“Sekalipun kamu belum pernah melihat Dia, namun kamu mengasihi-Nya. Kamu percaya kepada Dia, sekalipun kamu sekarang tidak melihat-Nya. Kamu bergembira karena sukacita yang mulia dan yang tidak terkatakan, karena kamu telah mencapai tujuan imanmu, yaitu keselamatan jiwamu.” 1 Petrus 1: 8 – 9
Acara pernikahan Prince Harry dengan aktris Meghan Markle akhir minggu kemarin diikuti oleh jutaan pemirsa TV di seluruh dunia. Mereka yang menonton acara itu banyak yang terbuai dengan kenyataan bahwa seorang wanita yang tergolong rakyat biasa di Amerika bisa menikah dengan seorang pangeran dari istana kerajaan Inggris. Kejadian ini seolah menjadi cerita Cinderella modern, atau setidaknya menjadi kisah cinta yang paling menarik di abad ini. Karena itu, ada orang-orang yang memakainya sebagai motivasi agar tidak mudah berputus asa dalam hidup, sebab tidak ada orang yang tahu tentang “nasib baik” dan “keberuntungan” yang sedang menunggu mereka di masa mendatang.
Berapapun umur kita saat ini, kita tidak tahu sampai dimanakah perjalanan hidup kita. Apakah masih ada yang bisa kita capai? Adakah sesuatu yang sangat penting yang masih harus diperoleh? Sebagian manusia hanya bisa menghitung segala kegagalan yang sudah dialami, tetapi mungkin masih menantikan datangnya “keberuntungan”. Sebagian yang lain mungkin merasa bahwa mereka sudah mencapai apa yang mereka idamkan dan karena itu mereka hidup dalam kepuasan diri sendiri. Selain dari itu, ada juga orang yang merasa bahwa hidup mereka sudah cukup panjang dan karena itu tidak mau pusing tentang masa depan.
Apapun keadaan dan tingkat kehidupan kita saat ini, sebagai manusia kita sebenarnya tetap memerlukan makna dan tujuan hidup. Dalam hal ini, Alkitab menyatakan bahwa satu-satunya manusia yang bisa kita jadikan sebagai contoh dan pegangan untuk menghadapi perjuangan hidup dan masa depan adalah Yesus.
Dalam wujud manusia, Yesus harus menderita dibawah pemerintahan Pontius Pilatus, mati disalibkan sekalipun Ia tidak berdosa. Inilah kisah cinta yang terbesar di sepanjang masa, yaitu tentang Allah yang mengasihi manusia sedemikian rupa, hingga Ia mengirimkan AnakNya yang tunggal untuk menebus dosa manusia.
Sekalipun kita belum pernah melihat Yesus, namun kita harus mengasihi Dia yang sudah mati ganti kita. Yesus adalah seperti mempelai pria yang sudah berkurban untuk mempelai wanitaNya, yaitu seluruh umat percaya (Wahyu 21: 9). Kita harus bersyukur karena sebagai pengantin Kristus, kita sudah menerima jaminan keselamatan jiwa melalui pengurbananNya. Dengan keyakinan itu, kita tidak perlu mengutamakan kebahagiaan duniawi karena itu tidak dapat dibandingkan dengan kebahagiaan surgawi. Kita tidak perlu mendambakan datangnya “keberuntungan” dalam hidup, karena pemberian Tuhan yang terbesar, the greatest gift, sudah menjadi kenyataan didalam darah Yesus.
Karena Yesus, kita orang yang berdosa sudah diangkat menjadi mempelai Kristus yang diberi hak untuk masuk kedalam istana surgawi dan menerima kemuliaan di surga. Adakah tujuan hidup kita yang lebih penting dari pada mengasihi dan memuliakan Yesus?
“Tetapi carilah Kerajaan-Nya, maka semuanya itu akan ditambahkan juga kepadamu.” Lukas 12: 31
Suatu ketika, murid-murid Yesus mendengar perintahNya untuk selalu mau untuk mengampuni kesalahan orang lain (Lukas 17: 4). Kelihatannya hal itu dirasakan mereka sebagai sesuatu yang terlalu sulit untuk dilakukan. Karena itu, mereka meminta agar Yesus memberikan tambahan iman. Permintaan yang sepertinya baik. Tetapi apa jawab Yesus?
Hari ini adalah hari dimana banyak orang Kristen pergi ke gereja. Ada banyak gereja di Australia, dan salah satu gereja yang bersejarah adalah gereja Saint Nicholas yang berada di Western Australia. Dibangun pada tahun 1840 oleh James Narroway sebagai gubuk dimana ia hidup dengan isterinya, Sarah, bangunan dari kayu jarrah yang berukuran 3,8 x 6,7 meter ini mulai dipakai sebagai gereja kaum pendatang sejak tahun 1848.
Sebagai orang Kristen, tentu kita percaya bahwa doa adalah suatu yang sangat penting dalam hidup kita, karena doa adalah sebuah komunikasi dengan Tuhan Sang Pencipta. Doa orang yang benar memang didengar Tuhan dan karena itu besar kuasanya. (Amsal 25: 29).
Dunia ini selalu penuh dengan hal-hal yang membuat orang kuatir, was-was atau ketakutan. Memang ada orang yang senang pergi ke tempat yang berbahaya, melakukan hal-hal yang membuat hati berdebar-debar, atau melakukan sesuatu tindakan yang mempunyai resiko besar. Mereka yang tergolong “thrill-seeker“, memang sengaja mencari kesempatan untuk menantang bahaya untuk memuaskan diri sendiri. Tetapi, tidak ada seorangpun yang menyukai sesuatu yang bisa membawa kecelakaan atau bencana yang diluar kontrol. Hanya orang yang bodoh atau gila yang sengaja mencari bencana untuk diri sendiri atau orang lain.
Alkisah Adam dan Hawa mempunyai dua orang anak, Kain dan Habel. Sebagai petani, Kain mempersembahkan sebagian dari hasil tanahnya kepada Allah sebagai korban persembahan. Tetapi Habel yang penggembala kambing dan domba, mempersembahkan korban terbaik dari anak sulung kambing dombanya. Karena ketulusan Habel, Allah mengindahkan korban persembahannya, tetapi Kain dan korban persembahannya diabaikanNya. Karena iri hati, Kain kemudian menjadi sangat marah, dan ia akhirnya membunuh Habel.
Kitab Kejadian 3 menceritakan bagaimana Adam dan Hawa jatuh kedalam dosa melalui tipu muslihat iblis. Iblis dengan kecerdikannya berhasil membuat Hawa melanggar perintah Tuhan untuk tidak memakan buah pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat. Hawa melihat, bahwa buah pohon itu baik untuk dimakan dan sedap kelihatannya, lagipula pohon itu menarik hati karena memberi pengertian. Lalu ia mengambil dari buahnya dan dimakannya dan diberikannya juga kepada Adam yang bersama-sama dengan dia (Kejadian 3: 6).
Jika kita membaca berita di media, selalu ada saja hal-hal yang membuat kita menghela nafas. Dunia ini seakan dipenuhi dengan kekerasan dan ketidakadilan. Herankah kita melihat adanya ketidakadilan di dunia? Mungkin saja tidak, karena dunia ini memang sudah jatuh kedalam dosa. Kejadian yang tidak menyenangkan dan yang tidak adil tentu bisa terjadi pada orang-orang disekitar kita.