“Karena itu buanglah dusta dan berkatalah benar seorang kepada yang lain, karena kita adalah sesama anggota.” Efesus 4: 25
Baru-baru ini saya mendapat kiriman sebuah video tentang seorang yang dikabarkan sudah bangkit dari kematian setelah dua tahun dikubur. Video yang ditampilkan memperlihatkan seorang pria yang kurus kering dan pada kulitnya terlihat luka-luka. Dalam ulasan berbahasa Indonesia, dikatakan bahwa orang ini sudah melihat mereka yang disiksa di neraka. Video dan ulasannya agaknya ditampilkan sebagai usaha penginjilan. Sayang sekali semua itu hanyalah kabar bohong saja.
Berita yang nampaknya bisa dipercaya tetapi sebenarnya hoaks muncul hampir tiap hari di berbagai media. Sekalipun orang mungkin bisa menduga adanya kemungkinan kabar bohong, mereka tetap saja suka membacanya dan kemudian meneruskannya ke orang lain. Bagi sebagian orang Kristen, menyampaikan kabar yang berbau rohani, mukjizat atau membawa rasa takjub adalah sesuatu yang biasa, karena mereka mungkin ingin mengabarkan kebesaran Tuhan. Ini bukan saja terjadi melalui media elektronik saja, tetapi juga melalui khotbah di gereja. Bagi mereka, benar atau tidaknya bukan soal, yang penting nama Tuhan dipermuliakan. Tujuan baik dianggap boleh menghalalkan cara.
Bagaimana orang bisa memberitakan kebenaran Tuhan melalui kebohongan? Bukankah dengan menyebarkan kebohongan apa yang benar akan dikaburkan? Benarkah bahwa orang boleh memakai segala cara untuk melebarkan kerajaan Tuhan? Sudah tentu mereka yang mengunakan khayalan dan kebohongan adalah orang-orang yang menghujat Tuhan. Dengan kebohongan mereka, banyak orang akan mempertanyakan kebenaran firman Tuhan.
Kebohongan memang adalah cara iblis untuk menipu manusia, agar mereka menyangsikan kebenaran Tuhan. Kejatuhan manusia ke dalam dosa di taman Eden adalah karena mereka mempercayai iblis. Sejak itu manusia harus hidup menghadapi segala kekejaman dan kebohongan di dunia. Semua manusia yang sudah terperosok dalam dosa, mudah jatuh kedalam hal membohongi dan dibohongi.
Pagi ini, firman Tuhan berkata bahwa sebagai orang Kristen kita harus menjauhi dusta dan sebaliknya menyampaikan apa yang benar seorang kepada yang lain, karena kita adalah sesama anggota tubuh Kristus. Kita tidak boleh hidup seperti orang-orang yang tidak mengenal Allah dengan pikirannya yang sia-sia. Mereka yang gemar menyebarkan dan mudah menerima kebohongan adalah orang-orang yang gelap pengertiannya, jauh dari hidup persekutuan dengan Allah. Mereka hidup dalam kebodohan dan kejahatan, perasaan mereka telah tumpul, sehingga mereka menyerahkan diri kepada tipu daya iblis. Karena iblis adalah pendusta, melalui dusta manusia menjadi anak-anaknya.
“Iblislah yang menjadi bapamu dan kamu ingin melakukan keinginan-keinginan bapamu. Ia adalah pembunuh manusia sejak semula dan tidak hidup dalam kebenaran, sebab di dalam dia tidak ada kebenaran. Apabila ia berkata dusta, ia berkata atas kehendaknya sendiri, sebab ia adalah pendusta dan bapa segala dusta.” Yohanes 8: 44
Pagi ini saya membaca bahwa di daerah tertentu di dunia ini masih banyak anak-anak perempuan yang mengalami mutilasi genitalia atau female genital mutilation (FGM) yang sering juga disebut “sunat perempuan”. Pemotongan sebagian alat kelamin wanita ini sudah dilarang di banyak negara, dan di Australia pelakunya bisa dikenakan hukuman penjara sampai 14 tahun. Pasalnya, mutilasi alat kelamin itu bisa menyebabkan berbagai masalah kesehatan baik badani maupun kejiwaan kepada wanita yang mengalaminya. Sebaliknya, sebagian orang yang berusaha mempertahankan kebiasaan itu menyatakan bahwa mutilasi itu perlu untuk menjaga kemurnian badani dan rohani kaum wanita, terutama untuk bisa meredam nafsu seksuil mereka. Mereka yang sudah disunat tidak akan bisa sepenuhnya merasakan kenikmatan seks dan dengan demikian akan mempunyai pikiran yang jernih, begitu salah satu alasan yang banyak dikemukakan para pendukung FGM yang sebagian mengaku Kristen.
