“Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.” Matius 11: 28
Hidup ini berat. Mungkin kebanyakan orang mengiyakan pernyataan ini. Bagaimana tidak? Selama hidup selalu ada saja tantangan dan persoalan yang harus kita hadapi. Jika bukan hal pekerjaan, mungkin soal keuangan, keluarga, kesehatan atau hubungan antar manusia. Sekalipun ada orang-orang yang nampaknya selalu berjaya, pastilah ada masalah-masalah yang harus tetap dihadapi.
Orang berkata: “Ada hidup, ada masalah”, tetapi sebaliknya juga benar: “Ada masalah, ada hidup”. Selama manusia masih hidup pasti ada masalah, tetapi adanya masalah bisa juga membuat orang menjadi lebih kuat dan tetap hidup. Walaupun demikian, bagaimana orang bisa tetap hidup jika masalah yang ada sangat besar?
Bagi orang yang lelah jasmaninya, istirahat atau tidur mungkin bisa memulihkan tenaganya. Tetapi, banyak orang yang lelah bukan karena jasmaninya, tetapi karena rohaninya. Dalam hal ini, kelelahan rohani tidak bisa dihilangkan dengan istirahat; sebaliknya, kelelahan rohani seringkali menyebabkan kita justru tidak bisa beristirahat dengan baik. Jika kelelahan jasmani mungkin bisa diatasi dengan obat-obatan; kelelahan rohani seringkali sulit untuk diobati dan malahan bisa menimbulkan masalah jasmani.
Jika kelelahan jasmani mudah terlihat, kelelahan rohani seringkali sulit dibaca orang lain. Lebih payah lagi, mereka yang mengalami kelelahan rohani seringkali tidak sadar kalau apa yang mereka alami adalah bersumber dari rohani. Mereka yang mengalami kelelahan rohani seringkali merasa hidup ini begitu berat, begitu hampa, tanpa harapan, dan tidak ada orang lain yang bisa mengerti atau bisa menolong. Mereka yang berada dalam keadaan ini mungkin berusaha menyembunyikan persoalannya dari pandangan orang lain dengan berpura-pura, seakan hidup mereka berjalan seperti biasa. Tetapi, pada saat tertentu hati mereka menangis dan pikiran mereka menjadi sangat keruh.
Ayat di atas adalah panggilan Yesus kepada semua orang yang merasa lelah rohaninya. Yesus mengerti bahwa jika manusia bisa mengatasi kelelahan jasmani, mereka tidak mungkin menghilangkan kelelahan rohani dengan kekuatan diri sendiri. Kelelahan rohani hanya bisa dihilangkan oleh Tuhan yang bisa melihat apa yang ada dalam hidup, pikiran dan hati manusia.
Kelelahan rohani hanya bisa disembuhkan melalui iman kepada Tuhan yang mahakuasa, mahakasih dan mahabijaksana. Jika manusia tidak dapat menolong kita, tidak mau menolong kita atau tidak tahu bagaimana harus menolong kita; Tuhan kita adalah Tuhan yang mampu menolong, mau menolong, dan tahu apa yang terbaik untuk kita. Firman Tuhan diatas mengingatkan kita untuk percaya kepadanya dengan segenap hati kita, dan tidak bersandar kepada pengertian kita sendiri. Maukah kita menyerahkan hidup kita sepenuhnya kepada Dia?
“Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu.” 1 Petrus 5: 7
Menyekolahkan anak di Australia adalah suatu kewajiban untuk setiap orang tua jika anak mereka sudah berumur 5-6 tahun, dan harus diteruskan sampai mereka berumur 15-17 tahun. Pada umumnya, seorang anak akan duduk di bangku sekolah dasar (Primary School) selama 6-7 tahun dan kemudian meneruskan studinya ke Sekolah Menengah (High School) selama 5-6 tahun. Tidak semua anak akan menamatkan Sekolah Menengah, karena sebagian diantaranya mungkin memilih pendidikan kejuruan yang berbagai jenis. Selain itu, tidak semua yang tamat Sekolah Menengah berkeinginan untuk masuk universitas, karena mereka ingin cepat-cepat bekerja.
