“Janganlah ada perkataan kotor keluar dari mulutmu, tetapi pakailah perkataan yang baik untuk membangun, di mana perlu, supaya mereka yang mendengarnya, beroleh kasih karunia.” Efesus 4: 29

Sebagai seorang dosen, saya mempunyai “hari baik” dan “hari buruk”. Hari baik adalah hari dimana saya merasa puas dengan apa yang sudah saya kerjakan, terutama merasa senang jika saya berhasil menjelaskan bahan kuliah yang sulit kepada murid-murid saya. Hari yang buruk adalah hari dimana saya merasa kurang berhasil untuk mencapai target kerja dan juga hari dimana saya melakukan berbagai kekeliruan. Kekeliruan itu ada berbagai macam, diantaranya mungkin ada “salah omong”. Rasa menyesal kadang timbul akan apa yang saya ucapkan di depan kelas: mengapa saya menggunakan kata-kata yang membuat bingung murid saya?
Jika kecerobohan dalam memilih kata-kata bisa menghantui seseorang, ada orang orang yang justru tidak peduli akan apa yang dikatakannya. Mereka memakai perkataan yang tidak sepatutnya, tetapi tidak terpengaruh atas apa yang diperbuatnya. Dalam bahasa Inggris, orang yang ceroboh dalam memakai kata-kata dan perbuatan, yang bisa membuat malu atau menyakiti orang lain, sering disebut sebagai meriam lepas ikatan atau loose cannon. Mengapa begitu? Pada abad 17-19, kapal perang yang terbuat dari kayu mempunyai meriam sundut sebagai senjata utamanya. Meriam ini dipasang diatas beberapa roda dan diikat dengan tali ke dinding kapal agar tidak terhentak ke belakang sewaktu dipakai untuk menembak kapal musuh. Menurut cerita, meriam yang lepas ikatannya dapat mencelakai pemakainya dan juga merusak kapal itu sendiri.
Sebagai manusia kita adalah makhluk yang istimewa karena kita adalah satu-satunya makhluk yang mempunyai tata bahasa dan tata suara untuk berkomunikasi. Banyak makhluk lain bisa berkomunikasi dengan sesamanya melalui suara, bau atau gerakan tubuh, tetapi tidak ada yang bisa menggunakan bahasa dan suara untuk menyampaikan pesan secara sistimatis. Dengan kelebihan manusia dalam hal berkomunikasi, manusia bisa menggunakan kata-kata secara tertulis atau lisan untuk menyatakan perasaannya, entah itu rasa senang ataupun rasa berang. Bahasa, selain dipakai untuk memuji, menghibur dan menyenangkan orang lain, juga bisa digunakan untuk memaki, menipu dan bahkan memfitnah orang lain. Jika lidah dikatakan seperti pedang bermata dua (Amsal 5: 4), di zaman internet ini perkataan kita bisa membawa akibat yang jauh lebih besar melalui berbagai sosial media seperti Twitter, Facebook dan Whatsapp. Apa yang dinyatakan atau diberitakan orang dalam sosial media bisa dengan mudah menghancurkan hidup orang lain.
Apa yang kurang disadari manusia adalah kenyataan bahwa Tuhan yang mahatahu adalah Tuhan yang bisa mendengar apa saja yang kita ucapkan, baik secara lisan maupun tertulis. Ia tahu jika kita memakai lidah kita secara sembarangan untuk mengeluarkan apa yang ada dalam hati kita. Sebagai orang Kristen, kita mungkin ingat bahwa Yesus pernah berkata bahwa perkataan kita adalah pencerminan isi hati yang bisa membuat hubungan kita dengan Tuhan yang mahasuci menjadi renggang.
Tetapi apa yang keluar dari mulut berasal dari hati dan itulah yang menajiskan orang. Karena dari hati timbul segala pikiran jahat, pembunuhan, perzinahan, percabulan, pencurian, sumpah palsu dan hujat.” Matius 5: 18 – 19
Sayang sekali, di zaman ini kita justru sering melihat para pemimpin dan tokoh masyarakat yang seakan berlomba-lomba untuk menyatakan pendapatnya dengan tanpa berpikir dalam-dalam. Dalam kehidupan sehari-hari kita tahu bahwa perkataan yang keliru akan sukar untuk ditarik kembali, dan apa yang sudah dirusakkan oleh sebuah loose cannon adalah sukar untuk diperbaiki.
Firman Tuhan kali ini jelas mengingatkan bahwa sebagai orang percaya, sebaiknya kita lebih berhati-hati dalam menggunakan mulut kita. Panggilan kita sebagai orang Kristen dalam hal ini adalah untuk mawas diri, dan selalu hidup dalam bimbingan Tuhan, sehingga hati kita diisi dengan apa yang baik dan berkenan kepada Tuhan. Hari demi hari, sebagai orang Kristen kita harus bertumbuh dalam iman dan kasih melalui bimbingan Roh Kudus. Dengan demikian, apa yang ada dalam hati kita akan selalu terpancar dari mulut kita sebagai ucapan kasih yang menghibur dan menguatkan orang lain.
