“Sebab aku tahu, bahwa di dalam aku, yaitu di dalam aku sebagai manusia, tidak ada sesuatu yang baik. Sebab kehendak memang ada di dalam aku, tetapi bukan hal berbuat apa yang baik.” Roma 7: 18
Setiap pagi saya mempunyai kebiasaan untuk makan pagi sebelum mandi. Pagi ini, saya mengambil keputusan untuk mandi dulu sebelum makan pagi di sebuah cafe. Ada pertanyaan dalam pikiran saya: apakah ini keputusan saya ataukah Tuhan yang mengambil keputusan untuk saya? Pertanyaan yang mungkin dianggap aneh oleh banyak orang, tetapi memang ada juga orang Kristen yang percaya bahwa Tuhan yang mengatur segala tindakan manusia, baik kecil maupun besar, melalui penentuan Ilahi atau “devine determinism“.
Walaupun sebagian orang Kristen percaya bahwa manusia mempunyai kebebasan atau freedom untuk mengambil keputusan sehari-hari, mereka belum tentu bisa menerima bahwa semua itu adalah kehendak bebas atau free will. Apalagi, jika kehendak bebas dikaitkan dengan soal keselamatan, banyak orang yang menyangka bahwa manusia hanya bisa menerima apa yang “sudah ditentukan” Tuhan.
Adalah hal yang menarik untuk diamati bahwa penginjil Billy Graham selama hidupnya selalu berusaha untuk mengabarkan injil agar siapa saja yang percaya kepada Yesus mau mengambil keputusan untuk mengikut Dia. Mengikut Yesus keputusanku, begitu bunyi lagu yang sering dinyanyikan sewaktu ada kebaktian kebangunan rohani Billy Graham. Tetapi sudah barang tentu, siapapun yang mengambil keputusan untuk percaya tentunya hanya bisa benar-benar percaya karena bimbingan Roh Kudus.
Ayat diatas ditulis oleh Paulus kepada jemaat di Roma. Paulus menyatakan bahwa ia tahu, bahwa didalam dirinya, sebagai manusia, tidak ada sesuatu yang baik. Sebab kehendak memang ada di dalam dirinya, tetapi bukan hal berbuat apa yang baik. Kehendak yang ada pada diri manusia seringkali adalah kehendak yang diracuni dosa dan mungkin juga bisa dipengaruhi iblis. Dengan demikian, kehendak bebas yang dipakai dalam hubungan kita dengan Tuhan seringkali justru membuat kita cenderung untuk menjauhkan diri kita dari Tuhan.
Pagi ini kita diingatkan bahwa sebagai manusia yang diciptakan sebagai peta dan teladan Allah, kita diberi kebebasan untuk memilih apa yang kita ingini dalam hidup di dunia. Tetapi, jika kita tidak mau menyerahkan hidup kita kepada Tuhan, kehendak bebas kita akan bisa membawa kita kepada hal yang buruk. Penyerahan hidup kita kepada bimbingan Tuhan bukanlah sesuatu yang otomatis akan terjadi pada setiap orang Kristen, tetapi harus dilakukan dengan kesadaran yang penuh bahwa kitalah yang pada akhirnya bertanggung jawab atas cara hidup kita.
Lalu Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: “Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku.” Matius 16: 24


Dalam hidup ini, semua orang tentunya mendambakan kebahagiaan. Mungkin bagi sebagian orang, kebahagiaan berarti kecukupan dalam segala sesuatu, kesehatan yang baik sampai hari tua, ataupun kehidupan anak cucu yang bisa dibanggakan. Segala sesuatu yang baik tentunya diidamkan setiap orang, dan tentunya tidak ada orang yang menginginkan kesulitan atau penderitaan dalam hidup ini. Walaupun demikian, dinamika hidup adalah sedemikian sehingga orang sulit untuk memperoleh apa yang diinginkannya. Untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak, begitu kata sebuah peribahasa.
