“Kebencian menimbulkan pertengkaran, tetapi kasih menutupi segala pelanggaran.” Amsal 10: 12
Dalam lagu Imagine yang sangat terkenal pada tahun 1970an, John Lennon mengumandangkan syair ini:
Imagine there’s no countries
It isn’t hard to do
Nothing to kill or die for
And no religion too
Imagine all the people living life in peace ….
John Lennon membayangkan hidup ini akan enak jika tidak ada negara atau agama karena orang tidak perlu saling membunuh atau berkorban demi negara atau agama. Semua orang akan hidup bahagia dalam kedamaian! Harapan John Lennon ini memang enak dibayangkan, tetapi dalam kenyataannya tidak mungkin terjadi. Berbagai negara dan agama tentunya ada untuk selamanya karena adanya berbagai macam manusia yang hidup di dunia ini. Selama ada perbedaan, selalu ada kesalahfahaman dan ketidakcocokan yang bisa menyebabkan permusuhan dan pertengkaran.
Bagi mereka yang menyenangi lagu itu, syairnya tetap enak untuk diresapi. Sekalipun harapan diatas hanya lamunan, orang boleh saja membayangkannya. Setiap orang tentu ingin berbahagia dan hidup damai. Siapa tahu orang lain bisa terinspirasi untuk hidup berdamai dengan sesamanya?
Kedamaian memang adalah sesuatu yang sukar didapat. Sejak dulu manusia selalu cenderung untuk membenci dan memusuhi orang yang berbeda dengannya. Tidak hanya adanya perbedaan negara, agama atau suku, masalah pribadi juga bisa menimbulkan adanya kebencian dan iri hati yang bisa berlanjut dengan pertengkaran. Kain, misalnya, membunuh saudaranya, Habel, karena ia merasa bahwa Tuhan lebih mengasihi Habel. Saudara-saudara Yusuf juga melakukan hal-hal yang jahat kepada Yusuf sekalipun mereka adalah saudara-saudara kandung. Dengan demikian, agaknya setiap manusia tidak dapat menghindari dari kebencian. Setiap orang dalam hidup ini pasti pernah membenci seseorang atau sekelompok orang dan malahan siap untuk bertengkar dengan orang-orang itu atau mencaci mereka jika ada kesempatan. Kebencian adalah dosa yang sulit dihilangkan.
Orang Kristen tidaklah ada bedanya dengan orang yang lain dalam hal dosa. Semua orang Kristen adalah orang-orang yang mempunyai kelemahan dan dosa. Walaupun demikian, mereka adalah orang-orang yang beruntung karena Tuhan sudah memberi anugerah keselamatan bagi mereka karena iman yang diberikan Tuhan. Mereka adalah orang-orang yang seharusnya hidup dengan rasa syukur kepada Tuhan yang mahakasih. Begitu besar kasih Tuhan yang sudah diwujudkan dengan pengurbanan Yesus di kayu salib, semua pelanggaran yang dilakukan mereka sudah dihapuskan. Dengan demikian, mereka sudah sepantasnya mengasihi Tuhan yang sudah lebih dulu mengasihi mereka. Mereka berubah dari orang yang seharusnya mati dalam dosa, menjadi orang yang sudah memperoleh hidup baru. Hidup baru yang seharusnya memancarkan kasih Tuhan kepada semua orang disekelilingnya.
Ayat diatas menulis bahwa hidup di dunia ini tidaklah sempurna. Berbagai pelanggaran dan hal -hal yang jahat dilakukan setiap manusia, dan rasa benci antar manusia bisa timbul yang menyebabkan permusuhan. Apapun yang diperbuat manusia tidak akan bisa memperbaiki keadaan jika manusia tidak mempunyai rasa kasih. Rasa kasih adalah sesuatu yang bisa menutupi semua hal yang jelek sehingga kebencian bisa dilupakan dan tidak menjadi bahan pertengkaran dan permusuhan. Walaupun demikian, tidak setiap orang mengenal apa kasih itu. Mereka yang belum mengenal Kristus tidaklah dapat membayangkan betapa besar karunia Tuhan yang sudah diberikan kepada setiap orang yang percaya. Dengan demikian, sekalipun mereka berusaha keras untuk menghilangkan kebencian, apa yang ada dalam hidup mereka tidaklah cukup untuk menghilangkan rasa benci kepada orang lain.
