“Karena itu setiap orang yang tetap berada di dalam Dia, tidak berbuat dosa lagi; setiap orang yang tetap berbuat dosa, tidak melihat dan tidak mengenal Dia.” 1 Yohanes 3: 6
Minggu yang baru lalu saya membeli sebuah alat GPS navigation baru karena yang lama sudah berumur lebih dari lima tahun dan mulai sering macet. Tanpa alat pemandu jalan itu, saya akan sulit menentukan posisi saya dan akan mudah tersesat jika pergi bermobil ketempat yang belum pernah saya kunjungi. Dengan menggunakan alat itu bukannya saya tidak mungkin tersesat, tetapi saya akan jarang tersesat dan bahkan boleh yakin bahwa pada akhirnya saya akan mencapai tempat tujuan saya.
Ketika beberapa jam yang lalu saya mengutik-utik alat GPS baru itu, timbul dalam pikiran saya sebuah khayalan: betapa enaknya jika ada alat serupa yang bisa dipakai untuk pemandu kehidupan. Bukankah setiap manusia sering membuat kekeliruan dalam hidup ini, tidak menyadari posisi, salah jalan, salah pilih, dan bahkan tersesat? Betapa enaknya jika ada sesuatu yang bisa menjamin manusia untuk berjalan di jalan yang benar, untuk menghindari dosa.
Ayat diatas mengungkapkan bahwa setiap orang yang tetap berada di dalam Yesus, tidak berbuat dosa lagi. Ini bukanlah berarti bahwa jika kita sudah lahir baru, kita tidak akan bisa tersesat lagi dan kita akan selalu berjalan di jalan yang benar. Tetapi, hidup baru didalam Kristus akan membawa kita akan pengenalan akan Firman Tuhan yang bisa menjadi pelita bagi jalan kehidupan kita.
“Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku.” Mazmur 119: 105
Mereka yang benar-benar sadar akan pentingnya bimbingan Tuhan dalam firmanNya, akan berusaha sekuat tenaga dengan pertolongan Roh Kudus untuk berjalan di jalan yang benar sesuai dengan petunjuk firman Tuhan. Dengan bimbingan Roh, mereka selalu awas akan posisi yang ada dan bisa menghindari jalan yang menyimpang. Mereka itu juga tidak mau melakukan kesalahan yang sama yang pernah mereka lakukan pada masa lalu. Mereka yang bertekad untuk menempuh hidup baru itu, akan mempunyai keyakinan bahwa sekalipun ada jalan yang berliku-liku, tempat tujuan akhir akan tercapai dengan selamat.
Sayang sekali bahwa dalam kehidupan ini, adanya Tuhan dan firmanNya belum tentu disambut semua orang dengan tangan terbuka. Ada banyak orang Kristen yang jatuh kedalam berbagai pencobaan karena tidak mau mendengarkan suara Roh Kudus dalam hati mereka. Dengan cara hidup mereka, suara Roh Kudus makin lama makin sulit didengar dan hidup mereka makin jauh dari Tuhan. Mereka yang sering mengabaikan Tuhan dan dengan sengaja secara terus menerus mengabaikan firmanNya dan bahkan selalu mengulangi dosa yang sama akan jatuh kedalam belenggu iblis.
“….barangsiapa yang tetap berbuat dosa, berasal dari Iblis, sebab Iblis berbuat dosa dari mulanya.” 1 Yohanes 3: 8
Pagi ini, dimanapun kita berada dan apapun yang kita kerjakan, kita dihadapkan kepada dua pilihan. Mengikuti jalan yang benar sesuai dengan firman Tuhan, atau mengikuti kehendak kita sendiri. Jalan yang satu membawa kita kepada hidup yang kekal, sedangkan jalan yang lain membawa kita kepada kehancuran. Mana yang anda pilih?
“Dan janganlah kamu mendukakan Roh Kudus Allah, yang telah memeteraikan kamu menjelang hari penyelamatan.” Efesus 4: 30
Bagi kita yang biasa ke gereja di Indonesia, ayat diatas mungkin tidaklah asing untuk kita. Setiap akhir kebaktian, pendeta yang bertugas akan mengangkat kedua tangannya sambil mengucapkan salam berkat yang juga diucapkan oleh rasul Paulus kepada jemaat di Korintus. Seingat saya, pada saat itu semua jemaat menundukkan kepala sambil mengamini apa yang diucapkan pendeta sebelum mereka menyanyikan lagu terakhir.
