“Biarkanlah keduanya tumbuh bersama sampai waktu menuai. Pada waktu itu aku akan berkata kepada para penuai: Kumpulkanlah dahulu lalang itu dan ikatlah berberkas-berkas untuk dibakar; kemudian kumpulkanlah gandum itu ke dalam lumbungku.” Matius 13: 30
Pagi ini saya menyempatkan diri untuk memotong rumput di halaman belakang rumah saya yang cukup luas. Sudah lama saya tidak menggunakan mesin traktor pemotong rumput karena hujan yang jarang turun. Tetapi sejak turunnya hujan bulan lalu, halaman itu sekarang kelihatan hijau bukan saja dengan rumput, tetapi juga dengan berbagai tanaman liar seperti lalang dan sejenisnya. Saya sebenarnya ingin memiliki halaman yang ditumbuhi rumput saja, tetapi di padang rumput manapun tanaman liar selalu ikut tumbuh bersama rumput yang ada. Dengan adanya sinar matahari dan air hujan, tanaman liar itu terkadang justru tumbuh lebih subur dari rumput. Ini yang membuat saya kesal karena selain tidak mudah untuk mencabut lalang, lubang bekas lalang tidaklah sedap dipandang mata.
Hidup manusia di dunia ini seringkali nampaknya seperti padang yang ditumbuhi rumput dan lalang. Mereka yang jahat dan curang kerapkali hidupnya berhasil dan nyaman, sedangkan mereka yang baik hati dan jujur justru hidupnya berat dan bahkan bisa menjadi bulan-bulanan orang lain. Mengapa begitu? Kalau Tuhan membiarkan adanya orang yang jahat dan bahkan membiarkan mereka untuk berjaya, tidak patutkah kita merasa iri dan bahkan sakit hati kepada yang tidak mengenal Tuhan, dan juga marah kepada Tuhan yang tidak melakukan tindakan apa-apa kepada mereka? Tuhan tidak adil!
Dalam perumpamaan tentang lalang dan gandum, Yesus menjawab pertanyaan yang diajukan oleh banyak orang: mengapa Tuhan membiarkan adanya orang yang jahat untuk menikmati hidup mereka ditengah mereka yang taat kepada Tuhan (Matius 13: 24 – 30). Perumpamaan ini cukup sering dibahas atau dikhotbahkan, tetapi sering secara kurang tepat dipakai untuk membahas kehidupan gerejani. Perumpamaan ini sebenarnya berlaku untuk keadaan di dunia dan mengandung pengajaran yang mempunyai aplikasi praktis di semua zaman, terutama di zaman sekarang.
Dunia ini sudah sangat berkembang dan era globalisasi membuat negara yang satu membutuhkan negara yang lain. Begitu juga, di sebuah negara ada banyak berbagai partai dan golongan yang saling bergantung dan berinteraksi. Dalam kehidupan seseorang, kerjasama dan komunikasi dengan orang lain adalah perlu sekalipun mereka tidak sepaham. Semua itu tentunya jika masih dalam batas-batas yang bisa diterima.
Masalahnya, jika dalam hidup kita melihat adanya sebuah negara, sebuah kelompok manusia atau pribadi yang seolah-olah berbuat semaunya sendiri dan menyebabkan berbagai masalah di muka bumi, hati kita mungkin bertanya-tanya mengapa Tuhan membiarkan hal seperti itu. Kita mengerti bahwa Tuhan mahasabar, tetapi kita tidak mengerti mengapa Ia yang mahakuasa tidak bertindak tegas terhadap mereka yang jelas-jelas melakukan hal yang bertentangan dengan firmanNya. Mengapa Tuhan tidak membuat semua yang tidak benar itu lenyap dari muka bumi?
Pagi ini kita harus sadar bahwa Tuhan adalah Tuhan yang mahabijaksana. Dia adalah Tuhan yang membuat roda kehidupan ini berputar. Tuhanlah yang memungkinkan semua orang di dunia untuk hidup bersama dan berinteraksi. Ia jugalah yang menerbitkan sinar matahari dan menurunkan hujan untuk orang yang jahat dan orang yang baik (Matius 5: 45). Segala bentuk kehidupan ada di dunia, sedemikian rupa hingga kuasa Tuhan bisa terlihat bekerja dan memegang kemudi. Dalam segala keadaan, yang baik maupun yang buruk, kehidupan manusia tetap berjalan dan mereka yang percaya bisa senantiasa berharap atas kasih dan pertolongan Tuhan. Mereka yang percaya kepada Tuhan juga yakin bahwa Ia akan bertindak untuk memisahkan orang yang jahat dari mereka yang taat kepadaNya. Itu akan terjadi pada saat yang ditentukan Tuhan dan bukannya sekarang.
Orang Kristen adalah orang yang sudah ditebus dosanya oleh darah Kristus. Karena pengorbanan Yesus di kayu salib, mereka yang dulunya harus menemui kebinasaan sekarang bisa menjadi orang yang diselamatkan. Lebih dari itu, orang Kristen boleh memanggil Allah sebagai Bapa karena mereka adalah orang-orang yang sudah dikuduskan. Orang kudus? Saint?