Hal membayar pajak adalah sesuatu yang agak sensitif. Dimanapun kita berada, hampir tidak ada orang yang dengan senang hati membayar pajak. Tetapi membayar pajak adalah sebuah keharusan bagi setiap penduduk negara, karena pemerintah hanya bisa menjalankan mandatnya dengan menggunakan uang yang berasal dari pajak (tax revenue). Sekalipun penduduk negara secara keseluruhan bisa memperoleh penghasilan besar dari usaha mereka, negara tetap tidak dapat maju jika uang pemasukan dari pajak tidak cukup besar untuk membangun berbagai infrastruktur dan untuk menjalankan berbagai fungsi pemerintahan. Dalam keadaan demikian, sebagian penduduk mungkin hidup dalam kelebihan dan kenyamanan, tetapi mereka yang kurang mampu akan hidup menderita karena fasilitas sosial yang tidak berkembang.
Tuhan yang mahakuasa adalah mahakasih. Itulah Tuhan yang dikenal oleh umat Kristen. Memang kasih Tuhan itu terlihat dalam pemeliharaanNya setiap hari, tetapi yang paling bisa disadari adalah kasihNya yang memungkinkan manusia menerima keselamatan melalui darah Kristus.
Buah mangga adalah buah yang sangat populer, bukan saja di Indonesia tetapi juga di Australia. Banyak jenis mangga yang ada di Indonesia, tetapi barangkali mangga gadung dan manalagi adalah yang paling populer. Di Australia juga ada banyak jenis mangga, tetapi umumnya tidak seenak mangga Indonesia. Mangga di Australia termasuk barang lux, karena mahalnya. Karena itu jika orang mempunyai pohon mangga di rumah, itu adalah suatu berkat yang benar-benar bisa dinikmati.
Ada seorang anak muda yang sering mengendarai mobilnya diatas batas kecepatan jalan raya. Entah itu karena mobilnya yang tergolong mobil sport, atau karena ia memang berbakat untuk menjadi pembalap mobil, dalam kenyataannya ia sering ngebut. Tetapi, pada suatu hari, mobil polisi kebetulan ada dibelakang mobilnya ketika ia melampaui batas kecepatan jalan. Polisi yang melihat hal itu kemudian mengejarnya sampai ia terpaksa berhenti. Sewaktu polisi bertanya mengapa ia ngebut, dengan santai ia berkata bahwa ia terpaksa ngebut karena mobil polisi yang menguntit mobilnya dengan jarak yang terlalu dekat alias tail gating.
Pernahkah anda mengalami kejadian dimana secara tidak terduga anda diminta untuk menjumpai orang penting sedangkan anda saat itu hanya memakai sebuah kaos t-shirt? Apa yang kemudian anda lakukan? Mungkin jika anda mempunyai sebuah mantel atau jaket, itu bisa anda pakai untuk menutupi kaos anda. Mantel atau jaket tidak menghilangkan kenyataan bahwa anda memakai kaos, tetapi itu bisa membuat anda tampil dengan baik dan tidak membuat kesan buruk kepada orang lain. Pengalaman sedemikian mungkin juga bisa mengajar anda untuk lebih berhati-hati di masa depan, agar lebih berjaga-jaga.
Beberapa hari yang lalu saya membaca berita bahwa sebuah mobil 16 silinder Bugatti La Voiture Noire terjual dengan harga 26 juta dollar Australia. Mobil ini hanya satu-satunya yang diproduksi khusus untuk merayakan ulang tahun ke 110 dari pabrik mobil Bugatti di Prancis. Siapakah orang kaya yang membelinya? Tidak ada yang tahu. Tetapi jelas bahwa si pembeli adalah orang super kaya yang suka mengendarai mobil mahal. Memang bukan saja di Indonesia, ada banyak orang yang kaya raya di dunia yang mempunyai hobi untuk mengumpulkan mobil mewah, karena mobil melambangkan prestise pemiliknya.