“Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri.” Efesus 3: 8 – 9
Dari mana datangnya rasa cinta? Dari mata turun ke hati. Begitu bunyi sebuah pantun Melayu. Ada orang-orang yang percaya akan hal ini, terutama mereka yang jatuh cinta pada pandangan pertama. Tetapi, banyak orang yang sekarang tidak setuju. Mereka berpendapat bahwa cinta datang dari otak. Dengan memikirkan fakta-fakta, orang mengambil keputusan untuk mencintai atau tidak.
Dari mana datangnya rasa cinta dan iman kepada Tuhan? Dari mata juga? Atau dari otak kita? Murid-murid Yesus dan pengikut lainnya memang bisa melihat bagaimana Ia mengajar, membuat berbagai mujizat, dan mati di kayu salib. Tetapi kita sekarang hanya bisa membayangkan saja karena tidak bisa melihat dengan mata kepala. Kita mungkin bisa memikirkan kebesaran Tuhan dengan melihat berbagai ciptaanNya. Tetapi orang-orang pandai yang juga melihat hal-hal itu belum tentu bisa percaya.
Ada orang-orang yang merasakan kehadiran Tuhan pada saat mereka mengalami bencana, tetapi ada juga yang tidak mau percaya kepada Tuhan karena mereka tidak melihat adanya pertolongan Tuhan. Ada orang yang bersyukur dan beriman kepada Tuhan dalam kebahagiaan hidupnya, tetapi ada juga yang merasa bahwa segalanya ada karena usahanya sendiri.
Memang jika manusia percaya adanya Tuhan sekalipun tidak melihat, itu adalah sesuatu yang ajaib. Banyak orang yang menyelidiki mengapa orang bisa percaya kepada hal-hal spiritual, dan kemudian mengajukan beberapa teori. Manusia membutuhkan adanya sesuatu yang mahakuasa dalam ketidakberdayaan mereka dan menciptakan “Tuhan” dalam pikiran mereka, begitu sebagian berspekulasi.
Bagi umat Kristen, iman adalah jelas diluar jangkauan manusia. Iman tidak diciptakan manusia atau timbul karena usaha manusia. Tuhan yang mahabesar dan yang mengirimkan AnakNya yang tunggal ke dunia, tidak bisa dijangkau oleh pikiran manusia jika tanpa bimbingan Roh Kudus. Karena itu, bagi mereka yang bukan Kristen hal ini adalah sesuatu yang tidak masuk akal.
“Tetapi manusia duniawi tidak menerima apa yang berasal dari Roh Allah, karena hal itu baginya adalah suatu kebodohan; dan ia tidak dapat memahaminya, sebab hal itu hanya dapat dinilai secara rohani.” 1 Korintus 2: 14
Bagaimana Tuhan yang mahakasih bisa membiarkan adanya malapetaka di dunia? Pertanyaan ini juga sering membuat manusia mengingkari adanya Tuhan yang mahakuasa dan mahakasih. Mereka tidak menyadari bahwa dunia ini bukanlah surga, dan Tuhan selalu mempunyai rencana di balik semua peristiwa.
Jadi bagaimana kita bisa percaya adanya Tuhan dan beriman kepada Tuhan yang benar? Yesus berkata bahwa mereka yang percaya kepadaNya sekalipun tidak melihat Dia adalah orang-orang yang berbahagia (Yohanes 20: 29). Mereka yang sudah dibimbing Roh Kudus yang membuka hati mereka untuk mengaku bahwa mereka adalah orang berdosa, memperoleh iman bahwa mereka hanya bisa diselamatkan oleh darah Kristus. Mereka adalah orang-orang yang terpilih, bukan orang-orang yang memilih Tuhan.
Tuhan bekerja dalam segala aspek kehidupan seluruh umat manusia. AjakanNya kepada setiap orang, untuk menjawab panggilan keselamatanNya, selalu disertai dengan kasih karunia yang cukup untuk menumbuhkan iman. Hanya Tuhan yang bisa memberi iman dan hanya Dia yang bisa mempertahankan dan menumbuhkannya.
Kehidupan ini bisa terasa sangat berat, dan iman kita terasa kecil. Tetapi jika kita ingat bahwa iman bukan karena usaha kita sendiri, satu-satunya yang bisa kita minta dalam doa adalah agar Tuhan membuka hati kita untuk bisa tetap merasakan kasihNya dalam perjuangan hidup kita, dan untuk menambahkan iman kita dalam menghadapi masa depan.
Lalu kata rasul-rasul itu kepada Tuhan: “Tambahkanlah iman kami!” Lukas 17 : 5
Membaca surat kabar dan media baik yang berasal dari Indonesia maupun dari luar negeri, kita tidak dapat tidak merasa sangat sedih. Betapa tidak? Gempa bumi yang menghacurkan kota Palu dan Donggala beserta daerah disekitarnya sungguh besar akibatnya pada infrastruktur dan kehidupan penduduk setempat.
Pernahkah anda berbohong? Pertanyaan itu jika diajukan kepada semua orang di dunia, pastilah dijawab dengan “ya”. Mungkin bukan bohong besar; tetapi bohong kecil pun adalah bohong. Mungkin jika kebohongan itu dianggap tidak berbahaya, orang menganggap white lies itu biasa dan dapat diterima. Malahan, di zaman ini banyak tokoh dan pimpinan negara yang kelihatannya ahli dalam hal membohongi rakyat.
Beberapa tahun yang lalu, seorang sanak saya mengalami kecelakaan. Ketika ia mengendarai mobilnya disepanjang motorway, sebuah truk tiba-tiba memotong jalan dan menghantam mobilnya. Mobil kecil itu terhempas ke tengah jalur pemisah jalan, terguling dua kali sebelum tergeletak di tengah rerumputan. Banyak yang menduga bahwa mobil yang ringsek itu tentunya membuat penumpangnya luka berat. Tetapi heran, sanak saya keluar dari mobil itu tanpa luka sedikitpun.
Gempa bumi yang terjadi di Indonesia secara berturut-turut baru-baru ini, membuat semua orang di dunia ikut prihatin. Salah satu pertanyaan rumit yang sering muncul jika ada hal-hal semacam ini adalah mengapa itu harus terjadi jika Tuhan itu ada.
Dalam kehidupan sehari-hari, hubungan antar manusia dalam hal keuangan selalu bisa dilihat. Jual-beli di pasar, transaksi bank ataupun kegiatan perdagangan selalu membutuhkan mata uang. Bagaimana pula dengan hal pinjam-meminjam? Bolehkah orang Kristen berhutang uang?
Di dunia ini ada berbagai manusia dan sifatnya. Ada orang yang sabar, tetapi ada juga yang mudah naik darah. Ada yang rendah hati, ada juga yang sombong. Tidak ada manusia yang sama, dan mungkin saja latar belakang, pendidikan, dan status mereka mempengaruhi tingkah laku dan kebiasaan mereka. Walaupun demikian, segala sifat, sikap dan tingkah laku yang bisa dilihat juga dipengaruhi oleh keadaan disekitarnya. Manusia bisa menempatkan dirinya untuk menyesuaikan diri dengan keadaan disekitarnya, dan dengan siapa ia berkomunikasi. Manusia yang bijak, selalu tahu diri dan mawas diri.
Apabila Tuhan adalah satu-satunya yang anda punyai, Tuhan adalah satu-satunya yang anda butuhkan. If God is all you have, you have all you need. Begitulah bunyi sebuah ungkapan yang cukup terkenal. Ungkapan ini rupanya berdasarkan ayat diatas.