Berbahagialah orang-orang yang diam di rumah-Mu,yang terus-menerus memuji-muji Engkau. Mazmur 84: 4
Kemarin malam, dalam sebuah persekutuan doa saya dan teman-teman seiman membahas Mazmur 84 yang ditulis oleh anak-anak Korah. Korah bin Yizhar bin Kehat bin Lewi beserta tiga orang Ruben mengajak 250 orang lainnya untuk memberontak terhadap kepemimpinan sepupunya sendiri, Musa dan Harun, di padang gurun. Akibatnya ia dan para pengikutnya mati ditelan bumi dan dibakar api. Keturunan anak-anak Korah yang tidak ikut dalam pemberontakan, ternyata dibebaskan dari hukuman Tuhan dan kemudian aktif dalam pelayanan di Kemah Suci. Sejumlah nyanyian pengajaran dan nyanyian mereka dicatat sebagai Mazmur, termasuk Mazmur 84 yang ditampilkan oleh Daud.
Mazmur 84 adalah sebuah mazmur yang menarik karena berisi pemujaan kepada Tuhan yang merupakan matahari dan perisai bagi orang yang taat kepadaNya (Mazmur 84: 11). Tidaklah mengherankan bahwa ada beberapa lagu Kristen berdasarkan mazmur ini yang bisa ditemukan di Youtube. Lebih dari itu, di Australia ada sebuah band Kristen yang dinamakan Sons of Korah (putra-putra Korah) yang terbentuk pada tahun 1994 di Geelong, Victoria, Australia. Mereka dikenal sebagai pemusik yang menggubah mazmur sebagai lagu-lagu Kristen. Lirik lagu-lagu mereka hampir semuanya berdasarkan kitab Mazmur.
Ayat diatas buat saya adalah ayat yang paling menarik. Mengapa demikian? Ayat itu menyatakan bahwa mereka yang diam di rumah Tuhan dan yang terus-menerus memuji-muji Dia adalah orang-orang yang berbahagia. Kebahagiaan yang dicari seluruh umat manusia bisa diperoleh dengan datang ke rumah Tuhan dan memuji Dia. Tidaklah mengherankan bahwa ada orang-orang Kristen yang secara khusus pergi ke gereja, bukan saja pada hari Minggu, untuk mendapatkan penghiburan, kekuatan dan kedamaian. Gereja untuk mereka adalah tempat suci kediaman Tuhan, dimana mereka bisa mencurahkan isi hati dan menyampaikan pujian syukur kepada Tuhan yang seperti matahari yang menghilangkan kegelapan dan seperti perisai yang melindungi mereka dari bahaya.
Apa yang mungkin kurang disadari oleh banyak orang Kristen ialah kenyataan bahwa Tuhan kita tidaklah tinggal di gedung gereja. Memang pada zaman Perjanjian Lama, Tuhan secara simbolik berdiam di Bait Allah, ke tempat mana orang-orang Israel pergi berbakti dan di tempat mana para imam mempersembahkan kurban bakaran. Tetapi, sejak kematian Kristus sebagai kurban penebusan dosa manusia yang sempurna, umat Tuhan bisa menghampiri tahtaNya secara langsung dan bisa mempunyai hubungan yang erat dengan Dia. Itu dimungkinkan karena tubuh orang yang percaya sudah menjadi bait Roh Kudus. Roh Kudus yang sudah dianugerahkan kepada setiap orang percaya, tinggal dalam hidup mereka.
Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah, dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri? 1 Korintus 6: 19
Walaupun demikian, kesadaran bahwa hidup mereka adalah bait Roh Kudus seringkali dilupakan banyak orang Kristen. Mereka lupa bahwa karena darah Kristus, hidup mereka sepenuhnya menjadi milik Kristus. Karena kita sudah dibeli dengan harga termahal, hidup kita bukan milik kita sendiri.
Tuhan tinggal dalam diri setiap orang percaya dan karena itu kita boleh yakin bahwa kita bisa bersekutu denganNya setiap hari, setiap saat dan dimana saja. Kita bisa menemukan ketenteraman dalam Tuhan jika kita selalu sadar bahwa Roh Kudus selalu siap untuk menolong kita dengan menjadi matahari kehidupan dan perisai yang melindungi kita dari serangan iblis.
Memang dalam hidup ini kita dihadapkan kepada dua pilihan. Kita bisa berjalan dalam kebenaran dan terus menerus memuji Tuhan yang ada dalam hati kita dan meyakini kasihNya yang selalu hadir baik dalam suka maupun duka. Sebaliknya, kita juga bisa memilih untuk menjalani hidup ini menurut apa yang kita sukai, dan dengan demikian mendukakan Roh Kudus sehingga kita tidak dapat merasakan kehadiran Tuhan dan kasihNya. Manakah yang kita pilih?
