Menghindari kesombongan dalam kesuksesan

“Takut akan TUHAN ialah membenci kejahatan; aku benci kepada kesombongan, kecongkakan, tingkah laku yang jahat, dan mulut penuh tipu muslihat.”  Amsal 8: 13

Bagaimanakah anda mengukur kesuksesan anda? Untuk seorang atlit mungkin kesuksesan adalah medali-medali yang diperolehnya. Untuk seorang terpelajar, mungkin gelar-gelarnya. Untuk seorang pedagang mungkin labanya. Bagi orang tua, mungkin keberhasilan anak-anaknya. Dan buat seorang pendeta, barangkali ukuran gedung gereja, jumlah jemaat atau besarnya dana yang tersedia.

Biarpun tiap orang mempunyai jenis keberhasilan dan standard yang berlainan, satu hal yang sama adalah: kesuksesan biasanya adalah sesuatu yang bisa diukur dan dilihat. Karena orang lain juga bisa mengukur dan melihat keberhasilan kita, kita senang mempamerkan hal itu. Bangga atau sombong? 

Ada beda antara kesombongan yang Tuhan benci (Amsal 8:13) dan rasa bangga (puas) setelah berhasil mengerjakan sesuatu dengan baik. Kesombongan adalah sesuatu yang harus kita hindari karena hakikinya yang sangat buruk. 

Pada jaman ini, anak-anak diajarkan untuk bisa percaya diri dan untuk itu orang tua dan guru dianjurkan untuk membimbing agar mereka dari kecil mempunyai rasa bangga akan apa yang mereka capai. Tetapi kebanggaan mudah berubah menjadi kesombongan karena memang itu adalah kecenderungan manusia.

Kesombongan adalah dosa. Dalam tradisi bapa-bapa gereja di abad mula-mula, dikenal adanya tujuh dosa utama (dosa yang mematikan):

  1. Kesombongan (Pride, Superbia)
  2. Iri hati (Envy, Invidia)
  3. Kemarahan (Anger, Ira)
  4. Ketamakan (Greed, Avaritia)
  5. Nafsu-birahi (Lust, Luxuria)
  6. Rakus (Gluttony, Gula)
  7. Kemalasan (Sloth, Acedia)

Mengapa kesombongan bisa mematikan? Mengapa kesombongan ini berada pada peringkat atas?

Kita harus ingat bahwa setan diusir dari surga karena kesombongannya (Yesaya 14:12-15). Ia ingin untuk menggantikan Tuhan sebagai penguasa semesta.  Kesombongan dalam diri Adam dan Hawa jugalah yang membuat mereka jatuh dalam dosa karena keinginan untuk mendapat pengetahuan seperti Tuhan.

Dosa kesombongan adalah sangat nyata di dunia sehingga itu merupakan problem umum nomer satu, diatas depresi, kekuatiran, kemarahan dll. Bahwa kesombongan adalah lebih umum dari hal- hal buruk yang lain adalah tidaklah mengherankan, setidaknya untuk umat Kristen. Tiap hari kita seharusnya sadar bahwa kita mudah sekali jadi sombong karena kita sering kurang memuji Tuhan atas segala berkatNya. Kesombongan adalah dosa yang jahat; karena  dengan melupakan kemurahan Tuhan kita mungkin merasa bahwa sukses adalah hasil usaha kita sendiri. Dalam hal ini kesombongan tidak lain adalah pemujaan diri sendiri.

 “Sebab siapakah yang menganggap engkau begitu penting? Dan apakah yang engkau punyai, yang tidak engkau terima? Dan jika engkau memang menerimanya, mengapakah engkau memegahkan diri, seolah-olah engkau tidak menerimanya?” 1 Korintus 4: 7

Apa saja yang kita capai dalam hidup ini tidaklah mungkin terjadi tanpa kemurahan Tuhan yang memberi kekuatan dan kemampuan kepada kita. Karena itulah kita wajib memuji kebesaran Tuhan setiap saat, karena Dialah yang membuat segala sesuatu yang baik dalam hidup kita. 

Jika kebanggaan muncul tanpa pengenalan akan Tuhan, disitulah kesombongan akan tumbuh dengan subur. Jika pengenalan akan Tuhan tidak dipupuk sejak muda, maka tumbuhlah manusia dewasa yang arogan, yang tidak takut akan Tuhan. Jika hidup orang-orang yang penuh kesombongan adalah hampa, mereka yang rendah hati dan takut akan Tuhan akan memperoleh hidup yang penuh berkat.