Bagi mereka yang ingin mempunyai anak, tentunya biaya pendidikan adalah salah satu hal yang harus dipikirkan dan dipersiapkan. Di Australia, biaya sekolah dari SD sampai SMA bisa ditekan serendah mungkin jika anak masuk ke sekolah negeri, tetapi bisa menjadi sangat mahal jika sekolah swasta yang dipilih. Biaya sekolah swasta sangat bervariasi, dari beberapa ribu sampai lebih dari dua puluh ribu dolar per tahun.
Jika kita ingin mencari berita apa saja, internet adalah tempat yang paling mudah digunakan sebagai sarana. Dengan memakai Google search, orang bisa menulis beberapa kata kunci (keywords) di ponsel atau komputer dan kemudian menemukan berita apa yang dicarinya dalam waktu beberapa detik saja. Memang semua itu kelihatannya gampang, tetapi dalam kenyataannya seringkali berita yang diperoleh itu tidak jelas sumbernya dan berbeda-beda isinya. Sebagai akibatnya, banyak orang yang di zaman ini mudah tertipu oleh berbagai kabar simpang siur yang membingungkan.
Hari ini adalah hari peringatan 75 tahunnya D-day dimana pada tahun 1944, tentara sekutu mendarat secara besar-besaran di pantai-pantai Normandy, Perancis utara. Pendaratan tentara sekutu di daerah yang saat itu dikuasai oleh tentara Nazi Jerman adalah permulaan dari usaha pembebasan benua Eropa yang menewaskan ratusan ribu prajurit dari kedua pihak. Karena berhasilnya tentara sekutu dalam melakukan invasion itu, perang dunia kedua tidak lama kemudian berakhir dengan menyerahnya pihak Nazi Jerman. Dengan berakhirnya perang dunia kedua, dunia kemudian menjadi lebih tenang, dan dengan demikian keadaan ekonomi, teknologi, sosial dan budaya di banyak negara mengalami kemajuan pesat.
Hari ini adalah hari raya Idul-Fitri dan bagi yang merayakannya hari ini tentunya disambut dengan rasa sukacita. Di Indonesia, perayaan hari raya ini adalah cukup unik karena orang biasanya mengucapkan selamat Idul Fitri sambil bermaaf-maafan. Bagi mereka yang di luar negeri, tradisi bermaaf-maafan sambil mengucapkan Happy Eid-al-Fitr ini tidaklah lazim. Walaupun demikian, kebiasaan saling bermaaf-maafan tentunya baik jika benar-benar dilakukan dengan sepenuh hati dan dilaksanakan di segala waktu.
Mulut manusia adalah bagian tubuh yang sangat berguna. Jika makhluk lain menggunakan mulut pada dasarnya hanya untuk makan, manusia menggunakan mulut untuk makan dan berbicara. Manusia memang adalah makhluk satu-satunya yang memiliki cara berkomunikasi sistematis yang berupa bahasa. Dengan demikian, mulut berfungsi untuk memperoleh input, tetapi juga untuk menghasilkan output. Mana yang lebih penting fungsinya untuk orang Kristen? Yesus dalam Matius 15: 11 – 19 menjelaskan bahwa apa yang masuk ke dalam mulut tidak menajiskan orang, tetapi apa yang keluar dari mulut dan bersumber dari hati dapat membuahkan berbagai dosa.
Setiap orang pernah mengalami stres yaitu ketegangan yang dialami karena adanya kesulitan, bahaya atau beban hidup. Stres adalah reaksi tubuh atas ancaman yang datang dari luar dan bisa mempengaruhi keadaan fisik maupun kejiwaan. Stres bukan monopoli manusia atau orang dewasa. Anak kecil pun sudah bisa mengalami stres terutama jika ia merasa bingung dan tidak nyaman dengan keadaan disekelilingnya. Selain manusia, binatang peliharaan seperti kucing dan anjing juga bisa mengalami stres karena tidak terbiasa dengan wajah orang-orang dan suasana yang berbeda dengan apa yang biasanya ada.
Sekalipun Australia adalah negara sekuler, pada hari Minggu ini terlihat banyak orang yang hadir di gereja. Kebaktian di Australia biasanya diadakan sekali atau dua kali pada pagi hari (kebaktian umum dan kebaktian keluarga) dan sekali pada sore hari (kebaktian kaum muda). Sebagian orang mungkin sudah terbiasa untuk ke gereja bersama orang tua dan saudara sejak kecil, tetapi sebagian lagi mungkin baru ke gereja setelah dewasa.
Road rage adalah suatu hal yang sudah memakan banyak korban di Australia. Kemarahan pengemudi kendaraan di jalan raya itu memang bisa mengakibatkan kecelakaan lalu lintas atau perkelahian antar pengemudi yang terkadang membawa korban jiwa. Seringkali hal ini dimulai dengan seorang pengemudi yang merasa tersinggung atau marah karena pengemudi lain yang memotong jalannya atau menyerempet mobilnya, dan yang kemudian melampiaskan kemarahannya dengan memaki-maki atau melakukan pembalasan dan tindakan kekerasan lainnya.