“Karena pemerintah adalah hamba Allah untuk kebaikanmu. Tetapi jika engkau berbuat jahat, takutlah akan dia, karena tidak percuma pemerintah menyandang pedang. Pemerintah adalah hamba Allah untuk membalaskan murka Allah atas mereka yang berbuat jahat.” Roma 13: 4

Pernahkah anda membayangkan apa jadinya jika listrik di kota besar seperti New York padam secara total? Kemungkinan bahwa listrik di seluruh kota itu untuk padam adalah kecil di zaman ini karena adanya genset yang banyak dipakai oleh berbagai gedung dan juga karena kemajuan teknologi. Tetapi, ketika itu benar-benar terjadi pada tahun 1977, kota New York dilanda kekacauan. Penjarahan dan perampokan banyak terjadi, dan kekacauan lalu lintas dan komunikasi menyulitkan para penegak hukum untuk bertindak.
Memang kekacauan dan kejahatan selalu ada dimanapun, terutama di daerah dimana masyarakat hidup dalam kekurangan. Mereka yang senang mengail di air keruh, yang sering menggunakan kesempatan untuk melakukan kejahatan, akan muncul dan mengganggu keamanan masyarakat. Dalam hal ini, adanya penegak hukum tentunya akan membuat situasi bisa dikontrol. Memang, menurut teori kenegaraan, hukum dan penegak hukum adalah perlu untuk melindungi masyarakat.
Bagaimana kata firman Tuhan akan hal hukum negara dalam hidup sehari-hari? Ayat diatas menjelaskan bahwa sebagai orang Kristen kita harus menaati hukum pemerintah dan tunduk kepada pemerintah yang ada untuk mewakili Tuhan di negara kita. Pemerintah ada dengan seizin Tuhan yang mempunyai rancangan untuk seisi bumi. Tunduk kepada pemerintah bukan hanya ketika pemerintah sudah terpilih sesuai dengan apa yang kita harapkan. Berbeda dengan apa yang diajarkan oleh beberapa aliran lain, ajaran Kristen mengatakan bahwa selama ada pemerintah yang sah, orang Kristen harus tunduk dan menuruti semua hukum yang ada. Orang Kristen bukan hanya tunduk kepada pemerintah dan hukum yang cocok dengan keinginan atau harapan pribadi.
“Bayarlah kepada semua orang apa yang harus kamu bayar: pajak kepada orang yang berhak menerima pajak, cukai kepada orang yang berhak menerima cukai; rasa takut kepada orang yang berhak menerima rasa takut dan hormat kepada orang yang berhak menerima hormat.” Roma 13: 7
Adanya pemerintah juga dimaksudkan untuk membawa ketenteraman dalam masyarakat. Tetapi di dunia ini, mereka yang tidak menyukai pemerintah dan hukum yang ada, seringkali menyatakan pendapatnya melalui jalan yang tidak benar dan yang bisa menimbulkan keresahan dalam masyarakat. Berbagai berita palsu dan surat berantai sering muncul dalam media, dan orang Kristen seringkali terpancing untuk ikut-ikutan. Sebagai orang beriman, kita sebenarnya harus sadar bahwaTuhan kita tidak menghendaki kekacauan.
“Sebab Allah tidak menghendaki kekacauan, tetapi damai sejahtera.” 1 Korintus 14: 33
Jika kita harus tunduk kepada pemerintah dan hukum yang ada, apakah itu berarti kita harus berdiam diri saja jika ada penyelewengan dan kekeliruan pemerintah? Tentu saja tidak! Sebagai orang beriman, kita harus menjadi terang dunia. Menjadi contoh kebaikan, kejujuran dan keadilan. Dengan demikian, orang Kristen yang ingin menyatakan pendapat mereka, haruslah melalui jalan yang sesuai dengan firman Tuhan dan tidak melanggar hukum.