“Ganjaran kerendahan hati dan takut akan TUHAN adalah kekayaan, kehormatan dan kehidupan.”   Amsal 22: 4

Nasionalisme dalam pandangan Kristen

“Karena kamu semua, yang dibaptis dalam Kristus, telah mengenakan Kristus. Dalam hal ini tidak ada orang Yahudi atau orang Yunani, tidak ada hamba atau orang merdeka, tidak ada laki-laki atau perempuan, karena kamu semua adalah satu di dalam Kristus Yesus.”Galatia 3: 27-28


Soal nasionalisme dan kesatuan bangsa agaknya menjadi topik hangat di dunia saat ini. Di Amerika, Eropa dan Asia banyak suara di media yang menggembar-gemborkan yel-yel nasionalis. Banyak orang Kristen yang biasanya apatis ikut jadi bersemangat. Baikkah rasa nasionalis itu?

Soal nasionalisme, kita tentu masih ingat apa yang terjadi sewaktu perang dunia kedua. Sebagian orang Kristen waktu itu percaya bahwa Hitler adalah pemberian Tuhan kepada rakyat Jerman. Rasa nasionalis yang besar membutakan banyak orang Jerman waktu itu.

Ada baiknya kita membedakan dua hal: patriotisme dan nasionalisme. Patriotisme adalah rasa cinta kepada bangsa/negara dan kemauan untuk mendukung perjuangan bangsa/negara untuk kemajuan rakyat. Nasionalisme adalah kebanggaan atas bangsa dan negara yang memberi keyakinan akan kebenaran dan keunggulan bangsa dan negara atas bangsa atau negara lain. Orang yang nasionalis cenderung untuk mengkultuskan golongan atau individu tertentu. Nasionalisme juga bisa menghalangi kita belajar dari orang atau bangsa lain. Nasionalisme dapat membuat kita tuli akan bisikan Tuhan.

Dari hal diatas, terlihat bahwa nasionalisme agaknya selalu akan berakibat negatip. Sejarah membuktikan bahwa rasa nasionalisme ini telah menyebabkan banyak masalah besar di dunia. Dalam sejarah gereja, rasa “nasionalisme” yang merembet ke soal ras/suku juga bisa mengakibatkan perpecahan antar anak Tuhan. Perpecahan antara orang Yahudi dan Yunani, antara majikan dan bawahan dsb. Kalau begitu, bagaimana kita harus bertindak?

Alkitab mengatakan bahwa kita harus tunduk kepada pemerintah dan atasan karena mereka adalah wakil Allah. Jadi wajiblah kita nencintai apa yang ditetapkan Allah. Kita sewajarnya bisa menjadi patriot-patriot Kristen.

Roma 13: 1 Tiap-tiap orang harus takluk kepada pemerintah yang di atasnya, sebab tidak ada pemerintah, yang tidak berasal dari Allah; dan pemerintah-pemerintah yang ada, ditetapkan oleh Allah.

Tetapi Alkitab juga menunjukkan bahwa Tuhan ada diatas segala pemerintah dan penguasa, dan karena itu kita harus lebih tunduk kepada Tuhan.

Kolose 2: 10 Dialah kepala semua pemerintah dan penguasa.

Jelaslah bahwa dalam hidup kita, walau kita boleh bangga dan mencintai bangsa/ kelompok kita, kita juga harus selalu mawas diri agar tidak terjerumus dalam prinsip nasionalisme dan kesukuan yang sempit, yang mendukung semboyan “my country, right or wrong”, “my people, right or wrong”,  atau “my church, right or wrong”, tetapi sebaliknya kita harus juga mau menghargai orang/golongan/bangsa lain. Lebih penting dari itu, kesetiaan kita  yang paling tinggi adalah kepada Tuhan, Raja segala raja. Hanya kepada bimbingan  Tuhan kita boleh meletakkan kepercayaan kita dengan sepenuhnya. Kepada Tuhan dan bukan kepada seorang manusia kita percayakan negara kita untuk mengarungi masa depannya!