Pagi ini, ayat diatas mengingatkan kita yang sudah percaya kepada Kristus untuk mengingat-ingat kasih Tuhan. Jika kita tidak lupa bahwa Tuhan sedemikian kasih kepada kita sehingga kita ditebusNya dengan darah Kristus, pastilah kita merasa terpanggil untuk bisa mengasihi orang lain sekalipun mereka berbeda dengan kita. Dengan usaha kita sendiri, tidaklah mungkin bagi kita untuk menghilangkan rasa tidak suka atau rasa benci kita, terutama kepada mereka yang sudah menyulitkan hidup kita. Hanya dengan berbekal kasih dari Tuhan sajalah kita bisa mengampuni orang-orang itu dan bisa menyalurkan kasih kita kepada mereka untuk mencapai kedamaian dalam masyarakat.
Siapakah yang berani marah kepada Tuhan semesta alam? Tentunya jika orang benar-benar percaya kepada Tuhan yang mahabesar dan mahakuasa, mereka tidak akan berani menentang atau marah kepadaNya. Walaupun begitu, ada beberapa hal yang mungkin bisa menarik perhatian kita jika ada orang yang marah kepada Tuhan.
Bacaan: Roma 12: 17 – 21
Ada berapa bangsa di dunia ini? Pertanyaan ini tidak mudah dijawab. Jika di dunia ini ada 195 negara (country), tiap negara mungkin terdiri dari beberapa bangsa (nation) dan suku (tribe). Memang kata “negara” belum tentu sama artinya dengan kata “bangsa”. Sebuah bangsa adalah sekelompok orang yang mempunyai latar belakang yang sama, tetapi belum tentu membentuk sebuah negara. Sebaliknya, beberapa bangsa bisa membentuk sebuah negara. Karena itu, jumlah bangsa di dunia ini tentunya lebih banyak dari jumlah negara.
Kemarin malam saya menonton TV sampai tengah malam, sesuatu yang jarang saya lakukan di usia ini. Biasanya saya pergi tidur sekitar jam 10 malam karena kelopak mata yang sudah terasa berat. Tetapi kemarin adalah hari yang istimewa karena semua warga Australia merayakan pesta demokrasi dalam bentuk pemilihan umum. Sesudah seharian pemilu berlangsung, penghitungan suara dimulai sekitar jam 6 sore. Dan hampir tengah malam, hasilnya diumumkan.
Bulan ini adalah bulan terakhir sebelum musim dingin datang di Australia. Musim dingin dimulai pada bulan Juni dan berlangsung sampai akhir Agustus. Daun-daun sudah mulai berguguran dan apa yang masih ada di pohon terlihat sangat indah berwarna-warni.
Hidup ini berat. Mungkin kebanyakan orang mengiyakan pernyataan ini. Bagaimana tidak? Selama hidup selalu ada saja tantangan dan persoalan yang harus kita hadapi. Jika bukan hal pekerjaan, mungkin soal keuangan, keluarga, kesehatan atau hubungan antar manusia. Sekalipun ada orang-orang yang nampaknya selalu berjaya, pastilah ada masalah-masalah yang harus tetap dihadapi.
Menyekolahkan anak di Australia adalah suatu kewajiban untuk setiap orang tua jika anak mereka sudah berumur 5-6 tahun, dan harus diteruskan sampai mereka berumur 15-17 tahun. Pada umumnya, seorang anak akan duduk di bangku sekolah dasar (Primary School) selama 6-7 tahun dan kemudian meneruskan studinya ke Sekolah Menengah (High School) selama 5-6 tahun. Tidak semua anak akan menamatkan Sekolah Menengah, karena sebagian diantaranya mungkin memilih pendidikan kejuruan yang berbagai jenis. Selain itu, tidak semua yang tamat Sekolah Menengah berkeinginan untuk masuk universitas, karena mereka ingin cepat-cepat bekerja.
Bagi orang seumur saya, hal memilih karir tidak lagi harus dipikirkan. Walaupun demikian, saya masih ingat bahwa sewaktu saya memasuki SMA, pemikiran tentang karir masa depan saya sudahlah ada. Secara praktis, pilihan karir bergantung kepada banyak hal, misalnya pekerjaan apa yang benar-benar disukai, universitas mana yang bisa dimasuki, pekerjaan apa yang bisa menjamin masa depan, jabatan apa yang bisa dibanggakan, atau jurusan apa yang disetujui orang tua dan lain-lain. Tentunya, bagi sebagian orang, karir yang dipilih kalau bisa adalah yang bisa mencukupi dan bisa dinikmati. Walaupun demikian, banyak juga orang memilih karir yang membawa kekayaan sekalipun kurang bisa dinikmati.