“Sebab jika mereka, oleh pengenalan mereka akan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus, telah melepaskan diri dari kecemaran-kecemaran dunia, tetapi terlibat lagi di dalamnya, maka akhirnya keadaan mereka lebih buruk dari pada yang semula. Karena itu bagi mereka adalah lebih baik, jika mereka tidak pernah mengenal Jalan Kebenaran dari pada mengenalnya, tetapi kemudian berbalik dari perintah kudus yang disampaikan kepada mereka. Bagi mereka cocok apa yang dikatakan peribahasa yang benar ini: “Anjing kembali lagi ke muntahnya, dan babi yang mandi kembali lagi ke kubangannya.” 2 Petrus 2: 20 – 22
Suatu ciri masyarakat modern adalah berkurangnya keinginan untuk memakai apa yang ada selama mungkin. Karena adanya banyak pilihan dan juga kemampuan atau kebebasan untuk memilih, banyak orang yang berganti-ganti pekerjaan, rumah, pakaian dan sebagainya, dan bahkan mungkin berganti-ganti pasangan. Mungkin sebagian orang beranggapan bahwa adanya kesempatan dalam hidup sebaiknya dipakai untuk mencoba-coba, atau ada juga yang berpendirian bahwa sebagai manusia yang bebas, setiap orang berhak menentukan cara hidupnya.
Sehubungan dengan itu, adalah hal yang menarik perhatian bahwa di Jepang, dulu orang biasanya bekerja di satu perusahaan sampai saat pensiun. Sekarang, banyak anak muda Jepang yang bekerja untuk beberapa tahun, kemudian melancong ke luar negeri, dan setelah itu pulang ke negaranya untuk mencari pekerjaan baru. Anak muda Jepang sekarang tidaklah jauh berbeda dengan anak muda Australia yang tidak mau terikat oleh satu pekerjaan saja untuk seumur hidup. Memang kesetiaan kepada perusahaan tidaklah lazim di Australia, karena mereka yang mau mengembangkan karir cenderung untuk berganti pekerjaan setiap 5 – 6 tahun, jika ada kesempatan baik.
Jika kesetiaan kepada satu pekerjaan tidak bisa diharapkan di Australia, bagaimana pula dengan kesetiaan ke gereja? Mereka yang secara teratur pergi ke gereja tidaklah besar jumlahnya, sekalipun lebih dari 50 persen penduduk Australia masih mengaku Kristen. Bagi mereka yang Kristen pun, banyak juga yang berganti-ganti gereja untuk mencari apa yang cocok dengan selera mereka. Walaupun demikian, mereka yang rajin ke gereja biasanya tidak mudah terpengaruh untuk berubah kepercayaan. Sebaliknya, mereka yang belum benar-benar Kristen memang adalah orang-orang yang sedang mencari-cari Tuhan dan karena itu bisa saja kemudian memilih agama atau kepercayaan lain.
Dengan perubahan zaman, memang dialog antar agama lebih sering terjadi di Australia. Perbedaan iman yang dulunya sering didengung-dengungkan sekarang mulai diganti dengan kemauan untuk menerima kepercayaan lain sebagai salah satu jalan menuju ke surga. Untuk bisa hidup damai dengan sesama, orang mulai membaurkan perbedaan yang dulunya terlihat jelas. Dengan demikian, banyak orang yang sekarang menggunakan kesempatan untuk mencoba-coba beberapa agama sebelum mau mengikut satu saja. Orang bilang “try befrore you buy“, dan itulah yang terjadi. Mereka mencoba-coba dulu sebelum memilih.
Jika hal memilih kepercayaan pada umumnya terjadi pada mereka yang baru mulai mencari Tuhan, ada juga orang-orang yang sudah lama mengaku Kristen tetapi kemudian berganti kepercayaan karena satu dan lain hal. Bagaimana itu bisa terjadi? Biasanya, itu terjadi jika seseorang melihat adanya hal-hal yang terlihat lebih baik atau lebih menguntungkan dalam kepercayaan lain. Mereka tidak berpindah agama karena melihat Tuhan yang berbeda, tetapi karena melihat orang yang berbeda, atau cara hidup manusia yang berlainan. Jika mereka merasa lebih cocok dengan hal-hal yang terlihat mata itu, mereka kemudian berubah pikiran. Tuhan bukanlah apa yang mereka utamakan, tetapi apa yang bisa dinikmati selama hidup di dunia.
