“Ingatlah akan pemimpin-pemimpin kamu, yang telah menyampaikan firman Allah kepadamu. Perhatikanlah akhir hidup mereka dan contohlah iman mereka. Ibrani 13: 7
Sekarang ini, orang di seluruh dunia suka menonton acara TV seri “Idol” yang merupakan seri perlombaan menyanyi. Begitu juga di Indonesia, “Indonesian Idol” sudah ada sejak tahun 2004. Sesuai dengan judulnya, penyanyi yang memenangkan perlombaan ini seringkali menjadi penyanyi tenar idola publik, sekalipun dulunya tidak dikenal.
Judul acara yang memakai kata “idol” atau “idola” memang menarik. Apa artinya menurut kamus?
ido·la n, orang, gambar, patung, dsb yg menjadi pujaan: ia senang sekali krn penyanyi — nya tampil dl pertunjukan itu;
Idol atau idola adalah orang yang menjadi pujaan orang lain.
Dalam kenyataannya, banyak orang yang menjadi idola orang lain. Biasanya, seorang idola adalah orang yang berhasil mencapai kesuksesan dalam bidang tertentu, sehingga ada orang lain yang ingin seperti dia, atau setidaknya mengagumi kesuksesannya.
Idola tidak hanya untuk pribadi-pribadi saja, masyarakat pun sering mempunyai idola, dan ini biasanya tokoh-tokoh negara. Ditengah mereka yang merindukan adanya seseorang yang bisa dikagumi, adanya seseorang yang terlihat tegas, cerdas dan jujur bisa membuat banyak orang yang mengidolakannya.
Alkitab secara jelas menolak konsep idol atau idola karena dalam sepuluh hukum Tuhan ada tertulis bahwa Allah melarang adanya ilah-ilah lain (Keluaran 20: 3). Idola-idola manusia modern memang bisa menjadi seperti ilah-ilah zaman dulu. Tetapi, seperti ilah-ilah zaman dulu yang datang dan pergi, idola-idola kita bisa muncul tiba-tiba dan menghilang dalam kabut kesuraman. Dengan lewatnya waktu, orang yang kita idolakan seringkali tidaklah sebaik yang kita harapkan.
Walaupun demikian, sebagai orang Kristen kita boleh dan seharusnya mengingat dan menghormati para pemimpin kita. Ayat Ibrani 13:7 diatas menyuruh kita untuk mengingat orang yang baik, yaitu mereka yang sudah memimpin kita dalam berjalan dalam kebenaran menurut firman Tuhan, dan karena itu kita harus memperhatikan akhir hidup mereka dan mencontoh iman mereka.
Pagi ini marilah kita meneliti hidup kita saat ini. Adakah idol atau idola dalam hidup kita yang mengisi hidup kita lebih dari Tuhan? Mungkinkah itu pekerjaan, keluarga, harta dan penampilan kita? Ataukah itu orang lain atau benda-benda yang kita hormati dan cintai lebih dari Yesus? Mungkinkah ada orang yang kita kagumi karena kepandaian, kesuksesan dan penampilannya? Ataukah ada yang sudah sering dikecewakan oleh idola-idola mereka sehingga sekarang tidak mau mengikuti bimbingan siapapun? Marilah kita kembali mengenal Pemimpin kita , Yesus Kristus, yang selalu hidup dalam kebenaran!
“Yesus Kristus tetap sama, baik kemarin maupun hari ini dan sampai selama-lamanya.” Ibrani 13: 8
Rendah hati adalah salah satu sifat yang diminta Tuhan dari setiap orang Kristen, tetapi adalah satu hal yang tidak terlalu sering dibahas di gereja. Sikap rendah hati ataupun sebaliknya, umumnya adalah sesuatu yang bisa dilihat oleh orang lain tetapi agak sensitif untuk dibicarakan karena adanya orang-orang yang bisa tersinggung. Sebenarnya memang sejak Adam dan Hawa manusia cenderung sombong. Semua orang selalu mempunyai kesombongan dalam hal tertentu; dan diantara hamba-hamba Tuhan pun ada yang terlihat sombong dalam berkhotbah dan gaya hidup mereka.
