“Sebab itu baiklah jangan kita tidur seperti orang-orang lain, tetapi berjaga-jaga dan sadar. Sebab mereka yang tidur, tidur waktu malam dan mereka yang mabuk, mabuk waktu malam.” 1 Tesalonika 5: 6 – 7
Apakah anda penggemar acara TV? Acara apakah yang paling anda sukai? Acara musik, berita, olahraga atau sinetron? Di Australia, makin banyak orang keranjingan menonton acara kuliner, yaitu acara memasak. Malahan ada TV Channel yang hanya berisi acara masak-memasak dari seluruh penjuru dunia sepanjang hari. Mengapa orang bisa keranjingan acara semacam ini? Ya, memang setiap orang tentu mempunyai kegemaran yang berbeda. Orang memang bisa menggemari acara apa saja, terutama yang ada di cable TV atau TV langganan. Saking banyaknya acara di TV langganan ini, ada orang-orang yang kecanduan menonton, yang menghabiskan waktu di depan TV untuk sekedar melihat acara apa saja yang ada, tanpa menonton sebuah acara dari awal hingga akhir. Aneh bukan? Tetapi itulah namanya kecanduan, dan orang bisa kecanduan apa saja.
Dalam ayat di atas, Paulus mengingatkan jemaat di Tesalonika bahwa sebagai pengikut Kristus mereka jangan gemar “tidur” seperti orang-orang lain, tetapi berjaga-jaga dan sadar. Sebab mereka yang tidur, tidur waktu malam dan mereka yang mabuk, mabuk waktu malam. Kata “tidur” disini tentunya dihubungkan dengan keadaan dimana orang tidak sadar akan keadaan di sekelilingnya: mereka tidak menyadari adanya bahaya, kekeliruan dan dosa. Jika orang lain terbuai oleh apa yang ditawarkan dunia dan kemudian tertidur atau mabuk dalam kegelapan, orang Kristen seharusnya hidup dalam kebenaran, awas akan keadaan di sekitarnya dan selalu menghindari kejahatan dan dosa.
Sungguh menarik bahwa kata “tidur” seolah diidentikkan dengan kata “mabuk”. Padahal kata mabuk dalam Alkitab umumnya dihubungkan dengan kemabukan yang disebabkan oleh minuman keras (Efesus 5: 18). Tetapi memang benar bahwa baik tidur maupun mabuk umumnya terjadi pada waktu malam. Jika orang bisa kecanduan minuman keras dan menjadi pemabuk, orang juga bisa kecanduan untuk hidup tanpa kesadaran akan adanya Tuhan. Manusia memang bisa kecanduan hidup bebas tanpa kesadaran akan firman Tuhan dan dengan demikian hanya menyukai apa yang dikehendakinya.
Kecanduan atau kemabukan manusia dalam menikmati apa yang terlihat menarik bukan saja dalam hal keranjingan menonton TV, kegandrungan bermain ponsel, mengejar kekayaan, kenikmatan seksual, menikmati makan-minum ataupun pesta-pora, tetapi juga dalam hal-hal lain yang kelihatannya baik. Manusia bisa saja mabuk bekerja, mabuk melayani, dan bahkan mabuk ke gereja. Mereka yang mabuk, seperti ayat diatas, adalah orang orang yang kehilangan kesadaran akan apa yang dikehendaki Tuhan dalam hidup mereka. Mereka tidak sadar bahwa hidup mereka sudah dikuasai oleh berbagai jenis kegiatan yang mungkin saja terlihat baik, tetapi sebenarnya tidak membawa kemuliaan bagi Tuhan dan kesadaran akan firmanNya. Mereka juga seperti orang-orang yang tertidur pulas di tengah malam, yang tidak lagi tertarik untuk bangun dan melihat sinar matahari kebenaran Tuhan.
Pagi ini, firman Tuhan mengingatkan kita bahwa sebagai pengikut Kristus kita adalah anak-anak terang dan anak-anak siang. Kita bukanlah orang-orang malam atau orang-orang yang hidup dalam kegelapan. Sebab itu, baiklah kita jangan tidur atau mabuk seperti orang-orang lain, tetapi berjaga-jaga dan sadar. Sebagai pengikut Kristus, baiklah kita selalu mau menyatakan iman dan kasih kita kepada Tuhan dan sesama, dan berpegang kepada pengharapan dan keselamatan dalam Kristus (1 Tesalonika 5: 5- 8).
“Karena itu nasihatilah seorang akan yang lain dan saling membangunlah kamu seperti yang memang kamu lakukan.” 1 Tesalonika 5: 11
Di Australia hampir setiap orang mempunyai kendaraan bermotor karena pada umumnya orang memerlukan kendaraan pribadi untuk pergi dari satu ke lain tempat. Berbeda dari Indonesia, kebanyakan pemilik mobil harus bisa menyetir mobilnya sendiri karena gaji supir yang terlalu tinggi. Menurut statistik, setiap empat orang di Australia memiliki tiga mobil, dengan kata lain setiap orang memiliki 0,75 mobil. Dapatlah dimengerti bahwa di kota-kota besar seperti Sydney, Melbourne dan Brisbane, jalan-jalan utama selalu penuh dengan mobil pada jam-jam sibuk (rush hours). Ini berbeda dengan keadaan di jalan bebas (freeway) di luar kota yang umumnya cukup lebar dan lancar.
Tanggal 1 September adalah permulaan musim semi di Australia. Sekalipun udara masih cukup dingin di Toowoomba, matahari terasa mulai bersinar cukup panjang. Permulaan mesim semi biasanya disambut dengan rasa gembira di negara yang mengalami empat musim, karena pohon-pohon yang mulai tumbuh daunnya sesudah musim dingin berakhir. Dengan demikian, musim semi biasanya adalah musim yang dihubungkan dengan kegembiraan hidup. Walaupun begitu, pikiran saya justru melayang jauh ke benua Eropa dimana musim rontok baru saja dimulai. Bayangan bahwa daun-daun mulai berjatuhan memang bisa membuat hati sedih.

Hari Minggu mendatang adalah Hari Ayah di Australia (Father’s day). Hari Ayah adalah hari untuk menghormati ayah yang dirayakan pada pekan pertama di bulan September di negara Australia, Selandia Baru, Fiji dan Papua Nugini. Sementara di Amerika, dan lebih dari 75 negara lain, seperti Kanada, Jerman, Italia, Jepang, Belanda, Turki, Pakistan, Malaysia, Singapura, Taiwan, Filipina, dan Hongkong, Hari Ayah dirayakan pada hari Minggu di pekan ke tiga bulan Juni. Di Indonesia Hari Ayah dirayakan pada tanggal 12 November sejak tahun 2006.
Kemarin malam, dalam sebuah persekutuan doa saya dan teman-teman seiman membahas Mazmur 84 yang ditulis oleh anak-anak Korah. Korah bin Yizhar bin Kehat bin Lewi beserta tiga orang Ruben mengajak 250 orang lainnya untuk memberontak terhadap kepemimpinan sepupunya sendiri, Musa dan Harun, di padang gurun. Akibatnya ia dan para pengikutnya mati ditelan bumi dan dibakar api. Keturunan anak-anak Korah yang tidak ikut dalam pemberontakan, ternyata dibebaskan dari hukuman Tuhan dan kemudian aktif dalam pelayanan di Kemah Suci. Sejumlah nyanyian pengajaran dan nyanyian mereka dicatat sebagai Mazmur, termasuk Mazmur 84 yang ditampilkan oleh Daud.