Satu hal yang penting untuk diingat adalah karena pemerintah adalah wakil Tuhan di dunia, itu berarti bahwa apa yang dilakukan pemerintah tidak boleh menentang hukum Tuhan. Di Australia, perdebatan sengit masih berlangsung antara kelompok Kristen yang anti aborsi dengan pemerintah yang mengusulkan izin aborsi baru. Dalam hal seperti ini, seperti rasul Petrus umat Kristen memang sudah seharusnya berani menentang kebijaksanaan pemerintah.
“Tetapi Petrus dan rasul-rasul itu menjawab, katanya: “Kita harus lebih taat kepada Allah dari pada kepada manusia.” Kisah Para Rasul 5: 29
Pagi ini, marilah kita renungkan kehidupan kita masing-masing di negara kita. Apakah kita tunduk kepada pemerintah yang sah, yang ada saat ini? Apakah kita bisa menerima kenyataan bahwa pemerintah adalah wakil Tuhan di negara kita? Apakah kita hanya takut kepada hukum manusia dan bukannya kepada hukum Tuhan? Sebagai orang Kristen dan umat Tuhan, kita tetap mempunyai tanggung jawab pribadi kepadaNya.
Ingatkah anda akan lagu “Tiada maaf bagimu”? Lagu yang dinyanyikan oleh Broery Marantika ini sangat terkenal dan juga pernah dinyanyikan oleh penyanyi-penyanyi lain, diantaranya Tetty Kadi. Lagu dengan judul yang sama tapi berbeda lirik, belakangan juga muncul dan mencapai ketenaran melalui beberapa penyanyi lain. Agaknya bagi manusia, tidak adanya maaf untuk orang yang sudah menyakiti hati mereka adalah hal yang biasa.
Dari mana datangnya rasa cinta? Dari mata turun ke hati. Begitu bunyi sebuah pantun Melayu. Ada orang-orang yang percaya akan hal ini, terutama mereka yang jatuh cinta pada pandangan pertama. Tetapi, banyak orang yang sekarang tidak setuju. Mereka berpendapat bahwa cinta datang dari otak. Dengan memikirkan fakta-fakta, orang mengambil keputusan untuk mencintai atau tidak.
Membaca surat kabar dan media baik yang berasal dari Indonesia maupun dari luar negeri, kita tidak dapat tidak merasa sangat sedih. Betapa tidak? Gempa bumi yang menghacurkan kota Palu dan Donggala beserta daerah disekitarnya sungguh besar akibatnya pada infrastruktur dan kehidupan penduduk setempat.
Pernahkah anda berbohong? Pertanyaan itu jika diajukan kepada semua orang di dunia, pastilah dijawab dengan “ya”. Mungkin bukan bohong besar; tetapi bohong kecil pun adalah bohong. Mungkin jika kebohongan itu dianggap tidak berbahaya, orang menganggap white lies itu biasa dan dapat diterima. Malahan, di zaman ini banyak tokoh dan pimpinan negara yang kelihatannya ahli dalam hal membohongi rakyat.
Beberapa tahun yang lalu, seorang sanak saya mengalami kecelakaan. Ketika ia mengendarai mobilnya disepanjang motorway, sebuah truk tiba-tiba memotong jalan dan menghantam mobilnya. Mobil kecil itu terhempas ke tengah jalur pemisah jalan, terguling dua kali sebelum tergeletak di tengah rerumputan. Banyak yang menduga bahwa mobil yang ringsek itu tentunya membuat penumpangnya luka berat. Tetapi heran, sanak saya keluar dari mobil itu tanpa luka sedikitpun.
Gempa bumi yang terjadi di Indonesia secara berturut-turut baru-baru ini, membuat semua orang di dunia ikut prihatin. Salah satu pertanyaan rumit yang sering muncul jika ada hal-hal semacam ini adalah mengapa itu harus terjadi jika Tuhan itu ada.
Dalam kehidupan sehari-hari, hubungan antar manusia dalam hal keuangan selalu bisa dilihat. Jual-beli di pasar, transaksi bank ataupun kegiatan perdagangan selalu membutuhkan mata uang. Bagaimana pula dengan hal pinjam-meminjam? Bolehkah orang Kristen berhutang uang?