Monday blues dan pencegahannya

Banyak orang yang mengalami masalah tiap kali hari Senin karena mereka harus masuk kerja. Dari rasa enggan, sakit badan sampai depresi bisa timbul karena berbagai tekanan yang muncul. Itulah yang disebut sebagai Monday blues atau kesusahan hari Senin.

Seyogyanya, ketika hari Senin datang, kita akan merasa segar dan siap untuk bekerja lagi setelah berlibur akhir pekan. Tetapi, banyak orang merasa bahwa hari Senin adalah hari yang paling “suram” karena mereka harus bekerja lagi. Malahan, seringkali kita merasa bahwa kita memasuki minggu baru dengan kelelahan. Lebih-lebih lagi, ada orang yang merasakan kelelahan semacam itu hampir setiap hari. Mengapa begitu? Dan bagaimana kita bisa mengatasi soal kesussahan hari Senin  ini? 

Menurut ahli jiwa, masalah ini adalah suatu masalah yang bisa menjadi cukup rumit dan tidak mudah menyelesaikannya. Tetapi sebenarnya untuk orang Kristen ada cara untuk menghindarinya sebelum terlambat.

1. Gunakan acara akhir pekan untuk hal-hal yang baik

“Enam harilah lamanya engkau melakukan pekerjaanmu, tetapi pada hari ketujuh haruslah engkau berhenti, supaya lembu dan keledaimu tidak bekerja dan supaya anak budakmu perempuan dan orang asing melepaskan lelah.” Keluaran 23:12

Alkitab menjelaskan bahwa setelah enam hari Tuhan bekerja dalam penciptaan alam semesta, Ia beristirahat pada hari yang ketujuh. Begitu pula, Tuhan juga memerintahkan manusia untuk beristirahat pada hari yang ke tujuh.

Kenyataannya, di banyak negara hari Sabtu juga hari libur dan dengan demikian, dalam sepekan ada dua hari libur. Menikmati akhir pekan atau weekend sudah menjadi keharusan. Dari acara olahraga, shopping, arisan, makan di restoran, pesta dan temu kawan sampai acara  ke luar kota. Acara gereja  yang seharusnya memberi kedamaian dan istirahat, sering juga bisa berubah menjadi acara seksi sibuk tidak karuan. Tidak heran, setelah Senin datang tubuh dan pikiran kita jadi capai sekali; apalagi jika kita kurang menyukai pekerjaan kita. Tugas dan pekerjaan hanya terasa seperti beban dan hukuman dan bukannya berkat dan kesempatan.

2. Bekerjalah seperti untuk Tuhan

“Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.” Kolose 3:23 

Jika kita memang bekerja untuk Tuhan, tentu kita akan mempunyai kemauan yang besar untuk mengerjakan segala sesuatu dengan sepenuh hati.

Rencanakan segala sesuatu dengan baik, belajarlah untuk mengorganisir segala sesuatu untuk Raja kita. Siapkan acara hari Senin pada hari Jumat sebelumnya. Buatlah daftar apa yang sudah berjalan dengan baik dan apa yang perlu diperbaiki dalam tugas-tugas kita. Dengan begitu, hari Senin akan datang tanpa terlalu membawa ketegangan.

3. Bekerjalah sambil bersyukur

“Ucaplah syukur senantiasa atas segala sesuatu dalam nama Tuhan kita Yesus Kristus kepada Allah dan Bapa kita” Efesus 5: 20

Kita harus rajin mengucap syukur walaupun mungkin itu bukan atau belum menjadi naluri kita. Ambillah waktu untuk merasakan besarnya kasih Tuhan dalam hidup kita. Jika kita mulai mengalami kesusahan hari Senin mungkin kita bisa mengambil sebuah pinsil dan selembar kertas untuk menulis apa saja berkat Tuhan kepada kita dan keluarga kita sampai saat ini. Alkitab penuh dengan anjuran untuk bersyukur dan merasa cukup dalam karunia Tuhan. Itu adalah sebuah hal yang penting untuk kebahagiaan umat percaya.

Selamat memasuki pekan yang baru!

Selamat hari Minggu

Mazmur 84: 12

“Ya TUHAN semesta alam, berbahagialah manusia yang percaya kepada-Mu!”

Hari minggu di Australia adalah hari  dimana seluruh anggota keluarga biasanya bisa menikmati kebersamaan di rumah atau beracara bersama. Memang Sabtu, walaupun hari libur, biasanya diisi dengan kegiatan rumah tangga dan olahraga.

