“Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari.” Matius 6: 34
Pagi ini kebetulan saya menemukan lagu “One day at a time” yang dibawakan oleh Lynda Randle di YouTube. Syairnya sungguh menarik, terutama refrainnya yang sebagian berbunyi:
Just give me the strength to do everyday
What I have to do
Yesterday’s gone, sweet Jesus
And tomorrow may never be mine
Lord, help me today
Show me the way
One day at a time
Lagu ini berisi permohonan kepada Yesus untuk memperoleh kekuatan agar bisa melewati hari demi hari tanpa memikirkan hari kemarin yang sudah lenyap, atau hari esok yang belum tentu datang.
Alangkah benarnya syair lagu itu, bahwa kita hanya membutuhkan kekuatan dari Tuhan untuk melakukan apa yang harus kita kerjakan hari ini. Memang Tuhan Yesus berkata dalam ayat di atas bahwa kita tidak perlu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari.
Sekalipun demikian, adalah kenyataan bahwa orang sering memikirkan hari yang telah lalu dan hari yang akan datang. Hari yang telah lalu dengan segala kegagalan dan kekecewaannya, dan hari yang akan datang dengan segala ketidakpastian dan kekuatirannya. Oleh sebab itu, orang kemudian lupa bahwa pada hari ini ada tugas-tugas yang harus diselesaikan.
Setiap orang dikaruniai 24 jam dalam sehari. Memakai waktu yang terbatas itu dengan bijaksana adalah hal yang tidak mudah. Karena itu, jika kita sibuk memikirkan apa yang telah lalu dan apa yang mungkin datang, kita tidak akan mempunyai waktu yang cukup untuk menghadapi hari ini. Hari ini kemudian akan berlalu dan menjadi hari kemarin dengan segala penyesalannya.
Menghadapi persoalan hari ini dengan bersandar kepada Tuhan adalah bukti iman. Itu membuktikan bahwa kita percaya bahwa Tuhan bersama kita Sebaliknya, menyesali apa yang sudah terjadi pada masa lalu membuat kita jauh dari Tuhan karena seolah Tuhanlah yang membuat atau membiarkan semua itu terjadi. Pada pihak lain, menguatirkan masa depan membuat kita lemah karena seolah kuasaTuhan tidak dapat diharapkan. Biarlah kita sadar bahwa Tuhan mempunyai rencana khusus untuk setiap umatNya, dan kewajiban kita adalah untuk percaya kepadaNya.
Bayangkan anda sedang mengikuti acara trivia di sebuah retret gereja. Trivia yang dapat disebut kuis atau permainan pertanyaan adalah sebuah acara game dimana beberapa kelompok bertanding untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan oleh pembawa acara. Berbagai pertanyaan yang berhubungan dengan isi Alkitab mungkin muncul:
Tahukah anda akan lagu himne Trust and Obey? Lagu yang juga dikenal dengan judul When we walk with the Lord dan yang sudah diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia dengan judul Siapa Yang Berpegang ini, diciptakan oleh John H. Sammis pada tahun 1887. John dilahirkan pada tahun 1846, di Brooklyn, New York dan meninggal pada tahun 1919 di Los Angeles, California.
Dua pembunuhan masal dalam seminggu di Amerika bukanlah berita yang bisa diabaikan. Berita sedih seperti ini ingin kita hindari, tetapi rupanya sudah menjadi hal yang biasa muncul di media dari negara manapun. Mengapa bisa timbul rasa kebencian yang luar biasa yang membuat orang tega untuk mencelakai sesama manusia yang tidak mereka kenal atau bersalah terhadap mereka? Mengapa ada orang-orang yang mendapat kepuasan dengan mencelakakan orang lain?
Akhir pekan ini saya mengikuti sebuah retret gereja yang diadakan di sebuah tempat camping di gunung Tamborine, Queensland. Seperti yang kita ketahui, retret (retreat) pada umumnya diartikan sebagai gagasan untuk sementara waktu menjauhkan diri kita dari kegiatan sehari-hari.
Sudah lebih dua minggu polisi di Canada mencari dua anak muda yang diduga sudah menembak mati tiga orang di daerah pegunungan di British Columbia yang lebat hutannya. Tragisnya, salah satu korban adalah putra dari petinggi kepolisian Australia. Tentunya sang ayah merasa sangat frustrasi karena sekalipun ia adalah polisi yang biasa menangani kasus berat di Australia, kali ini ia harus menjadi penonton saja karena kasusnya terjadi di negara lain. Bagaimana kedua penjahat itu bisa menembus tempat-tempat pemeriksaan polisi (checkpoints) yang ada dimana-mana dan menyembunyikan diri sampai sekarang adalah sebuah tanda tanya besar untuk polisi Canada.
Pernahkah anda didatangi oleh orang yang meminta sumbangan? Di Australia, biasanya tiap tahun ada orang dari gereja tertentu yang berkunjung dari rumah ke rumah untuk mencari sumbangan bagi mereka yang hidup dalam kekurangan. Gereja ini memang terkenal dengan aktivitas sosialnya yang sangat menolong mereka yang tidak mempunyai rumah atau pekerjaan. Selain itu, terkadang ada juga orang yang meminta sumbangan atas nama sebuah rumah sakit atau badan riset penyakit tertentu. Mereka yang dengan senang hati memberi sumbangan biasanya adalah orang yang sadar akan hasil baik yang sudah dicapai oleh badan-badan sosial itu.
Pernahkah anda mendengar nama Hachikō? Hachikō adalah seekor anjing jantan jenis Akita yang dilahirkan pada tahun 1923 di Prefektur Akita, Jepang. Pada tahun 1924, professor Hidesaburō Ueno mengambilnya sebagai binatang peliharaan untuk hidup bersamanya di Shibuya, Tokyo. Setiap hari kerja, Profesor Ueno naik kereta api dari stasiun Shibuya untuk ke universitas Tokyo dan jika ia pulang, Hachikō sudah menunggunya di depan stasiun. Kebiasaan ini berlanjut sampai 21 Mei 1925, ketika sang majikan tidak pulang ke rumah. Pada hari itu Profesor Ueno meninggal dunia karena perdarahan otak. Setelah majikannya meninggal, Hachikō terus menunggu majikannya yang tidak kunjung pulang di tempat yang sama selama 9 tahun, 9 bulan dan 15 hari.
Pada saat ini polisi di Canada sedang sibuk mencari dua orang pemuda yang diduga sudah membunuh tiga orang di daerah terpencil. Kedua pemuda ini dilaporkan sebagai orang yang berbahaya karena selain membawa senjata api, mereka mempunyai latar belakang yang tidak baik. Mengapa kedua pemuda itu menembak ketiga orang yang tidak mempunyai hubungan dengan mereka? Tidak ada seorang pun yang bisa menjawabnya saat ini, selain menduga bahwa mereka menjadi orang buronan karena keinginan mereka sendiri. Mereka mungkin memperoleh kepuasan tersendiri dengan melakukan kejahatan.
Kata antikristus atau antichrist sering dipakai untuk menyebutkan suatu sosok atau oknum yang menjadi musuh besar Kristus pada akhir zaman. Oknum ini dan anak buahnya akan menyerang orang-orang percaya dengan tujuan untuk menjadi penguasa dunia. Siapakah yang akan menjadi tokoh antikristus ini? Di sepanjang sejarah, orang berusaha menerka-nerka dan selama ini berbagai ramalan sudah terbukti salah.