Yesus melihat, bagaimana bijaksananya jawab orang itu, dan Ia berkata kepadanya: “Engkau tidak jauh dari Kerajaan Allah!” Dan seorangpun tidak berani lagi menanyakan sesuatu kepada Yesus.” Markus 12: 34
Teringat saya akan pertandingan sepakbola piala dunia 2018 antara Prancis dan Kroasia. Banyak orang pada saat itu memperkirakan bahwa tim Prancis akan kalah menghadapi tim Kroasia yang pada babak-babak sebelumnya bermain kompak dan cantik. Tim Prancis memang secara umum bermain dengan baik, tetapi sebelum final prestasi mereka tidak terlihat istimewa.
Apa yang terjadi adalah diluar dugaan. Prancis menang dengan skor 4 – 2. Walaupun Kroasia menguasai bola sepanjang 61% dalam pertandingan dan menembakkan bola 15 kali, hanya 3 tembakan yang terarah ke gawang, dua saja yang masuk ke gawang. Memang bola yang tidak masuk ke gawang, sekalipun hampir masuk, tidak akan menghasilkan skor. So near, and yet so far.
Apa yang bisa terjadi dalam pertandingan bola agaknya mirip dengan apa yang ditulis dalam ayat diatas. Orang-orang yang merasa yakin bahwa mereka sudah diselamatkan, mungkin saja hampir diselamatkan. Tapi belum. Pada waktu itu, seorang ahli Taurat bertanya kepada Yesus apa hukum yang paling utama. Yesus kemudian menyatakan bahwa hukum kasih kepada Tuhan dan sesama manusia adalah dua hukum yang paling penting. Mendengar hal itu, sang ahli Taurat dengan cepat mengiyakan apa yang dikatakan Yesus. Karena itu, Yesus menjawab bahwa ahli Taurat itu tidak jauh dari kerajaan surga, tidak jauh dari pengertian yang benar.
Apakah ucapan Yesus itu adalah sebuah pujian atau celaan? Jika kita bayangkan diri kita sebagai ahli Taurat yang mendengarkan jawaban Yesus itu, apakah kita merasa senang? Barangkali, tidak semua orang bisa mengerti bahwa Yesus bermaksud menyatakan bahwa “tidak jauh” berarti “belum sampai”. Memang “hampir”, tetapi “belum”.
Banyak orang Kristen yang merasa yakin bahwa cukup dengan percaya kepada Yesus, mereka akan diselamatkan. Tetapi mereka tidak sadar bahwa iblis pun percaya kepada Tuhan dan bahkan takut kepadaNya. Iblis juga percaya bahwa Yesus adalah Anak Allah. Walaupun demikian, iblis tidak mengasihi Allah dan tidak taat kepada perintah Allah. Iblis ingin berbuat semaunya, dan tidak mau tunduk kepadaNya.
Pagi ini, pertanyaan kepada kita bukannya apakah kita percaya kepada Tuhan. Sebab itu dengan mudah bisa kita jawab dengan keyakinan. Tetapi, pertanyaan kepada kita ialah apakah kita benar-benar melakukan apa yang dikendaki Tuhan dalam hidup kita sebagai bukti iman kita. Hampir tidak berarti sudah. Hampir berarti belum.
“Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga.” Matius 7: 21
Salah satu keluhan rakyat dari sebuah negara maju biasanya bertautan dengan kenyataan bahwa kemakmuran yang terlihat belum tentu dapat dirasakan oleh semua orang. Bahkan, keluhan rakyat biasanya sehubungan dengan keadaan dimana orang yang kaya bertambah kaya, sedangkan orang yang miskin bertambah miskin. Suatu ketidakadilan sosial yang sering dijumpai di negara-negara besar di dunia.
Salah satu makanan Indonesia yang sangat saya sukai adalah nasi campur. Di Australia, nasi campur tidaklah mudah ditemui. Karena itu, sebagai gantinya saya biasanya memesan nasi lemak, yang serupa dengan nasi campur. Apa yang saya sukai dengan nasi campur atau nasi lemak adalah adanya berbagai lauk dengan berbagai rasa sedap yang disajikan bersama semangkuk nasi.