Apakah nepotisme itu? Kata nepotisme berasal dari kata Latin nepos, yang berarti “keponakan” atau “cucu”. Istilah ini biasanya dipakai untuk mengutarakan keadaan buruk yang bisa menyebabkan keresahan karena adanya ketidakadilan. Orang yang sebenarnya berprestasi baik, ternyata tidak terpilih untuk menjabat sesuatu kedudukan karena orang yang dipilih adalah teman atau sanak dari orang yang berkuasa. Nepotisme pada hakikatnya adalah diskriminasi atas orang-orang yang bukan tergolong keluarga atau golongan sendiri.
Bekerja sebagai dosen di Australia seperti saya, ada enak dan tidak enaknya. Pekerjaan ini bukanlah seperti pekerjaan lain yang terbatas pada jumlah jam tertentu saja. Mereka yang bekerja di kantor, umumnya mulai bekerja jam 9 pagi dan pulang kerumah sekitar jam 5 sore; dalam sehari mereka bekerja sekitar 7,5 jam. Tetapi, seorang dosen tidak selalu mulai bekerja pada waktu yang sama, karena jam kerja adalah cukup fleksibel. Terkadang saya berangkat ke kantor jam 8 pagi, tetapi bisa juga jam 10 pagi, semua tergantung tugas apa yang harus dikerjakan hari itu. Kebanyakan dosen bisa bekerja dari kantor atau dari rumah dengan memakai komputer, dan biasanya bekerja setidaknya 38 jam dalam seminggu. Tetapi pada saat yang diperlukan, seorang dosen harus bekerja dua kali lebih banyak, misalnya pada saat-saat memeriksa hasil ujian atau mempersiapkan riset.
Jika saya mengingat masa muda, mau tidak mau saya tersenyum sendiri. Bagaimana tidak? Semasa muda saya ingin cepat-cepat menjadi dewasa, agar orang dewasa mau menghargai pendapat saya dan tidak menganggap saya kurang pengalaman. Sekarang, sesudah menjadi tua, saya ingin kembali menjadi muda, agar orang muda mau menerima pendapat saya dan tidak menganggap saya ketinggalan zaman!
Jam berapa anda biasanya makan malam? Ada orang yang selalu makan malam pada jam tertentu; lapar atau tidak lapar, itu harus dilakukan. Tetapi ada pula orang yang menunggu sampai perut terasa lapar. Memang jika perut belum lapar, kata orang, makanan yang enak bagaimanapun akan terasa kurang “sreg”. Sebaliknya, jika perut kita lapar dan mulut terasa haus, makanan dan minuman apapun terasa enak dan menyegarkan. Kemampuan untuk merasa lapar adalah berkat Tuhan agar kita bisa merasakan kasih karuniaNya dan bersyukur kepadaNya.

Keberhasilan adalah satu hal yang masih diidam-idamkan banyak orang. Walaupun dalam pandangan umum sebagian orang mungkin sudah cukup berhasil dalam hidupnya, banyak diantara mereka yang dianggap sukses masih belum juga puas dengan apa yang sudah dicapainya. Menggantungkan cita-cita setinggi langit mungkin adalah pedoman hidup mereka, dan karena itu seringkali rasa tidak puas timbul, secara sadar maupun tidak sadar. Dalam hal ini, keadaan yang lebih buruk bisa terjadi jika lingkungan yang ada selalu menekankan pentingnya kesuksesan lahiriah sebagai bukti kasih Tuhan.
Bagi mereka yang senang berolahraga atletik atau menontonnya, olahraga jalan cepat seringkali membawa kejutan. Atlit-atlit yang lagi “leading” atau berada didepan, belum tentu bisa memenangkan pertandingan. Jane Saville, seorang atlit pejalan kaki dari Sydney, pada saat mengikuti perlombaan di Olimpiade 2000 di Sydney, berada di posisi terdepan dan hampir mencapai garis finis ketika ia di-diskualifikasi. Kemenangan yang sudah di ambang pintu, tiba-tiba lenyap.
Di Australia ada organisasi yang dinamakan Royal Automobile Club yang ada di berbagai negara bagian. Organisasi ini kebanyakan sudah berumur lebih dari 100 tahun, dan mempunyai tujuan untuk menghimpun para pemilik dan pengemudi mobil dalam segala kegiatan dan kepentingan bermobil. Organisasi yang ada di Queensland misalnya (RACQ) , mempunyai jasa pelayanan di jalan (road assist) yang memberi bantuan kepada mereka yang mengalami kerusakan mobil di jalan, menyediakan asuransi kendaraan dan rumah, dan juga berbagai fasilitas kemudahan lainnya. Selain itu, RACQ menerbitkan majalah bulanan yang berisi ulasan mobil, cara mengemudi di medan tertentu, laporan perjalanan manca negara, dan juga membahas peraturan lalu lintas yang baru atau yang sering disalah-mengertikan.