“Bersihkanlah aku dari pada dosaku dengan hisop, maka aku menjadi tahir, basuhlah aku, maka aku menjadi lebih putih dari salju!” Mazmur 51: 7
Pada saat ini, hampir semua bagian dunia mengalami perubahan iklim yang luar biasa. Australia juga mengalami perubahan iklim atau climate change itu. Minggu ini, daerah yang biasanya tidak pernah mengalami hujan salju secara mengherankan bisa tertutup salju. Rumah, mobil, pohon dan tanah semuanya berubah warna menjadi putih untuk beberapa saat.
Warna putihnya salju memang menarik dan terlihat bersih memikat. Karena itu, di daerah yang mengalami hujan salju banyak orang bermain dengan salju, saling melempar bola salju, dan membuat orang-orangan dari salju. Walaupun demikian, salju yang jatuh di tanah tidak tetap bisa berwarna putih. Selang berapa lama, ketika salju mulai melunak, warnanya berubah menjadi kecoklatan karena bercampur dengan lumpur.
Ayat di atas adalah seruan Daud yang memohon pengampunan Tuhan. Daud tahu bahwa apapun yang dilakukannya tidak akan bisa membersihkan dirinya dari dosa. Perbuatan baik, amal ibadah, ataupun persembahan kurban bakaran tidak akan bisa membuat dirinya yang berdosa untuk menjadi bersih dan diterima oleh Tuhan yang mahasuci. Karena itu, Daud hanya bisa memohon agar Tuhan sendiri yang membuat dia menjadi bersih dan layak untuk diterimaNya. Hanya Tuhan yang bisa mengampuni dosanya dan menjadikannya lebih putih dari salju.
Berbeda dengan Daud, bagi kita yang sudah mendengar hal Kristus, apa yang perlu kita lakukan adalah percaya kepada Dia yang sudah mati menebus dosa kita. Darah Yesuslah yang bisa mencuci dosa kita, seperti hisop yang dipakai sebagai lambang penghapusan dosa pada zaman Daud.
Hanya ada satu hal yang sudah membuat kita lebih putih dari salju. Kita sudah di tebus dengan darah Anak Allah yang tunggal. Pengurbanan Kristus adalah sempurna sehingga kita bisa diterima oleh Allah sebagai anak-anakNya.
Masih adakah keraguan kita bahwa Allah sudah mengampuni dosa-dosa kita dan karena itu kita sudah menjadi ciptaan yang baru? Jika kita memang yakin akan pengampunanNya, maukah kita menyampaikan kabar gembira ini kepada semua orang?
What can wash away my sin?
Nothing but the blood of Jesus
What can make me whole again?
Nothing but the blood of Jesus
Oh, precious is the flow
That makes me white as snow
No other fount I know
Nothing but the blood of Jesus
Pernahkah anda memikirkan soal pensiun? Belum? Memang bagi yang belum setengah umur, soal pensiun mungkin belum terpikir. Tetapi mereka yang mendekati usia senja, mungkin mulai memikirkan kapan dan bagaimana mereka akan pensiun.
Pagi ini kebetulan saya menemukan lagu “One day at a time” yang dibawakan oleh Lynda Randle di YouTube. Syairnya sungguh menarik, terutama refrainnya yang sebagian berbunyi:
Bayangkan anda sedang mengikuti acara trivia di sebuah retret gereja. Trivia yang dapat disebut kuis atau permainan pertanyaan adalah sebuah acara game dimana beberapa kelompok bertanding untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan oleh pembawa acara. Berbagai pertanyaan yang berhubungan dengan isi Alkitab mungkin muncul:
Tahukah anda akan lagu himne Trust and Obey? Lagu yang juga dikenal dengan judul When we walk with the Lord dan yang sudah diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia dengan judul Siapa Yang Berpegang ini, diciptakan oleh John H. Sammis pada tahun 1887. John dilahirkan pada tahun 1846, di Brooklyn, New York dan meninggal pada tahun 1919 di Los Angeles, California.
Dua pembunuhan masal dalam seminggu di Amerika bukanlah berita yang bisa diabaikan. Berita sedih seperti ini ingin kita hindari, tetapi rupanya sudah menjadi hal yang biasa muncul di media dari negara manapun. Mengapa bisa timbul rasa kebencian yang luar biasa yang membuat orang tega untuk mencelakai sesama manusia yang tidak mereka kenal atau bersalah terhadap mereka? Mengapa ada orang-orang yang mendapat kepuasan dengan mencelakakan orang lain?
Akhir pekan ini saya mengikuti sebuah retret gereja yang diadakan di sebuah tempat camping di gunung Tamborine, Queensland. Seperti yang kita ketahui, retret (retreat) pada umumnya diartikan sebagai gagasan untuk sementara waktu menjauhkan diri kita dari kegiatan sehari-hari.
Sudah lebih dua minggu polisi di Canada mencari dua anak muda yang diduga sudah menembak mati tiga orang di daerah pegunungan di British Columbia yang lebat hutannya. Tragisnya, salah satu korban adalah putra dari petinggi kepolisian Australia. Tentunya sang ayah merasa sangat frustrasi karena sekalipun ia adalah polisi yang biasa menangani kasus berat di Australia, kali ini ia harus menjadi penonton saja karena kasusnya terjadi di negara lain. Bagaimana kedua penjahat itu bisa menembus tempat-tempat pemeriksaan polisi (checkpoints) yang ada dimana-mana dan menyembunyikan diri sampai sekarang adalah sebuah tanda tanya besar untuk polisi Canada.
Pernahkah anda didatangi oleh orang yang meminta sumbangan? Di Australia, biasanya tiap tahun ada orang dari gereja tertentu yang berkunjung dari rumah ke rumah untuk mencari sumbangan bagi mereka yang hidup dalam kekurangan. Gereja ini memang terkenal dengan aktivitas sosialnya yang sangat menolong mereka yang tidak mempunyai rumah atau pekerjaan. Selain itu, terkadang ada juga orang yang meminta sumbangan atas nama sebuah rumah sakit atau badan riset penyakit tertentu. Mereka yang dengan senang hati memberi sumbangan biasanya adalah orang yang sadar akan hasil baik yang sudah dicapai oleh badan-badan sosial itu.
Pernahkah anda mendengar nama Hachikō? Hachikō adalah seekor anjing jantan jenis Akita yang dilahirkan pada tahun 1923 di Prefektur Akita, Jepang. Pada tahun 1924, professor Hidesaburō Ueno mengambilnya sebagai binatang peliharaan untuk hidup bersamanya di Shibuya, Tokyo. Setiap hari kerja, Profesor Ueno naik kereta api dari stasiun Shibuya untuk ke universitas Tokyo dan jika ia pulang, Hachikō sudah menunggunya di depan stasiun. Kebiasaan ini berlanjut sampai 21 Mei 1925, ketika sang majikan tidak pulang ke rumah. Pada hari itu Profesor Ueno meninggal dunia karena perdarahan otak. Setelah majikannya meninggal, Hachikō terus menunggu majikannya yang tidak kunjung pulang di tempat yang sama selama 9 tahun, 9 bulan dan 15 hari.