Walaupun sepertinya Australia itu negara Kristen, Australia adalah negara multi kutural dan sekular. Banyak orang yang mengaku Kristen tetapi hanya 10% dari penduduknya yang ke gereja pada hari minggu. Banyak gedung gereja yang dijual karena pengunjungnya sudah jarang. Hari natal dan paskah dirayakan masyarakat tetapi cenderung bersifat komersial. Walaupun demikian, kegiatan gereja masih dapat dilihat terutama berbagai dalam masalah sosial dan pendidikan.


Foto: Gereja yang berubah menjadi hotel di Toowoomba

Foto: St. Patrick Anglican Cathedral, Toowoomba (diresmikan 1889, masih dipakai)

Saat ini suhu udara mulai menurun, maklum musim dingin akan datang sebulan lagi. Daun-daun sudah mulai berubah warna dan berguguran. Warna warni daun di musim gugur ini sangat indah, seolah menyatakan kebesaran Sang Pencipta.


Foto: Taman Jepang di Toowoomba, Australia di musim gugur.

Hari lepas hari, musim berganti musim, hanya umat Tuhan yang dapat merasakan hembusan nafas Tuhan di antara   ciptaanNya di tengah alam semesta ….

Selamat hari minggu dan selamat berbakti!

Hitunglah berkatmu satu persatu

“Maka menaburlah Ishak di tanah itu dan dalam tahun itu juga ia mendapat hasil seratus kali lipat; sebab ia diberkati TUHAN. Dan orang itu menjadi kaya, bahkan kian lama kian kaya, sehingga ia menjadi sangat kaya.” Kejadian 26: 12-13


Minggu ini ada berita di media bahwa seorang pengangguran di Sydney yang berumur sekitar 30 tahun menang lotere sebesar $50 juta. Wow! Senang sekali dia! Memang dia beruntung! Bagaimana rasa gembiranya sewaktu ia tahu bahwa dia pemenang nomer satu? Sulit dibayangkan! Mungkinkah itu adalah berkat Tuhan?

Memang enak kalau orang mendapat kemakmuran dan keberhasilan. Untuk orang Kristen, walaupun bukan dari hasil lotere, kebahagiaan material seperti itu biasanya diakui sebagai berkat Tuhan. Seperti Ishak yang diberkati Tuhan sehingga menjadi sangat kaya. Sebaliknya, rasa sedih kadang muncul kalau keinginan kita tidak tercapai. Apakah Tuhan hanya memberikan berkat istimewa untuk orang-orang tertentu? Dan apakah berkat Tuhan harus berupa kekayaan, keberhasilan dan kenyamanan?

Berkat (blessing) memang satu hal yang dikejar manusia sejak dulu. Berkat sebenarnya adalah pernyataan yang berisi harapan untuk kebahagiaan, yang diucapkan seseorang kepada yang orang lain. Tradisi berkat memberkati antar manusia adalah sesuatu yang baik. Berkat  bermula dari orang yang punya hubungan erat dengan orang yang lain. Berkat adalah untuk kebaikan orang yang diberkati dan berguna untuk memperkuat hubungan kedua orang itu. Berkat juga ditanggapi dengan rasa terima kasih kepada orang yang memberkati. Lebih dari itu, berkat membuat orang yang diberkati mau memberkati orang lain.

Berkat Tuhan yang semula untuk semua mahluk ciptaanNya, termasuk manusia, adalah agar mereka mengalami kemakmuran, kedamaian dan kepuasan hidup, tetapi rancangan ini dirusakkan oleh dosa. Walau demikian, kita melihat dari ayat diatas bahwa Tuhan tetap mau memberkati orang-orang yang mengasihiNya. 

Berkat Tuhan tidak sekalu berupa kenyamanan tetapi bisa berupa berbagai pengalaman hidup yang selalu berguna untuk kebaikan anak-anakNya.  Berkat materi dari Tuhan sering disalah gunakan dan ditonjolkan manusia sehingga menimbulkan salah pengertian, padahal kita seharusnya bisa memfokuskan diri pada kebesaran,  kasih dan maksud baikNya. Apa yang nampak sebagai berkat Tuhan, tetapi ternyata tidak memperkuat hubungan kita dengan Tuhan dan sesama, mungkin bukan datang dari Tuhan.

