“Berbahagialah orang, yang menaruh kepercayaannya pada TUHAN, yang tidak berpaling kepada orang-orang yang angkuh, atau kepada orang-orang yang telah menyimpang kepada kebohongan!” Mazmur 40: 4
Mereka yang senang menonton drama atau pernah ikut main drama tentu tahu bagaimana seorang aktor bisa tiba-tiba menampakkan diri, mengeluarkan suara, atau membuat gerakan yang menarik perhatian penonton sehingga perhatian yang sebelumnya diberikan penonton kepada aktor lain teralihkan. Aksi drama yang mengundang perhatian ini dalam bahasa Inggrisnya dinamakan “upstaging“. Jika istilah upstaging dalam drama adalah disengaja untuk membuat drama itu makin menarik, diluar dunia drama istilah itu mungkin mempunyai konotasi yang kurang baik karena bisa diartikan sebagai “merebut pengaruh” , “mengungguli” atau “menutupi kebaikan orang lain”.
Dalam kehidupan gerejani, dari mulanya soal saling berebut pengaruh dan nama sudah ada. Mereka yang mengaku dari golongan Apolos bertengkar dengan mereka yang mengikut Paulus (1 Korintus 3: 3 – 4). Tiap golongan mungkin merasa lebih baik dari yang lain, dan mungkin mempunyai rasa iri hati terhadap yang lain. Dalam hal ini, Paulus mengingatkan bahwa jika ia yang menanam firman Tuhan, dan Apolos yang menyiram, Allahlah yang memberi pertumbuhan iman. Sudah tentu Allahlah yang terpenting dan patut disembah, karena Paulus dan Apolos hanyalah pelayan-pelayan Allah.
Bagaimana pula dengan keadaan gereja Tuhan di zaman ini? Perebutan pengaruh jelas masih ada antar gereja, antar pimpinan dan antar pengurus gereja. Tetapi yang lebih mencolok adalah adanya gereja dan pemimpin gereja yang ingin sekali membuat kelompok atau diri sendiri agar menonjol dan dikenal masyarakat. Mereka itu sering berusaha untuk menarik orang datang ke gereja mereka, bukan karena faktor Yesus, tetapi karena faktor manusia saja.
Ada banyak gereja yang seolah mengajak jemaat untuk merasa bangga atas segala kemegahan gedung dan kegiatan sosial yang ada. Juga ada banyak pendeta yang seolah membiarkan jemaat untuk memuja mereka karena penampilan, pengetahuan dan kata-kata bijak yang menimbulkan kekaguman. Mereka sudah menjadi selebriti, orang-orang yang terkenal karena penampilannya.
Memang apa yang terlihat megah dan indah bisa membawa kebaikan. Tetapi itu hanya bisa dibenarkan kalau membawa kemuliaan kepada Tuhan yang maha kuasa. Apapun yang baik, tetapi yang tidak kita lakukan untuk memuliakan nama Yesus, bisa digolongkan pada tindakan yang mencoba untuk merebut pengaruh dan kemuliaan Tuhan. Setiap kali nama manusia ditonjolkan diatas nama Tuhan, setiap kali pula keangkuhan dan kebohongan manusia diperlihatkan.
Pagi ini kita harus ingat bahwa Tuhan kita adalah Allah yang cemburu, yang tidak dapat menerima adanya ilah lain dihadapanNya. Adalah mudah bagi manusia untuk membuat kebodohan yang akan membawa murka Tuhan, seperti kesombongan atas kemampuan diri sendiri, kekaguman atas kehebatan orang-orang yang sombong, atau kepercayaan kepada orang-orang yang hidup dalam kebohongan. Oleh karena itu, marilah kita selalu berhati-hati untuk memusatkan iman kita kepada Yesus dan bukan kepada sesuatu yang bisa menutupi kebesaranNya!
