“Hidup dan kasih setia Kaukaruniakan kepadaku, dan pemeliharaan-Mu menjaga nyawaku.” Ayub 10: 12
Beberapa tahun yang lalu, seorang sanak saya mengalami kecelakaan. Ketika ia mengendarai mobilnya disepanjang motorway, sebuah truk tiba-tiba memotong jalan dan menghantam mobilnya. Mobil kecil itu terhempas ke tengah jalur pemisah jalan, terguling dua kali sebelum tergeletak di tengah rerumputan. Banyak yang menduga bahwa mobil yang ringsek itu tentunya membuat penumpangnya luka berat. Tetapi heran, sanak saya keluar dari mobil itu tanpa luka sedikitpun.
Mujizat tidak terjadi setiap hari, tetapi kejadian seperti diatas jelas adalah ajaib. Hal yang supranatural. Bila satu hal yang semestinya terjadi, kemudian tidak terjadi, itu adalah keajaiban. Demikian pula dengan sesuatu yang seharusnya tidak terjadi, tetapi kemudian terjadi diluar dugaan; itu juga suatu yang ajaib. Bila orang yang tidak percaya akan adanya Tuhan akan menghubungkan hal-hal diatas dengan “nasib”, orang percaya mengatakan itu adalah kehendak Tuhan; yang jika membawa kebaikan, akan disebut sebagai mujizat.
Tuhan memang memelihara seisi semesta alam ini sehingga semuanya berjalan secara teratur menurut hukum yang berkaitan. Jika Tuhan tidak menciptakan berbagai sistim dan hukum alam, pastilah dunia dan segala isinya akan kacau balau. Kenyataan bahwa Tuhan menciptakan segala sesuatu dengan “aturan main” tertentu, menunjukkan bahwa Tuhan memberikan pemeliharaan kepada semua yang ada di jagad raya. Itu adalah pemeliharaan atau providensia Tuhan yang umum (general providence).
Banyak orang yang merasa jika hidupnya berjalan seperti biasa, Tuhan tidak menunjukkan keajaibanNya. Tetapi, bagi umat Kristen, matahari yang terbit setiap pagi dan udara yang segar adalah dimungkinkan karena pemeliharaanNya, seperti yang ditulis dalam kitab Kejadian.
Tuhan yang mahakuasa adalah yang menciptakan hukum fisika, hukum kimia, hukum astrofisika dan sebagainya. Tetapi, sebagai Tuhan, Ia tidak harus tunduk kepada hukum ciptaanNya. Ia bisa dan bebas untuk bekerja tanpa menuruti hukum-hukum itu, jika memang perlu. Itulah yang disebut pemeliharaan Tuhan yang khusus. Jika ini terjadi, keajaiban dikatakan terjadi. Keajaiban ada diluar pengertian manusia tentang hukum alam. Walaupun demikian, apa yang dikenal manusia sebagai keajaiban, mungkin saja sesuatu yang tidak atau belum dimengerti manusia. Karena itu ada orang-orang yang tertipu oleh adanya “mujizat” di sekelilingnya.
Memang banyak orang Kristen yang mendambakan datangnya mujizat. Maria ibu Yesus juga begitu ketika mereka menghadiri perjamuan kawin di Kana. Ia mengharapkan Yesus untuk berbuat sesuatu ketika tuan rumah kehabisan anggur. Tetapi Yesus berkata bahwa saatNya belum tiba. Mujizat adalah providensia Tuhan yang khusus, dan itu tidak dapat ditentukan atau dipaksakan oleh kehendak manusia.
Yesus mengubah air menjadi anggur di Kana, dan itu adalah mujizat karena bertentangan dengan akal budi manusia. Mengapa itu terjadi? Seperti halnya pemeliharaan umum, mujizat adalah pemeliharaan yang khusus, yang terjadi untuk kemuliaan Tuhan.
“Hal itu dibuat Yesus di Kana yang di Galilea, sebagai yang pertama dari tanda-tanda-Nya dan dengan itu Ia telah menyatakan kemuliaan-Nya, dan murid-murid-Nya percaya kepada-Nya.” Yohanes 2: 11
Pagi ini kita mungkin membaca koran dan merasa masygul karena adanya peristiwa-peristiwa yang menyedihkan. Mungkin itu sehubungan dengan bencana alam yang memakan banyak korban. Hati kita merasa sedih dan pikiran pun mulai bertanya-tanya: apakah Tuhan itu ada? Keadaan yang kocar-kacir seolah membutuhkan Tuhan untuk melakukan mujizatNya. Dimanakah Engkau Tuhan?
