Yesus berkata kepada mereka: “Mari, ikutlah Aku, dan kamu akan Kujadikan penjala manusia.” Matius 4: 19
Kemarin pagi, selagi saya berjalan menyusuri pantai Broadwater di Gold Coast saya melihat pemandangan yang menarik. Ratusan burung camar dan bangau bakau berlomba terbang dan terjun ke laut untuk menangkap ikan. Kelompok ikan yang kebetulan berenang dalam jumlah besar disepanjang pantai itu merupakan makanan empuk untuk burung-burung liar yang kelaparan itu.
Apa yang saya lihat kemarin sering terjadi di danau Galilea yang dihuni banyak burung camar dan berbagai burung pemakan ikan lainnya. Israel adalah tempat dimana berbagai burung yang melakukan migrasi tahunan dari negara lain berkumpul pada musim tertentu di danau-danaunya. Mungkin saja pada saat Yesus masih di dunia, burung-burung itu sudah bersaing dengan para nelayan dalam hal menangkap ikan, seperti apa yang terjadi sekarang.
Ketika itu Yesus sedang berjalan menyusur danau itu, dan Ia melihat dua orang bersaudara, yaitu Simon yang disebut Petrus, dan Andreas, saudaranya. Mereka sedang menebarkan jala di danau, sebab mereka penjala ikan. Yesus kemudian mengajak mereka berdua untuk mengikut Dia dan meninggalkan pekerjaan mereka, untuk menjadi penjala manusia. Dan keduanya, tanpa membantah, menuruti ajakan Yesus!
Seperti apa yang dikatakan Yesus kepada Simon dan Andreas pada waktu itu, ajakan untuk menjadi penjala manusia masih tetap dikumandangkanNya kepada setiap orang percaya. Yesus sebelum meninggalkan dunia ini berkata:
“Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.” Matius 28: 19 – 20
Menjadi penjala orang, menarik manusia kepada Kristus adalah tugas yang sangat penting, yang harus dilakukan oleh setiap orang yang mengaku pengikutNya. Di dunia ini masih banyak orang yang perlu diperkenalkan kepada Injil keselamatan, agar mereka mau menerima Yesus sebagai Juruselamat. Yesus adalah satu-satunya jalan, dan itu harus diberitakan agar bukan diri kita saja yang memperoleh keselamatan.
Memberitakan Injil bukan hanya berarti menjadi penginjil dan pendeta, tetapi juga bisa berarti menjadi orang-orang yang mau mengamalkan firman Tuhan dalam hidup mereka, sehingga orang lain bisa mengenal Tuhan yang hidup dalam hati mereka. Memberitakan firman tidak hanya melalui mimbar, tetapi di zaman ini bisa melalui berbagai media, pendekatan dan cara.
Sewaktu Simon dan Andreas masih menjala ikan, burung-burung liar bersaing dengan mereka. Sebagai penjala manusia, mereka kemudian mendapat saingan dan bahkan musuh berbahaya yang berusaha mencuri kabar keselamatan yang mereka sampaikan, bagaikan burung-burung liar yang mencuri benih yang ditaburkan (Matius 13: 3 – 4).
“Kepada setiap orang yang mendengar firman tentang Kerajaan Sorga, tetapi tidak mengertinya, datanglah si jahat dan merampas yang ditaburkan dalam hati orang itu; itulah benih yang ditaburkan di pinggir jalan.” Matius 13: 19
Pagi ini kita diingatkan untuk bisa menjadi penjala manusia dimanapun kita berada. Kita juga diingatkan bahwa kita akan bersaing dengan iblis yang berusaha untuk mencuri perhatian manusia dan membuat mereka melupakan firman Tuhan yang sudah ditaburkan.
Adakah perasaan belas kasihan dalam hati kita, ketika melihat begitu banyak orang disekitar kita, dan bahkan sanak keluarga, yang belum benar-benar menerima hidup baru didalam Kristus? Bahwa mereka akan akhirnya menemui kebinasaan? Yesus sudah memanggil kita: “Mari, ikutlah Aku, dan kamu akan Kujadikan penjala manusia.” Maukah kita menjawab dengan “ya”?
