“Kemuliaan bagi Allah di tempat yang mahatinggi dan damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepada-Nya.” Lukas 2: 14
Akhir pekan ini adalah weekend sebelum hari Natal. Kemarin adalah hari kerja terakhir bagi para pekerja di Australia, dan banyak diantara mereka yang sekarang pergi menuju ketempat liburan atau kampung halaman mereka untuk menikmati liburan Natal, Christmas holiday. Berada di Brisbane Airport, saya melihat orang tua dan muda yang bersiap untuk terbang, dan kelihatannya mereka semuanya berada dalam suasana gembira. Benarkah begitu?
Walaupun hari Natal adalah hari peringatan kelahiran Yesus dan karena itu biasanya disambut dengan rasa sukacita, bagi sebagian orang hari itu seolah mengingatkan mereka akan kesendirian atau penderitaan yang mereka alami. Hari Natal dengan demikian bisa membuat banyak orang mengalami kesepian dan depresi, terutama mereka yang melihat orang lain bisa berbahagia, sedangkan mereka sendiri berada dalam penderitaan. Apa yang tidak mereka sadari adalah bahwa mereka yang kelihatannya bersuka-ria, belum tentu benar-benar berbahagia. Lepas hari Natal dan tahun baru, jika semua pesta dan makan-minum sudah berakhir, setiap orang harus menghadapi tantangan hidupnya lagi.
Alkitab menyatakan bahwa bagi Maria dan Yusuf, kelahiran Yesus bukanlah suatu hal yang bisa disambut dengan kegembiraan seperti layaknya ketika orangtua menyambut kelahiran bayi pertama. Perjalanan yang jauh dengan keledai dan tidak adanya tempat penginapan yang layak, adalah sebagian kesulitan yang mereka alami. Seperti apa yang terjadi pada zaman ini, jika dukungan sanak keluarga dan biaya tidak tersedia, orang harus berusaha untuk bisa bertahan dengan apa yang ada. Walaupun demikian, Maria dan Yusuf tahu bahwa kelahiran Yesus adalah membawa sukacita yang besar bagi umat manusia. Mereka, orang-orang sederhana itu, bersukacita karena Yesus adalah bayi yang istimewa, Anak Allah yang turun ke dunia.
Siapakah orang-orang lain yang diberikan kesempatan pertama oleh Tuhan untuk menerima kabar sukacita itu? Bukannya mereka yang kaya-raya dan raja-raja yang berkuasa, tetapi gembala-gembala yang tinggal di padang menjaga kawanan ternak mereka pada waktu malam. Tuhan kita ternyata bukanlah Tuhan yang pro mereka yang ada di posisi enak, tetapi mengutamakan mereka yang lemah dan tertindas. Bagi mereka yang berkenan kepadaNya, Tuhan Yesus akan memberi damai sejahtera.
“Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang.” Lukas 4: 18 – 19
Pagi ini, bagaimana perasaan anda dalam menyambut perayaan Natal yang akan datang? Biasa saja? Atau penuh dengan pengharapan? Adakah persoalan berat yang sedang anda hadapi? Ataukah anda merasa hidup anda sudah sangat beruntung? Apapun keadaan anda, Yesus datang untuk memberikan damai sejahtera bagi mereka yang menyadari bahwa perlunya seorang Juruselamat untuk menebus dosa mereka. Mereka yang sadar bahwa kasih Tuhan begitu besar hingga mengurbankan AnakNya yang tunggal, dan karena itu mau hidup menurut firmanNya, adalah orang-orang yang paling berbahagia dalam menyambut hari Natal ini.
Apakah Tuhan dalam hal menciptakan seisi alam semesta ini bekerja seperti seorang engineer atau seperti seorang artist? Seperti seorang insinyur yang mendesain dan membangun, atau seperti seorang artis yang menciptakan lukisan atau benda seni? Pertanyaan ini kadang-kadang muncul dan menjadi bahan diskusi, tetapi tentu saja jawabnya tidak akan memuaskan semua orang.
Berapa kali dalam setahun kita harus ke dokter untuk check-up? Tentunya itu tergantung pada keadaan kesehatan kita; ada yang cukup sekali setahun, ada pula yang lebih sering dari itu. Seperti servis mobil yang harus dilakukan secara teratur, begitu juga tubuh kita harus diperiksa pada saat-saat tertentu. Tetapi, kalau mobil mempunyai berbagai alat yang bisa dilihat atau digunakan untuk memastikan kelaikannya, tubuh kita tidak mempunyai hal serupa. Karena itu, peranan perasaan dan kebijaksanaan sangat penting agar kita bisa dan mau memonitor kesehatan kita. Banyak orang yang tidak merasa sakit dan tidak mau pergi ke dokter secara berkala, kaget jika mereka tiba-tiba mengalami sakit yang tidak terduga.
Seorang pria pergi ke sebuah toko buku di sebuah negara dan bertatap muka dengan seorang wanita. Si pria hanya memandang, tetapi itu cukup membuatnya jatuh cinta kepada si wanita. Cinta pada pandangan pertama! Berhari-hari sesudahnya, si pria pergi ke toko buku itu, berharap untuk menjumpai wanita yang sama; tetapi harapannya hanya tinggal impian, si wanita tidak pernah muncul lagi.
Seminggu lagi hari Natal akan datang, hari untuk memperingati kelahiran Yesus. Mereka yang beragama Kristen umumnya menyambut hari ini sebagai hari sukacita, karena Natal mengingatkan mereka atas kasih Allah kepada mereka. Karena kasihNya, Yesus Anak Allah sudah turun ke dunia untuk menebus dosa manusia. Dunia yang dulunya tidak mempunyai harapan, sekarang memperoleh kepastian, bahwa siapapun yang percaya kepada Yesus akan terhindar dari hukuman dosa dan bisa menerima hidup yang kekal.
Adakah sesuatu yang pasti akan dialami oleh setiap manusia? Banyak orang yang berpendapat bahwa tidak ada satupun yang bisa kita ketahui tentang masa depan kita. Manusia dalam keterbatasannya, tidak tahu apa yang akan terjadi esok hari.
Sejak beberapa hari yang lalu, beberapa daerah di negara bagian Queensland mengalami hujan lebat dan angin kencang yang disebabkan oleh topan tropis, Tropical Cyclone Owen, yang hampir saja mendarat dengan telak. Sekalipun topan ini kemudian berubah menjadi angin kencang saja, hujan yang turun dengan deras membuat beberapa daerah menjadi banjir.
Sepuluh hari sebelum hari Natal, pusat-pusat pertokoan di Australia biasanya penuh sesak dengan orang-orang yang mencari berbagai kebutuhan untuk merayakan hari Natal. Kebanyakan orang mencari hadiah natal untuk sanak saudara, hiasan natal untuk rumah dan pakaian baru. Memang, karena hari Natal dan Tahun Baru adalah dua hari libur yang berdekatan dan bulan Desember dan Januari adalah bulan liburan sekolah, banyak orang yang menghabiskan waktu luang dengan kegiatan shopping.
Di Indonesia, semua penduduk harus mempunyai KTP atau kartu tanda penduduk yang merupakan tanda pengenal yang sah. Tetapi, kartu yang sering dipakai di Australia sebagai tanda pengenal resmi adalah surat ijin mengemudi atau SIM. Ada perbedaan besar antara data yang ada pada KTP Indonesia dan yang tertera pada SIM Australia. Pada KTP Indonesia ada informasi tentang agama, status perkawinan dan pekerjaan, sedang pada SIM Australia, ketiganya tidak dicantumkan karena itu dianggap data pribadi yang tidak perlu diketahui orang lain.