Lalu Yesus bertanya kepada mereka: “Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?” Maka jawab Simon Petrus: “Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!” Matius 16: 15 – 16
Di dunia ini tidak terhitung jumlah orang yang mengenal nama Yesus. Tetapi bagi setiap orang, nama Yesus mungkin mempunyai arti yang berbeda. Bagi sebagian orang, Yesus adalah orang Yahudi, anak tukang kayu yang dikenal karena ajaranNya. Orang lain berpendapat bahwa Yesus adalah orang yang baik dan bijaksana. Sebagian lagi berpendapat bahwa Yesus adalah nabi yang terbesar. Dan banyak juga yang berkata bahwa Yesus hanyalah tokoh sejarah.
Memang kita bisa membaca berbagai buku yang menulis tentang asal usul dan kehidupan Yesus. Tetapi hanya Alkitab yang menulis bahwa Ia adalah Anak Allah yang sudah menebus dosa manusia. Ia adalah Tuhan. Alkitab jugalah yang menulis bahwa dari mulanya Allah sudah mempersiapkan kelahiran Yesus melalui silsilah yang sangat rumit dalam bangsa Israel. Semua itu menunjukkan bahwa apa yang direncanakan Allah itu terjadi seperti apa yang sudah dinubuatkan sebelumnya.
Dengan bukti-bukti yang ada selama ribuan tahun, orang tetap saja sulit untuk diyakinkan agar percaya bahwa Yesus adalah Mesias yang dinantikan bani Israel. Tetapi, apa yang kita baca dalam ayat-ayat diatas adalah mengherankan; bahwa tanpa diyakinkan orang lain dan tanpa mempunyai Alkitab seperti yang ada sekarang, Petrus bisa tahu bahwa Yesus adalah Anak Allah.
Petrus bukanlah orang yang berpendidikan, bukan ahli Taurat, ia hanyalah seorang nelayan sederhana. Petrus hanya diberikan kesempatan untuk mengikut Yesus dan melihat apa yang diperbuat dan diajarkan Yesus. Dibandingkan dengan murid-murid Yesus yang lain, Petrus tidak mempunyai kelebihan, kecuali dalam hal keras kepalanya. Dengan demikian, sangat sulit dimengerti bagaimana ia adalah satu-satunya murid Yesus yang bisa dengan tegas pada saat itu menyatakan bahwa Yesus adalah Anak Allah. Suatu misteri!
Tuhan Yesus kemudian menjelaskan apa yang dibalik misteri jawaban Petrus.
Kata Yesus kepadanya: “Berbahagialah engkau Simon bin Yunus sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan Bapa-Ku yang di sorga.” Matius 16: 17
Yesus menjawab bahwa iman yang dipunyai oleh Petrus bukanlah datang dari dirinya sendiri, atau bukan dari orang lain, tetapi datang dari Allah. Hanya Allah sendiri yang bisa menjelaskan siapakah Dia itu. Hanya melalui pernyataan Allah secara pribadi, Petrus bisa mengenal Yesus dengan benar.
Pagi ini, kita mempunyai kesempatan untuk menanyai diri kita sendiri: Siapakah Yesus itu bagi kita? Mungkin kita sudah mengenal namaNya sejak lama. Mungkin kita dilahirkan dalam keluarga Kristen. Mungkin kita sudah melihat hasil kerja Yesus dalam diri orang lain. Tetapi, jika kita tidak pernah merasakan bagaimana Yesus bekerja dalam hidup kita, pengenalan kita hanyalah bersifat teoritis. Kita mungkin masih berada dalam hidup lama, yang tidak berbeda dengan orang yang tidak percaya kepada Yesus.
Hanya anda yang bisa merasakan ada atau tidaknya kerinduan untuk lebih mengenal Yesus. Karena hanya Allah yang bisa menyatakan diriNya kepada Petrus, hanyalah Dia yang bisa membuat anda percaya sepenuhnya dan berserah kepada Yesus. Apa yang perlu kita lakukan sekarang hanyalah mengundang Roh Kudus untuk menguasai hati kita, dan membimbing kita kearah pengenalan yang benar akan Yesus, Tuhan kita. Dengan itu hidup kita akan berubah, karena bukan kita sendiri yang hidup dalam diri kita, tetapi Kristus Tuhan kita. Jika selama ini kita hidup untuk diri kita sendiri dan hanya tertarik pada kesenangan duniawi, dengan mengenal Kristus yang sudah mati ganti dosa, kita akan dapat hidup memuliakan Dia setiap hari.
“Namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku.” Galatia 2: 20
Bagi mereka yang senang menonton, tahun-tahun sebelum 1960 adalah masa jaya film koboi Amerika. Bintang film seperti John Wayne dan bahkan Ronald Reagan pada waktu itu sering muncul di layar perak. Setelah masa jaya film koboi Amerika berakhir, film koboi Italia muncul, dan bintang film Franco Nero menjadi tenar dengan film Django di tahun 1966. Walaupun film Western sebenarnya menceritakan kehidupan para koboi di Amerika yang tidak ada di Italia, film koboi “spaghetti” semacam ini populer karena tema kekerasan dan balas dendam yang disukai sebagian orang.
AKAL sehat adalah terjemahan kontekstual dari common sense. Apa itu akal sehat? Harfiahnya menunjuk pada arti pemahaman yang dibuat oleh akal orang kebanyakan tanpa banyak-banyak berpikir rumit-rumit atau merenung-renung. Sesuatu yang seharusnya ada pada setiap orang (common). Dengan demikian, akal sehat mungkin adalah pikiran atau tindakan yang dianggap umum atau biasa oleh kebanyakan orang.
Dalam kehidupan sehari-hari, kita bisa menjumpai berbagai paket yang ditawarkan berbagai perusahaan, misalnya paket internet yang banyak ragamnya. Pada umumnya, setiap paket mempunyai kelebihan dan kekurangan yang disesuaikan dengan kebutuhan pemakainya. Mereka yang membutuhkan “paket komplit” tentunya harus bersedia membayar biaya yang besar yang belum tentu terjangkau oleh semua orang.
Dalam media sosial ataupun dalam kehidupan sehari-hari, kita sering membaca atau mendengar kata bully. Tak dapat dipungkiri bahwa kata ini begitu populer dalam masyarakat manapun, termasuk Indonesia. Banyak negara yang saat ini mempunyai kesadaran hukum yang kuat, memiliki hukum anti bullying.
Kebanyakan orang Kristen membayangkan bahwa Yesus selama hidup di dunia adalah orang yang selalu lemah lembut dan menunjukkan kasih sayangNya kepada semua orang, terutama kepada mereka yang menderita. Itu ada benarnya, dan memang begitu banyak lukisan yang dibuat untuk menggambarkan Yesus yang penuh kasih itu: sebagai gembala domba, sebagai orang yang menuntun anak kecil, sebagai tamu yang mengetuk pintu hati kita dan sebagainya. Tetapi itu adalah gambaran dari sebuah sisi saja; karena pada sisi yang lain, Yesus bisa mengucapkan kata-kata yang tajam, yang menegur orang dengan pedas.
Manusia yang memilih Tuhannya, ataukah Tuhan yang memilih manusia? Pertanyaan ini adalah pertanyaan yang sering diperdebatkan manusia, terutama dikalangan umat Kristen. Pertanyaan yang serupa, tetapi lebih mudah dijawab adalah: manusia yang memilih agama, atau agama yang memilih pengikutnya? Sudah tentu manusia memilih agamanya, tetapi agama tidak sama dengan Tuhan, hidup beragama belum tentu membawa pengenalan yang benar akan Tuhan.
Kemarin sore saya berjalan-jalan disepanjang pantai di Gold Coast. Terlihat banyak juga orang yang berjalan kaki bersama teman dan keluarga. Agaknya angin dingin yang berhembus tidak membuat orang segan berjalan kaki sambil menikmati pemandangan. Salah satu pemandangan yang menarik perhatian saya adalah sekelompok burung pelikan yang lagi bermalas-malasan.

Ayat diatas adalah ayat yang sangat terkenal, terutama di kalangan tertentu. Ayat ini sering dipakai untuk memberi semangat kepada umat Kristen untuk rajin berdoa guna memohon kepada Tuhan apa saja yang diinginkan mereka. Baik itu untuk kesuksesan, kekayaan, kesembuhan dan apapun, umat diyakinkan bahwa kalau mereka bersiteguh dalam iman, niscaya Tuhan menuruti permintaan mereka. Karena itu, sebagai orang Kristen, mereka diajarkan bahwa kesempatan untuk meminta sesuatu kepada Tuhan yang maha pemurah haruslah digunakan tanpa keraguan.