Saudaraku yang kekasih, aku berdoa, semoga engkau baik-baik dan sehat-sehat saja dalam segala sesuatu, sama seperti jiwamu baik-baik saja.” 3 Yohanes 1: 2

Jatuh sakit adalah hal yang umum. Semua orang pernah jatuh sakit, dan sebagian malahan pernah masuk ke rumah sakit. Sudah tentu semua orang tidak menyukai penyakit, dan karena itu jika ada orang yang sakit berat, tentu ada pertanyaan mengapa itu terjadi. Apakah adanya penyakit adalah suatu pernyataan kedaulatan Tuhan? Ataukah adanya penyakit merupakan bukti adanya dosa si penderita? Mungkinkah Tuhan memakai penyakit sebagai suatu sarana untuk mencapai kehendakNya? Apakah Tuhan menghendaki adanya penyakit, ataukah Ia tidak peduli? Bagaimana sikap Tuhan terhadap mereka yang jatuh sakit?
Penyakit sudah tentu adalah sesuatu yang buruk, suatu konsekuensi yang harus dihadapi seluruh umat manusia yang jatuh kedalam dosa. Penyakit dapat terjadi pada siapa saja, umat Kristen atau bukan. Penyakit tidak memandang bulu, kaya atau miskin, tua atau muda.
Pada pihak yang lain, Tuhan mungkin mendatangkan penyakit untuk memperingatkan atau menghukum orang yang dengan sengaja menentang apa yang dikehendakiNya atau menghajar mereka yang hidup menurut jalan dunia. Tuhan juga bisa memakai penyakit untuk mengajar umatNya untuk lebih taat dan lebih bersandar kepadaNya. Memang, adanya penyakit juga bisa digunakan untuk mendemonstrasikan kedaulatan Tuhan. Ini bisa kita baca dalam Perjanjian Lama, dan juga dalam Perjanjian Baru.
Pada tahun 1980an, ketika virus HIV mulai menyebar, banyak orang Kristen yang percaya bahwa virus itu didatangkan Tuhan sebagai hukuman untuk kelompok tertentu. Beberapa tahun kemudian, banyak orang terkena virus itu melalui transfusi darah, kontaminasi alat operasi dan lain-lain. Hal ini kemudian memicu riset untuk mencari obat-obat yang bisa mencegah atau menyembuhkan. Mereka yang percaya bisa melihat bahwa sekalipun ada malapetaka, Tuhan tetap memegang kontrol.
Di zaman modern ini kita tahu adanya berbagai jenis penyakit lain seperti kanker yang merajarela. Semua itu adalah bagian hidup manusia di dunia. Jika Yesus masih hidup di dunia dan sempat mengunjungi rumah sakit anak-anak, Ia mungkin ikut menangis bersama anak-anak kecil yang menderita leukemia atau penyakit lainnya. Penyakit adalah sesuatu yang tidak disenangi Yesus dan karena itu selama di dunia, Ia menyembuhkan banyak orang sakit. Dengan itu Yesus juga menunjukkan bahwa Tuhan berdaulat atas penyakit dan bahkan kematian.
Pagi ini kita mungkin memikirkan teman atau saudara yang sedang sakit. Kita mungkin tidak tahu mengapa itu harus terjadi. Tetapi jatuh sakit adalah bagian kehidupan di dunia dan umat percaya pun tidak luput darinya. Apa yang kita tahu ialah Tuhan ingin agar seluruh umat manusia untuk hidup sehat secara jasmani dan rohani.
Yesus turun ke dunia untuk membawa keselamatan jiwa kepada mereka yang percaya kepadaNya. Tetapi Ia juga menyembuhkan banyak orang sakit tanpa pilih kasih. Dengan demikian Ia membuktikan bahwa Tuhan yang berkuasa atas segala sesuatu, adalah Tuhan yang mahakasih yang ingin menyelamatkan siapa saja yang datang kepadaNya.
Sikap kita kepada yang sakit haruslah sama dengan sikap Yesus Kristus kepada mereka yang sakit pada waktu Ia masih di dunia. Ia tidak memakai penderitaan manusia untuk menggaris-bawahi aspek hukuman atau kedaulatan Tuhan. Sebaliknya, Ia mengabarkan kabar baik (good news) bahwa Tuhan yang mahakuasa adalah Tuhan yang mahakasih dan mau membebaskan manusia dari kurungan dosa. Dialah yang memegang kontrol dan yang bisa memberi kekuatan dan kesembuhan jasmani dan rohani sesuai dengan kehendakNya. Semoga kita dapat membagikan kasih Kristus kepada mereka yang sedang sakit dengan ikut mendukung mereka baik dalam doa maupun bantuan.
