“Orang kaya menguasai orang miskin, yang berhutang menjadi budak dari yang menghutangi.” Amsal 22: 7
Kemarin malam saya menonton TV Netflix yang menampilkan kuliner rakyat (jajan pasar atau street food) dari berbagai negara. Berbeda dengan acara semacamnya, acara itu menggaris-bawahi peranan manusia yang membuat/menjual makanan dan bukan makanan yang dijual mereka. Salah satu penjual makanan yang ditampilkan adalah seorang ibu yang sudah berumur 100 tahun dari Indonesia, Mbah Lindu, yang menjual nasi gudeg selama 86 tahun dan dengan penghasilannya bisa menyokong beberapa anggota keluarganya.
Melihat bagaimana para penjual makanan yang bekerja keras mencari nafkah di pasar dan di pinggir jalan itu, saya tidak bisa tidak merasa kagum atas semangat mereka, terutama kaum ibu yang karena satu dan lain hal harus menjadi tonggak penopang ekonomi keluarga mereka.
Di antara mereka ada seorang ibu yang menjual makanan di sebuah pasar di Seoul, Korea. Ia terpaksa mencari nafkah karena suaminya yang bangkrut dan terlibat dalam hutang yang besar. Hutang itu menyebabkan seisi keluarga menderita karena ancaman penagih hutang yang datang setiap hari, dan akhirnya membuat sang suami mengalami depresi. Hutang yang bisa saja menghancurkan rumah tangga jika tidak karena kerja keras sang istri.
Alkitab tidak secara tegas melarang orang untuk berhutang ataupun menghutangi. Agaknya hal hutang menghutangi adalah bagian kehidupan manusia dari mulanya. Mereka yang berhutang dapat memakai uang yang dipinjam untuk mengembangkan suatu usaha bisnis, dan mereka yang menghutangi mendapat penghasilan dari bunga yang dibayar oleh orang yang berhutang. Walaupun demikian, keadaan bisa berbeda jika orang kemudian terlibat hutang besar yang tidak bisa terbayar.
Ayat di atas menulis bahwa dalam keadaan tertentu, hutang bisa menyebabkan masalah. Mereka yang kaya dan yang menghutangi kemudian bisa menguasai orang miskin yang berhutang, sehingga mereka menjadi “budak” dari yang menghutangi. Dalam hal ini ada orang-orang yang mempunyai maksud-maksud jelek dengan menghutangi orang lain, dan begitu juga ada orang yang berhutang tanpa mempunyai iktikad untuk membayarnya.
Sebagai orang Kristen kita tentu tahu bahwa iblis adalah oknum yang berusaha agar manusia berhutang kepadanya. Dengan segala tipu daya, ia juga berusaha untuk membuat manusia melakukan hal-hal yang tidak baik dalam hal hutang menghutangi. Dalam hal ini, manusia yang jatuh dalam perangkap iblis bisa kehilangan rasa tanggung jawab kepada sesama manusia. Orang juga bisa mengabaikan hukum, akal sehat dan etika jika uang sudah menguasai pikiran mereka.
Pada pihak lain, Allah yang mengutus Yesus Kristus untuk datang ke dunia tidak bermaksud untuk membuat umat manusia berhutang kepadaNya. Ia memberikan keselamatan dengan cuma-cuma karena tahu bahwa manusia tidak dapat membayar atau membalas kasihNya. Sebagai manusia seharusnya kita bersyukur atas kasihNya dengan membaktikan diri kita yang sudah dimerdekakan dari belenggu dosa. Kita yang sudah dibebaskan dari dampak “hutang” kita kepada iblis sudah sewajarnya bersyukur kepadaNya setiap hari.