Bagi orang seumur saya, hal memilih karir tidak lagi harus dipikirkan. Walaupun demikian, saya masih ingat bahwa sewaktu saya memasuki SMA, pemikiran tentang karir masa depan saya sudahlah ada. Secara praktis, pilihan karir bergantung kepada banyak hal, misalnya pekerjaan apa yang benar-benar disukai, universitas mana yang bisa dimasuki, pekerjaan apa yang bisa menjamin masa depan, jabatan apa yang bisa dibanggakan, atau jurusan apa yang disetujui orang tua dan lain-lain. Tentunya, bagi sebagian orang, karir yang dipilih kalau bisa adalah yang bisa mencukupi dan bisa dinikmati. Walaupun demikian, banyak juga orang memilih karir yang membawa kekayaan sekalipun kurang bisa dinikmati.
Minggu yang lalu, seorang polisi yang menembak mati seorang wanita di Amerika dinyatakan bersalah oleh pengadilan. Wanita warga Australia itu sebenarnya tidak melakukan kejahatan apapun, tetapi ia menjadi korban karena melaporkan adanya kejahatan di rumah tetangganya. Ketika ia muncul menyambut polisi yang datang, ia ditembak polisi yang salah mengidentifikasi.
Hari ini saya menemukan sebuah amplop di kotak surat saya di kantor. Di amplop surat itu tertera nama universitas dimana saya bekerja dan dua stempel yang berbunyi “Private” dan “Confidential“. Hati saya sempat berdegup sejenak, karena stempel “”Pribadi” dan “Rahasia” pada sebuah amplop menunjukkan pentingnya isi surat itu. Mungkinkah itu surat teguran? Ataukah itu surat pemecatan?
Siapakah Yesus itu? Ada orang yang berpendapat bahwa Yesus adalah nabi yang terbesar. Ada pula yang percaya bahwa Yesus adalah penjelmaan Allah dalam tubuh manusia. Tetapi, sebagian besar orang Kristen percaya bahwa Yesus adalah Allah sendiri yang turun ke dunia. Manakah yang benar?
Kapan anda mengambil keputusan untuk mengikut Yesus? Masih ingatkah? Sebagian orang bisa menyebutkan saat tertentu dimana mereka, oleh pertolongan Roh Kudus, mengakui Yesus sebagai Juruselamat mereka dan bertekad untuk bertobat dari hidup lama mereka. Walaupun demikian, apa yang dikenal sebagai ciri-ciri hidup baru (born again) belum tentu dapat jelas terlihat sesudah itu. Mereka yang mengaku Kristen itu mungkin belum bisa bertumbuh kerohaniannya sehingga hidup baru mereka tidaklah jauh berbeda dari hidup sebelumnya.
Pernahkah anda berjumpa dengan seseorang yang mempertanyakan iman anda? Mungkin perjumpaan itu diawali dengan basa-basi, tetapi kemudian muncul pertanyaan mengenai agama apa yang anda peluk; dan selanjutnya orang itu kemudian berusaha mencari tahu apa yang sebenarnya anda ketahui atau mengerti tentang iman. Jika orang itu mengira bahwa anda kurang mempunyai pengertian tentang iman, ada kemungkinan ia kemudian mencoba untuk menjelaskan bahwa mendalami iman adalah perlu. Mungkin, jika orang itu pada dasarnya mempunyai agama yang sama, ia kemudian mencoba untuk memperkenalkan apa yang benar dan baik menurut apa yang dipercayainya. Tetapi, jika orang itu mempunyai kepercayaan lain, ada kemungkinan bahwa ia kemudian mencoba untuk memperkenalkan anda kepada agamanya.
Di zaman ini kebanyakan orang memperoleh pendidikan yang lebih baik dari apa yang ada pada generasi sebelumnya. Kemajuan ilmu pengetahuan begitu pesat sehingga mereka yang tidak mau memperoleh Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (continuing professional development atau CPD) akan pelan-pelan tertinggal dalam hal pengetahuan dan aplikasinya, dan karena itu akan sulit untuk mempertahankan profesinya.
Kemarin malam saya bermalam di sebuah apartemen di tengah kota Auckland di New Zealand. Dari kamar, saya bisa melihat pemandangan kota dan orang-orang yang berlalu-lalang jauh dibawah. Tetapi saya heran bahwa pada waktu tengah malam dan sampai pagi, suara-suara manusia terdengar nyaring dari kamar saya, seakan saya berada di lantai bawah. Saat itu adalah malam minggu dan mungkin orang-orang itu adalah mereka yang mabuk di akhir pekan. Mungkinkah Tuhan juga melihat dan mendengar suara orang-orang itu?