“Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.” Roma 12: 2
Tanggal 17 April yang akan datang bangsa Indonesia akan menghadapi pemilihan umum. Sebulan kemudian, tepatnya pada tanggal 18 Mei, Australia akan mengalami hal yang serupa. Pemilihan umum adalah pelaksanaan demokrasi yang paling nyata dalam sebuah negara, untuk mana manusia harus bersyukur karena adanya kemerdekaan setiap warga untuk menyatakan pendapatnya. Kemerdekaan atau freedom yang dipunyai sebuah bangsa, seringkali hanya bisa dicapai dengan pengorbanan besar. Karena itu, pemilihan umum adalah suatu pesta demokrasi yang harus kita nikmati bersama.
Bagi banyak orang Kristen, hal memilih sesuatu adalah identik dengan mencari kehendak Tuhan. Dan sebab itu banyak orang berpikir bahwa apa yang sudah terjadi adalah kehendak Tuhan. Dalam hal ini, masalahnya adalah bahwa sebagai manusia kita adalah makhluk terbatas. Dapatkah kita mengerti apa yang dikehendakiNya? Apakah yang sekarang ada sudah merupakan kehendakNya?
Apa yang terjadi di dunia sudah tentu merupakan bagian dari rencana Tuhan yang tidak kita ketahui. Manusia dalam keterbatasannya ingin menemukan kehendak Tuhan, tetapi kerapkali heran jika apa yang terjadi tidak sesuai dengan yang diharapkannya. Memang manusia tidak mungkin tahu keseluruhan kehendakNya (overall will).
“TUHAN membuat segala sesuatu untuk tujuannya masing-masing, bahkan orang fasik dibuat-Nya untuk hari malapetaka.” Amsal 16: 4
Seorang yang mencari pasangan hidup mungkin berdoa untuk bisa memilih jodoh yang baik, tetapi jika kemudian rumahtangga mereka mulai berantakan, pertanyaan muncul apakah semua itu kehendak Tuhan? Tidak ada orang yang bisa menjawabnya karena tidak ada orang yang tahu apa yang akan terjadi. Dalam keadaan demikian, mereka yang bersangkutan harus berusaha melakukan apa yang baik menurut kehendak Tuhan. Manusia bertanggungjawab untuk pilihannya dan melakukan apa yang terbaik yang sesuai dengan firmanNya setiap hari.
Tuhan memang mempunyai kehendak mutlak (sovereign will) untuk seluruh ciptaanNya. Kita tidak mungkin mengetahui semuanya, tetap dalam hidup kita sehari-hari Ia sudah menunjukkan apa yang baik untuk dilakukan. Itu yang dinamakan kehendak Tuhan yang sudah dinyatakan atau revealed will. Dalam Alkitab tertulis banyak hal yang dikehendaki Tuhan, seperti untuk mengasihi Tuhan dan sesama, untuk membayar pajak kepada pemerintah, untuk memegang kejujuran dan keadilan, untuk mengampuni orang yang bersalah kepada kita dan lain-lain.
Jika kita sering bingung untuk mencari kehendak Tuhan, itu adalah karena kita ingin tahu apa yang sebenarnya dikehendaki Tuhan. Kita ingin tahu seluruh kehendakNya untuk hidup kita, untuk keluarga kita dan untuk bangsa kita. Tetapi itu jelas tidak mungkin. Apa yang belum terjadi kita tidak tahu, dan apa yang sudah terjadi belum tentu merupakan hasil akhir.
Pagi ini, ayat pembukaan dari Roma 12: 2 diatas mengatakan bahwa kita harus berubah untuk tidak menjadi serupa dengan dunia ini, sehingga dengan pikiran dan sikap yang benar kita dapat membedakan apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna. Masa depan manusia ada di tangan Tuhan tetapi kita bertanggungjawab atas keputusan dan tindakan yang kita ambil. Dalam semua ini kita percaya bahwa Tuhan ikut bekerja untuk membawa kebaikan kepada umatNya.
“Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.” Roma 8: 28
Tiap hari di media selalu ada berita tentang orang-orang yang ditangkap polisi karena diduga terlibat dalam suatu kejahatan atau pelanggaran hukum. Mereka itu pada saatnya akan menghadapi hakim di pengadilan, dimana tim penuntut dan tim pembela beradu pendapat mengenai kesalahan si terdakwa. Apakah terdakwa memang melakukan pelanggaran hukum? Apakah ia sadar akan adanya hukum? Apakah ia dengan sengaja melanggar hukum? Pertanyaan-pertanyaan seperti itu adalah sebagian dari apa yang diperdebatkan di depan hakim.
Ingatkah anda akan lagu Gang Kelinci? Lagu lama yang pernah dinyanyikan Lilis Suryani dan Titik Puspa ini menceritakan kehidupan di satu gang di Jakarta. Gang Kelinci yang berada di samping Pasar Baru, Jakarta, adalah daerah yang padat penduduknya dan sempit jalannya. Walaupun demikian, dalam nyanyian itu diutarakan adanya rasa bahagia karena penduduknya rukun dan damai.
Setiap pagi saya mempunyai kebiasaan untuk makan pagi sebelum mandi. Pagi ini, saya mengambil keputusan untuk mandi dulu sebelum makan pagi di sebuah cafe. Ada pertanyaan dalam pikiran saya: apakah ini keputusan saya ataukah Tuhan yang mengambil keputusan untuk saya? Pertanyaan yang mungkin dianggap aneh oleh banyak orang, tetapi memang ada juga orang Kristen yang percaya bahwa Tuhan yang mengatur segala tindakan manusia, baik kecil maupun besar, melalui penentuan Ilahi atau “devine determinism“.

Dalam hidup ini, semua orang tentunya mendambakan kebahagiaan. Mungkin bagi sebagian orang, kebahagiaan berarti kecukupan dalam segala sesuatu, kesehatan yang baik sampai hari tua, ataupun kehidupan anak cucu yang bisa dibanggakan. Segala sesuatu yang baik tentunya diidamkan setiap orang, dan tentunya tidak ada orang yang menginginkan kesulitan atau penderitaan dalam hidup ini. Walaupun demikian, dinamika hidup adalah sedemikian sehingga orang sulit untuk memperoleh apa yang diinginkannya. Untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak, begitu kata sebuah peribahasa.
Hal membayar pajak adalah sesuatu yang agak sensitif. Dimanapun kita berada, hampir tidak ada orang yang dengan senang hati membayar pajak. Tetapi membayar pajak adalah sebuah keharusan bagi setiap penduduk negara, karena pemerintah hanya bisa menjalankan mandatnya dengan menggunakan uang yang berasal dari pajak (tax revenue). Sekalipun penduduk negara secara keseluruhan bisa memperoleh penghasilan besar dari usaha mereka, negara tetap tidak dapat maju jika uang pemasukan dari pajak tidak cukup besar untuk membangun berbagai infrastruktur dan untuk menjalankan berbagai fungsi pemerintahan. Dalam keadaan demikian, sebagian penduduk mungkin hidup dalam kelebihan dan kenyamanan, tetapi mereka yang kurang mampu akan hidup menderita karena fasilitas sosial yang tidak berkembang.
Tuhan yang mahakuasa adalah mahakasih. Itulah Tuhan yang dikenal oleh umat Kristen. Memang kasih Tuhan itu terlihat dalam pemeliharaanNya setiap hari, tetapi yang paling bisa disadari adalah kasihNya yang memungkinkan manusia menerima keselamatan melalui darah Kristus.