“Bersukacitalah dengan orang yang bersukacita, dan menangislah dengan orang yang menangis!” Roma 12: 16
Setiap pagi saya mempunyai kebiasaan untuk makan pagi sebelum mandi. Pagi ini, saya mengambil keputusan untuk mandi dulu sebelum makan pagi di sebuah cafe. Ada pertanyaan dalam pikiran saya: apakah ini keputusan saya ataukah Tuhan yang mengambil keputusan untuk saya? Pertanyaan yang mungkin dianggap aneh oleh banyak orang, tetapi memang ada juga orang Kristen yang percaya bahwa Tuhan yang mengatur segala tindakan manusia, baik kecil maupun besar, melalui penentuan Ilahi atau “devine determinism“.

Dalam hidup ini, semua orang tentunya mendambakan kebahagiaan. Mungkin bagi sebagian orang, kebahagiaan berarti kecukupan dalam segala sesuatu, kesehatan yang baik sampai hari tua, ataupun kehidupan anak cucu yang bisa dibanggakan. Segala sesuatu yang baik tentunya diidamkan setiap orang, dan tentunya tidak ada orang yang menginginkan kesulitan atau penderitaan dalam hidup ini. Walaupun demikian, dinamika hidup adalah sedemikian sehingga orang sulit untuk memperoleh apa yang diinginkannya. Untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak, begitu kata sebuah peribahasa.
Hal membayar pajak adalah sesuatu yang agak sensitif. Dimanapun kita berada, hampir tidak ada orang yang dengan senang hati membayar pajak. Tetapi membayar pajak adalah sebuah keharusan bagi setiap penduduk negara, karena pemerintah hanya bisa menjalankan mandatnya dengan menggunakan uang yang berasal dari pajak (tax revenue). Sekalipun penduduk negara secara keseluruhan bisa memperoleh penghasilan besar dari usaha mereka, negara tetap tidak dapat maju jika uang pemasukan dari pajak tidak cukup besar untuk membangun berbagai infrastruktur dan untuk menjalankan berbagai fungsi pemerintahan. Dalam keadaan demikian, sebagian penduduk mungkin hidup dalam kelebihan dan kenyamanan, tetapi mereka yang kurang mampu akan hidup menderita karena fasilitas sosial yang tidak berkembang.
Tuhan yang mahakuasa adalah mahakasih. Itulah Tuhan yang dikenal oleh umat Kristen. Memang kasih Tuhan itu terlihat dalam pemeliharaanNya setiap hari, tetapi yang paling bisa disadari adalah kasihNya yang memungkinkan manusia menerima keselamatan melalui darah Kristus.
Buah mangga adalah buah yang sangat populer, bukan saja di Indonesia tetapi juga di Australia. Banyak jenis mangga yang ada di Indonesia, tetapi barangkali mangga gadung dan manalagi adalah yang paling populer. Di Australia juga ada banyak jenis mangga, tetapi umumnya tidak seenak mangga Indonesia. Mangga di Australia termasuk barang lux, karena mahalnya. Karena itu jika orang mempunyai pohon mangga di rumah, itu adalah suatu berkat yang benar-benar bisa dinikmati.
Ada seorang anak muda yang sering mengendarai mobilnya diatas batas kecepatan jalan raya. Entah itu karena mobilnya yang tergolong mobil sport, atau karena ia memang berbakat untuk menjadi pembalap mobil, dalam kenyataannya ia sering ngebut. Tetapi, pada suatu hari, mobil polisi kebetulan ada dibelakang mobilnya ketika ia melampaui batas kecepatan jalan. Polisi yang melihat hal itu kemudian mengejarnya sampai ia terpaksa berhenti. Sewaktu polisi bertanya mengapa ia ngebut, dengan santai ia berkata bahwa ia terpaksa ngebut karena mobil polisi yang menguntit mobilnya dengan jarak yang terlalu dekat alias tail gating.
Pernahkah anda mengalami kejadian dimana secara tidak terduga anda diminta untuk menjumpai orang penting sedangkan anda saat itu hanya memakai sebuah kaos t-shirt? Apa yang kemudian anda lakukan? Mungkin jika anda mempunyai sebuah mantel atau jaket, itu bisa anda pakai untuk menutupi kaos anda. Mantel atau jaket tidak menghilangkan kenyataan bahwa anda memakai kaos, tetapi itu bisa membuat anda tampil dengan baik dan tidak membuat kesan buruk kepada orang lain. Pengalaman sedemikian mungkin juga bisa mengajar anda untuk lebih berhati-hati di masa depan, agar lebih berjaga-jaga.