“Semoga Allah, yang adalah sumber ketekunan dan penghiburan, mengaruniakan kerukunan kepada kamu, sesuai dengan kehendak Kristus Yesus, sehingga dengan satu hati dan satu suara kamu memuliakan Allah dan Bapa Tuhan kita, Yesus Kristus.” Roma 15: 5 – 6
Jika anda sempat mengujungi tempat-tempat di pinggiran kota di Australia, anda mungkin bisa menjumpai adanya beberapa stand Tarot reader. Toko kecil yang menyediakan pembacaan kartu Tarot semacam ini biasanya juga menyediakan pelayanan penyembuhan penyakit secara mistis. Mirip praktek dukun di Indonesia.
Acara pernikahan Prince Harry dengan aktris Meghan Markle akhir minggu kemarin diikuti oleh jutaan pemirsa TV di seluruh dunia. Mereka yang menonton acara itu banyak yang terbuai dengan kenyataan bahwa seorang wanita yang tergolong rakyat biasa di Amerika bisa menikah dengan seorang pangeran dari istana kerajaan Inggris. Kejadian ini seolah menjadi cerita Cinderella modern, atau setidaknya menjadi kisah cinta yang paling menarik di abad ini. Karena itu, ada orang-orang yang memakainya sebagai motivasi agar tidak mudah berputus asa dalam hidup, sebab tidak ada orang yang tahu tentang “nasib baik” dan “keberuntungan” yang sedang menunggu mereka di masa mendatang.
Suatu ketika, murid-murid Yesus mendengar perintahNya untuk selalu mau untuk mengampuni kesalahan orang lain (Lukas 17: 4). Kelihatannya hal itu dirasakan mereka sebagai sesuatu yang terlalu sulit untuk dilakukan. Karena itu, mereka meminta agar Yesus memberikan tambahan iman. Permintaan yang sepertinya baik. Tetapi apa jawab Yesus?
Hari ini adalah hari dimana banyak orang Kristen pergi ke gereja. Ada banyak gereja di Australia, dan salah satu gereja yang bersejarah adalah gereja Saint Nicholas yang berada di Western Australia. Dibangun pada tahun 1840 oleh James Narroway sebagai gubuk dimana ia hidup dengan isterinya, Sarah, bangunan dari kayu jarrah yang berukuran 3,8 x 6,7 meter ini mulai dipakai sebagai gereja kaum pendatang sejak tahun 1848.
Sebagai orang Kristen, tentu kita percaya bahwa doa adalah suatu yang sangat penting dalam hidup kita, karena doa adalah sebuah komunikasi dengan Tuhan Sang Pencipta. Doa orang yang benar memang didengar Tuhan dan karena itu besar kuasanya. (Amsal 25: 29).
Dunia ini selalu penuh dengan hal-hal yang membuat orang kuatir, was-was atau ketakutan. Memang ada orang yang senang pergi ke tempat yang berbahaya, melakukan hal-hal yang membuat hati berdebar-debar, atau melakukan sesuatu tindakan yang mempunyai resiko besar. Mereka yang tergolong “thrill-seeker“, memang sengaja mencari kesempatan untuk menantang bahaya untuk memuaskan diri sendiri. Tetapi, tidak ada seorangpun yang menyukai sesuatu yang bisa membawa kecelakaan atau bencana yang diluar kontrol. Hanya orang yang bodoh atau gila yang sengaja mencari bencana untuk diri sendiri atau orang lain.
Alkisah Adam dan Hawa mempunyai dua orang anak, Kain dan Habel. Sebagai petani, Kain mempersembahkan sebagian dari hasil tanahnya kepada Allah sebagai korban persembahan. Tetapi Habel yang penggembala kambing dan domba, mempersembahkan korban terbaik dari anak sulung kambing dombanya. Karena ketulusan Habel, Allah mengindahkan korban persembahannya, tetapi Kain dan korban persembahannya diabaikanNya. Karena iri hati, Kain kemudian menjadi sangat marah, dan ia akhirnya membunuh Habel.