“Saudara-saudaraku yang kekasih, janganlah percaya akan setiap roh, tetapi ujilah roh-roh itu, apakah mereka berasal dari Allah; sebab banyak nabi-nabi palsu yang telah muncul dan pergi ke seluruh dunia.” 1 Yohanes 4: 1
Baru-baru ini muncul berita viral dalam sosmed bahwa ada kejadian luar biasa yang muncul di suatu daerah. Berbagai komentar disampaikan, dan sebagian orang menghubungkan peristiwa ini dengan suatu pertanda dari Tuhan. Memang, bagi mereka yang kurang memahami gejala alami, kejadian yang langka seperti ini sering dikaitkan dengan hal yang ilahi. Padahal, kejadian yang dinamakan sun dog ini tidak lain adalah refleksi matahari yang dipantulkan sekelompok awan yang mengandung butir-butir es di angkasa.
Dalam hidup manusia di dunia memang ada berbagai kejadian yang tidak atau belum bisa dijelaskan. Bagaimanapun pandainya manusia, selalu ada hal-hal yang membuat mereka mengeleng-gelengkan kepala. Tidak hanya hal-hal yang jasmani, tetapi juga dalam segi rohani orang bisa melihat atau merasakan sesuatu yang luar biasa pada saat-saat tertentu dalam hidupnya. Dalam hal ini, setiap orang tentunya bebas untuk memilih untuk percaya atau tidak bahwa itu benar-benar peristiwa yang luar biasa. Believe it or not.
Dalam ayat diatas, rasul Yohanes menulis bahwa sebagai tanda makin dekatnya akhir zaman, ada banyak orang yang mengaku sebagai utusan Tuhan dan pergi ke seluruh dunia. Mereka seolah membawa pesan atau injil baru kepada dunia dan melakukan berbagai hal yang ajaib. Orang-orang yang terpesona dengan pengajaran yang kelihatannya luar biasa, apalagi jika diiringi mujizat yang lebih besar dari apa yang dilakukan oleh Yesus Kristus, dengan mudah akan percaya bahwa mereka sudah menemukan sesuatu yang benar-benar dari Tuhan.
Manusia sering tidak sadar bahwa apa yang didengar dan dilihat belum tentu benar. Jika iblis menipu manusia, ia bisa memakai berbagai cara dan ilusi. Kita dalam keterbatasan yang ada, mudah tertipu dengan apa yang nampaknya benar, istimewa dan indah. Apalagi, jika kita terbuai dengan keyakinan bahwa ada orang-orang yang diberi kemampuan dan pengertian yang luar biasa, kita kemudian mudah percaya bahwa Tuhanlah yang mengutus mereka.
Pagi ini mungkin kita bisa melihat bahwa ada banyak hal yang terlihat luar biasa yang dilakukan orang-orang di sekitar kita. Ada yang terlihat hebat dalam kepemimpinan mereka. Ada juga yang sepertinya luar biasa dalam hal kebijaksanaan, kedermawanan, dan kesuksesan. Selain itu, ada orang-orang yang mampu memberi motivasi dan nasihat yang membawa semangat baru. Begitu juga ada banyak orang yang bisa berkhotbah dan membawakan firman yang bernada baru dan melakukan berbagai mujizat. Bagaimana kita bisa tahu kalau itu dari Tuhan? Bagaimana kita bisa menghindari jebakan kepalsuan?
Mereka yang benar-benar bisa melakukan pekerjaan Tuhan adalah orang-orang yang sudah diselamatkan melalui pengurbanan Kristus. Setiap manusia yang nampaknya bisa melakukan hal yang hebat dan baik tetapi tidak mempunyai Kristus, ia melakukan hal-hal duniawi untuk dirinya sendiri. Apa yang diperbuatnya bukanlah apa yang dilakukan Kristus melalui dirinya. Sebaliknya, mereka yang sudah dimiliki Roh Kristus, menjadi milik Kristus; dan karena itu, apa yang diperbuat dalam hidupnya, sekalipun nampaknya kecil, adalah dari Kristus dan untuk kemuliaan Kristus. Mereka yang mempunyai Roh Kristus juga akan sadar bahwa Yesus datang ke dunia sebagai manusia dengan segala kesederhanaanNya. Karena itu, orang yang mengaku sebagai pengikut Kristus tetapi filsafat hidupnya berbeda dengan Kristus, bukanlah murid Kristus yang sejati.
