Siapakah dapat berkata: “Aku telah membersihkan hatiku, aku tahir dari pada dosaku?” Amsal 20: 9
Bagi orang yang ingin memelihara kesehatannya, kunjungan ke dokter untuk full check-up adalah perlu, setidaknya setahun sekali. Jika pemeriksaan dokter menunjukkan adanya gejala penyakit tertentu, dokter biasanya akan melanjutkan pemeriksaan rutin itu dengan pemeriksaan khusus dan pengobatan sampai penyakit yang ada bisa disembuhkan atau diatasi.
Dalam kenyataannya, tidak semua orang mau pergi ke dokter secara rutin setiap tahun. Memang ada orang yang tidak atau kurang mampu untuk membayar biayanya; tetapi, sekalipun itu ditanggung asuransi, tetap saja ada orang-orang yang tidak mau ke dokter secara teratur. Mungkin mereka merasa sehat, atau mungkin merasa sudah betul-betul sembuh dari penyakit yang dialami sebelumnya. Mereka mungkin berpikir bahwa jika tidak ada tanda-tanda sakit, tubuh mereka sudah tentu sehat.
Tuhan Yesus datang ke dunia ini untuk menyelamatkan orang yang percaya kepadaNya. Mereka yang tua ataupun muda, pria maupun wanita, kaya ataupun miskin, semuanya adalah orang-orang berdosa yang seperti orang sakit, membutuhkan tabib yang bisa menyembuhkan mereka.
Yesus mendengarnya dan berkata: “Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit.” Matius 9: 12
Sayang sekali, tidak semua orang merasa bahwa ada sesuatu yang tidak benar dalam hidup mereka. Banyak orang yang merasa bahwa mereka mempunyai hidup yang baik, tidak pernah berurusan dengan hukum atau jikapun ada hal-hal yang kurang baik yang mereka lakukan, tidak ada seorang pun yang tahu akan hal itu. Dalam perumpamaan orang Farisi dan pemungut cukai, orang Farisi melambangkan orang yang sakit tetapi merasa sehat. Dalam banyak hal, jika kita tidak berhati-hati, hidup kita bisa menyerupai hidup orang Farisi itu.
“Orang Farisi itu berdiri dan berdoa dalam hatinya begini: Ya Allah, aku mengucap syukur kepada-Mu, karena aku tidak sama seperti semua orang lain, bukan perampok, bukan orang lalim, bukan pezinah dan bukan juga seperti pemungut cukai ini; aku berpuasa dua kali seminggu, aku memberikan sepersepuluh dari segala penghasilanku.” Lukas 18: 11 – 12
Barangkali sebagai orang Kristen kita rajin ke gereja. Tetapi jika hidup kita di luar gereja tidak sejalan dengan firman Tuhan, kita mungkin masih tergolong orang yang sakit berat. Memang ada banyak orang Kristen yang merasa yakin bahwa karena mereka mengaku Kristen, sudah tentu hidup mereka berkenan kepada Tuhan. Tetapi, ayat pembukaan kita mempertanyakan keyakinan kita: Siapakah dapat berkata bahwa ia telah membersihkan hatinya, dan yakin bahwa ia bersih dari dosanya?
Alkitab menyebutkan bahwa semua orang dalam pandangan Tuhan adalah orang berdosa, seperti orang-orang yang sakit yang memerlukan perawatan dokter.
“Semua orang telah menyeleweng, mereka semua tidak berguna, tidak ada yang berbuat baik, seorangpun tidak.” Roma 3: 12
Setiap orang dengan demikian membutuhkan kesembuhan rohani melalui penebusan darah Kristus dan pemeliharaanNya setiap hari. Mereka yang sudah merasa pernah menerima Yesus dan kemudian dengan sengaja melupakanNya dalam hidup sehari-harinya, tidaklah berbeda dengan orang yang sudah merasa sehat untuk selamanya setelah menemui seorang dokter.
Pagi hari ini, jika kita mempersiapkan diri kita untuk ke gereja, biarlah kita mau meneliti hidup kita. Sudahkah kita hidup sebagai orang-orang yang pernah menerima kesembuhan dari penyakit dosa dalam hidup lama kita dan kini memiliki hidup baru bersama Kristus setiap hari?
