“Dengan tenteram aku mau membaringkan diri, lalu segera tidur, sebab hanya Engkaulah, ya TUHAN, yang membiarkan aku diam dengan aman.” Mazmur 4: 8

Berbicara soal tidur, dulu saya pernah mengalami masalah kurang bisa tidur lelap karena sering bangun di tengah malam, sebab otak saya bekerja memikirkan tugas-tugas esok hari. Saya tidak bisa tidur enak karena kekuatiran bahwa saya akan melupakan hal-hal penting itu. Berdoa memohon tidur yang nyenyak sudah saya lakukan, tetapi saya kemudian sadar bahwa sayalah yang harus mengubah cara saya menghadapi tugas pekerjaan. Tuhan memberikan saya kebijakan agar saya mencatat apa saja yang harus saya lakukan diatas kertas, dan setelah itu saya tidur tanpa memikirkan hal-hal itu lagi.
Banyak orang yang mengalami kesulitan kronis untuk bisa tidur, yang sering disebut insomnia. Penyebabnya ada bermacam-macam, karena faktor medis, faktor lingkungan dan juga faktor kejiwaan memang bisa mempengaruhi kualitas tidur kita. Alkitab tidak membahas insomnia secara langsung, tetapi menghubungkan kegundahan hati (yang jelas bisa membuat orang sulit untuk tidur) dengan ketakutan, kekuatiran dan dosa. Tuhan memberikan manusia firmanNya untuk menghadapi hal-hal itu, dan tergantung kepada manusia apakah mereka mau menjalankannya.
Sebagai manusia kita tentu pernah takut. Baik ancaman dari luar maupun ancaman dari dalam tubuh kita sendiri bisa membuat kita takut sampai kita sulit untuk tidur. Padahal, firman Tuhan berkata bahwa kita tidak perlu takut kepada apapun yang tidak berkuasa membunuh jiwa.
“Dan janganlah kamu takut kepada mereka yang dapat membunuh tubuh, tetapi yang tidak berkuasa membunuh jiwa; takutlah terutama kepada Dia yang berkuasa membinasakan baik jiwa maupun tubuh di dalam neraka. Matius 10: 28
Yesus juga sudah mengajarkan bahwa sekalipun kita melihat adanya kemungkinan untuk mengalami kesulitan di hari esok, kita tidak perlu kuatir bahwa Tuhan akan meninggalkan kita. Kesulitan hari ini kita hadapi bersama Dia, demikian juga kesulitan esok hari, itulah yang dinamakan berjalan dengan Yesus setiap hari.
“Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari.” Matius 6: 34
Tidak dapat diragukan bahwa adanya dosa bisa membuat kita sulit tidur. Berbuat dosa adalah sesuatu yang dianjurkan iblis kepada manusia di taman Firdaus dan bahkan kepada Yesus di padang gurun. Baik kemarahan yang belum hilang sebelum tidur, maupun adanya hal-hal yang jahat yang sudah atau akan dilakukan, membuat orang sulit untuk tidur nyenyak.
“Kejahatan dirancangkannya di tempat tidurnya, ia menempatkan dirinya di jalan yang tidak baik; apa yang jahat tidak ditolaknya.” Mazmur 36: 4
Pagi ini kita harus sadar bahwa apapun penyebab kesulitan tidur, kita harus berusaha mencari penyebabnya. Faktor medis mungkin bisa diatasi dengan pengobatan yang tepat dan bukannya dengan memakai obat terlarang atau cara mistis tertentu. Faktor lingkungan mungkin bisa diatasi dengan memperbaiki suasana lingkungan di mana kita tidur. Sedangkan untuk penyebab kejiwaan yang berhubungan dengan ketakutan, kekuatiran dan dosa, kita harus mau mengevaluasi dan memperbaiki hidup kita dengan bimbingan Tuhan. Selain itu, dalam keadaan apapun kita boleh berdoa seperti ayat pembukaan diatas:
Dengan tenteram aku mau membaringkan diri, lalu segera tidur. Biarlah Engkau ya TUHAN, yang membiarkan aku diam dengan aman.