Pagi ini kita yang sudah menerima kasih Allah harus mau belajar dari firmanNya. Kita yang bisa menghutangi harus ingat bahwa Allah mempunyai maksud mulia dengan mengurbankan AnakNya, yaitu untuk membebaskan manusia dari belenggu dosa. Dengan demikian, kita juga bisa menolong orang lain untuk bisa bebas dari belenggu kemiskinan. Dalam hal ini, kita ingat bahwa memberi adalah lebih berbahagia dari menerima. Bagi kita yang terpaksa berhutang, adalah bijaksana jika kita berusaha untuk mengurangi hutang yang ada dengan apa yang bisa dilakukan. Kita harus tetap bisa percaya bahwa Tuhan menilik setiap anakNya yang berseru minta tolong kepadaNya.
“Orang yang menabur kecurangan akan menuai bencana, dan tongkat amarahnya akan habis binasa. Orang yang baik hati akan diberkati, karena ia membagi rezekinya dengan si miskin.” Amsal 22: 8 – 9
Teringat saya akan ucapan teman yang menyatakan pendapatnya tentang bagaimana orang beragama berusaha meyakinkan orang lain bahwa apa yang diimaninya adalah satu-satunya yang benar. Menurut teman itu, orang beragama tidaklah jauh berbeda dengan seorang penjual produk, salesman, yang berusaha menjajakan barangnya dengan slogan “nomer satu”. Kecap nomer satu.
Setiap tahun bangsa Indonesia mengadakan peringatan kemerdekaan pada tanggal 17 Agustus. Malam sebelumnya, yaitu pada tanggal 16 Agustus, ada tradisi di tengah-tengah masyarakat yang masih dilaksanakan hingga kini yang disebut malam tirakatan. Tirakatan dilaksanakan di setiap RT atau desa. Masyarakat tua-muda berkumpul sambil membawa makanan masing-masing. Tirakatan bukanlah acara yang formal tetapi acara sosial sebagai bentuk rasa syukur atas kemerdekaan yang telah diraih oleh bangsa Indonesia. Tirakatan biasanya ditandai dengan kehadiran tumpeng yang diberi bendera merah putih berukuran kecil diatasnya.
Apakah anda penggemar Instagram? Instagram (juga disebut IG atau Insta) adalah sebuah aplikasi handphone untuk berbagi foto dan video yang memungkinkan pengguna mengambil foto, mengambil video, menerapkan filter digital, dan membagikannya secara instan ke berbagai layanan jejaring sosial. Instagram adalah salah satu fenomena media yang sekarang sangat populer di kalangan kaum muda untuk melampiaskan perasaan “narsis” yaitu keinginan untuk mengagumi diri sendiri. Kaum narsis dikatakan suka membuat foto diri sendiri pada setiap kesempatan untuk disebarkan melalui akun Instagramnya.
Di Australia, sekarang ini banyak digalakkan hal keragaman agama atau multi faith melalui penyelenggaraan acara keagamaan dan sosial yang diorganisir dan diikuti oleh pengikut berbagai agama. Biasanya, dalam acara ini para pemimpin-pemimpin agama mendapat kesempatan untuk berdoa menurut keyakinan masing-masing dengan satu tema. Seolah mereka bersatu dalam doa-doa yang ditujukan kepada Tuhan yang sama.

Pernahkah anda melihat hewan berkepala dua? Keabnormalan seperti itu disebut bichephaly dan kadang-kadang terjadi pada ular, sapi, kambing, anjing dan kucing. Walaupun ada, jarang sekali hewan yang seperti itu dapat hidup lama. Umumnya hewan seperti itu cepat mati.
Pada saat ini, hampir semua bagian dunia mengalami perubahan iklim yang luar biasa. Australia juga mengalami perubahan iklim atau climate change itu. Minggu ini, daerah yang biasanya tidak pernah mengalami hujan salju secara mengherankan bisa tertutup salju. Rumah, mobil, pohon dan tanah semuanya berubah warna menjadi putih untuk beberapa saat.
Pernahkah anda memikirkan soal pensiun? Belum? Memang bagi yang belum setengah umur, soal pensiun mungkin belum terpikir. Tetapi mereka yang mendekati usia senja, mungkin mulai memikirkan kapan dan bagaimana mereka akan pensiun.