Ada banyak pengurbanan yang dilakukan manusia untuk orang lain. Bagi banyak orang, semua pengurbanan baik moril maupun materiil adalah kebaikan. Dalam hal ini, kesediaan untuk mati sering dipandang sebagai pengurbanan yang terbesar yang bisa dilakukan manusia.
Di zaman modern ini, banyak kebaktian gereja yang ditayangkan melalui TV. Selain itu tidak terhitung jumlah pendeta dan penginjil yang membuat Vlog (Video Blog) yang berisi pesan-pesan Kristiani. Dengan mengikuti acara gereja di TV dan berbagai rekaman khotbah yang ada di internet, banyak orang Kristen di negara maju yang beranggapan bahwa menghadiri kebaktian gereja adalah suatu aktivitas yang tidak penting.
Pernahkah anda mengalami pengalaman yang menakutkan? Kebanyakan orang tentu merasa takut jika ada hal yang terjadi, yang tidak dapat dikontrol. Mungkin seperti sebuah bis yang menuruni sebuah jalan berliku-liku, yang tidak lagi dapat dikendalikan oleh sang supir. Semua penumpang bis itu tentunya hanya bisa menjerit atau berdoa.
Beberapa bulan yang lalu, saya pergi menonton sebuah sirkus. Memang saya adalah penggemar sirkus, dan selalu berusaha untuk pergi menonton jika ada sirkus yang datang ke kota saya, Toowoomba. Pada kali itu, saya yang beruntung mendapat tempat duduk di kursi paling depan, agaknya tidak beruntung karena dipanggil ke panggung bersama seorang penonton lain, oleh si badut sirkus dalam acara partisipasi penonton. Saya tahu bahwa si badut akan menjadikan saya obyek tertawaan penonton, tetapi saya tidak bisa menolak ajakannya. Si badut yang membawa sebuah tali, berkata bahwa saya hanya diminta untuk lompat tali. Muka saya kemudian ditutup dengan sebuah kantung hitam sehingga saya tidak bisa melihat apa-apa. Kemudian si badut menyuruh saya melompat -lompat di tempat seiring dengan teriakannya. Saya tidak tahu apa yang terjadi, tetapi semua penonton tertawa terbahak-bahak. Saya tahu bahwa ada perbuatan konyol yang saya lakukan, tetapi dengan mata tertutup saya tidak dapat melihat apa yang dilakukan oleh si badut terhadap saya. Belakangan saya tahu bahwa saya hanya melompat-lompat di tempat, sedangkan tali hanya dihentak-hentakkan di lantai di depan saya. Saya benar-benar melakukan hal yang konyol.
Anda sering membaca berita tentang selebriti di media? Jika ya, tiap hari tentunya anda bisa menemukan berita apa saja yang terjadi dalam kehidupan mereka. Sekalipun anda kurang suka membaca berita-berita semacam itu, hampir setiap media cetak maupun internet selalu menampilkan cerita tentang orang-orang yang terkenal dan gaya hidup mereka.
Pada akhir bulan November ini, semua mahasiswa sudah mendapat hasil ujian semester 2 dan memasuki saat liburan musim panas. Sebagian murid bisa bergembira karena lulus dari semua ujian, tetapi sebagian lagi mungkin tidak bisa bersukacita karena adanya kegagalan dalam ujian tertentu. Memang tiap mata pelajaran sebenarnya mempunyai derajat kesulitan (degree of difficulty) yang berbeda, dan setiap orang mempunyai kemampuan yang berlainan. Bagi mereka yang menyukai mata pelajaran tertentu, biasanya merasa lebih mudah untuk menghadapi ujiannya. Tetapi mereka yang kurang menyukai suatu mata pelajaran, biasanya akan lebih sulit untuk lulus dari ujiannya.