Inginkah anda menjadi manusia yang sempurna? Pertanyaan ini mungkin dijawab orang dengan senyum skeptis. Sempurna? Apa bisa? Apa kriteria untuk menjadi manusia sempurna? Apakah bentuk tubuh, rupa, kepandaian, kesadaran, kebaikan dan sejenisnya?
Minggu lalu saya bertemu dengan seorang warga senior yang pernah melanglang buana dan bekerja di berbagai negara, termasuk di Uganda, Afrika. Dengan penuh perhatian, saya mendengarkan kisah perjalanan hidupnya termasuk perjumpaannya dengan Idi Amin. Idi Amin? Siapa pula itu?
Minggu yang baru lalu saya membeli sebuah alat GPS navigation baru karena yang lama sudah berumur lebih dari lima tahun dan mulai sering macet. Tanpa alat pemandu jalan itu, saya akan sulit menentukan posisi saya dan akan mudah tersesat jika pergi bermobil ketempat yang belum pernah saya kunjungi. Dengan menggunakan alat itu bukannya saya tidak mungkin tersesat, tetapi saya akan jarang tersesat dan bahkan boleh yakin bahwa pada akhirnya saya akan mencapai tempat tujuan saya.
Bagi kita yang biasa ke gereja di Indonesia, ayat diatas mungkin tidaklah asing untuk kita. Setiap akhir kebaktian, pendeta yang bertugas akan mengangkat kedua tangannya sambil mengucapkan salam berkat yang juga diucapkan oleh rasul Paulus kepada jemaat di Korintus. Seingat saya, pada saat itu semua jemaat menundukkan kepala sambil mengamini apa yang diucapkan pendeta sebelum mereka menyanyikan lagu terakhir.
Teringat saya akan masa kecil, sewaktu orang tua mengajak saya dan adik saya untuk pergi ke luar kota. Pada waktu itu, bertamasya adalah sesuatu yang mewah dan jarang-jarang dialami, dan karena itu kami sekeluarga menantikan kedatangan harinya dengan penuh harapan. Persiapan untuk pergi bukan saja dengan memikirkan pakaian yang akan dipakai dan kegiatan apa yang akan dilakukan, tetapi bagi ibu saya adalah untuk mempersiapkan bekal makanan agar tidak perlu membeli makanan di jalan.
Commonwealth Games 2018 adalah pertandingan olahraga antar negara-negara anggota Commonwealth yang diadakan di Gold Coast, Australia , bulan April yang baru lalu. Acara besar multi-sport seperti Olympic Games ini dihadiri sekitar 4500 atlit dari 71 tim internasional. Sungguh menarik bahwa untuk mempersiapkan diri guna menghadapi acara ini, seorang atlit mempersiapkan diri paling tidak selama dua tahun dan harus menghadapi berbagai proses seleksi sebelum bisa mewakili negaranya. Banyak atlit yang sudah terpilih untuk masuk kedalam pemusatan latihan nasional, kemudian ternyata tidak bisa bergabung dalam tim negaranya karena gagal memenuhi persyaratan.
Mereka yang senang menonton drama atau pernah ikut main drama tentu tahu bagaimana seorang aktor bisa tiba-tiba menampakkan diri, mengeluarkan suara, atau membuat gerakan yang menarik perhatian penonton sehingga perhatian yang sebelumnya diberikan penonton kepada aktor lain teralihkan. Aksi drama yang mengundang perhatian ini dalam bahasa Inggrisnya dinamakan “upstaging“. Jika istilah upstaging dalam drama adalah disengaja untuk membuat drama itu makin menarik, diluar dunia drama istilah itu mungkin mempunyai konotasi yang kurang baik karena bisa diartikan sebagai “merebut pengaruh” , “mengungguli” atau “menutupi kebaikan orang lain”.
Jika anda sempat mengujungi tempat-tempat di pinggiran kota di Australia, anda mungkin bisa menjumpai adanya beberapa stand Tarot reader. Toko kecil yang menyediakan pembacaan kartu Tarot semacam ini biasanya juga menyediakan pelayanan penyembuhan penyakit secara mistis. Mirip praktek dukun di Indonesia.