“Mereka berasal dari dunia; sebab itu mereka berbicara tentang hal-hal duniawi dan dunia mendengarkan mereka.” 1 Yohanes 4: 5
Ucapan “Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengar” muncul beberapa kali dalam Alkitab Perjanjian Baru. Tuhan Yesus sendiri agaknya sering mengucapkannya untuk mengingatkan pentingnya apa yang diucapkanNya.
Gempa bumi yang terjadi di berbagai tempat baru-baru ini membuat banyak orang kuatir. Sampai saat ini, sains belum bisa memastikan kapan datangnya gempa dan seberapa besarnya. Manusia mungkin bisa menduga kemungkinan terjadinya berbagai malapetaka dengan mengukur dan menganalisa berbagai data, tetapi apa yang akan terjadi biasanya ada diluar jangkauan pengetahuan mereka.
Membaca berita yang muncul di koran atau di TV pada zaman ini mungkin seringkali membuat kita menghela nafas atau menggelengkan kepala. Bagaimana tidak? Apa yang diberitakan biasanya adalah hal-hal yang jelek dan jahat, sedangkan hal-hal yang baik biasanya kurang ditonjolkan. Lebih dari itu, orang-orang yang dimunculkan dalam berita seringkali adalah mereka yang perbuatan, perkataan dan hidupnya kurang bisa ditiru. Sayang, banyak diantara mereka mengaku atau dikenal sebagai orang Kristen.
Pertanyaan diatas adalah pertanyaan yang sebenarnya sukar untuk dijawab. Secara teologi, pertanyaan ini sudah banyak diperdebatkan. Tetapi, untuk hidup sehari-hari, ada baiknya untuk kita renungkan dan simak.
Ingatkah anda akan lagu “Tiada maaf bagimu”? Lagu yang dinyanyikan oleh Broery Marantika ini sangat terkenal dan juga pernah dinyanyikan oleh penyanyi-penyanyi lain, diantaranya Tetty Kadi. Lagu dengan judul yang sama tapi berbeda lirik, belakangan juga muncul dan mencapai ketenaran melalui beberapa penyanyi lain. Agaknya bagi manusia, tidak adanya maaf untuk orang yang sudah menyakiti hati mereka adalah hal yang biasa.
Dari mana datangnya rasa cinta? Dari mata turun ke hati. Begitu bunyi sebuah pantun Melayu. Ada orang-orang yang percaya akan hal ini, terutama mereka yang jatuh cinta pada pandangan pertama. Tetapi, banyak orang yang sekarang tidak setuju. Mereka berpendapat bahwa cinta datang dari otak. Dengan memikirkan fakta-fakta, orang mengambil keputusan untuk mencintai atau tidak.
Membaca surat kabar dan media baik yang berasal dari Indonesia maupun dari luar negeri, kita tidak dapat tidak merasa sangat sedih. Betapa tidak? Gempa bumi yang menghacurkan kota Palu dan Donggala beserta daerah disekitarnya sungguh besar akibatnya pada infrastruktur dan kehidupan penduduk setempat.
Pernahkah anda berbohong? Pertanyaan itu jika diajukan kepada semua orang di dunia, pastilah dijawab dengan “ya”. Mungkin bukan bohong besar; tetapi bohong kecil pun adalah bohong. Mungkin jika kebohongan itu dianggap tidak berbahaya, orang menganggap white lies itu biasa dan dapat diterima. Malahan, di zaman ini banyak tokoh dan pimpinan negara yang kelihatannya ahli dalam hal membohongi rakyat.