Istilah “plin-plan” sudah lama dipakai di Indonesia, terutama untuk menggambarkan sifat seorang pemimpin yang kurang tegas dan sering berubah-ubah menurut situasi dan kondisi. Pemimpin yang sedemikian tentunya bukan pemimpin yang tegas dan bijaksana, karena keputusan yang dibuatnya sering dipengaruhi orang-orang yang disekitarnya. Oleh karena itu, mereka yang bekerja dibawah pimpinannya sering bingung dalam melaksanakan tugas mereka karena standar pemimpin yang berubah-ubah sesuai dengan arus angin. Apalagi, jika pemimpin itu tidak benar-benar kuat kedudukannya, ia mungkin juga harus sering mengubah keputusannya untuk menghindari komentar negatif dari bawahannya.
Pernahkah anda menonton pertunjukan sulap yang benar-benar hebat? Memang ada banyak orang yang mampu memukau penonton dengan berbagai trik sulap yang luar biasa. Mereka adalah pesulap professional yang mencari uang dengan melakukan show di gedung pertunjukan, TV dan media. Semua orang yang menonton tahu bahwa mereka hanya melakukan tipuan mata, tetapi mengagumi bagaimana mereka bisa membuat apa yang tidak mungkin atau sulit terjadi, menjadi suatu yang nampaknya mudah dilakukan.
Matematika adalah salah satu ilmu pengetahuan yang penting, tetapi seringkali membuat sebagian murid kurang menyukainya. Itu mungkin disebabkan oleh ciri ilmu itu yang memang membutuhkan banyak pemikiran dan latihan untuk dapat menggunakannya dengan baik. Teringat saya pada waktu taman kanak-kanak, guru saya mulai mengajarkan teknik hitung-menghitung, dimulai dengan apa yang sangat sederhana, seperti 1+ 1 = 2. Dengan bertambahnya umur, saya menjadi semakin mampu mengerjakan soal matematika yang jauh lebih rumit, sehingga saya bisa memahami bahwa 1 ditambah 1 belum tentu menjadi 2 karena semua itu tergantung konteks aplikasinya.
Pagi ini saya membaca di media bahwa sebuah negara di Afrika mengalami kesulitan ekonomi yang besar sehingga rakyatnya resah. Selain sulitnya hidup karena 90 persen penduduknya tidak mempunyai pekerjaan, harga bensin sekarang mencapai Rp. 45 ribu seliter – harga bensin termahal sedunia. Memang rakyat negara ini sudah lama menderita, dan sekalipun orang-orang yang dulunya memerintah dengan tangan besi dan menghancurkan ekonomi sudah lenyap, mereka yang menggantikan belum bisa memperbaiki negara.
Kemarin, seorang sanak saya membeli sebuah cindera mata dari sebuah toko di Sydney. Penjual barang kemudian memberinya sebuah kupon seharga $14 yang bisa digunakan untuk membeli barang di toko lain. Apa yang mengecewakan adalah kenyataan bahwa kupon itu hanyalah tipuan saja, karena barang apapun yang ada di toko itu tidak ada yang lebih murah dari $34. Kelihatannya apa yang diberikan secara cuma-cuma bukanlah barang yang berharga.
Yakinkah anda akan masuk ke surga? Pertanyaan itu sering muncul di lubuk hati banyak orang, termasuk orang Kristen.
Dalam perjalanan di New Zealand saya mengunjungi beberapa toko yang menjual cindera mata atau souvenir. Diantara apa yang populer diantara para turis adalah madu Manuka yang dikatakan mengandung berbagai khasiat untuk kesehatan. Dengan harga yang cukup mahal, mereka yang mau membelinya tentunya tidak akan menyia-nyiakannya. Kebanyakan mereka membawa madu itu pulang ke negara masing-masing seperti layaknya barang berharga.
Satu hal yang saya sukai ketika mendapat kesempatan untuk mengunjungi negara lain adalah mencoba makanan setempat. Banyak makanan yang dulunya tidak saya kenal, kemudian menjadi makanan favorit saya. Memang kata orang tidak ada yang lebih menyenangkan daripada mengagumi pemandangan sambil menikmati makanan yang enak. Tetapi, ada juga yang berpendapat bahwa jika hati kita senang, makanan yang kurang enak pun terasa enak. Kebahagiaan tidak harus bergantung pada kenyamanan hidup.
Makanan itu sesuatu yang sangat penting di dunia. Anda setuju? Tentunya semua orang setuju, karena tanpa makan, orang tidak dapat hidup. Bukan saja manusia, tetapi semua makhluk di dunia ini perlu makan. Walaupun demikian, manusia sebagai makhluk yang berbudi-daya, tidaklah puas dengan makanan yang sama setiap hari. Bahkan, manusia tentunya mempunyai diet yang bervariasi untuk memenuhi kebutuhan dan kesehatan tubuhnya. Semboyan kuno yang berbunyi “empat sehat lima sempurna” barangkali bisa mengingatkan kita akan hal ini.