“Sebab itu seorang laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya menjadi satu daging. Mereka keduanya telanjang, manusia dan isterinya itu, tetapi mereka tidak merasa malu.” Kejadian 2: 24 – 25
Hari ini saya melihat adanya ucapan selamat hari Yom Kippur di WA saya. Saya terperangah. Setahu saya tidak ada satupun teman saya yang merayakannya. Malahan, saya duga hampir semua tidak tahu maknanya. Apa sih Yom Kippur itu?
Menurut Wikipedia, Yom Kippur (יום כיפור yom kippūr); Hari Penebusan atau Hari Pendamaian (hari grafirat) adalah hari yang dianggap paling suci dalam agama Yahudi. Di Australia, Yom Kippur berlangsung sejak Selasa malam 18 September, sampai Rabu malam 19 September 2018.Walaupun disebut perayaan, sebenarnya ini dilakukan puasa selama 25 jam, dihitung dari terbenamnya matahari.
Ada hal-hal yang pantang dilakukan selama perayaan ini berlangsung. Selain tidak diperkenankan untuk makan dan minum, umat tidak diperbolehkan untuk melakukan hubungan seksual. Memang dalam perkawinan Yahudi ortodoks, selalu ada hari-hari tertentu dimana hubungan seks tidak boleh dilakukan karena mereka ingin memusatkan diri kepada Tuhan.
Menurut Alkitab, seks adalah pemberian Tuhan yang baik, yang harus dipertahankan kemurniannya. Seks hanya baik jika dilakukan pada saat yang baik, dengan cara yang benar dan untuk tujuan yang mulia. Pengertian keadaan apa yang baik dan tidak baik agaknya berbeda dengan apa yang dijalankan orang zaman now, yang mungkin menganggap bahwa asal dua orang saling menyukai, seks dalam bentuk apapun, dimanapun dan kapanpun jadilah.
Menurut agama Kristen, seks adalah bagian kehidupan antara suami dan istri yang merupakan pemberian Tuhan. Seks seharusnya adalah sesuatu yang suci yang berdasarkan kasih antara suami dan istri sesuai dengan perintah Tuhan untuk menghasilkan keturunan (Kejadian 1: 28). Seks adalah bukan sesuatu yang tabu, kotor, atau memalukan jika dilakukan dua orang yang hidup dalam pernikahan. Hubungan antara suami dan istri seharusnya membawa mereka lebih dekat kepada Tuhan.
“Sebab itu seorang laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya menjadi satu daging. Mereka keduanya telanjang, manusia dan isterinya itu, tetapi mereka tidak merasa malu.” Kejadian 2: 24 – 25
Mengapa pandangan dunia akan pernikahan sekarang sudah berubah? Itu karena dosa manusia. Manusia sudah menjadikan manusia lain sebagai obyek nafsu mereka, baik dalam dunia nyata maupun maya. Banyak orang yang merasa bahwa hidup adalah milik mereka dan itu ada ditangan mereka sendiri. Hidup adalah untuk kenikmatan tubuh dan bukan untuk memuliakan Sang Pencipta. Tidak lagi menghormati perkawinan seperti yang ditentukan Tuhan, manusia justru berbuat hal-hal yang bisa menghancurkan perkawinan dan hidup mereka sendiri.
“Hendaklah kamu semua penuh hormat terhadap perkawinan dan janganlah kamu mencemarkan tempat tidur, sebab orang-orang sundal dan pezinah akan dihakimi Allah.” Ibrani 13: 4
Pagi ini, jika kita sudah diberkati Tuhan dengan seorang pendamping, biarlah kita hidup suci dalam perkawinan untuk seumur hidup. Hubungan kita dengan pasangan kita adalah ibarat hubungan gerejaNya dengan Yesus Kristus, dan karena itu harus didasarkan pada kasih.
Begitu pula jika ada diantara kita yang mendambakan seorang kekasih, biarlah kita menyampaikan permohonan kita kepada Tuhan, agar kita mendapat seorang yang sepadan dalam iman kepada Tuhan. Selama dalam penantian, pikiran kita tidak boleh dipengaruhi oleh ajaran dunia yang merendahkan dan mengotori apa yang pada mulanya ditentukan Tuhan sebagai sesuatu yang baik adanya.
