“Dan janganlah kamu takut kepada mereka yang dapat membunuh tubuh, tetapi yang tidak berkuasa membunuh jiwa; takutlah terutama kepada Dia yang berkuasa membinasakan baik jiwa maupun tubuh di dalam neraka.” Matius 10: 28

Apa yang bisa kita baca dalam media setiap hari seringkali membuat kita merenung. Mengapa setiap hari ada saja orang berbuat jahat kepada sesamanya? Mengapa setiap hari selalu ada saja orang yang mengalami penderitaan dan bahkan kematian karena perbuatan jahat orang lain? Mengapa ada orang-orang yang harus mengalami kekejaman dari orang lain sekalipun tidak berbuat salah kepada orang itu? Mengapa orang harus mati pada saat dan tempat yang tidak terduga?
Memang jika kita melihat semua yang terjadi, hati kita bisa menjadi kecil. Hidup manusia dimana saja tidak dapat menghindari adanya kecelakaan, malapetaka atau kekejian. Bagi sebagian orang, hal ini bisa membuat mereka selalu hidup dalam ketakutan. Kekuatiran dan ketakutan yang sangat besar sudah tentu bisa membuat orang seakan lumpuh, tidak dapat lagi menikmati hidupnya dan tidak lagi sanggup untuk menghadapi esok hari. Dimanakah Tuhan ketika hal-hal jahat ini terjadi? Tidak dapatkah Tuhan berbuat sesuatu untuk menghentikan kejahatan di dunia ini?
Banyak orang yang berpikir bahwa sebagai Tuhan yang mahakuasa dan mahakasih, Ia seharusnya berbuat sesuatu jika ada hal-hal yang jahat yang akan mencelakai manusia. Lebih-lebih lagi, Tuhan seharusnya bisa melindungi umatNya sehingga tidak ada hal-hal yang buruk yang bisa menimpa mereka. Tetapi, dalam kenyataannya semua orang, baik yang mengikut Kristus ataupun yang tidak mengenalNya, bisa mengalami malapetaka. Dengan demikian, tentunya itu menunjukkan bahwa hal-hal yang buruk tidak selalu merupakan hukuman Tuhan atau sesuatu yang dikehendakiNya.
Tuhan pada hakikatnya bukanlah oknum yang suka membawa bencana ke dunia. Tuhan menciptakan manusia tidak dengan tujuan untuk membuat mereka menderita. Sebaliknya, Ia menempatkan mereka di sebuah tempat yang indah yang dapat mereka nikmati. Adalah manusia sendiri yang kemudian memilih untuk memberontak dari Tuhan, dan memilih cara hidupnya sendiri. Dengan demikian seluruh umat manusia sudah berdosa dan harus hidup di dunia yang penuh dengan kejahatan dan kekejian.
Bagi kita yang sudah bertobat dari dosa-dosa lama kita, hidup di dunia ini tidaklah secara otomatis berubah menjadi hidup yang indah. Dunia yang kita tinggali adalah dunia yang juga dihuni oleh orang-orang durhaka, yang tidak mau menurut firman Tuhan. Mereka yang jahat seringkali berusaha menindas dan mencelakai sesamanya untuk kepentingan diri sendiri, dan sebagai orang Kristen kita malahan bisa mengalami hal-hal yang lebih buruk dari orang yang lain. Jika demikian, apa keuntungan menjadi umat Tuhan?
Memang dunia ini dihuni bersama oleh anak-anak iblis dan anak-anak Tuhan. Dengan demikian matahari bersinar untuk semua orang, dan kenikmatan duniawi bisa dinikmati oleh siapa saja. Karena itu jugalah apa yang buruk bisa terjadi kepada siapa saja, termasuk orang percaya. Tetapi, sekalipun hal yang sama bisa terjadi pada siapapun, apa yang diperoleh manusia setelah itu adalah berbeda. Bagi mereka yang tidak percaya kepada Tuhan, hal-hal yang jahat pada akhirnya akan menuju kepada kehancuran jasmani maupun rohani. Lebih-lebih lagi, bagi mereka tidak ada Tuhan yang bisa menyelamatkan jiwa mereka. Mereka boleh luput dari kesulitan jasmani di dunia untuk sementara waktu, tetapi Tuhan yang yang berkuasa membinasakan baik tubuh maupun jiwa akan menuntut pertanggung-jawaban mereka pada saatnya.
Pagi ini, jika hati kita gundah karena adanya hal-hal yang jahat yang kita dengar atau saksikan, firman Tuhan berkata bahwa sebagai umatNya kita tidak perlu takut atau kuatir. Memang selama kita hidup di dunia hal-hal yang jahat bisa terjadi dan orang-orang yang kejam bisa mencelakai kita. Tetapi, karena kita mempunyai Tuhan yang mahakuasa dan mahakasih, kita boleh menyerahkan jiwa dan raga kita kedalam tanganNya. Tanpa seizin Tuhan, apapun yang jahat tidak bisa terjadi kepada kita. Sebagai umat Tuhan kita percaya bahwa rencanaNya harus terjadi baik di bumi maupun di surga. Sekalipun kita harus menderita di bumi, kita tahu bahwa Tuhanlah yang akan memberi kita hidup yang kekal di surga.