Teringat saya akan masa kecil, sewaktu orang tua mengajak saya dan adik saya untuk pergi ke luar kota. Pada waktu itu, bertamasya adalah sesuatu yang mewah dan jarang-jarang dialami, dan karena itu kami sekeluarga menantikan kedatangan harinya dengan penuh harapan. Persiapan untuk pergi bukan saja dengan memikirkan pakaian yang akan dipakai dan kegiatan apa yang akan dilakukan, tetapi bagi ibu saya adalah untuk mempersiapkan bekal makanan agar tidak perlu membeli makanan di jalan.
Commonwealth Games 2018 adalah pertandingan olahraga antar negara-negara anggota Commonwealth yang diadakan di Gold Coast, Australia , bulan April yang baru lalu. Acara besar multi-sport seperti Olympic Games ini dihadiri sekitar 4500 atlit dari 71 tim internasional. Sungguh menarik bahwa untuk mempersiapkan diri guna menghadapi acara ini, seorang atlit mempersiapkan diri paling tidak selama dua tahun dan harus menghadapi berbagai proses seleksi sebelum bisa mewakili negaranya. Banyak atlit yang sudah terpilih untuk masuk kedalam pemusatan latihan nasional, kemudian ternyata tidak bisa bergabung dalam tim negaranya karena gagal memenuhi persyaratan.
Mereka yang senang menonton drama atau pernah ikut main drama tentu tahu bagaimana seorang aktor bisa tiba-tiba menampakkan diri, mengeluarkan suara, atau membuat gerakan yang menarik perhatian penonton sehingga perhatian yang sebelumnya diberikan penonton kepada aktor lain teralihkan. Aksi drama yang mengundang perhatian ini dalam bahasa Inggrisnya dinamakan “upstaging“. Jika istilah upstaging dalam drama adalah disengaja untuk membuat drama itu makin menarik, diluar dunia drama istilah itu mungkin mempunyai konotasi yang kurang baik karena bisa diartikan sebagai “merebut pengaruh” , “mengungguli” atau “menutupi kebaikan orang lain”.
Jika anda sempat mengujungi tempat-tempat di pinggiran kota di Australia, anda mungkin bisa menjumpai adanya beberapa stand Tarot reader. Toko kecil yang menyediakan pembacaan kartu Tarot semacam ini biasanya juga menyediakan pelayanan penyembuhan penyakit secara mistis. Mirip praktek dukun di Indonesia.
Acara pernikahan Prince Harry dengan aktris Meghan Markle akhir minggu kemarin diikuti oleh jutaan pemirsa TV di seluruh dunia. Mereka yang menonton acara itu banyak yang terbuai dengan kenyataan bahwa seorang wanita yang tergolong rakyat biasa di Amerika bisa menikah dengan seorang pangeran dari istana kerajaan Inggris. Kejadian ini seolah menjadi cerita Cinderella modern, atau setidaknya menjadi kisah cinta yang paling menarik di abad ini. Karena itu, ada orang-orang yang memakainya sebagai motivasi agar tidak mudah berputus asa dalam hidup, sebab tidak ada orang yang tahu tentang “nasib baik” dan “keberuntungan” yang sedang menunggu mereka di masa mendatang.
Suatu ketika, murid-murid Yesus mendengar perintahNya untuk selalu mau untuk mengampuni kesalahan orang lain (Lukas 17: 4). Kelihatannya hal itu dirasakan mereka sebagai sesuatu yang terlalu sulit untuk dilakukan. Karena itu, mereka meminta agar Yesus memberikan tambahan iman. Permintaan yang sepertinya baik. Tetapi apa jawab Yesus?
Hari ini adalah hari dimana banyak orang Kristen pergi ke gereja. Ada banyak gereja di Australia, dan salah satu gereja yang bersejarah adalah gereja Saint Nicholas yang berada di Western Australia. Dibangun pada tahun 1840 oleh James Narroway sebagai gubuk dimana ia hidup dengan isterinya, Sarah, bangunan dari kayu jarrah yang berukuran 3,8 x 6,7 meter ini mulai dipakai sebagai gereja kaum pendatang sejak tahun 1848.