“Karena itu, sebagai orang-orang pilihan Allah yang dikuduskan dan dikasihi-Nya, kenakanlah belas kasihan, kemurahan, kerendahan hati, kelemahlembutan dan kesabaran.” Kolose 3: 12
Kemarin malam saya menonton sebuah film dokumentasi di TV, mengenai kehidupan berbagai hewan di sebuah lembah di Afrika. Lembah yang kelihatannya cukup subur itu dihuni oleh berbagai jenis hewan, baik pemakan rumput/daun maupun pemakan daging. Berbagai hewan kecil dan besar hidup bersama di tempat itu sekalipun hidup mereka tidaklah seperti apa yang kita bayangkan di taman Firdaus. Adanya hewan-hewan tertentu yang hidup dengan memangsa hewan lain bisa membuat keadaan yang semula tenang menjadi kacau, dengan hewan-hewan seperti singa dan macan tutul yang memangsa rusa dan hewan kecil lainnya. Melihat seekor rusa yang tertangkap dan menjadi mangsa singa tentunya mengundang rasa sedih, tetapi semua itu adalah bagian kehidupan dunia ini.
Satu hal yang menarik perhatian saya adalah jika sekelompok rusa yang sedang makan rumput di padang diserang seekor singa, rusa-rusa itu berusaha menyelamatkan diri dengan berlari ke berbagai jurusan. Mereka tidak mempunyai kemampuan untuk menghindari atau bekerja sama guna mengelabui si singa. Lebih buruk lagi, jika seekor rusa sudah dimangsa oleh seekor singa, rusa-rusa yang lain melanjutkan acara makan mereka tanpa terganggu oleh adanya pemandangan yang menyedihkan di dekat mereka. Sebagai hewan mereka tidak mempunyai rasa sedih, terharu atau terpukul dengan kematian salah satu dari anggota kelompok mereka. Kematian secara tragis seperti itu sudah biasa dilihat rusa-rusa itu dan menjadi bagian hidup mereka yang harus mereka terima.
Lain rusa lain manusia. Sebagai manusia kita mempunyai akal budi dan hati yang bisa merasakan apa yang diderita orang lain. Manusia diciptakan Tuhan seperti gambarNya, dengan demikian manusia bisa menggunakan akal budinya untuk mencari jawaban akan penderitaan yang dihadapi oleh sesama manusia dan juga makhluk hidup lainnya, dan mempunyai hati yang mempunyai rasa belas kasihan atas penderitaan-penderitaan itu. Manusia, berbeda dengan hewan, bisa menyadari bahwa penderitaan yang ada di dunia adalah hal yang menyedihkan dan sedapat mungkin dihindari atau dicegah. Manusia, sekalipun tahu bahwa penderitaan adalah bagian dari hidup di dunia yang sudah jatuh kedalam dosa, pada hakikatnya bukanlah sesuatu yang dikehendaki Tuhan yang mahakasih. Karena itu, mereka yang beriman kepada Tuhan setiap hari berdoa dengan sungguh-sungguh agar Tuhan melindungi mereka dari berbagai pencobaan.
Bagaimanapun manusia berusaha untuk menghindari terjadinya malapetaka di dunia, kejatuhan manusia kedalam dosa tidak memungkinkan bahwa mereka bisa kembali hidup seperti di taman Firdaus. Kejadian seperti apa yang terjadi di berbagai tempat dimana banyak orang yang mengalami kematian dan cedera bukan karena kesalahan mereka, menunjukkan bahwa manusia tidak bisa hidup dalam ketenteraman dan kedamaian sekalipun mereka sudah berusaha. Semua itu adalah bagian hidup di dunia. Sebagian manusia memang menganggap bahwa manusia tidak dapat menghindari apa yang sudah dikehendaki Tuhan. Tetapi, apakah Tuhan yang mahakasih memang menghendaki semua yang kelihatan jahat dan keji itu terjadi? Jika tidak, mengapa Ia membiarkan semua itu terjadi? Itulah yang menjadi tanda tanya, dan tidak mudah dijawab, terutama oleh orang-orang yang langsung terlibat.
Apa yang kita harus sadari ialah kenyataan bahwa Tuhan adalah mahakuasa dan mahakasih. Tuhan yang mahakuasa bukanlah Tuhan yang dengan sewenang-wenang dan tanpa sebab memuntahkan kemarahanNya kepada manusia yang tidak berdaya. Ia bukanlah Tuhan yang mempunyai rencana jahat untuk manusia ciptaanNya. Sebaliknya, Tuhan adalah Tuhan yang mahakasih yang mencintai dan memelihara semua orang. Ia yang mahatahu, juga bisa melihat apa yang sudah lewat dan apa yang akan datang.