Di zaman ini iklan bermunculan dimana-mana; bukan saja di koran dan TV, tetapi juga di telepon genggam selagi anda mencari informasi atau menggunakan media sosial melalui internet. Memang dengan kemajuan teknologi, orang bisa memasarkan produk-produk yang saat ini menjadi perhatian anda, karena adanya informasi yang pernah anda kirimkan atau cari melalui internet. Dengan memakai teknik artificial intelligence atau kecerdasan buatan, perusahaan-perusahaan di dunia memasarkan produk mereka melalui digital marketing atau pemasaran digital.
Menurut kamus bahasa Indonesia kata arif berarti bijaksana, cerdik dan pandai, atau berilmu. Kata bijaksana sendiri berarti selalu menggunakan akal budi (pengalaman dan pengetahuan), arif atau tajam pikiran. Dengan demikian kata arif bijaksana agaknya menggabungkan pengetahuan (knowledge) dan kebijaksanaan (wisdom). Memang kedua hal ini adalah penting untuk dimiliki dalam hidup ini. Banyak orang yang berpengetahuan (knowledgeable) tetapi kurang bijak, dan banyak orang yang bijaksana (wise) tetapi tidak berilmu. Dengan demikian, arif bijaksana adalah sebuah kemampuan yang penting bagi manusia untuk hidup di dunia yang penuh dengan tantangan.
Jika kita membaca berita dalam surat kabar atau dari media eletronik, pastilah kita bisa melihat bahwa setiap hari selalu ada saja kabar buruk yang terjadi di dunia. Tidak hanya berita tentang adanya kekacauan di bidang sosial, ekonomi dan politik di berbagai tempat, tetapi juga adanya penderitaan yang dialami manusia karena adanya kelaparan, penyakit, penganiayaan, kejahatan, perang atau kecelakaan. Apalagi, ada kejadian-kejadian dimana sejumlah besar manusia yang nampaknya tidak bersalah, menemui kematian pada waktu yang bersamaan akibat suatu bencana, seperti jatuhnya sebuah pesawat udara. Mereka yang mempunyai perasaan tentu merasa sedih bahwa hal-hal yang sedemikian bisa terjadi tanpa adanya peringatan atau tanda-tanda.
Bagi penduduk Australia, memiliki sebuah rumah adalah sebuah cita-cita. Karena itu, kebanyakan orang meminjam uang dari bank untuk bisa membeli rumah. Pinjaman uang untuk membayar harga rumah biasanya bisa dilunasi setelah jangka waktu yang cukup lama, sekitar 30 tahun. Dengan demikian, peminjam yang tidak bisa melunasi hutang dalam jangka waktu yang lebih singkat akan membayar bunga yang sangat besar. Resiko bukan hanya itu saja; jika rumah itu akhirnya dijual, ada kemungkinan bahwa pemiliknya mengalami kerugian.
Life is short, make it sweet. Hidup itu singkat, jadikan itu manis. Itulah salah satu semboyan hidup yang terkenal. Hidup ini singkat, karena itu isilah dengan hal-hal yang menyenangkan. Semboyan ini pernah juga muncul dalam sebuah lagu country yang muncul baru-baru ini.
Siapakah manusia yang tidak berdosa? Agaknya semua orang, dari segala bangsa dan segala agama, akan mengaku sebagai orang yang berdosa jika ditanya. Semua orang, bagaimanapun baiknya umumnya mengaku bahwa mereka adalah orang-orang yang tidak sempurna. Walaupun demikian, jika ditanya apa yang sudah mereka lakukan untuk dosa-dosa mereka, mungkin tidak banyak yang bisa mereka katakan. Mungkin saja ada yang sudah bertobat dari dosa tertentu, tetapi tentunya banyak dosa-dosa lain yang tersisa. Mungkin jika dosa-dosa itu tidak terasa sebagai dosa besar, mereka dengan mudah melupakannya atau mungkin saja tidak menyadarinya.
Jika anda rajin membaca berita media, tentu anda menyadari bahwa media apapun di zaman ini selalu berusaha menampilkan berita-berita yang membuat banyak orang menjadi tertarik untuk membacanya. Bagi pengusaha media, jumlah pembaca umumnya dapat dihubungkan dengan penghasilan uang. Makin banyak pembaca atau pemirsa, makin banyak pemasukan uang dari langganan dan iklan.
Tetangga saya yang cukup berada mempunyai dua orang anak remaja, putra dan putri, yang baru lulus SMA. Kedua anak itu terlihat cukup baik karakternya dan sekarang membantu orang tuanya dalam menjalankan bisnis konstruksi mereka. Memang di Australia, tidak semua lulusan SMA akan melanjutkan ke universitas. Mereka yang lebih menyukai pertukangan misalnya, akan memilih untuk magang dan mencari pengalaman, untuk kemudian bisa mempunyai bisnis sendiri. Orang tua anak-anak itu tentunya berharap agar kedua anak itu akan sukses di hari depan, tetapi masa depan mereka tentunya tidak ada yang bisa memastikan.
Di Australia, lampu bertenaga surya sekarang sangat populer. Dengan harga yang tidak terlalu mahal, lampu ini bisa menyala tanpa memerlukan tenaga listrik PLN. Dengan memakai lampu jenis LED yang bertenaga rendah, pemakaian solar power ini menjadi atraktif di beberapa negara bagian karena membutuhkan biaya yang lebih rendah dari lampu-lampu tradisional lainnya.