“Kamu akan mencari Aku, tetapi tidak akan bertemu dengan Aku, sebab kamu tidak dapat datang ke tempat di mana Aku berada.” Yohanes 7: 34
Pernahkah anda merasakan kesulitan hidup yang luar biasa? Mungkin pada waktu itu anda lagi sakit, terancam bahaya, atau membutuhkan pertolongan. Anda mungkin membayangkan betapa enaknya jika Yesus ada disamping anda, secara nyata bersama anda menghadapi kesulitan itu. Atau, sekiranya Yesus lagi sibuk, barangkali Ia mau mengirimkan malaikatNya untuk melindungi anda?
Memang, jika dibayangkan, kalau saja Yesus itu seperti seorang penguasa dunia yang tidak ada tandingnya, kaya-raya, bijak dan murah hati, sungguh enak hidup orang Kristen jadinya. Setiap kali kita mengalami kesulitan, kita akan bisa menelepon atau menjumpai Dia untuk minta pertolongan.
Pada zaman Yesus di dunia, masyarakat Israel hidup dalam penindasan Roma. Mereka mengharapkan bahwa Mesias akan datang sebagai seorang pahlawan perkasa yang dengan pedang akan menumbangkan kuasa kaum penjajah. Dengan demikian, sebagian orang menduga bahwa Yesus akan membuat suatu revolusi melawan kerajaan Romawi. Tetapi, dalam ayat diatas Yesus menyatakan bahwa Ia bukanlah seperti yang mereka harapkan.
Di zaman ini, orang mungkin tidak lagi mendambakan kemerdekaan dari penjajahan bangsa lain, walaupun masih ada beberapa negara di dunia yang dijajah, baik oleh bangsa lain maupun bangsa sendiri. Kebanyakan orang ingin mendapatkan kemerdekaan dari kemiskinan, penyakit dan penderitaan jasmani lainnya. Mereka menginginkan kemakmuran, kesuksesan, kesehatan, umur panjang, penampilan yang mempersona dan hal-hal duniawi lainnya. Dan dengan demikian, banyak orang yang mengharapkan bahwa Tuhan akan memenuhi keinginannya.
Seperti apa yang terjadi pada saat Yesus di dunia, banyak orang yang mengira bahwa Tuhan ada untuk memberi kenyamanan hidup di dunia. Mereka menyembah tuhan mereka dengan tujuan untuk mendapat berkat materi. Begitu juga banyak orang Kristen yang percaya bahwa Tuhan adalah sumber kemakmuran, dan kemakmuran adalah tanda iman yang teguh. Mereka yang berpandangan sedemikian, tidaklah dapat menemukan Yesus dalam hidup mereka.
Pagi ini, Yesus berkata dalam ayat diatas bahwa jika kita mencari Dia untuk mendapatkan kebahagiaan dan kepuasan jasmani, kita tidak akan bertemu dengan Dia, karena kita tidak tahu siapa Dia dan dimana Dia berada. Yesus adalah Tuhan yang sudah datang ke dunia, mati disalibkan dan bangkit agar kita mempunyai harapan masa depan.
Yesus sudah menyelamatkan jiwa kita, dan sekarang dipermuliakan di surga. Tetapi, Yesus jugalah yang sudah memberi seorang penolong yaitu Roh Kudus yang tinggal didalam hati setiap orang yang percaya. Hidup ini tidaklah mudah, dan memang penuh dengan perjuangan. Jika kita mencari Tuhan dalam bentuk berkatNya, kita tidak bisa menemukan Dia. Tetapi jika kita merasakan kehadiranNya dalam hati kita, kebahagiaan dan kecukupan akan datang dengan sendirinya.