Hari kemarin adalah hari berkabung. Seorang teman sejawat yang kantornya bersebelahan dengan kantor saya meninggal dunia. Sedih memang, karena kejadian itu tidak disangka. Minggu lalu beliau masih bekerja seperti biasa, hari Senin di awal minggu ini masuk ke rumah sakit untuk dioperasi; tetapi belum itu sempat dilakukan, beliau meninggal sewaktu tidur.
God is in control. Ungkapan ini sering kita dengar, tetapi tidak dapat diterjemahkan secara tepat dan singkat kedalam bahasa Indonesia. Mungkin ada yang mengartikan “Tuhan yang menentukan” , “Tuhan yang berkuasa” atau “Kehendak Tuhan jadilah” ; tetapi semua itu tidak sama dengan “Tuhan yang memegang kemudi”.
Pernahkah anda mengalami kesulitan besar dalam hidup anda, sedemikian rupa sehingga anda merasa bahwa hidup ini terlalu sulit untuk ditempuh dan barangkali lebih enak kalau anda bisa ke surga sekarang juga? Mungkin anda belum pernah mengalami perasaan semacam ini. Walaupun demikian, setiap hari di dunia ini ada banyak orang Kristen yang membandingkan pilihan untuk terus hidup dalam perjuaangan dan penderitaan di dunia, dengan kesempatan untuk ke surga. Rasul Paulus pun pernah membandingkan hal hidup dan mati baginya.
Di zaman ini, orang agaknya bisa mendengar nama Tuhan disebut-sebut dalam pergaulan sehari-hari dan bahkan juga dalam pidato-pidato para pejabat. Memang dalam kehidupan sehari-hari, nama Tuhan dikaitkan dengan berkat dan kuasaNya. Karena itu, menyebut-nyebut nama Tuhan mungkin bisa membawa kesan baik dalam hubungan antar umat manusia yang mengakui adanya Tuhan yang mahakuasa dan mahakasih.
Apakah anda orang baik? Kalau saja pilihannya hanya dua, orang baik atau orang jahat, di hadapan orang lain mungkin bisa dipastikan bahwa jawaban anda adalah “orang baik”. Memang dalam pengertian umum, orang jahat adalah perampok, pembunuh, koruptor dan sejenisnya. Sudah tentu kita bukanlah seperti mereka yang suka melanggar hukum, the outlaws.
Sering dikatakan, bahwa bagi setiap orang percaya, berdoa adalah bagian dari kehidupan. Benarkah? Belum tentu! Tidak semua orang yang mengaku Kristen mempunyai kebiasaan berdoa setiap hari. Bahkan, menurut survei di banyak negara, hanya sebagian kecil orang yang mengaku Kristen biasa berdoa secara rutin. Berdoa merupakan komitmen untuk berkomunikasi dengan Tuhan, tetapi hanya sebagian orang Kristen yang sanggup mempunyai komitmen ini. Mengapa begitu?
Pernahkah anda merasakan kesulitan hidup yang luar biasa? Mungkin pada waktu itu anda lagi sakit, terancam bahaya, atau membutuhkan pertolongan. Anda mungkin membayangkan betapa enaknya jika Yesus ada disamping anda, secara nyata bersama anda menghadapi kesulitan itu. Atau, sekiranya Yesus lagi sibuk, barangkali Ia mau mengirimkan malaikatNya untuk melindungi anda?
Apakah Tuhan mencintai setiap orang? Pertanyaan ini kelihatannya tidak sukar dijawab, tetapi sebenarnya bisa dan sudah menyebabkan kebingungan diantara banyak orang. Mereka yang belum percaya kepada Kristus mempertanyakan sifat mahakasih dari Tuhan, karena kalau Ia mahakasih, tentunya kasihNya adalah tanpa syarat (unconditional). Jika Tuhan mengharuskan mereka untuk percaya kepada Yesus agar tidak binasa, itu sepertinya tidak menunjukkan sifat mahakasihNya. Bagi sebagian orang Kristen, ayat diatas menyatakan sifat Tuhan yang mahakasih, tetapi juga yang mahakuasa, yang berhak menentukan siapa di dunia ini yang bisa percaya kepada Kristus untuk menerima keselamatan.