Lalu Ia berkata kepada mereka: “Marilah ke tempat yang sunyi, supaya kita sendirian, dan beristirahatlah seketika!” Sebab memang begitu banyaknya orang yang datang dan yang pergi, sehingga makanpun mereka tidak sempat.” Markus 6: 31
Di dunia ini ada banyak orang yang hidupnya terlihat sangat sibuk. Malahan, ada negara-negara tertentu yang seluruh penduduknya selalu sibuk. Jepang, misalnya, adalah negara dimana penduduknya selalu bergesa menuju tempat tujuan mereka, terutama pada jam kerja. Kota raksasa seperti Tokyo dengan subway station Shinjuku yang tersibuk sedunia, bisa membuat pendatang baru menjadi pusing dan bingung dengan banyaknya orang yang lewat dari pagi sampai malam. Saya yang pernah tinggal disana, bisa merasakan beratnya hidup, terutama untuk pendatang baru.
Mengapa orang mau tinggal ditempat yang sangat ramai? Mengapa orang memilih hidup dalam kesibukan yang luar biasa? Pada umumnya, hal ini bukan berkaitan dengan soal “mau” atau “memilih”, tetapi karena “terpaksa”. Dunia yang dipenuhi manusia mengharuskan mereka untuk mencari tempat yang bisa memberikan penghasilan, dan itu seringkali hanya bisa diperoleh dengan susah payah. Semua itu tidaklah mengherankan, karena sejak kejatuhan manusia kedalam dosa, mereka hanya bisa mencari makan dengan bersusah payah (Kejadian 3: 17).
Tuhan Yesus yang pernah hidup di dunia pun mengalami saat-saat dimana Ia dan murid-muridNya mengalami kesibukan yang luar biasa karena adanya orang-orang yang datang dan pergi untuk mendapatkan penghiburan dan pelayanan. Walaupun demikian, Yesus dapat merasakan bahwa Ia dan murid-muridNya memerlukan waktu untuk beristirahat dan makan. Karena itu, dalam ayat diatas Yesus mengajak para muridNya untuk pergi ke tempat yang sunyi. Kesadaran bahwa kesibukan dapat merusak kehidupan ada pada Yesus. Manusia, seperti juga makhluk lainnya, memerlukan istirahat.
Istirahat bukan saja untuk kesehatan fisik, tetapi juga untuk kesehatan jiwa kita. Dalam kesibukan kita, mungkin kita tidak atau kurang sempat untuk mendengarkan suara Tuhan. Seringkali juga, karena sibuk kita memilih untuk terus bekerja sekalipun hati dan pikiran kita mengomel. Tidak jarang, karena kelelahan jasmani dan rohani, orang kemudian tidak sanggup lagi untuk bekerja, alias burned-out. Hubungan mereka yang lelah dengan orang disekitarnya pun bisa terganggu karenanya.
Pada waktu Yesus mengunjungi rumah Maria dan Marta di Betania, Marta sangat sibuk menyiapkan makanan. Maria adiknya, sebaliknya hanya duduk mendengarkan Yesus. Ketika Martha merasa kesal karena Maria tidak mau membantunya di dapur, ia meminta Yesus untuk menegur adiknya. Tetapi Yesus justru menegur Marta.
Tetapi Tuhan menjawabnya: “Marta, Marta, engkau kuatir dan menyusahkan diri dengan banyak perkara, tetapi hanya satu saja yang perlu: Maria telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil dari padanya.” Lukas 10: 41 – 42
Pagi ini, sebagai orang percaya kita sadar bahwa memang setiap orang di dunia ini harus mau giat bekerja. Lebih dari itu, setiap orang Kristen harus bekerja untuk kemuliaan Tuhan. Itu berarti kita harus bisa melihat arti kerja menurut pandangan Tuhan. Banyak pekerjaan dan kesibukan yang nampaknya baik, tetapi sebenarnya membuat hidup kita menjadi kering dan layu. Banyak kesibukan yang terjadi karena kekuatiran kita atas diri kita sendiri atau diri orang lain. Bahkan banyak hamba Tuhan yang terbenam dalam kesibukan yang luar biasa karena kekuatiran atas masalah gereja.
Segala kesibukan yang secara sengaja atau tidak disengaja menjadi tak terkontrol, bisa menyebabkan kita menjauhi Tuhan; dan itu pada akhirnya akan merusak kehidupan dan kebahagiaan kita. Akhir minggu ini, biarlah kita mau menganalisa prioritas hidup kita sambil mengingat bahwa Tuhan selalu beserta kita.
“Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur. Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus.” Filipi 4: 6 – 7
Di Australia, hari Jumat adalah hari kerja terakhir dalam seminggu. Biasanya orang menyambut hari Jumat dengan perasaan lega karena akhir minggu sudah diambang pintu. Hari Jumat sore setelah selesai bekerja, banyak orang yang pergi ke restoran dan tempat minum bersama kolega dan teman. Karena itu, tempat-tempat terkenal di kota besar seperti Sydney, Melbourne dan Brisbane biasanya penuh sesak dengan orang-orang yang ingin mengobrol sambil makan-minum. Jika kita mengunjungi tempat-tempat itu, bunyi hiruk-pikuk orang dan musik riang-gembira selalu mengisi suasana.
Iman adalah satu kunci kata dalam banyak agama, tetapi mempunyai banyak definisi. Dengan demikian, istilah orang beriman juga mempunyai berbagai pengertian. Orang beriman bisa diartikan orang saleh yang hidupnya sesuai dengan hukum agama. Ada juga yang mengartikannya sebagai orang yang rajin berdoa dan berbuat baik. Selain itu, ada juga yang mengartikan bahwa orang beriman berarti orang yang giat berusaha untuk mengenal Tuhannya. Apapun artinya, banyak orang percaya bahwa makin besar iman seseorang, makin besar harapan bahwa orang itu akan masuk ke surga setelah hidup di dunia berakhir.
Semalam, di TV ditayangkan kisah persepakbolaan di satu negara. Di negara itu sepakbola adalah olahraga yang sangat populer di kalangan rakyat jelata, terutama diantara kaum muda. Saking populernya, tiap tim mempunyai tim suporter yang boleh dikatakan fanatik, yang selalu hadir pada tiap pertandingan yang melibatkan tim mereka. Karena itu, pada tiap pertandingan selalu ada resiko bentrokan fisik antar tim suporter yang bisa berakibat fatal.
Akhir minggu yang lalu saya pergi ke luar kota. Hari Senin, ketika saya sudah kembali di rumah, saya heran melihat begitu banyaknya bangkai lalat yang bertebaran di depan jendela dapur. Memang musim panas di Australia adalah musim lalat yang bisa membuat orang menjadi sebal karena begitu banyaknya lalat yang beterbangan. Walaupun demikian, saya heran mengapa banyak lalat bisa masuk ke dapur sekalipun tidak ada makanan di meja dan pintu serta jendela dalam keadaan tertutup rapat. Setelah meneliti berbagai kemungkinan, saya menyimpulkan bahwa lalat-lalat itu masuk ke dapur melalui lubang air ditempat pencucian piring. Karena keran air tidak terpakai untuk beberapa hari, ada kemungkinan lalat bisa masuk ke rumah melalui saluran air kotor dari luar rumah, hanya untuk mati kelaparan.
Pernahkah anda berdoa Bapa Kami seorang diri? Doa Bapa Kami yang dikenal sebagai the Lord’s Prayer adalah doa yang diajarkan oleh Tuhan Yesus, Tuhan kita atau our Lord, sebagai pedoman doa. Doa ini disebut sebagai Doa Bapa Kami karena dalam bahasa Latin, doa itu dikenal sebagai doa Pater Noster karena diawali dengan ucapan “Bapa kami yang di surga” atau “
Apakah anda takut akan Tuhan? Pertanyaan ini mungkin dijawab oleh orang Kristen dengan kata “ya” dengan penuh keyakinan. Bagaimana tidak? Tuhan kita adalah mahakuasa dan tentunya kita tidak mau membuat dia marah. Sekalipun Tuhan itu mahakasih, kita mengerti bahwa Ia yang mahasuci tidak suka untuk diabaikan oleh manusia. Sekalipun Tuhan itu tidak terlihat mata, kita mengerti bahwa Ia adalah mahatahu.
Siapa yang tidak suka beromong kosong? Di zaman ini, agaknya semua orang melakukannya. Bukan hanya rakyat jelata yang duduk di warung kopi, atau mereka yang “gaul” dan yang sering pergi ke mal, tetapi juga mereka yang sibuk bekerja. Mereka yang bisa menggunakan berbagai gadget sekarang bahkan bisa beromong kosong melalui media. Agaknya berbincang-bincang tanpa tujuan yang pasti itu memang ciri manusia modern yang mengaku sibuk tetapi masih mempunyai banyak waktu untuk membicarakan hal apa saja.