“Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia tetapi kehilangan nyawanya? Dan apakah yang dapat diberikannya sebagai ganti nyawanya?” Matius 16: 26
Sampai tahun lalu, setiap tahunnya Australia menerima sekitar 190 ribu migran dari berbagai negara. Sebagian diantara mereka yang datang adalah para pengungsi yang berusaha menyelamatkan diri dari peperangan dan penindasan yang ada dalam negara masing-masing. Berdasarkan alasan kemanusiaan atau humanitarian, orang-orang yang sudah terseleksi itu datang ke Australia untuk menjadi penduduk tetap.
Bagi mereka yang datang ke Australia, menyesuaikan diri dengan bahasa, hukum dan kebiasaan di Australia adalah suatu tantangan. Banyak migran yang meninggalkan sanak saudaranya di negara asal mereka, merasa bahwa untuk bisa hidup bahagia di negara baru ini adalah sesuatu yang sulit dilakukan. Adalah kenyataan bahwa sebagian dari para migran ini tidak dapat beradaptasi dan karena itu terpaksa pulang atau dipulangkan ke tempat asalnya dan kehilangan kesempatan untuk menetap di Australia untuk selamanya.
Sebagai orang Kristen, kita adalah orang-orang yang terpilih untuk diselamatkan karena kasih Kristus. Kita sudah memperoleh izin menetap di surga bukan karena kebaikan atau keistimewaan kita, tetapi karena belas kasihan Tuhan semata. Kita yang dulunya warga dunia, sekarang menjadi warga surga karena Yesus yang datang dari surga sudah menyelamatkan kita.
“Mereka bukan dari dunia, sama seperti Aku bukan dari dunia.” Yohanes 17: 16
Sebagai orang yang sudah dipilih untuk menjadi warga surga, seharusnya kita bisa melupakan apa yang menjadi pusat perhatian dunia. Uang, gelar, kemasyhuran, kenikmatan tubuh dan berbagai hal badani seharusnya tidak dapat memikat kita lagi. Tetapi, seperti kata ungkapan tentang rumput tetangga yang selalu terlihat lebih hijau dibandingkan dengan rumput di halaman sendiri, orang Kristen yang sudah menjadi warga surga, masih sering tertarik untuk mengejar hal-hal duniawi yang nampak gemerlapan, yang dinikmati banyak orang.
Sering terlihat bahwa dalam hidup sehari-hari, sebagian orang yang mengaku Kristen terlihat lebih mirip seperti warga dunia daripada warga surga. Mereka lebih memusatkan perhatian pada usaha mengejar kesuksesan duniawi daripada memuliakan Tuhan. Malahan ada yang sering mengukur dalamnya iman dengan kesuksesan duniawi yang dipunyai. Jelas bahwa sebagian diantara mereka ada yang belum benar-benar mau menjadi warga surga. Selain itu, mereka yang sudah menerima kesempatan untuk hidup baru, tetapi tidak dapat menyesuaikan hidup dengan ajakan firman Tuhan untuk memuliakan Tuhan diatas segalanya, lambat laun tergoda untuk meninggalkan imannya dan kembali menjadi warga dunia. Mereka melupakan Kristus dan menjadi hamba dunia lagi.
Di tahun baru ini, patutlah kita memikirkan kewarganegaraan kita lagi. Yakinkah kita akan keputusan kita untuk mengikut Yesus dan menjadi warga surga? Ataukah kita masih sering tergoda untuk memakai kesempatan guna mencari kepuasan duniawi? Hati kita tidak dapat mendua, karena kita hanya boleh memilih satu saja.
Lalu Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: “Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku.” Matius 16: 25


Hari ini adalah hari terakhir sebelum datangnya tahun baru, hari yang tepat untuk membuat analisa kaleidoskop 2018 dan merenungkan apa yang sudah diperbuat Tuhan dalam hidup kita. Agaknya ayat diatas adalah ayat yang cocok untuk diselami pagi ini. Siapakah yang tidak pernah mendengar atau membaca tulisan pemazmur yang indah itu?
Apa yang akan terjadi di dunia pada tahun 2019? Pertanyaan ini tidak bisa dijawab dengan kepastian, karena tidak ada yang tahu. Jangankan di dunia, apa yang terjadi pada diri kita sendiri pun tidak ada yang bisa menerka. Bagaimana dengan keuangan kita? Sekalipun kita siap untuk bekerja lebih keras dari tahun yang lalu, kita tidak bisa memastikan bahwa hasilnya akan lebih baik. Apalagi ekonomi dunia sekarang ini agaknya sedang sakit. Jika demikian, adakah gunanya kita untuk berbuat baik, bekerja keras dan berhati-hati?
Tidak terasa tahun 2018 sudah hampir berlalu, dan bersamaan dengan itu semua yang sudah terjadi akan menjadi kenangan. Memang dengan lewatnya tahun ini, beberapa harapan yang kita punyai di awal tahun mungkin tinggal harapan dan tidak menjadi kenyataan. Dengan datangnya tahun baru, orang mungkin mempunyai harapan baru, untuk memperoleh apa yang lebih baik dari keadaan yang sekarang.
Hari Natal sudah lewat dan Tahun Baru mendatangi. Bagi banyak orang saat ini adalah liburan akhir tahun. Tetapi, karena kesibukan yang ada, seringkali liburan ini tidak terasa sebagai kesempatan untuk beristirahat. Malahan, sesudah acara-acara selesai dan orang harus kembali bekerja, tubuh dan pikiran menjadi lebih lelah jika dibandingkan dengan keadaan sebelumnya.
Akhir pekan ini adalah weekend sebelum hari Natal. Kemarin adalah hari kerja terakhir bagi para pekerja di Australia, dan banyak diantara mereka yang sekarang pergi menuju ketempat liburan atau kampung halaman mereka untuk menikmati liburan Natal, Christmas holiday. Berada di Brisbane Airport, saya melihat orang tua dan muda yang bersiap untuk terbang, dan kelihatannya mereka semuanya berada dalam suasana gembira. Benarkah begitu?
Apakah Tuhan dalam hal menciptakan seisi alam semesta ini bekerja seperti seorang engineer atau seperti seorang artist? Seperti seorang insinyur yang mendesain dan membangun, atau seperti seorang artis yang menciptakan lukisan atau benda seni? Pertanyaan ini kadang-kadang muncul dan menjadi bahan diskusi, tetapi tentu saja jawabnya tidak akan memuaskan semua orang.
Berapa kali dalam setahun kita harus ke dokter untuk check-up? Tentunya itu tergantung pada keadaan kesehatan kita; ada yang cukup sekali setahun, ada pula yang lebih sering dari itu. Seperti servis mobil yang harus dilakukan secara teratur, begitu juga tubuh kita harus diperiksa pada saat-saat tertentu. Tetapi, kalau mobil mempunyai berbagai alat yang bisa dilihat atau digunakan untuk memastikan kelaikannya, tubuh kita tidak mempunyai hal serupa. Karena itu, peranan perasaan dan kebijaksanaan sangat penting agar kita bisa dan mau memonitor kesehatan kita. Banyak orang yang tidak merasa sakit dan tidak mau pergi ke dokter secara berkala, kaget jika mereka tiba-tiba mengalami sakit yang tidak terduga.