Pagi ini kita harus sadar bahwa Tuhan yang mahakuasa memberi kemampuan agar manusia bisa menguasai dunia ini unuk kemuliaan namaNya. Sebagian manusia mungkin ingin menguasai dunia ini untuk diri mereka sendiri, tetapi Tuhan yang mahakuasa terus bekerja sama dengan umatNya yang setia untuk membawa kebaikan dan kebenaran ke dunia.
Berbagai kesusahan dan malapetaka bisa terjadi di dunia ini, tetapi Tuhan tidak mungkin kehilangan kontrol. Karena itu, melalui apa yang terjadi di dunia, Ia memberikan kemampuan bagi manusia untuk bisa belajar dari masa lalu dan memakai keberanian dan kekuatan yang berasal dari Tuhan untuk menghadapi masa depan dengan tanggung jawab sepenuhnya. Tuhan juga memberi kemampuan bagi umatNya untuk mempunyai rasa belas kasihan, kemurahan, kerendahan hati, kelemahlembutan dan kesabaran dalam menghadapi semua peristiwa yang terjadi di dunia. Tuhan memberikan umatnya kebijaksanaan untuk tidak mempersalahkan Tuhan atas apa yang terjadi dalam hidup manusia. Dengan itu kita bisa yakin bahwa sekalipun dunia ini penuh dengan kejahatan, banyak orang akan mau percaya kepada Dia yang bukan saja mahakuasa, tetapi juga mahakasih.

Pada saat ini, sekitar 2400 juta orang yang menganut agama Kristen atau sekitar 33% dari penduduk dunia. Jika orang membaca kisah kematian dan kebangkitan Kristus, mungkin mereka heran bagaimana apa yang terjadi di Israel pada waktu itu kemudian bisa membuat banyak orang menjadi pengikut Kristus.
Teringat saya sewaktu berada di Jepang, dengan teman-teman seuniversitas saya sering berbincang-bincang tentang berbagai hal jika lagi senggang. Salah satu bahan pembicaraan adalah mengenai agama dan hidup sesudah mati (life after death). Walaupun kebanyakan teman saya bukan orang religius, seperti orang Jepang lainnya secara tradisi mereka mengaku beragama Shinto dan Budha. Agama Shinto karena itu bermanfaat untuk bisa hidup bahagia di dunia, agama Budha karena itu berguna untuk bisa hidup di surga sesudah mati. Dengan berbekal dua agama ini, mereka merasa siap untuk menghadapi masa kini dan masa depan.
Jika anda adalah penggemar opera, pertunjukan musik dan balet, mungkin anda ingat bahwa panggung pertunjukan tradisional umumnya mempunyai tabir (curtain). Tetapi banyak gedung pertunjukan modern di dunia yang sekarang tidak lagi mempunyai tabir seperti itu.
Australia adalah negara peternak domba nomer dua sedunia. Banyak domba yang diekspor ke luar negeri melalui jalur laut, kemudian di proses oleh abatoar setempat guna dijadikan daging konsumsi manusia. Sekalipun tujuan akhir dari ekspor itu adalah pengadaan daging, pemerintah Australia cukup dibuat rikuh dengan adanya berita yang muncul akhir-akhir yang menunjukkan adanya malpraktek terhadap domba-domba Australia di beberapa negara yang mengimpor domba itu. Domba-domba yang seharusnya dipelihara dengan baik sebelum saat penyembelihan sering diperlakukan dengan tidak semestinya, dan cara penyembelihannya juga dianggap tidak manusiawi. Domba-domba yang malang itu seringkali terlihat seperti makhluk yang tidak berdaya dalam cengkeraman manusia yang kejam.
Kejadian terbakarnya katedral Notre Dame di Paris kemarin dulu adalah berita yang membuat banyak orang merasa masygul. Sebagian orang merasa sedih karena bangunan yang sudah berumur ratusan tahun itu merupakan bentuk arsitektur yang luar biasa. Mereka yang merasa ikut memiliki gedung gereja itu merasa sedih karena kerusakan berat yang sudah terjadi.
Pernahkah anda menonton pertandingan gulat? Pertandingan gulat (wrestling) yang ada di TV seringkali hanyalah untuk konsumsi mereka yang senang menonton pertunjukan atau entertainment. Pertandingan gulat yang asli menghadapkan dua orang yang benar-benar bertanding dan bukan hanya berpura-pura bertanding. Karena itu, dalam pertandingan gulat seperti itu cedera sering terjadi.