Hari ini saya sempat mengunjungi Port Arthur, yaitu sebuah desa kecil berpenduduk sekitar 250 orang yang terkenal karena adanya penjara dari tahun 1830 yang pernah dipakai untuk menyekap orang-orang yang sudah diberi hukuman penjara di Inggris. Karena mereka tidak bisa ditempatkan di penjara yang ada di Inggris, para narapidana itu di “ekspor” ke benua Australia dan ditempatkan di Port Arthur. Sekarang penjara ini tinggal reruntuhan saja dan menjadi obyek turisme terkenal di Tasmania.
Jika narapidana Port Arthur adalah penjahat yang terjerat hukum, Paulus pernah dipenjara karena ia terjerat kasih Kristus. Ia diperlakukan seperti seorang penjahat walaupun ia tidak melakukan kejahatan. Tetapi apa yang dialaminya diterimanya dengan kerelaan sebab Yesus sudah mengalami hal yang jauh lebih buruk dari itu karena dosa manusia. Paulus sadar bahwa Yesus, Anak Allah, sudah mati untuk ganti dosa yang diperbuatnya.
Hari ini, dalam perjalanan ke Port Arthur, Tasmania, angin tidak bertiup terlalu keras dan gelombang laut pun kelihatannya tidak besar. Kapal Explorer berkapasitas 3000 orang yang saya tumpangi melaju tanpa mengalami goncangan yang berarti. Walaupun laut Tasman kali ini terlihat tenang, keadaan itu tidaklah selalu demikian.
Pagi ini saya tiba di kota kecil Eden, yang berada kira-kira 500 km di selatan Sydney. Kota ini terkenal sebagai salah satu tempat mencari ikan yang top di Australia. Turis, baik lokal maupun internasional, banyak yang datang ke kota berpenduduk sekitar 3000 orang ini hanya untuk memancing ikan di laut. Buat saya yang gemar memancing, hal itu tidak mengherankan; tetapi untuk orang lain, Eden mungkin lebih menarik karena pemandangannya. Apa yang menarik orang untuk menangkap ikan? Itu sepertinya hal yang membosankan!
Pagi ini, ketika saya bangun tidur, terlihat sebuah bangunan gudang yang menjorok ke laut dari jendela kamar hotel saya di Sydney. Pier One pertama kali dibangun oleh tentara Inggris pada abad ke 18 sewaktu Australia baru diduduki Inggris. Kompleks bangunan ini mulanya sangat berguna untuk keperluan militer, tetapi kehilangan fungsinya sekitar tahun 1900. Entah mengapa ketika saya melihat bangunan tua yang tidak lagi digunakan itu, terasa bahwa manusia dan apa yang diciptakannya tidaklah abadi. Walaupun demikian, adalah mengherankan bahwa manusia seringkali merasa bahwa ia dapat bergantung pada apa yang bisa diperolehnya.
Buat semua orang yang mengaku Kristen, keselamatan adalah semata-mata anugerah Tuhan. Tidak ada yang bisa membawa keselamatan selain darah Kristus. Ini berbeda dengan kepercayaan lain yang mengajarkan bahwa manusia bisa dan harus berbuat sesuatu untuk memperoleh karcis ke surga. Walaupun demikian, pada umumnya kepercayaan apapun mengajarkan agar semua pengikutnya untuk berbuat baik.
Berdoa. Hal yang penting dalam hidup. Ada yang bilang cukup dua kali sehari, tapi ada juga yang mengharuskan lima kali sehari. Ada yang berdoa sewaktu-waktu, ada juga yang berdoa hanya pada waktu tertentu. Bagaimana seharusnya untuk orang Kristen?
Apakah dengan kemajuan teknologi manusia bisa mengurangi kesibukannya? Logisnya memang begitu, karena banyak kemudahan dan kenyamanan yang diperoleh melalui kemajuan elektronik, komputer dan internet, dan juga karena kemajuan teknik lainnya. Kalau dulu mengirim kabar harus melalui surat yang perlu beberapa hari untuk mencapai tujuannya, sekarang dengan email dan SMS seseorang bisa mengirimkan kabar dalam beberapa detik saja. Dengan adanya mobil orang tidak perlu berkuda berhari-hari untuk pergi ketempat yang jauh; dan bahkan dengan pesawat jet, orang bisa menempuh jarak 1000 km dalam waktu sejam saja.