Pada waktu saya mendarat di Melbourne pada bulan Juni tahun 1983, sangatlah sedikit pengertian saya tentang sejarah dan demografi Australia. Sselang beberapa bulan setelah itu, saya mulai menyadari bahwa Australia mempunyai penduduk dengan latar belakang etnis yang berbeda-beda. Belanda adalah bangsa asing yang pertama kali datang ke Australia, tetapi Inggris kemudian memutuskan untuk membuat Australia sebagai bagian negaranya pada tahun 1700an. Karena itu, sampai akhir tahun 1800an, sebagian besar orang yang dilahirkan di Australia adalah keturunan Inggris. Setelah perang dunia kedua, Australia membuka kesempatan bagi para pengungsi dari Eropa untuk menetap, tetapi banyak orang dari Asia juga ikut datang. Dari tahun 1945 sampai 1960, ada 1,6 juta pendatang baru yang menetap di Australia.
Tahukah anda apa yang dimaksudkan dengan istilah Tough Mudder? Tough Mudder adalah lomba lari halang rintang sepanjang 16-20 km. Para peserta Tough Mudder dituntut bekerja sama dalam timnya untuk melewati rintangan yang dirancang untuk menguji fisik dan mental. Tough Mudder berbeda dari kompetisi lari lainnya karena tujuan utama lomba ini adalah meningkatkan rasa kerja sama antara para peserta. Dalam perlombaan ini terdapat 20 hingga 25 halangan seperti pagar, tanah berlumpur dan lainnya yang harus dilewati para peserta. Untuk bisa menyelesaikan lomba, para peserta harus mengutamakan kesatuan tim sambil belajar mengatasi rasa takut. Turnamen Tough Mudder hadir untuk pertama kali di Indonesia pada tahun 2016 di Jimbaran, Bali,.
Bagi saya yang sudah lebih dari 35 tahun hidup di luar negeri, bahasa Indonesia tidak lagi merupakan satu bahasa yang mudah dipakai. Banyaknya kata-kata dan ejaan baru sering membuat saya bingung untuk memakainya. Tambahan pula, dengan adanya berbagai kata gaul yang sekarang banyak dipakai anak muda, memaksa saya untuk lebih berhati-hati dalam memilih kata. Salah satu kata yang sudah lama ada tetapi jarang saya pakai adalah kata ganjaran. Menurut kamus besar bahasa Indonesia, ganjaran bisa berarti hukuman tetapi bisa juga berarti hadiah. Bagaimana satu kata bisa mempunyai dua arti yang saling bertentangan? Tentunya kata ini harus diartikan menurut konteksnya.
Kemarin malam saya menonton TV Netflix yang menampilkan kuliner rakyat (jajan pasar atau street food) dari berbagai negara. Berbeda dengan acara semacamnya, acara itu menggaris-bawahi peranan manusia yang membuat/menjual makanan dan bukan makanan yang dijual mereka. Salah satu penjual makanan yang ditampilkan adalah seorang ibu yang sudah berumur 100 tahun dari Indonesia, Mbah Lindu, yang menjual nasi gudeg selama 86 tahun dan dengan penghasilannya bisa menyokong beberapa anggota keluarganya.
Teringat saya akan ucapan teman yang menyatakan pendapatnya tentang bagaimana orang beragama berusaha meyakinkan orang lain bahwa apa yang diimaninya adalah satu-satunya yang benar. Menurut teman itu, orang beragama tidaklah jauh berbeda dengan seorang penjual produk, salesman, yang berusaha menjajakan barangnya dengan slogan “nomer satu”. Kecap nomer satu.
Setiap tahun bangsa Indonesia mengadakan peringatan kemerdekaan pada tanggal 17 Agustus. Malam sebelumnya, yaitu pada tanggal 16 Agustus, ada tradisi di tengah-tengah masyarakat yang masih dilaksanakan hingga kini yang disebut malam tirakatan. Tirakatan dilaksanakan di setiap RT atau desa. Masyarakat tua-muda berkumpul sambil membawa makanan masing-masing. Tirakatan bukanlah acara yang formal tetapi acara sosial sebagai bentuk rasa syukur atas kemerdekaan yang telah diraih oleh bangsa Indonesia. Tirakatan biasanya ditandai dengan kehadiran tumpeng yang diberi bendera merah putih berukuran kecil diatasnya.
Apakah anda penggemar Instagram? Instagram (juga disebut IG atau Insta) adalah sebuah aplikasi handphone untuk berbagi foto dan video yang memungkinkan pengguna mengambil foto, mengambil video, menerapkan filter digital, dan membagikannya secara instan ke berbagai layanan jejaring sosial. Instagram adalah salah satu fenomena media yang sekarang sangat populer di kalangan kaum muda untuk melampiaskan perasaan “narsis” yaitu keinginan untuk mengagumi diri sendiri. Kaum narsis dikatakan suka membuat foto diri sendiri pada setiap kesempatan untuk disebarkan melalui akun Instagramnya.