“Saudaraku yang kekasih, aku berdoa, semoga engkau baik-baik dan sehat-sehat saja dalam segala sesuatu, sama seperti jiwamu baik-baik saja.” 3 Yohanes 3: 1
Percayakah anda bahwa Tuhan memberkati anda dengan kekuatan rohani? Pertanyaan ini tidaklah sukar dijawab jika anda percaya sepenuhnya kepada Tuhan. Tetapi, jika pertanyaan ini diubah menjadi soal diberkati dalam kekuatan jasmani, jawaban kita mungkin agak kurang pasti. Sebab mereka yang sehat dan kuat rohaninya belum tentu sehat dan kuat jasmaninya. Bagi banyak orang, kekuatan rohani adalah perubahan hidup yang disebabkan oleh karunia Tuhan yang ajaib, tetapi kekuatan jasmani seolah adalah sesuatu yang harus diterima manusia sebagaimana adanya, paling tidak karena faktor keturunan. Hidup baru tampaknya hanya menyangkut rohani saja. Betulkah begitu?
Memang firman Tuhan lebih menekankan pentingnya keadaan rohani kita sebab itulah yang memungkinkan kita untuk menjumpai Tuhan di surga setelah tugas kita di dunia berakhir. Kita yang sudah dilahirkan dalam dosa sebagai keturunan Adam dan Hawa, bisa menerima keselamatan surgawi dalam Kristus. Karena itu, secara rohani tubuh kita sudah diperbaharui.
“Manusia pertama berasal dari debu tanah dan bersifat jasmani, manusia kedua berasal dari sorga.” 2 Korintus 15: 46
Walaupun demikian, hal itu tidak berarti bahwa kita boleh menyia-nyiakan tubuh jasmani kita; karena selama kita hidup di dunia, kita juga dapat memuliakan Tuhan dengan kemampuan jasmani kita. Jika kita mengabaikan kesehatan dan menelantarkan tubuh jasmani kita, sudah tentu kita mengurangi kesempatan untuk dapat memuliakan Dia yang menciptakan kita.
Banyak orang Kristen yang menggebu- gebu dalam kerohanian tetapi kurang mau memperhatikan kesehatan jasmaninya. Padahal, sebagai manusia kita diciptakan dalam satu paket yang terdiri dari roh dan tubuh. Hidup baru dalam Kristus seharusnya tidak hanya mengubah pandangan kita akan bagaimana memelihara kehidupan rohani kita tetapi juga pandangan kita tentang hal menjaga kehidupan jasmani kita.
Pagi ini, jika kita bangun dan merasa bahwa tubuh kita lemah dan semangat kita berkurang karena usia, penyakit atau kebiasaan hidup yang kurang baik, marilah kita memikirkan apa yang bisa kita perbuat untuk memperbaiki keadaan. Kita harus selalu berdoa memohon agar Tuhan memberi kita kebijaksanaan agar tidak meniru mereka yang menyia-nyiakan kesempatan yang ada untuk mempunyai kesehatan yang baik. Sebaliknya kita harus memilih cara hidup yang sehat, healthy living, agar kita dapat memakai kekuatan tubuh jasmani kita selama mungkin untuk tujuan-tujuan yang baik demi kemuliaan Tuhan. Itulah yang dikehendaki Tuhan selama kita hidup di dunia ini.
“Sebab yang sangat kurindukan dan kuharapkan ialah bahwa aku dalam segala hal tidak akan beroleh malu, melainkan seperti sediakala, demikianpun sekarang, Kristus dengan nyata dimuliakan di dalam tubuhku, baik oleh hidupku, maupun oleh matiku.” Filipi 1: 20
Dalam berpergian ketempat asing adalah kurang menyenangkan jika kita tidak dapat menemukan jalan untuk mencapai tujuan kita. Mungkin jalan yang kita pilih pada mulanya tidak memberi kesan bahwa jalan itu adalah jalan yang keliru, tetapi kemudian kita bisa sadar bahwa kita telah tersesat. Kesadaran itu mungkin timbul karena apa yang kita tuju tidak kunjung terlihat, atau karena suasana disekitar kita yang terasa asing, atau mungkin juga karena ada orang yang menyadarkan kita.
Wow! Hampir 100 orang menghadiri acara reuni semalam, dan mereka adalah bekas teman SD, SMP dan SMA yang sudah cukup lama tidak bertemu. Acara berlangsung meriah dan semua orang tampak gembira. Bagaikan sahabat kental saja, mereka bergembira dan bercakap-cakap dengan asyik, sekalipun pada masa sekolah mereka jarang berbincang-bincang. Agaknya satu hal yang menyatukan mereka semua adalah faktor masa lalu yang dialami bersama di sekolah dan juga karena dengan bertambahnya usia, mereka lebih menghargai adanya teman lama.
Ayat diatas adalah sebuah ayat yang sangat terkenal dan sering dipakai untuk memperingatkan agar orang tidak melakukan hal-hal yang menentang hukum Tuhan. Mereka yang hidup dalam dosa pada akhirnya akan menghadapi penghakiman Tuhan dan masuk ke neraka. Sebaliknya, mereka yang mau menerima karunia keselamatan dalam Kristus akan memperoleh hidup kekal di surga.
Pagi ini saya bangun jam 3.30 pagi karena harus ke bandara Chengdu untuk kembali ke Surabaya. Petualangan di Sichuan sudah berakhir kemarin malam dengan acara shopping di pusat pertokoan Global Center yang terbesar di dunia.
Kemarin siang, dalam perjalanan kembali ke Chengdu, bis kami berhenti di suatu tempat yang merupakan pusat epicenter gempa besar berskala 8 Richter pada tahun 2008. Hampir 100 ribu orang tewas dan lebih dari 300 ribu orang mengalami luka-luka karena gempa itu. Tour leader kami mengungkapkan bahwa rakyat Chengdu merasa bahwa Tuhan memberikan dua hal yang bertentangan kepada mereka: keindahan alam dan bencana alam.
Hari kemarin perjalanan kami dilanjutkan dengan bis menuju gunung Siguniang yang tingginya 6250 meter. Tentunya kami tidak dapat mengunjungi puncak gunung itu, tetapi tempat pemberhentian bis kami sudah berada pada ketinggian lebih dari 4000 meter. Kadar oksigen di udara sudah berkurang dan itu membuat orang sulit bernafas.

Kemarin adalah hari kedua saya di China. Perjalanan rombongan sebanyak 30 orang dengan bis melalui jalan pegunungan Sichuan yang berliku-liku sangat melelahkan. Dengan berkat perlindungan Tuhan kami sampai di hotel pada jam 9.30 malam.