“Karena itu, kalau kamu dibangkitkan bersama dengan Kristus, carilah perkara yang di atas, di mana Kristus ada, duduk di sebelah kanan Allah. Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi.” Kolose 3: 1 – 2
Apakah Tuhan mencintai setiap orang? Pertanyaan ini kelihatannya tidak sukar dijawab, tetapi sebenarnya bisa dan sudah menyebabkan kebingungan diantara banyak orang. Mereka yang belum percaya kepada Kristus mempertanyakan sifat mahakasih dari Tuhan, karena kalau Ia mahakasih, tentunya kasihNya adalah tanpa syarat (unconditional). Jika Tuhan mengharuskan mereka untuk percaya kepada Yesus agar tidak binasa, itu sepertinya tidak menunjukkan sifat mahakasihNya. Bagi sebagian orang Kristen, ayat diatas menyatakan sifat Tuhan yang mahakasih, tetapi juga yang mahakuasa, yang berhak menentukan siapa di dunia ini yang bisa percaya kepada Kristus untuk menerima keselamatan.
Salah satu meme yang lucu dan menarik perhatian saya baru-baru ini adalah “We live in the era of smart phones and stupid people” yang berarti “Kita hidup di zaman ponsel cerdas dan orang bodoh”. Betapa tepat dan akuratnya apa yang diutarakan meme ini!
Dua dokter Australia baru-baru ini menerima penghargaan Star of Courage dari pemerintah Australia untuk keberanian mereka dalam usaha menyelamatkan beberapa orang dari sebuah gua di Thailand. Kisah penyelamatan tim sepakbola yang terdiri dari anak-anak remaja dan seorang pelatihnya itu sudah disiarkan melalui berbagai media di seluruh dunia, dan bahkan kabarnya akan dituangkan dalam sebuah film.
Pernahkah anda merasa bahwa apapun yang anda kerjakan tidak mendapat sambutan yang baik dari orang lain? Dalam cerita-cerita klasik banyak dijumpai hal-hal semacam itu. Misalnya, seorang istri yang sudah seharian sibuk bekerja di rumah, mungkin mendapat celaan dari suami setelah ia pulang dari kantor. Demikian pula, seorang suami yang sudah bekerja keras mencari nafkah, masih menerima omelan istri. Hal-hal semacam ini memang bisa membuat orang merasa sedih dan bahkan frustrasi.
Di dunia ini tidak terhitung jumlah orang yang mengenal nama Yesus. Tetapi bagi setiap orang, nama Yesus mungkin mempunyai arti yang berbeda. Bagi sebagian orang, Yesus adalah orang Yahudi, anak tukang kayu yang dikenal karena ajaranNya. Orang lain berpendapat bahwa Yesus adalah orang yang baik dan bijaksana. Sebagian lagi berpendapat bahwa Yesus adalah nabi yang terbesar. Dan banyak juga yang berkata bahwa Yesus hanyalah tokoh sejarah.
Bagi mereka yang senang menonton, tahun-tahun sebelum 1960 adalah masa jaya film koboi Amerika. Bintang film seperti John Wayne dan bahkan Ronald Reagan pada waktu itu sering muncul di layar perak. Setelah masa jaya film koboi Amerika berakhir, film koboi Italia muncul, dan bintang film Franco Nero menjadi tenar dengan film Django di tahun 1966. Walaupun film Western sebenarnya menceritakan kehidupan para koboi di Amerika yang tidak ada di Italia, film koboi “spaghetti” semacam ini populer karena tema kekerasan dan balas dendam yang disukai sebagian orang.
AKAL sehat adalah terjemahan kontekstual dari common sense. Apa itu akal sehat? Harfiahnya menunjuk pada arti pemahaman yang dibuat oleh akal orang kebanyakan tanpa banyak-banyak berpikir rumit-rumit atau merenung-renung. Sesuatu yang seharusnya ada pada setiap orang (common). Dengan demikian, akal sehat mungkin adalah pikiran atau tindakan yang dianggap umum atau biasa oleh kebanyakan orang.
Dalam kehidupan sehari-hari, kita bisa menjumpai berbagai paket yang ditawarkan berbagai perusahaan, misalnya paket internet yang banyak ragamnya. Pada umumnya, setiap paket mempunyai kelebihan dan kekurangan yang disesuaikan dengan kebutuhan pemakainya. Mereka yang membutuhkan “paket komplit” tentunya harus bersedia membayar biaya yang besar yang belum tentu terjangkau oleh semua orang.