“Janganlah memutarbalikkan keadilan, janganlah memandang bulu dan janganlah menerima suap, sebab suap membuat buta mata orang-orang bijaksana dan memutarbalikkan perkataan orang-orang yang benar.” Ulangan 16: 19
Berita media pagi ini menyebutkan bahwa akris Felicity Huffman menjadi orangtua pertama di Amerika yang mendapat hukuman penjara karena terlibat dalam usaha membayar seseorang $15000 untuk mengganti jawaban test masuk anaknya agar ia bisa diterima masuk universitas. Kejadian semacam ini tentunya bukan yang pertama di Amerika, tetapi sampai sekarang hanya aktris itu yang tertangkap basah dan dihukum penjara.
Hal membayar dan menyuap untuk mempengaruhi seseorang atau untuk mengubah keadaan agar bisa menguntungkan diri sendiri bukanlah barang baru. Di setiap negara selalu ada orang yang berusaha untuk memutarbalikkan keadilan, tetapi itu tentu saja lebih sering terjadi di negara-negara yang pelaksanaan hukumnya kurang tegas dan yang masyarakatnya bisa menerima hal itu sebagai sesuatu yang lumrah.
Bagaimana tanggapan orang Kristen mengenai hal ini? Banyak orang Kristen yang sadar bahwa menerima atau membayar suap adalah dosa, tetapi karena keadaan, mereka seringkali juga terlibat. Jika semua orang melakukannya, mereka “terpaksa” ikut-ikutan. Jika banyak orang disekitarnya yang bisa mendapat kesempatan baik karena membayar uang, ada orang Kristen yang merasa dirugikan kalau tidak ikut-ikutan. Lebih parah dari itu, ada orang Kristen yang percaya bahwa mereka bisa mempengaruhi kehendak Tuhan dengan mempersembahkan sesuatu kepadaNya!
Dalam Perjanjian Lama Tuhan melarang umat Israel untuk memutarbalikkan keadilan atau memandang bulu. Sebagai umat Tuhan, mereka tidak boleh menerima suap, sebab suap bisa membutakan mata orang dan memutarbalikkan kebenaran. Dengan demikian, mereka yang menerima suap dan yang membayar suap adalah orang orang yang melanggar perintah Tuhan dan bahkan melecehkan keadilan dan kebenaran Tuhan.
Ayat di atas mungkin jarang dikhotbahkan di gereja karena adanya orang Kristen yang percaya bahwa hal suap menyuap adalah bagian dari kehidupan manusia modern. Sebagian lagi beralasan bahwa dengan membayar suap, mereka bisa menolong orang yang kurang mampu.
Apakah zaman sudah berubah sehingga ayat itu tidak lagi sesuai untuk diterapkan? Tentu saja tidak. Jika demikian, mengapa masyarakat seolah bisa menerima hal suap menyuap sebagai hal yang biasa? Itulah karena iblis yang bekerja keras untuk membuat manusia percaya bahwa mereka bisa menguasai segala sesuatu dengan kekayaan dan usaha licik mereka. Segala sesuatu adalah halal jika semua orang melakukan hal yang sama, begitu tanggap mereka. Dalam hal ini, mungkin saja hukum manusia tidak dapat membuktikan kesalahan mereka, tetapi Tuhan yang mahatahu pasti tahu siapa saja yang melanggar perintahNya.


Membaca suratkabar pagi ini saya terpaksa menghela nafas. Bagaimana tidak? Dimana-mana ada berita tentang kekerasan yang dilakukan oleh manusia terhadap sesamanya. Terlebih lagi, kekerasan dalam rumahtangga sekarang ini makin menjadi-jadi. Mereka yang berusaha berlindung dibalik hukum, sekarang ini harus mempunyai modal uang yang cukup. Tanpa uang, perlindungan hukum mungkin tidak dapat diperoleh melalui pengadilan. Dengan demikian, mereka yang lemah dan miskin menjadi bulan-bulanan mereka yang lebih kuat dan lebih kaya. Dunia ini agaknya makin kacau saja.


Hari ini saya pergi berkeliling kota bersama seorang sanak yang ingin membeli rumah. Di Australia, pada umumnya orang melihat iklan rumah yang dipasarkan melalui internet. Pemilik rumah biasanya memakai jasa agen real estate yang memasarkan rumah itu melalui berbagai media elektronik. Agen itu jugalah yang bisa memberi nasihat kepada pemilik rumah bagaimana mereka membuat penampilan rumah itu lebih menawan bagi para calon pembeli.
Ada berapa jenis denominasi gereja di Australia? Jawabnya: ada banyak – mungkin sekitar 90. Berbagai denominasi itu dapat digolongkan dalam beberapa kelompok besar: Anglican, Catholic, Orthodox, Reformed, Presbyterian, Protestant, Pentecostal dan lain-lain. Banyaknya denominasi itu muncul sehubungan dengan adanya perbedaan latar belakang, budaya, bahasa, dan tentu saja teologi. Bagi sebagian orang, adanya berbagai ragam denominasi dipandang sebagai suatu yang lumrah dan sehat, karena semuanya merupakan bagian tubuh Kristus. Walaupun demikian, sebagian lagi memandang semua itu sebagai suatu kelemahan gereja Kristen yang nampaknya terpecah-belah.
Apakah anda penggemar acara TV? Acara apakah yang paling anda sukai? Acara musik, berita, olahraga atau sinetron? Di Australia, makin banyak orang keranjingan menonton acara kuliner, yaitu acara memasak. Malahan ada TV Channel yang hanya berisi acara masak-memasak dari seluruh penjuru dunia sepanjang hari. Mengapa orang bisa keranjingan acara semacam ini? Ya, memang setiap orang tentu mempunyai kegemaran yang berbeda. Orang memang bisa menggemari acara apa saja, terutama yang ada di cable TV atau TV langganan. Saking banyaknya acara di TV langganan ini, ada orang-orang yang kecanduan menonton, yang menghabiskan waktu di depan TV untuk sekedar melihat acara apa saja yang ada, tanpa menonton sebuah acara dari awal hingga akhir. Aneh bukan? Tetapi itulah namanya kecanduan, dan orang bisa kecanduan apa saja.