“Sebab dimana dua atau tiga orang berkumpul dalam Nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka.” Matius 18: 20
Hari ini adalah hari dimana banyak orang Kristen pergi ke gereja. Ada banyak gereja di Australia, dan salah satu gereja yang bersejarah adalah gereja Saint Nicholas yang berada di Western Australia. Dibangun pada tahun 1840 oleh James Narroway sebagai gubuk dimana ia hidup dengan isterinya, Sarah, bangunan dari kayu jarrah yang berukuran 3,8 x 6,7 meter ini mulai dipakai sebagai gereja kaum pendatang sejak tahun 1848.
Jika anda heran dengan adanya gedung gereja yang hanya bisa memuat sekitar 15 orang itu, keadaan sudah berbeda sekarang dengan adanya berbagai gedung gereja besar yang bisa memuat banyak pengunjung, diantaranya:
- Hillsong Church, Sydney 3500
- Citipointe Church, Brisbane 2000
- St Mary’s Cathedral, Sydney 2000
- Wesley Uniting Church, Adelaide 1100
- Rangeville Community Church, Toowoomba 1100
- St Patrick’s Cathedral, Toowoomba 850
Adanya gedung-gedung gereja yang besar belum tentu menunjukkan kesehatan rohani penduduk setempat karena banyak gereja yang hanya mempunyai pengunjung yang jauh lebih sedikit dari kapasitasnya. Hal ini terjadi karena banyak keluarga yang sudah tidak bertahan didalam iman kepada Yesus Kristus.
Memang keluarga adalah dasar gereja yang merupakan persekutuan orang percaya. Keluarga Kristen adalah gereja yang terkecil dimana setidaknya dua orang bisa berkumpul dan bersama-sama berdoa dan berbakti kepada Tuhan dan memohon kehadiran Roh Kudus, seperti apa yang dilakukan oleh murid-murid Kristus (Kisah Para Rasul 2: 1 – 4).
Ayat diatas menyatakan bahwa jika ada dua atau tiga orang berkumpul dalam nama Yesus, disitu Ia ada di tengah-tengah mereka. Ini bukan berarti bahwa jika kita seorang diri, Yesus tidak mau menyertai kita dan mendengar doa-doa kita; tetapi jika ada setidaknya dua orang, itu bisa membuka kesempatan bagi mereka untuk menjadi gereja dan untuk bersama-sama mengaku dosa, memuji Tuhan dan untuk mempelajari firmanNya. Didalam kebersamaan kita juga bisa lebih bisa menghayati makna pengurbanan Kristus untuk menebus dosa semua orang percaya, sehingga kita mempunyai keinginan yang makin besar untuk mengasihi Tuhan dan sesama.
Sungguh memprihatinkan bahwa dengan kesibukan hidup manusia dan perubahan sosial di zaman ini, identitas dan fungsi keluarga mulai kabur. Kedudukan dan kewajiban orang tua, suami, istri dan anak-anak seringkali diabaikan sehingga kesatuan keluarga menjadi berkurang. Jika kasih mulai menghilang dari keluarga sebagai gereja yang terkecil, gereja yang ada dalam masyarakat setempat juga akan mengalami persoalan yang sama. Keluarga Kristen mulai jarang ke gereja, dan jika orang ke gereja pun, itu mungkin karena adanya alasan-alasan yang lain; bukan untuk mengaku dosa, memuliakan Tuhan dan menerima firmanNya.
Pagi ini firman Tuhan berkata bahwa Tuhan menghargai mereka yang mau bersatu dengan saudara-saudara seiman untuk menyembah Dia. Seperti gereja yang terbentuk setelah Tuhan Yesus naik ke surga, fungsi keluarga dalam kehidupan orang Kristen harus dikuatkan agar makin banyak orang yang bisa melihat kasih dan kuasa Tuhan melalui persekutuan iman kita.

Sebagai orang Kristen, tentu kita percaya bahwa doa adalah suatu yang sangat penting dalam hidup kita, karena doa adalah sebuah komunikasi dengan Tuhan Sang Pencipta. Doa orang yang benar memang didengar Tuhan dan karena itu besar kuasanya. (Amsal 25: 29).
Dunia ini selalu penuh dengan hal-hal yang membuat orang kuatir, was-was atau ketakutan. Memang ada orang yang senang pergi ke tempat yang berbahaya, melakukan hal-hal yang membuat hati berdebar-debar, atau melakukan sesuatu tindakan yang mempunyai resiko besar. Mereka yang tergolong “thrill-seeker“, memang sengaja mencari kesempatan untuk menantang bahaya untuk memuaskan diri sendiri. Tetapi, tidak ada seorangpun yang menyukai sesuatu yang bisa membawa kecelakaan atau bencana yang diluar kontrol. Hanya orang yang bodoh atau gila yang sengaja mencari bencana untuk diri sendiri atau orang lain.
Alkisah Adam dan Hawa mempunyai dua orang anak, Kain dan Habel. Sebagai petani, Kain mempersembahkan sebagian dari hasil tanahnya kepada Allah sebagai korban persembahan. Tetapi Habel yang penggembala kambing dan domba, mempersembahkan korban terbaik dari anak sulung kambing dombanya. Karena ketulusan Habel, Allah mengindahkan korban persembahannya, tetapi Kain dan korban persembahannya diabaikanNya. Karena iri hati, Kain kemudian menjadi sangat marah, dan ia akhirnya membunuh Habel.
Kitab Kejadian 3 menceritakan bagaimana Adam dan Hawa jatuh kedalam dosa melalui tipu muslihat iblis. Iblis dengan kecerdikannya berhasil membuat Hawa melanggar perintah Tuhan untuk tidak memakan buah pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat. Hawa melihat, bahwa buah pohon itu baik untuk dimakan dan sedap kelihatannya, lagipula pohon itu menarik hati karena memberi pengertian. Lalu ia mengambil dari buahnya dan dimakannya dan diberikannya juga kepada Adam yang bersama-sama dengan dia (Kejadian 3: 6).
Jika kita membaca berita di media, selalu ada saja hal-hal yang membuat kita menghela nafas. Dunia ini seakan dipenuhi dengan kekerasan dan ketidakadilan. Herankah kita melihat adanya ketidakadilan di dunia? Mungkin saja tidak, karena dunia ini memang sudah jatuh kedalam dosa. Kejadian yang tidak menyenangkan dan yang tidak adil tentu bisa terjadi pada orang-orang disekitar kita.
Dapatkah seorang manusia mengenal Tuhan jika hidupnya tak pernah kekurangan apapun dan tak pernah mengalami masalah yang berarti? Pertanyaan ini tidaklah mudah dijawab.
Australia adalah salah satu negara yang menghasilkan banyak hasil perkebunan, seperti mangga, ceri, anggur, apel dan jeruk. Daerah perkebunan semacam ini biasanya terletak di pelosok desa yang jarang penduduknya. Karena itu, jika musim menuai datang, pemilik kebun harus mencari orang-orang yang mau bekerja sebagai penuai (fruit picker). Pekerjaan yang berat ini biasanya dilakukan oleh turis-turis dari luar negeri yang ingin menambah uang saku. Jika jumlah penuai kurang dari yang dibutuhkan, banyak hasil kebun terpaksa menjadi busuk karena tidak tertuai.