“Dan berbahagialah orang yang tidak menjadi kecewa dan menolak Aku.” Matius 11: 6
Setiap orang tentunya pernah kecewa, pernah dikecewakan orang lain, dan pernah mengecewakan orang lain. Kekecewaan yang baik kecil ataupun besar, bisa cepat terlupakan tetapi bisa juga selalu dalam ingatan. Kekecewaan yang mudah terlupakan sering membuat orang mudah terperosok dalam keadaan serupa di masa depan, tetapi rasa kecewa yang tidak kunjung hilang jelas bisa membuat hidup seseorang sengsara.
Sebagai manusia, orang Kristen mungkin juga sering kecewa melihat berbagai peristiwa di dunia. Itu terjadi karena mereka tidak mengerti mengapa sesuatu yang buruk dan menyedihkan harus terjadi. Sebaliknya, sekalipun Yesus pernah menunjukkan rasa sedih ketika melihat apa yang tidak baik, Ia tidak pernah kecewa karena sebagai Tuhan, Ia tahu apa yang akan terjadi. Ketika Ia meminta beberapa murid untuk menemaniNya dalam berdoa di taman Getsemane dan menjumpai mereka sedang tidur, Yesus tidak kecewa. Begitu juga Ia tidak kecewa sewaktu Petrus menyangkali tiga kali. Manusia bisa kecewa, tetapi Tuhan tidak akan bisa dikecewakan seperti manusia.
Manusia kecewa karena pengetahuannya yang terbatas; apa yang diharapkan belum tentu terjadi, sekalipun sudah direncanakan dengan berhati-hati. Tuhan tidak mungkin kecewa karena Ia tahu apa yang akan terjadi dan karena dalam keadaan apapun rencanaNya selalu terjadi.
Tuhan tidak pernah bermaksud mengecewakan atau membuat umatNya menderita. Manusia kecewa dan menderita di dunia karena keterbatasannya. Manusia sering tidak bisa melihat jalan Tuhan dan lupa bahwa Tuhan mempunyai rancangan-rancangan yang harus terjadi pada saatnya. Tuhan sendiri ingin agar semua anakNya mencari kehendakNya dalam hidup di dunia supaya mereka tidak mudah kecewa.
Apa yang dialami seseorang bisa membuatnya kecewa kepada Tuhan. Kekecewaan itu juga bisa menjadi rasa benci atas apa yang terjadi. Rasa tidak berdaya bisa muncul dan berubah menjadi fatalisme, yang membuat orang kehilangan iman dan semangat hidup. Kekecewaan juga bisa membuat orang menolak adanya Tuhan yang maha kuasa.
Pagi ini marilah kita meneliti hidup kita. Adakah rasa kecewa yang ada dalam hati kita? Adakah keraguan atas kasih Tuhan karena apa yang kita hadapi? Biarlah kita sadar bahwa kekecewaan kita mungkin disebabkan karena kita tidak dapat mengerti apa yang direncanakan Tuhan dan karena kita tidak menyadari bahwa Ia yang maha kasih selalu menyertai kita dalam keadaan apapun.
“Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.” Matius 28: 20b
Dalam kesibukan hidup ini, manusia seharusnya merasa beruntung jika mempunyai saat untuk merenungkan apa yang sudah diberikan Tuhan dalam hidupnya. Mungkin di saat berliburan atau beristirahat. Tetapi, sekalipun ada waktu, kebanyakan orang sering memakainya untuk hal-hal lain yang lebih menarik, seperti berbincang- bincang dengan teman, makan minum, jalan-jalan atau melamunkan sesuatu.
Tiap tahun, dimanapun kita berada umumnya masyarakat setempat mempunyai kebiasaan untuk pulang kampung pada saat tertentu seperti tahun baru Imlek mendatang, guna menjenguk orang tua dan sanak saudara yang sudah lama tidak dijumpai. Di beberapa negara, arus mudik ini begitu besar sehingga banyak jalan yang macet dan kendaraan umum pun berjubel dengan penumpang.
Tiap tahun di banyak negara barat orang merayakan hari Kasih Sayang yang adalah sebuah hari di mana para kekasih dan mereka yang sedang jatuh cinta menyatakan perasaan cintanya. Di beberapa negara Asia perayaan ini juga mulai muncul, terutama karena didorong segi komersial. Memberi bunga, coklat atau hadiah kepada orang yang dicintai biasanya merupakan kebiasaan umum. Walaupun begitu, sebagian negara melarang perayaan ini karena diasosiasikan dengan agama Kristen.
Dalam kehidupan sehari-hari sering manusia merasa lelah. Kesibukan di kantor, sekolah maupun rumah tangga seringkali membuat kita jenuh. Mereka yang bekerja di ladang Tuhan juga kerap kali merasa penat baik secara jasmani maupun rohani. Rasa lelah terasa lebih parah jika kita merasa sudah berusaha sebaik mungkin tetapi tidak mendapat hasil yang kita harapkan.
Pernahkah anda membayangkan apa yang akan terjadi jika matahari berhenti bersinar? Matahari jelas dibutuhkan untuk kehidupan mahluk di dunia, karena tanpa matahari, dunia akan menjadi gelap gulita dalam waktu kurang dari 10 menit dan suhu bumi berangsur menjadi sangat dingin sehingga semua mahluk lambat laun akan musnah.
Pernahkah anda mendengar seseorang berkata: “Aku bisa mengampuni kesalahan orang, tetapi tidak bisa melupakannya”? Reaksi ini nampaknya masuk di akal, terutama jika menyangkut hal yang sangat jahat yang pernah dilakukan orang lain. Tetapi, untuk orang Kristen sikap ini layak dipertanyakan karena Tuhan yang mengampuni dosa mereka, Ia juga melupakan dosa yang sudah mereka perbuat.
Di zaman ini, gejala insomnia atau tidak bisa tidur sering dijumpai dalam masyarakat. Sebenarnya insomnia bukanlah penyakit, tetapi itu adalah gejala yang muncul karena adanya berbagai penyebab, termasuk medis, psikologis dan lingkungan. Dalam hal psikologis, insomnia bisa disebabkan karena stress, rasa kuatir, tekanan hidup, depresi dan bahkan karena kuatir tidak bisa tidur!
Sebagai negara penghasil minuman anggur yang termasuk dalam 10 besar di dunia, Australia mempunyai banyak perkebunan anggur, terutama di negara bagian South Australia. Di lembah Barossa, banyak kebun anggur dan pabrik minuman anggur ternama dikunjungi para turis lokal dan luar negeri yang ingin melihat bagaimana anggur ditanam dan diproses untuk dijadikan berbagai jenis minuman anggur.
Pagi ini setelah bangun saya mendengarkan radio ABC yang kebetulan mendiskusikan keadaan ekonomi Australia. Dalam siaran itu, diungkapkan bahwa keadaan ekonomi Australia saat ini tidaklah sebaik yang dibayangkan karena ada banyak orang yang hidup dibawah garis kemiskinan, yang membutuhkan bantuan dari badan-badan sosial. Sekalipun ada beberapa badan sosial, jumlah dan kemampuan mereka adalah terbatas dan karena itu masih banyak orang yang hidup dalam kekurangan.