Ayat di atas menunjuk kepada orang-orang yang sudah diperkenalkan kepada jalan keselamatan yang benar dalam Yesus Kristus, tetapi yang kemudian meninggalkan imannya untuk kembali bergabung dengan mereka yang belum mengenal Kristus. Mereka adalah seperti hewan yang kembali ke kehidupan mereka yang lama dan bahkan menjadi hewan yang lebih kotor dari keadaan yang semula. Bagaimana hewan-hewan ini bisa berbuat demikian? Sudah tentu karena apa yang dilihat mereka dengan mata adalah sesuatu yang memikat yang terlihat indah atau nyaman. Mereka tidak sadar bahwa apa yang dilihat mata jasmani adalah kebodohan.
Manusia tidak dapat memilih apa yang baik. Manusia tidak dapat memilih Tuhan. Hanya Tuhan yang bisa membimbing manusia dengan RohNya ke arah yang baik. Hanya Tuhan yang dapat memilih umatNya. Jika Tuhan sudah memberi kesempatan kepada manusia untuk bisa melihat kasihNya yang besar dalam mengurbankan AnakNya yang tunggal, Tuhan juga mau membimbing mereka untuk lebih mengenalNya. Tetapi, banyak manusia yang ingin untuk merdeka dalam mengambil keputusan dan kemudian memutuskan untuk menuruti jalan pikiran mereka sendiri. Mereka menjadi yakin bahwa Tuhanlah yang harus dipilih manusia dan surga haruslah dicapai dengan banyak berbuat baik.
Firman Tuhan di atas memperingatkan kita sebagai umat Kristen untuk berjaga-jaga. Godaan yang ditawarkan dunia seringkali sangat besar sehingga kita tidak dapat melihat adanya hal-hal yang dibenci Tuhan, dan kemudian terperosok kedalam lubang dosa. Jika kita tidak mau selalu dekat dengan Dia, perlahan-lahan kita akan kembali menjadi manusia lama yang serupa dengan hewan-hewan yang ditulis dalam ayat ini.


Seringkali saya heran mengapa ada orang yang diculik kemudian bisa “jatuh cinta” kepada penculiknya dan menjadi pengikutnya selama bertahun-tahun. Orang yang diculik itu bisa menjadi seperti robot yang mau diperlakukan dengan semena-mena dan bahkan ada yang sampai melahirkan anak dengan sang penculik. Banyak juga orang yang diculik kemudian tidak mau berusaha untuk melarikan diri dan bahkan tidak mau memperkarakan penculiknya setelah polisi menangkapnya. Fenomena ini dinamakan “Stockholm syndrome” dimana orang yang diculik secara kejiwaan menjadi terikat kepada penculiknya. Memang manusia yang sebenarnya adalah makhluk yang paling cerdas, bisa jatuh dalam penguasaan orang lain baik melalui pengaruh cinta ataupun hipnosis.
Kapankah kata malu atau ashamed muncul untuk pertama kalinya di Alkitab? Dalam kitab Kejadian. Kejadian 2: 25 menyatakan bahwa Adam dan Hawa pada awalnya telanjang, tetapi mereka tidak merasa malu. Ini menggambarkan bahwa sebelum jatuh ke dalam dosa, manusia mempunyai pikiran yang bersih. Tidak ada pikiran yang buruk ataupun motivasi yang kurang baik, karena dosa belum mengotori hidup manusia.
Soal cinta adalah soal yang seringkali rumit. Sebuah peribahasa lama yang pernah saya kenal semasa di SMA ialah “Tak kenal maka tak sayang” yang artinya seseorang tidak dapat menyukai atau mencintai orang lain jika belum mengenalnya secara dekat. 
Menurut media, di Australia secara umum kaum pria mendapat gaji yang lebih besar, dan dapat mencapai posisi yang lebih tinggi dari pada kaum wanita. Ini adalah sesuatu yang tidak adil dalam pandangan umum. Karena itu, pada saat ini usaha membuka lowongan untuk kaum wanita sedang digalakkan dalam semua lapangan melalui program persamaan kesempatan atau equal opportunity.
Manakah yang lebih anda takuti, iblis atau Tuhan? Pertanyaan yang sederhana ini mungkin belum pernah anda terima dari siapapun. Walaupun demikian, jika kita melihat keadaan di sekeliling kita, agaknya manusia lebih takut kepada iblis dan kuasanya. Mengapa begitu? Karena manusia tahu bahwa iblis mempunyai maksud-maksud yang jahat. Dalam bayangan sebagian orang, iblis atau setan juga mempunyai penampilan yang mengerikan, seperti dalam film-film horror yang digemari penonton. Pada pihak yang lain, manusia tahu bahwa Tuhan adalah oknum yang mahakuasa, tetapi justru kurang mempunyai rasa takut kepadaNya. Apa sebabnya? Tuhan yang mahakasih bukanlah oknum yang mengerikan dan jahat, karena itu banyak manusia yang mengabaikan atau melupakanNya. Tuhan yang dikenal dengan kasih, berkat dan karuniaNya justru sering dilupakan oleh manusia.