Seperti Ayub yang merasakan bahwa Tuhan seolah menjauhi dia, begitu juga kita mungkin merasa bahwa Tuhan membenci kita di saat malapetaka terjadi. Tetapi Ayub sadar bahwa jika ia masih tetap bisa hidup, itulah juga sebuah mujizat. “Hidup dan kasih setia Kaukaruniakan kepadaku, dan pemeliharaan-Mu menjaga nyawaku”, begitulah ia berpikir. Hidup kita adalah bukti adanya mujizat Tuhan, karena Yesus Kristus sudah mati untuk menebus dosa kita. Yesus adalah cukup bagi kita. Jesus is enough for us. Dengan itu, kita bisa selalu memuliakan Tuhan dan siap berjuang untuk menolong sesama kita yang dalam penderitaan. Kita tidak lagi selalu mendambakan mujizat Tuhan, karena mujizatNya yang luar biasa sudah terjadi pada setiap orang yang percaya kepada Yesus. Mereka yang belum percaya seharusnya bisa melihat mujizat Tuhan melalui hidup kita.
“…namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. ” Galatia 2: 20a

Gempa bumi yang terjadi di Indonesia secara berturut-turut baru-baru ini, membuat semua orang di dunia ikut prihatin. Salah satu pertanyaan rumit yang sering muncul jika ada hal-hal semacam ini adalah mengapa itu harus terjadi jika Tuhan itu ada.
Dalam kehidupan sehari-hari, hubungan antar manusia dalam hal keuangan selalu bisa dilihat. Jual-beli di pasar, transaksi bank ataupun kegiatan perdagangan selalu membutuhkan mata uang. Bagaimana pula dengan hal pinjam-meminjam? Bolehkah orang Kristen berhutang uang?
Di dunia ini ada berbagai manusia dan sifatnya. Ada orang yang sabar, tetapi ada juga yang mudah naik darah. Ada yang rendah hati, ada juga yang sombong. Tidak ada manusia yang sama, dan mungkin saja latar belakang, pendidikan, dan status mereka mempengaruhi tingkah laku dan kebiasaan mereka. Walaupun demikian, segala sifat, sikap dan tingkah laku yang bisa dilihat juga dipengaruhi oleh keadaan disekitarnya. Manusia bisa menempatkan dirinya untuk menyesuaikan diri dengan keadaan disekitarnya, dan dengan siapa ia berkomunikasi. Manusia yang bijak, selalu tahu diri dan mawas diri.
Apabila Tuhan adalah satu-satunya yang anda punyai, Tuhan adalah satu-satunya yang anda butuhkan. If God is all you have, you have all you need. Begitulah bunyi sebuah ungkapan yang cukup terkenal. Ungkapan ini rupanya berdasarkan ayat diatas.
Di Indonesia istilah EGP (Emangnya Gue Peduli) adalah istilah yang sangat populer, yang dipakai untuk menyatakan bahwa orang yang mengucapkannya tidak mau memikirkan hal atau isu yang dibicarakan. Dalam bahasa Inggris, istilah “do I care” juga mengandung arti dan nada yang serupa. Walaupun istilah EGP seringkali ditulis dengan setengah bercanda, jika dipakai untuk mengomentari kesulitan yang dialami seseorang, nadanya terdengar sinis dan egois.
Di zaman ini, jika saya pergi ke shopping centre selalu ada saja produk baru yang kelihatannya menarik perhatian. Dari bungkusnya saja, saya sering bisa menduga berapa harganya. Produk yang harganya mahal pasti punya bungkus atau kotak yang didesain sedemikian rupa, sehingga orang yang melihatnya lebih tertarik untuk membeli.
Tahukah anda bahwa Prince Harry dan Meghan Markle, The Duke and Duchess of Sussex, akan melakukan tour luar negeri pertama ke Australia pada bulan Oktober tahun ini? Persiapan yang dilakukan Australia untuk menyambut kedatangan mereka di Sydney, Dubbo, Melbourne dan Fraser Island sudah dimulai. Mereka yang tinggal ditempat-tempat itu sangat bersemangat untuk memberikan acara welcome yang sebaik-baiknya karena mereka adalah anggota keluarga Ratu Inggris yang juga Ratu Australia.