“Dan Ia akan menghapus segala air mata dari mata mereka, dan maut tidak akan ada lagi; tidak akan ada lagi perkabungan, atau ratap tangis, atau dukacita, sebab segala sesuatu yang lama itu telah berlalu.” Wahyu 21: 4

Australia baru saja mengadakan pemilihan umum minggu lalu. Dari hasil penghitungan suara selama kurang lebih 6 jam setelah pemilu selesai, sudah dapat dipastikan bahwa perdana menteri yang sekarang mendapat mandat untuk 3 tahun lagi. Rakyat secara demokrasi sudah memilih seorang pemimpin negara untuk mewujudkan apa yang dijanjikannya selama berkampanye.
Adalah sudah menjadi rahasia umum bahwa selama berkampanye, mereka yang ingin terjun ke dunia politik selalu berusaha keras untuk mengajak rakyat untuk memilih mereka. Untuk itu, mereka seakan berlomba-lomba untuk menjanjikan hal-hal yang besar dan hebat untuk rakyat. Dalam kenyataannya, tidak semua yang dijanjikan itu bisa dicapai dalam kurun waktu yang ada. Itu bisa karena adanya salah perhitungan, kekurangan dana, perubahan situasi dan sebab-sebab lain.
Secara umum, sebenarnya semua pemimpin negara ingin untuk memajukan negaranya dan mau mendatangkan kesejahteraan bagi seluruh rakyatnya. Memang, adanya pemerintah tentunya ditujukan untuk membawa kemajuan dan kemakmuran bangsa sehingga semua orang bisa menikmati hidup yang baik dalam hal sosial, ekonomi, bisnis, pendidikan, teknologi dan lain-lain. Walaupun begitu, di negara manapun selalu tetap ada rakyat yang menderita. Air mata, dukacita, kekurangan, penyakit, kematian, perkabungan selalu ada, dan merupakan bagian hidup manusia di dunia.
Pagi ini, jika kita merasa bahwa hidup di dunia ini sangat berat, ayat dari kitab Wahyu diatas menjelaskan bahwa keadaan di surga adalah sangat berbeda dari keadaan di dunia. Di surga, Tuhan akan menghapus segala air mata dari mata setiap orang yang diselamatkan, dan kematian tidak akan ada lagi; tidak akan ada lagi dukacita, sebab segala sesuatu yang fana sudah lenyap diganti dengan sukacita yang kekal.
Hidup di surga adalah tujuan setiap orang percaya. Berbeda dengan janji manusia, apa yang sudah dijanjikan Tuhan kepada umatNya pasti akan dipenuhiNya karena Tuhan adalah Allah yang setia dengan janjiNya dan sanggup mewujudkan semua rencanaNya. Dalam hal ini, apakah segala apa yang kita alami di dunia ini sia-sia? Untuk apa kita berjuang dalam hidup di dunia ini?
Selama hidup di dunia, sebagai orang Kristen kita memang mengarahkan pandangan kita menuju apa yang indah, yang sudah dijanjikan Tuhan. Walaupun demikian, selagi kita masih hidup di dunia kita wajib untuk bekerja untuk membangun negara dan bangsa kita dengan memakai keadaan di surga sebagai contoh dan model bagi perjuangan kita. Biarlah melalui hidup kita makin banyak orang yang bisa merasakan penyertaan Tuhan atas perjuangan hidup mereka dan mau berharap kepada kebahagiaan yang sempurna di surga sebagai anak-anak Allah!
“Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga.” Matius 5: 16
Di Australia, olahraga adalah salah satu mata pelajaran yang dianggap penting di sekolah. Dari sekolah dasar sampai sekolah lanjutan, para murid tidak saja harus mengikuti pelajaran olahraga di lapangan, tetapi harus juga berpartisipasi dalam berbagai pertandingan olahraga tahunan yang disebut sports carnival, yang mungkin berbentuk pertandingan renang (swimming carnival) atau pertandingan atletik (athletic carnival). Selain itu, murid-murid yang berbakat olahraga biasanya mempunyai kegiatan akhir pekan di klub olahraga lokal, seperti klub sepakbola, rugby, bola keranjang dan sebagainya.
Dalam lagu Imagine yang sangat terkenal pada tahun 1970an, John Lennon mengumandangkan syair ini:
Siapakah yang berani marah kepada Tuhan semesta alam? Tentunya jika orang benar-benar percaya kepada Tuhan yang mahabesar dan mahakuasa, mereka tidak akan berani menentang atau marah kepadaNya. Walaupun begitu, ada beberapa hal yang mungkin bisa menarik perhatian kita jika ada orang yang marah kepada Tuhan.
Bacaan: Roma 12: 17 – 21
Ada berapa bangsa di dunia ini? Pertanyaan ini tidak mudah dijawab. Jika di dunia ini ada 195 negara (country), tiap negara mungkin terdiri dari beberapa bangsa (nation) dan suku (tribe). Memang kata “negara” belum tentu sama artinya dengan kata “bangsa”. Sebuah bangsa adalah sekelompok orang yang mempunyai latar belakang yang sama, tetapi belum tentu membentuk sebuah negara. Sebaliknya, beberapa bangsa bisa membentuk sebuah negara. Karena itu, jumlah bangsa di dunia ini tentunya lebih banyak dari jumlah negara.
Kemarin malam saya menonton TV sampai tengah malam, sesuatu yang jarang saya lakukan di usia ini. Biasanya saya pergi tidur sekitar jam 10 malam karena kelopak mata yang sudah terasa berat. Tetapi kemarin adalah hari yang istimewa karena semua warga Australia merayakan pesta demokrasi dalam bentuk pemilihan umum. Sesudah seharian pemilu berlangsung, penghitungan suara dimulai sekitar jam 6 sore. Dan hampir tengah malam, hasilnya diumumkan.
Bulan ini adalah bulan terakhir sebelum musim dingin datang di Australia. Musim dingin dimulai pada bulan Juni dan berlangsung sampai akhir Agustus. Daun-daun sudah mulai berguguran dan apa yang masih ada di pohon terlihat sangat indah berwarna-warni.
Hidup ini berat. Mungkin kebanyakan orang mengiyakan pernyataan ini. Bagaimana tidak? Selama hidup selalu ada saja tantangan dan persoalan yang harus kita hadapi. Jika bukan hal pekerjaan, mungkin soal keuangan, keluarga, kesehatan atau hubungan antar manusia. Sekalipun ada orang-orang yang nampaknya selalu berjaya, pastilah ada masalah-masalah yang harus tetap dihadapi.