“Jika aku harus bermegah, maka aku akan bermegah atas kelemahanku.” 2 Korintus 11: 30
Dalam kehidupan sehari-hari sering manusia merasa lelah. Kesibukan di kantor, sekolah maupun rumah tangga seringkali membuat kita jenuh. Mereka yang bekerja di ladang Tuhan juga kerap kali merasa penat baik secara jasmani maupun rohani. Rasa lelah terasa lebih parah jika kita merasa sudah berusaha sebaik mungkin tetapi tidak mendapat hasil yang kita harapkan.
Soal merasa lelah dan lemah, jika tidak diatasi, bisa menimbulkan masalah dalam kehidupan sehari-hari. Cerita kuno sering menggambarkan seorang suami yang pulang dari kantor dan melihat keadaan rumah yang porak poranda, mengomel karena merasa istri yang di rumah tidak bisa mengatur rumah tangga. Tidak heran jika sang istri yang sudah seharian bekerja keras di rumah, merasa sedih dan bahkan marah karena merasa jerih payahnya tidak dihargai.
Paulus dalam ayat diatas mengungkapkan penderitaannya dalam hidup sebagai rasul Tuhan. Paulus menulis bahwa ia sudah banyak berjerih lelah dan bekerja berat; dan kerap kali ia tidak tidur; ia sering lapar dan haus; kerap kali dia harus berpuasa, kedinginan dan tanpa pakaian (2 Korintus 11: 27). Sudah sewajarnya ia merasa kuatir dengan adanya jemaat Korintus, yang sudah lama dibimbingnya, disesatkan oleh rasul-rasul palsu yang mungkin dianggap hebat dengan segala yang dibanggakan mereka.
Jika Paulus adalah orang yang tidak kuat imannya, ia mungkin akan mengalami kekecewaan yang besar karena adanya orang-orang yang tidak menghargai segala pengurbanannya untuk jemaat di Korintus. Apalagi ia mempunyai masalah kesehatan kronis yang tidak kunjung sembuh sekalipun ia sudah memohon kesembuhan tiga kali. Bukannya menyembuhkan Paulus, Tuhan justru berkata bahwa kasihNya kepada Paulus sudah cukup. Dengan jawaban Tuhan itu, Paulus bisa makin merasakan bahwa hidupnya tergantung kepada Tuhan.
Tetapi jawab Tuhan kepadaku: “Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna.” 2 Korintus 12: 9a
Pagi ini jika kita bangun dari tidur dan merasa masih sangat lelah baik dalam hal lahir maupun batin, itu mungkin disebabkan oleh hal-hal dan suasana yang kita hadapi. Apalagi jika penghargaan, simpati dan empati orang lain tidak pernah kita terima. Keadaan yang demikian memang bisa membuat kita merasa sangat lemah dalam menghadapi hidup ini.
Tetapi, jika kita mengingat Paulus dengan kelelahan serta penderitaannya, dan juga dengan adanya jemaat di Korintus yang tidak menghargai segala pengurbanannya, biarlah kita juga bisa bersikap seperti dia, yang merasa bahwa kesulitan hidup justru membuat dia makin dekat kepada Kristus yang memberinya kesabaran, dan kekuatan.
“Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku”. 2 Korintus 12: 9b
Pernahkah anda membayangkan apa yang akan terjadi jika matahari berhenti bersinar? Matahari jelas dibutuhkan untuk kehidupan mahluk di dunia, karena tanpa matahari, dunia akan menjadi gelap gulita dalam waktu kurang dari 10 menit dan suhu bumi berangsur menjadi sangat dingin sehingga semua mahluk lambat laun akan musnah.
Pernahkah anda mendengar seseorang berkata: “Aku bisa mengampuni kesalahan orang, tetapi tidak bisa melupakannya”? Reaksi ini nampaknya masuk di akal, terutama jika menyangkut hal yang sangat jahat yang pernah dilakukan orang lain. Tetapi, untuk orang Kristen sikap ini layak dipertanyakan karena Tuhan yang mengampuni dosa mereka, Ia juga melupakan dosa yang sudah mereka perbuat.
Di zaman ini, gejala insomnia atau tidak bisa tidur sering dijumpai dalam masyarakat. Sebenarnya insomnia bukanlah penyakit, tetapi itu adalah gejala yang muncul karena adanya berbagai penyebab, termasuk medis, psikologis dan lingkungan. Dalam hal psikologis, insomnia bisa disebabkan karena stress, rasa kuatir, tekanan hidup, depresi dan bahkan karena kuatir tidak bisa tidur!
Sebagai negara penghasil minuman anggur yang termasuk dalam 10 besar di dunia, Australia mempunyai banyak perkebunan anggur, terutama di negara bagian South Australia. Di lembah Barossa, banyak kebun anggur dan pabrik minuman anggur ternama dikunjungi para turis lokal dan luar negeri yang ingin melihat bagaimana anggur ditanam dan diproses untuk dijadikan berbagai jenis minuman anggur.
Pagi ini setelah bangun saya mendengarkan radio ABC yang kebetulan mendiskusikan keadaan ekonomi Australia. Dalam siaran itu, diungkapkan bahwa keadaan ekonomi Australia saat ini tidaklah sebaik yang dibayangkan karena ada banyak orang yang hidup dibawah garis kemiskinan, yang membutuhkan bantuan dari badan-badan sosial. Sekalipun ada beberapa badan sosial, jumlah dan kemampuan mereka adalah terbatas dan karena itu masih banyak orang yang hidup dalam kekurangan.
Istilah mata gelap atau gelap mata sering dipakai dalam percakapan sehari-hari untuk menunjukkan keadaan dimana seseorang tidak dapat berpikir terang; atau keadaan dimana seseorang mengamuk karena marah sekali. Jika hal ini terjadi, seringkali hal yang menyedihkan akan terjadi sebagai akibatnya, entah kepada dirinya sendiri atau orang lain; sebab jika pikiran sudah tidak dapat bekerja dengan baik, keputusan yang diambil seringkali keliru. Apalagi orang yang mudah menjadi mata gelap seringkali mempunyai pribadi yang kurang stabil. Memang hal ini bisa disebabkan oleh faktor eksternal yang memicu orang untuk menjadi mata gelap, tetapi pada umumnya ada faktor internal dalam hidup orang itu sehingga ini mudah terjadi. Dalam keadaan mata gelap, seseorang tidak bisa melihat keadaan disekitarnya dengan obyektif dan bahkan tidak bisa melihat apa yang dilakukan oleh dirinya sendiri.
Semenjak kecil seorang anak biasanya dibiasakan untuk bersopan-santun, terutama jika berhadapan dengan orang dewasa. Dalam bahasa Inggris, sedikitnya mereka diajarkan untuk berkata “please” untuk meminta, dan “thank you” sesudah menerima sesuatu. Dalam bahasa Indonesia tidak ada kata yang sama dengan kata “please”, tetapi biasanya nada permintaan bisa dibuat sedemikian rupa untuk memberi kesan sopan. Ucapan terima kasih sebaliknya harus diucapkan setiap kali seseorang menerima kebaikan orang lain.