“Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong. Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain. Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran.” 1 Korintus 13: 4-6
Tiap tahun di banyak negara barat orang merayakan hari Kasih Sayang yang adalah sebuah hari di mana para kekasih dan mereka yang sedang jatuh cinta menyatakan perasaan cintanya. Di beberapa negara Asia perayaan ini juga mulai muncul, terutama karena didorong segi komersial. Memberi bunga, coklat atau hadiah kepada orang yang dicintai biasanya merupakan kebiasaan umum. Walaupun begitu, sebagian negara melarang perayaan ini karena diasosiasikan dengan agama Kristen.
Hari Kasih Sayang sebenarnya bukan hari besar. Itu adalah kebiasaan umum yang muncul di beberapa negara karena berbagai alasan. Bukan hari libur, dan bukan hari raya Kristen. Malahan, sebagian orang Kristen tidak mau merayakannya karena tidak adanya hubungan antara hari itu dengan Alkitab.
Terlepas dari alasan orang Kristen dalam merayakan atau tidak merayakan hari Kasih Sayang, adalah menarik bahwa kasih sayang serasa perlu didemonstrasikan antara dua orang pada satu hari tertentu dengan sebuah lambang, entah berupa gambar hati, bunga, ataupun cupido (Inggris: cupid).
Cupid adalah dewa cinta Romawi. Sebutan lainnya dalam bahasa Latin bagi dewa ini adalah Amor. Sebagai Amor, ia digambarkan sebagai anak kecil bersayap yang nakal, serta membawa busur dan panah, yang dapat membuat manusia maupun dewa jatuh cinta. Dalam bahasa Yunani, dewa ini dinamakan Eros, dewa cinta erotis dan daya tarik seksual.
Berbeda dengan pengertian kasih sayang duniawi, Alkitab menulis bahwa Allah mengasihi seisi dunia ini sehingga Ia mengirim AnakNya yang tunggal untuk menebus dosa manusia dengan mati di kayu salib.
“Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.” Yohanes 3: 16
Kasih Allah ini adalah kasih yang murni, agape, yang berbeda dengan kasih sayang yang mampu diperlihatkan oleh manusia. Kasih yang murni tidak hanya terjadi pada satu hari saja dalam setahun, tetapi berlangsung sepanjang masa. Kasih yang murni itu sabar dan murah hati; dan tidak mudah cemburu. Kasih yang murni tidak sombong, tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Kasih yang murni tidak muncul sebagai tindakan atau kelakuan yang melanggar hukum Tuhan.
Mereka yang mempunyai kasih yang murni adalah orang-orang yang dalam hidupnya setiap hari tidak mudah marah, baik di rumah, di kantor dan dimana saja, dan mereka tidak menyimpan kesalahan orang lain. Mereka yang punya kasih yang murni tidak akan bersukacita jika ada ketidakadilan, tetapi karena adanya kebenaran.
Masalahnya disini, adakah orang yang mempunyai kasih yang murni jika kasih yang sedemikian adalah sifat hakiki Allah? Manusia hanya bisa mengasihi jika ia mengenal Allah, sumber kasih.
“Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih.” 1 Yohanes 4: 8
Hanya melalui karunia Tuhan, kita dapat menunjukkan kasih karena kasih adalah pemberian Tuhan. Kasih Tuhan sudah diberikan kepada manusia yang beriman dan dinyatakan dengan lambang kayu salib dimana Yesus sudah mati ganti dosa kita. Pagi ini biarlah kita ingat bahwa adalah panggilan kita, orang yang beriman, untuk mengasihi sesama kita – bukan orang tertentu saja, bukan satu hari saja, dan bukan untuk kepentingan kita sendiri.
“Demikianlah tinggal ketiga hal ini, yaitu iman, pengharapan dan kasih, dan yang paling besar di antaranya ialah kasih.” 1 Korintus 13: 13
Dalam kehidupan sehari-hari sering manusia merasa lelah. Kesibukan di kantor, sekolah maupun rumah tangga seringkali membuat kita jenuh. Mereka yang bekerja di ladang Tuhan juga kerap kali merasa penat baik secara jasmani maupun rohani. Rasa lelah terasa lebih parah jika kita merasa sudah berusaha sebaik mungkin tetapi tidak mendapat hasil yang kita harapkan.
Pernahkah anda membayangkan apa yang akan terjadi jika matahari berhenti bersinar? Matahari jelas dibutuhkan untuk kehidupan mahluk di dunia, karena tanpa matahari, dunia akan menjadi gelap gulita dalam waktu kurang dari 10 menit dan suhu bumi berangsur menjadi sangat dingin sehingga semua mahluk lambat laun akan musnah.
Pernahkah anda mendengar seseorang berkata: “Aku bisa mengampuni kesalahan orang, tetapi tidak bisa melupakannya”? Reaksi ini nampaknya masuk di akal, terutama jika menyangkut hal yang sangat jahat yang pernah dilakukan orang lain. Tetapi, untuk orang Kristen sikap ini layak dipertanyakan karena Tuhan yang mengampuni dosa mereka, Ia juga melupakan dosa yang sudah mereka perbuat.
Di zaman ini, gejala insomnia atau tidak bisa tidur sering dijumpai dalam masyarakat. Sebenarnya insomnia bukanlah penyakit, tetapi itu adalah gejala yang muncul karena adanya berbagai penyebab, termasuk medis, psikologis dan lingkungan. Dalam hal psikologis, insomnia bisa disebabkan karena stress, rasa kuatir, tekanan hidup, depresi dan bahkan karena kuatir tidak bisa tidur!
Sebagai negara penghasil minuman anggur yang termasuk dalam 10 besar di dunia, Australia mempunyai banyak perkebunan anggur, terutama di negara bagian South Australia. Di lembah Barossa, banyak kebun anggur dan pabrik minuman anggur ternama dikunjungi para turis lokal dan luar negeri yang ingin melihat bagaimana anggur ditanam dan diproses untuk dijadikan berbagai jenis minuman anggur.
Pagi ini setelah bangun saya mendengarkan radio ABC yang kebetulan mendiskusikan keadaan ekonomi Australia. Dalam siaran itu, diungkapkan bahwa keadaan ekonomi Australia saat ini tidaklah sebaik yang dibayangkan karena ada banyak orang yang hidup dibawah garis kemiskinan, yang membutuhkan bantuan dari badan-badan sosial. Sekalipun ada beberapa badan sosial, jumlah dan kemampuan mereka adalah terbatas dan karena itu masih banyak orang yang hidup dalam kekurangan.
Istilah mata gelap atau gelap mata sering dipakai dalam percakapan sehari-hari untuk menunjukkan keadaan dimana seseorang tidak dapat berpikir terang; atau keadaan dimana seseorang mengamuk karena marah sekali. Jika hal ini terjadi, seringkali hal yang menyedihkan akan terjadi sebagai akibatnya, entah kepada dirinya sendiri atau orang lain; sebab jika pikiran sudah tidak dapat bekerja dengan baik, keputusan yang diambil seringkali keliru. Apalagi orang yang mudah menjadi mata gelap seringkali mempunyai pribadi yang kurang stabil. Memang hal ini bisa disebabkan oleh faktor eksternal yang memicu orang untuk menjadi mata gelap, tetapi pada umumnya ada faktor internal dalam hidup orang itu sehingga ini mudah terjadi. Dalam keadaan mata gelap, seseorang tidak bisa melihat keadaan disekitarnya dengan obyektif dan bahkan tidak bisa melihat apa yang dilakukan oleh dirinya sendiri.