para rasul: “Kita harus lebih taat kepada Allah daripada kepada manusia.” Namun, penolakan itu pun dilakukan dengan sikap rendah hati dan kesediaan menanggung akibatnya, bukan dengan semangat permusuhan.
Sebagai orang percaya, kita memiliki dua kewarganegaraan. Kita adalah warga negara tempat kita tinggal, tetapi terlebih lagi kita adalah warga Kerajaan Surga. Justru karena itulah kita dipanggil menjadi warga negara yang terbaik. Kita menghormati pemerintah bukan karena mereka selalu benar, melainkan karena kita menghormati Allah yang berdaulat atas sejarah.
Ketika dunia dipenuhi ketidakpastian, hati kita tidak berpegang pada kekuatan pemerintah ataupun kelemahan pemerintah. Pengharapan kita tertuju kepada Kristus, Raja di atas segala raja. Takhta manusia akan berganti, kerajaan akan datang dan pergi, tetapi pemerintahan Kristus tidak akan pernah berakhir. Itulah sebabnya orang percaya dapat hidup dengan tenang, setia, dan tetap menjadi terang di tengah dunia yang penuh gejolak.
Doa Penutup
Bapa di surga, terima kasih karena Engkau tetap bertakhta di atas segala pemerintah dan bangsa. Ajarlah kami menjadi warga negara yang taat, bijaksana, dan membawa damai, tanpa pernah mengurangi kesetiaan kami kepada-Mu. Jauhkan kami dari ketakutan dan kecurigaan yang tidak berdasar, dan teguhkan iman kami bahwa Kristus memerintah atas seluruh sejarah. Dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.