“Enam perkara ini yang dibenci TUHAN, bahkan, tujuh perkara yang menjadi kekejian bagi hati-Nya: mata sombong, lidah dusta, tangan yang menumpahkan darah orang yang tidak bersalah, hati yang membuat rencana-rencana yang jahat, kaki yang segera lari menuju kejahatan, seorang saksi dusta yang menyembur-nyemburkan kebohongan dan yang menimbulkan pertengkaran saudara.” Amsal 6: 16 – 19
Hari Minggu adalah hari dimana orang Kristen pergi ke gereja untuk berbakti kepada Tuhan. Di gereja, mereka bersatu dalam satu iman untuk memuji Tuhan dan mendengarkan firmanNya. Kesempatan itu juga dipakai untuk bersama-sama memohon pengampunan atas dosa-dosa yang diperbuat selama seminggu yang telah lalu.
Ada berapa dosa yang kita perbuat dalam seminggu? Tidak ada seorang pun yang tahu berapa jumlah dan macam dosa yang diperbuatnya dalam sehari, apalagi dalam seminggu. Walaupun demikian, tidak semua orang mau memikirkan hal itu. Bagaimana mungkin orang bisa menghindari dosa? Karena itulah, sebagian orang tetap hidup dalam “dosa-dosa kecil ” yang mereka lalukan tiap hari. Asal saja tidak ada “dosa besar” yang dilakukan, banyak orang merasa bahwa hidupnya cukup baik. Dalam berdoa, mungkin mereka hanya mengingat hal-hal yang buruk menurut ukuran manusia dan masyarakat setempat.
Dalam ayat pembukaan diatas, penulis Amsal menyatakan bahwa ada enam atau tujuh hal yang dibenci Tuhan, diantaranya kesombongan dan kebohongan yang sering muncul dalam hidup kita sehari-hari. Tetapi, karena Tuhan adalah maha suci, apapun yang kita anggap lumrah tetapi tidak sesuai dengan standar kesucianNya, tidak akan dapat diterimaNya. Dosa adalah dosa.
Menurut Paus Gregory dari abad VI, memang ada banyak dosa yang sering dilakukan manusia, tetapi ada tujuh dosa yang mematikan (seven deadly sins) yaitu kesombongan, iri hati, kerakusan, hawa nafsu, kemarahan, ketamakan dan kemalasan. Walaupun demikian, Alkitab tidak menyebutkan bahwa hanya ada tujuh dosa yang bisa membawa kematian jiwa.
Pengelompokan dosa-dosa kedalam tujuh jenis memang mempermudah kita untuk mengingat bahaya dosa, karena hampir semua dosa bisa dimasukkan kedalam salah satu dari tujuh kelopmpok itu. Dengan demikian, kita bisa diingatkan bahwa semua dosa adalah mematikan.
“Sebab upah dosa ialah maut; tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.” Roma 6: 23
Pagi ini kita harus sadar bahwa semua dosa, baik yang terlihat maupun yang tidak terlihat mata, baik yang “kecil”, yang sering muncul dan sudah diterima masyarakat setempat, ataupun sesuatu yang terlihat benar-benar jahat dan muncul di media, semuanya berasal dari hati manusia yang cacat, seperti yang pernah dikatakan Yesus:
“Apa yang keluar dari seseorang, itulah yang menajiskannya, sebab dari dalam, dari hati orang, timbul segala pikiran jahat, percabulan, pencurian, pembunuhan, perzinahan, keserakahan, kejahatan, kelicikan, hawa nafsu, iri hati, hujat, kesombongan, kebebalan.” Markus 7: 20 – 22
Karena itu, marilah kita sadar bahwa setiap hari kita perlu memohon ampun untuk apapun yang tidak sesuai dengan firman Tuhan dalam hidup kita. Hanya dengan itu kita bisa mendekati Tuhan yang maha suci.
“Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.” 1 Yohanes 1: 9
Di negara manapun anda tinggal, tentu anda tahu bahwa ada masa-masa dimana kaum politisi giat berkampanye. Itu biasanya terjadi pada saat menjelang pemilihan umum atau pemilu. Di Australia, ada 3 pemilu yang bisa diikuti rakyat: tingkat federal atau pusat, tingkat state atau negara bagian, dan tingkat council atau kabupaten.
Pernahkah anda dihadapkan pada beberapa pilihan dalam hidup ini? Jika jumlah pilihan itu ada banyak, tentu sulit bagi anda untuk mendapatkan yang terbaik. Ibarat sebuah undian, dalam film Forrest Gump (1994), tokoh utama Forrest Gump (diperankan oleh Tom Hanks) mengatakan “Mama selalu bilang hidup itu seperti sekotak coklat. Anda tidak pernah tahu apa yang akan anda dapatkan.” Bagaimana pula jika pilihan itu hanya dua? Tentunya anda mengira bahwa lebih mudah untuk memilih yang terbaik?
Pernahkah anda berpikir, apabila anda bekerja keras untuk Tuhan, memasyhurkan namaNya, dan memberikan persembahan yang besar kepada gereja, apakah Tuhan tidak merasa berhutang budi atas kebaikan anda? Pertanyaan ini agaknya terdengar janggal, namun ada banyak orang Kristen yang merasa bahwa Tuhan kurang menghargai mereka, sekalipun mereka sudah banyak berbuat baik untuk Tuhan dan sesama. Sebaliknya ada orang-orang Kristen yang dengan bangga merasa bahwa Tuhan tentu senang dan bersyukur atas segala apa yang sudah dilakukan mereka, sehingga Ia melimpahkan berkatNya berlipat ganda.
Bacaan: Yohanes 3: 1 – 21
Bayangkan anda berada di sebuah gereja, mengikuti kebaktian hari minggu. Jemaat saat itu sedang menyanyikan sebuah lagu Kristen yang sangat terkenal yaitu “Mengikut Yesus keputusanku” yang merupakan terjemahan lagu berbahasa Inggris “I have decided to follow Jesus“. Anda pun ikut menyanyi:
Ada berapakah jumlah negara di dunia? Saat ini (2018) ada 193 negara anggota PBB dan 2 negara yang hanya berstatus peninjau. Jadi, jumlah keseluruhannya adalah 195 negara. Apa yang menyebabkan terbentuknya negara? Salah satu sebabnya adanya latar belakang dan tujuan hidup yang serupa.
Inginkah anda menjadi manusia yang sempurna? Pertanyaan ini mungkin dijawab orang dengan senyum skeptis. Sempurna? Apa bisa? Apa kriteria untuk menjadi manusia sempurna? Apakah bentuk tubuh, rupa, kepandaian, kesadaran, kebaikan dan sejenisnya?