“Aku tidak meminta, supaya Engkau mengambil mereka dari dunia, tetapi supaya Engkau melindungi mereka dari pada yang jahat.” Yohanes 17:15
Sebagai orang Kristen, tentu kita percaya bahwa doa adalah suatu yang sangat penting dalam hidup kita, karena doa adalah sebuah komunikasi dengan Tuhan Sang Pencipta. Doa orang yang benar memang didengar Tuhan dan karena itu besar kuasanya. (Amsal 25: 29).
Dalam kitab Yohanes 17, ditulis bahwa Yesus berdoa untuk murid-muridNya sebelum Ia ditangkap untuk diadili. Membaca doa Tuhan Yesus itu, kita bisa membayangkan bahwa Ia sangat dekat dan mengasihi muridNya. Ia mengerti bahwa hidup di dunia itu berat bagi pengikutNya, apalagi sesudah Ia pergi.
Adanya berbagai tantangan, kesulitan, penderitaan, cobaan iblis dan hal-hal lain yang harus dihadapi pengikutNya, membuat Yesus berdoa secara khusus untuk mereka kepada Bapa di surga. Doa Yesus hanya untuk pengikutNya, bukan untuk orang lain.
“Aku berdoa untuk mereka. Bukan untuk dunia Aku berdoa, tetapi untuk mereka, yang telah Engkau berikan kepada-Ku, sebab mereka adalah milik-Mu” Yohanes 17: 9
Walaupun begitu, doa Yesus bukan saja untuk murid dan pengikutNya yang ada pada saat itu, tetapi untuk semua orang yang sudah beriman kepadaNya. Dan itu berarti kita pun termasuk di dalamnya.
“Dan bukan untuk mereka ini saja Aku berdoa, tetapi juga untuk orang-orang, yang percaya kepada-Ku oleh pemberitaan mereka.” Yohanes 17: 20
Mengapa Yesus berdoa untuk para pengikutNya? Yesus tahu bahwa hidup anak-anak Tuhan selalu bertentangan dengan hidup orang dunia. Adalah normal jika kita yang percaya kepada Yesus dimusuhi dan bahkan dianiaya selagi di dunia.
“Aku telah memberikan firman-Mu kepada mereka dan dunia membenci mereka, karena mereka bukan dari dunia, sama seperti Aku bukan dari dunia.” Yohanes 17: 14
Yesus berdoa agar Allah Bapa memberi perlindungan dan kekuatan kepada kita yang percaya kepadaNya. Yesus tidak meminta supaya Allah Bapa mengambil kita dari dunia, karena masih banyak tugas surgawi yang harus kita jalankan. Yesus tidak pernah mengajarkan atau menganjurkan jalan pintas ke surga. Tetapi Yesus berdoa agar selama kita di dunia, Bapa melindungi kita dari yang jahat. Ia berdoa agar kita dikuatkan dalam menghadapi segala tantangan kehidupan.
Apakah doa Yesus didengar Allah? Sudah tentu! Kalau doa orang yang benar didengar Allah, apalagi doa yang disampaikan oleh AnakNya yang tunggal. Tambahan lagi, Yesus sekarang ada di surga, dipermuliakan bersama Allah Bapa. Karena itulah kita harus yakin bahwa Tuhan menyertai kita dalam setiap keadaan, dan memberi perlindungan dan kekuatan dalam kita menghadapi segala bahaya dan tantangan. Biarlah kasih penyertaan Tuhan bisa dilihat banyak orang melalui hidup kita!
“Janganlah takut, sebab Aku menyertai engkau, janganlah bimbang, sebab Aku ini Allahmu; Aku akan meneguhkan, bahkan akan menolong engkau; Aku akan memegang engkau dengan tangan kanan-Ku yang membawa kemenangan.” Yesaya 41: 10

Dunia ini selalu penuh dengan hal-hal yang membuat orang kuatir, was-was atau ketakutan. Memang ada orang yang senang pergi ke tempat yang berbahaya, melakukan hal-hal yang membuat hati berdebar-debar, atau melakukan sesuatu tindakan yang mempunyai resiko besar. Mereka yang tergolong “thrill-seeker“, memang sengaja mencari kesempatan untuk menantang bahaya untuk memuaskan diri sendiri. Tetapi, tidak ada seorangpun yang menyukai sesuatu yang bisa membawa kecelakaan atau bencana yang diluar kontrol. Hanya orang yang bodoh atau gila yang sengaja mencari bencana untuk diri sendiri atau orang lain.
Alkisah Adam dan Hawa mempunyai dua orang anak, Kain dan Habel. Sebagai petani, Kain mempersembahkan sebagian dari hasil tanahnya kepada Allah sebagai korban persembahan. Tetapi Habel yang penggembala kambing dan domba, mempersembahkan korban terbaik dari anak sulung kambing dombanya. Karena ketulusan Habel, Allah mengindahkan korban persembahannya, tetapi Kain dan korban persembahannya diabaikanNya. Karena iri hati, Kain kemudian menjadi sangat marah, dan ia akhirnya membunuh Habel.
Kitab Kejadian 3 menceritakan bagaimana Adam dan Hawa jatuh kedalam dosa melalui tipu muslihat iblis. Iblis dengan kecerdikannya berhasil membuat Hawa melanggar perintah Tuhan untuk tidak memakan buah pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat. Hawa melihat, bahwa buah pohon itu baik untuk dimakan dan sedap kelihatannya, lagipula pohon itu menarik hati karena memberi pengertian. Lalu ia mengambil dari buahnya dan dimakannya dan diberikannya juga kepada Adam yang bersama-sama dengan dia (Kejadian 3: 6).
Jika kita membaca berita di media, selalu ada saja hal-hal yang membuat kita menghela nafas. Dunia ini seakan dipenuhi dengan kekerasan dan ketidakadilan. Herankah kita melihat adanya ketidakadilan di dunia? Mungkin saja tidak, karena dunia ini memang sudah jatuh kedalam dosa. Kejadian yang tidak menyenangkan dan yang tidak adil tentu bisa terjadi pada orang-orang disekitar kita.
Dapatkah seorang manusia mengenal Tuhan jika hidupnya tak pernah kekurangan apapun dan tak pernah mengalami masalah yang berarti? Pertanyaan ini tidaklah mudah dijawab.
Australia adalah salah satu negara yang menghasilkan banyak hasil perkebunan, seperti mangga, ceri, anggur, apel dan jeruk. Daerah perkebunan semacam ini biasanya terletak di pelosok desa yang jarang penduduknya. Karena itu, jika musim menuai datang, pemilik kebun harus mencari orang-orang yang mau bekerja sebagai penuai (fruit picker). Pekerjaan yang berat ini biasanya dilakukan oleh turis-turis dari luar negeri yang ingin menambah uang saku. Jika jumlah penuai kurang dari yang dibutuhkan, banyak hasil kebun terpaksa menjadi busuk karena tidak tertuai.