“…….. Tetapi tubuh bukanlah untuk percabulan, melainkan untuk Tuhan, dan Tuhan untuk tubuh.” 1 Korintus 6: 13b
Apakah bayangan anda tentang Tuhan ketika sedang berdoa? Apakah anda membayangkan Dia seperti seorang raja dengan segala kemegahannya? Apakah anda membayangkan Dia dalam rupa Yesus seperti yang ada dalam berbagai buku Kristen? Bagaimana anda tahu dengan pasti bahwa Yesus mempunyai wajah seperti apa yang dipertunjukkan dalam film “The Passion of the Christ“?
Tidak dapat dipungkiri, sejak adanya berbagai sosial media banyak orang menjadi sangat bersemangat untuk berkomunikasi dengan “teman”. Dengan berbagai aplikasi orang bisa berkomunikasi langsung melalui pesan tertulis ataupun pesan lisan kapan saja. Orang biasanya merasa senang bercanda, saling menggoda dan juga mengirimkan gambar-gambar lucu yang kadang-kadang agak “miring”.
Hasil kejuaraan lari 3000m pada kejuaraan World Indoor Championships 2018 di Birmingham adalah 1. Genzebe Dibaba (Etiopia) 2. Sifan Hassan (Belanda) 3. Laura Muir (Inggris). Sesudah race itu selesai, salah satu pertanyaan adalah apakah Laura Muir tidak seharusnya diberi medali perak. Mengapa? Pada putaran terakhir, Sifan memotong jalan Laura dan menghalanginya untuk bisa melaju kedepan dengan bebas. Sifan meneruskan usahanya untuk menghalangi Laura bahkan makin melebar ke kanan sampai di garis finis. Anehnya, atas pertanyaan wartawan, Laura tidak menyadari adanya insiden itu karena pikirannya pada waktu itu hanyalah untuk mencapai garish finis. Juga karena lelah, Laura tidak sepenuhnya awas atas keadaan disekelilingnya.
Beberapa minggu ini saya dibanjiri dengan email yang mengabarkan bahwa saya memenangkan hadiah ini dan itu. Apa yang harus saya lakukan hanya untuk mengklaimnya dengan mengklik alamat situs internet tertentu. Sudah barang tentu saya tahu bahwa ini hanyalah scam saja, upaya untuk menipu saya agar saya memberikan detail bank saya. Di dunia ini tidak ada barang gratis!
Lagu “You are not alone” yang artinya “Engkau tidak sendirian” adalah sebuah lagu pop yang dirilis Michael Jackson pada tahun 1995. Lagu itu adalah lagu patah hati seseorang yang ditinggal kekasihnya. Lagu sedih ini menjadi lagu top di banyak negara untuk waktu yang cukup lama. Kelihatannya banyak orang yang bukan saja menyukai nadanya, tetapi juga merasa bahwa liriknya benar-benar mengena dan bisa membuat para pendengarnya menitikkan air mata.
Memasuki minggu baru kita menghadapi tantangan baru. Perjuangan hidup memang tidak pernah berhenti. Apa yang kita butuhkan hari ini? Sebagai manusia, tentunya kita membutuhkan makanan, minuman, kesehatan, penghasilan dan berbagai hal yang lain. Walaupun begitu, daftar kebutuhan tiap orang tidaklah sama. Ada orang yang tidak membutuhkan terlalu banyak, tetapi ada juga orang yang mendambakan berbagai hal. Ada yang belum memperoleh banyak, tetapi sudah puas dengan apa yang ada. Sebaliknya, ada yang hidup berkelimpahan, tetapi masih juga menantikan datangnya sesuatu yang lebih besar.
Yakobus menulis bahwa lidah adalah bagian tubuh yang kecil tapi mempunyai kemampuan besar. Dengan lidah kita bisa memberitakan Injil, tetapi dengan lidah kita juga dapat menghujat Tuhan. Lidah dapat digunakan untuk memuji seseorang, tetapi dengan lidah juga orang bisa memfitnah. Lidah adalah penyambung pikiran, dan apa yang ada dalam pikiran bisa dicetuskan dalam kata-kata yang lembut atau keras.