“Maka Allah melihat segala yang dijadikan-Nya itu, sungguh amat baik. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari keenam.” Kejadian 1: 31
Apakah Tuhan dalam hal menciptakan seisi alam semesta ini bekerja seperti seorang engineer atau seperti seorang artist? Seperti seorang insinyur yang mendesain dan membangun, atau seperti seorang artis yang menciptakan lukisan atau benda seni? Pertanyaan ini kadang-kadang muncul dan menjadi bahan diskusi, tetapi tentu saja jawabnya tidak akan memuaskan semua orang.
Tuhan Sang Pencipta tentu tidak dapat dibandingkan dengan manusia ciptaanNya. Tidak hanya Tuhan itu mahabesar dan sanggup menciptakan apa saja yang sangat baik, Ia adalah Tuhan yang mahakasih, yang sanggup dan mau memelihara semua ciptaanNya. Tuhan adalah mahakuasa, Ia tidak dapat dibandingkan dengan manusia yang bertanggung jawab kepadaNya. God is sovereign and human is responsible to Him.
Walaupun manusia tidak dapat dibandingkan dengan Tuhan penciptaNya, dalam batas-batas tertentu manusia bisa membuat atau menciptakan sesuatu yang baik atau indah bagi sesamanya. Itu memang tugas yang diberikan Tuhan kepada manusia sejak mulanya, untuk mengatur isi bumi ini sebagai utusanNya. Manusia, berbeda dengan mahluk lainnya, memang diberiNya kemampuan untuk melakukan apa yang perlu untuk jalannya kehidupan di bumi.
Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: “Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi.” Kejadian 1: 28
Sebagai manusia yang bisa berkarya, salah satu kewajiban manusia dalam membuat sesuatu produk, baik itu kecil ataupun besar, adalah untuk merampungkan tugasnya dengan baik sehingga mereka yang memakai atau menggunakannya akan mendapat manfaat dan bukannya masalah.
Apapun peranan kita dalam hidup sehari-hari, kita harus bisa menjadi orang yang berguna untuk orang lain. Ini, jika dilihat dari sudut pandangan kekristenan, adalah sesuatu yang seharusnya karena Tuhan yang menciptakan manusia juga mempunyai prinsip yang sama: jika Ia bekerja, Ia bekerja sampai tuntas. Jika Ia mencipta, Ia menciptakan segala sesuatu sampai selesai dan berfungsi dengan baik.
Dalam kenyataannya, banyak manusia yang bekerja hanya untuk uang, sebagai keharusan, atau demi keuntungan dan kemasyhuran diri sendiri. Mereka seringkali bekerja secara asal-asalan dan tanpa memikirkan resiko untuk dirinya dan orang yang disekitarnya; dan karena itu bisa mendatangkan kekacauan dan penderitaan bagi orang lain.
Orang Kristen yang sadar bahwa Tuhan menciptakan manusia untuk memuliakan Sang Pencipta tentu mengerti bahwa apapun yang kita kerjakan, haruslah membawa kebaikan – seperti Tuhan yang sudah menciptakan segala sesuatu sehingga terlihat sangat baik dan berfungsi dengan sempurna.
Pagi ini, sebelum menunaikan tugas sehari-hari, marilah kita memikirkan apa yang perlu kita persiapkan dan lakukan. Firman Tuhan berkata bahwa Ia sudah menciptakan apa yang baik untuk kita, dan karena itu kita harus bisa memakai dan mengelolanya dengan baik. Biarlah kita mau bekerja untuk kemuliaan Tuhan dan bukan sekedar memenuhi kewajiban kita!
“Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.” Kolose 3: 23
Berapa kali dalam setahun kita harus ke dokter untuk check-up? Tentunya itu tergantung pada keadaan kesehatan kita; ada yang cukup sekali setahun, ada pula yang lebih sering dari itu. Seperti servis mobil yang harus dilakukan secara teratur, begitu juga tubuh kita harus diperiksa pada saat-saat tertentu. Tetapi, kalau mobil mempunyai berbagai alat yang bisa dilihat atau digunakan untuk memastikan kelaikannya, tubuh kita tidak mempunyai hal serupa. Karena itu, peranan perasaan dan kebijaksanaan sangat penting agar kita bisa dan mau memonitor kesehatan kita. Banyak orang yang tidak merasa sakit dan tidak mau pergi ke dokter secara berkala, kaget jika mereka tiba-tiba mengalami sakit yang tidak terduga.
Seorang pria pergi ke sebuah toko buku di sebuah negara dan bertatap muka dengan seorang wanita. Si pria hanya memandang, tetapi itu cukup membuatnya jatuh cinta kepada si wanita. Cinta pada pandangan pertama! Berhari-hari sesudahnya, si pria pergi ke toko buku itu, berharap untuk menjumpai wanita yang sama; tetapi harapannya hanya tinggal impian, si wanita tidak pernah muncul lagi.
Seminggu lagi hari Natal akan datang, hari untuk memperingati kelahiran Yesus. Mereka yang beragama Kristen umumnya menyambut hari ini sebagai hari sukacita, karena Natal mengingatkan mereka atas kasih Allah kepada mereka. Karena kasihNya, Yesus Anak Allah sudah turun ke dunia untuk menebus dosa manusia. Dunia yang dulunya tidak mempunyai harapan, sekarang memperoleh kepastian, bahwa siapapun yang percaya kepada Yesus akan terhindar dari hukuman dosa dan bisa menerima hidup yang kekal.
Adakah sesuatu yang pasti akan dialami oleh setiap manusia? Banyak orang yang berpendapat bahwa tidak ada satupun yang bisa kita ketahui tentang masa depan kita. Manusia dalam keterbatasannya, tidak tahu apa yang akan terjadi esok hari.
Sejak beberapa hari yang lalu, beberapa daerah di negara bagian Queensland mengalami hujan lebat dan angin kencang yang disebabkan oleh topan tropis, Tropical Cyclone Owen, yang hampir saja mendarat dengan telak. Sekalipun topan ini kemudian berubah menjadi angin kencang saja, hujan yang turun dengan deras membuat beberapa daerah menjadi banjir.
Sepuluh hari sebelum hari Natal, pusat-pusat pertokoan di Australia biasanya penuh sesak dengan orang-orang yang mencari berbagai kebutuhan untuk merayakan hari Natal. Kebanyakan orang mencari hadiah natal untuk sanak saudara, hiasan natal untuk rumah dan pakaian baru. Memang, karena hari Natal dan Tahun Baru adalah dua hari libur yang berdekatan dan bulan Desember dan Januari adalah bulan liburan sekolah, banyak orang yang menghabiskan waktu luang dengan kegiatan shopping.
Di Indonesia, semua penduduk harus mempunyai KTP atau kartu tanda penduduk yang merupakan tanda pengenal yang sah. Tetapi, kartu yang sering dipakai di Australia sebagai tanda pengenal resmi adalah surat ijin mengemudi atau SIM. Ada perbedaan besar antara data yang ada pada KTP Indonesia dan yang tertera pada SIM Australia. Pada KTP Indonesia ada informasi tentang agama, status perkawinan dan pekerjaan, sedang pada SIM Australia, ketiganya tidak dicantumkan karena itu dianggap data pribadi yang tidak perlu diketahui orang lain.
Jika kita jujur kepada diri kita sendiri, tentu kita harus mengaku bahwa dalam hidup ini kita sering kecewa karena berbagai sebab. Diantara kekecewaan yang ada, mungkin ada yang besar atau yang kecil, dan mungkin disebabkan oleh apa yang terjadi pada diri kita, orang lain atau lingkungan.