Dan janganlah kamu mendukakan Roh Kudus Allah, yang telah memeteraikan kamu menjelang hari penyelamatan. Efesus 4: 30


Baru-baru ini saya mendapat kiriman sebuah video tentang seorang yang dikabarkan sudah bangkit dari kematian setelah dua tahun dikubur. Video yang ditampilkan memperlihatkan seorang pria yang kurus kering dan pada kulitnya terlihat luka-luka. Dalam ulasan berbahasa Indonesia, dikatakan bahwa orang ini sudah melihat mereka yang disiksa di neraka. Video dan ulasannya agaknya ditampilkan sebagai usaha penginjilan. Sayang sekali semua itu hanyalah kabar bohong saja.
Pagi ini saya membaca bahwa di daerah tertentu di dunia ini masih banyak anak-anak perempuan yang mengalami mutilasi genitalia atau female genital mutilation (FGM) yang sering juga disebut “sunat perempuan”. Pemotongan sebagian alat kelamin wanita ini sudah dilarang di banyak negara, dan di Australia pelakunya bisa dikenakan hukuman penjara sampai 14 tahun. Pasalnya, mutilasi alat kelamin itu bisa menyebabkan berbagai masalah kesehatan baik badani maupun kejiwaan kepada wanita yang mengalaminya. Sebaliknya, sebagian orang yang berusaha mempertahankan kebiasaan itu menyatakan bahwa mutilasi itu perlu untuk menjaga kemurnian badani dan rohani kaum wanita, terutama untuk bisa meredam nafsu seksuil mereka. Mereka yang sudah disunat tidak akan bisa sepenuhnya merasakan kenikmatan seks dan dengan demikian akan mempunyai pikiran yang jernih, begitu salah satu alasan yang banyak dikemukakan para pendukung FGM yang sebagian mengaku Kristen.
Pada waktu saya mendarat di Melbourne pada bulan Juni tahun 1983, sangatlah sedikit pengertian saya tentang sejarah dan demografi Australia. Sselang beberapa bulan setelah itu, saya mulai menyadari bahwa Australia mempunyai penduduk dengan latar belakang etnis yang berbeda-beda. Belanda adalah bangsa asing yang pertama kali datang ke Australia, tetapi Inggris kemudian memutuskan untuk membuat Australia sebagai bagian negaranya pada tahun 1700an. Karena itu, sampai akhir tahun 1800an, sebagian besar orang yang dilahirkan di Australia adalah keturunan Inggris. Setelah perang dunia kedua, Australia membuka kesempatan bagi para pengungsi dari Eropa untuk menetap, tetapi banyak orang dari Asia juga ikut datang. Dari tahun 1945 sampai 1960, ada 1,6 juta pendatang baru yang menetap di Australia.
Tahukah anda apa yang dimaksudkan dengan istilah Tough Mudder? Tough Mudder adalah lomba lari halang rintang sepanjang 16-20 km. Para peserta Tough Mudder dituntut bekerja sama dalam timnya untuk melewati rintangan yang dirancang untuk menguji fisik dan mental. Tough Mudder berbeda dari kompetisi lari lainnya karena tujuan utama lomba ini adalah meningkatkan rasa kerja sama antara para peserta. Dalam perlombaan ini terdapat 20 hingga 25 halangan seperti pagar, tanah berlumpur dan lainnya yang harus dilewati para peserta. Untuk bisa menyelesaikan lomba, para peserta harus mengutamakan kesatuan tim sambil belajar mengatasi rasa takut. Turnamen Tough Mudder hadir untuk pertama kali di Indonesia pada tahun 2016 di Jimbaran, Bali,.
Bagi saya yang sudah lebih dari 35 tahun hidup di luar negeri, bahasa Indonesia tidak lagi merupakan satu bahasa yang mudah dipakai. Banyaknya kata-kata dan ejaan baru sering membuat saya bingung untuk memakainya. Tambahan pula, dengan adanya berbagai kata gaul yang sekarang banyak dipakai anak muda, memaksa saya untuk lebih berhati-hati dalam memilih kata. Salah satu kata yang sudah lama ada tetapi jarang saya pakai adalah kata ganjaran. Menurut kamus besar bahasa Indonesia, ganjaran bisa berarti hukuman tetapi bisa juga berarti hadiah. Bagaimana satu kata bisa mempunyai dua arti yang saling bertentangan? Tentunya kata ini harus diartikan menurut konteksnya.
Kemarin malam saya menonton TV Netflix yang menampilkan kuliner rakyat (jajan pasar atau street food) dari berbagai negara. Berbeda dengan acara semacamnya, acara itu menggaris-bawahi peranan manusia yang membuat/menjual makanan dan bukan makanan yang dijual mereka. Salah satu penjual makanan yang ditampilkan adalah seorang ibu yang sudah berumur 100 tahun dari Indonesia, Mbah Lindu, yang menjual nasi gudeg selama 86 tahun dan dengan penghasilannya bisa menyokong beberapa anggota keluarganya.