Buat orang percaya, yang harus selalu diingat adalah berkat yang terbesar yang bisa diterima anak-anak Tuhan, yaitu hidup baru dan pengampunan melalui iman dalam Yesus Kristus. Berkat materi yang kita terima hanya sementara, tetapi anugrah keselamatanNya adalah kekal!

“Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.” Yohanes 3: 16

Mengapa malapetaka terjadi?

“Sebab malapetaka mengepung aku sampai tidak terbilang banyaknya. Aku telah terkejar oleh kesalahanku, sehingga aku tidak sanggup melihat; lebih besar jumlahnya dari rambut di kepalaku, sehingga hatiku menyerah.” Mazmur 40:12

Salah satu pertanyaan rumit yang sering muncul dalam hidup ini adalah soal malapetaka dan hal-hal jahat yang lain. Mengapa ada malapetaka, kejahatan dan penderitaan jika Tuhan itu ada? Mengapa musuh-musuh kita terus menerus menyerang kelemahan/ kesalahan kita?  Mengapa ada orang yang harus masuk penjara atau dipecat dari pekerjaanya karena fitnah? Mengapa Tuhan membiarkan hal-hal seperti itu?

Banyak orang yang beranggapan bahwa adanya hal-hal yang keji itu membuktikan Tuhan itu tidak ada. Sekalipun kita percaya bahwa Tuhan itu ada, pergumulan hidup diatas  bisa menimbul kan pertanyaan:

1. Apakah Tuhan itu maha kasih tapi tidak maha kuasa?

2. Apakah Tuhan itu maha kuasa tapi tidak maha kasih?

Kalau Tuhan itu memang maha kasih, sudah barang tentu Dia tidak akan membuat bencana sebagai pemberian untuk anak-anakNya. Tetapi dunia yang diciptakanNya dulu, bukanlah dunia yang kita tinggali sekarang. Dunia kini adalah seperti semak duri yang dihuni anak-anak Tuhan dan anak-anak setan.

Malapetaka bisa terjadi karena dosa dan kebodohan manusia dan pemerintah. Bencana alam sering terjadi sebagai bagian dinamika alam semesta. Tetapi bencana bukan sesuatu yang disenangi Tuhan. Itu  adalah konsekwensi kejatuhan manusia dalam dosa. Sesudah kejatuhan, manusia hidup dalam dunia yang penuh masalah. Dalam dunia manusia  bisa memilih apapun yang mereka maui. Tambahan lagi, iblis ada dimana-mana dan berusaha menguasai manusia, terutama menyerang anak-anak Tuhan yang kurang waspada.

Walau hal-hal yang jahat bisa terjadi di dunia, Tuhan tetap mencintai  anak-anakNya dan tidak membiarkan malapetaka datang atas mereka tanpa alasan. Tuhan jugalah yang mau memberi mereka ketabahan. Tuhan yang menciptakan taman Firdaus dulu, tidak  pernah berubah  sifatnya.  Namun kadangkala Ia mengijinkan kita mendapat pelajaran dari pengalaman kita, barangkali agar kita bisa lebih menurut kepada pimipinanNya dan tidak mengandalkan pikiran dan pilihan kita sendiri. Mungkin juga Tuhan memakai kejadian seperti itu untuk menggerakkan anak-anakNya untuk lebih bisa untuk mengasihi mereka yang lagi menderita.

Kita tahu mengapa ada malapetaka dan kejahatan di bumi, tetapi tidak ada seorangpun yang tahu dengan pasti apa maksud Tuhan jika hal-hal yang jahat terjadi pada hidup anak-anakNya. Jalan pikiranNya tidak terjangkau manusia dan rencanaNya tidak dibatasi oleh waktu. Hanya satu hal yang kita tahu, rencana Tuhan pasti terjadi pada waktunya dan Tuhan kita adalah Tuhan yang maha kasih dan bijaksana!

“O, alangkah dalamnya kekayaan, hikmat dan pengetahuan Allah! Sungguh tak terselidiki keputusan-keputusan-Nya dan sungguh tak terselami jalan-jalan-Nya!”

Roma 11: 33

Dalam kebingungan semua manusia adalah pembohong

“Aku ini berkata dalam kebingunganku: “Semua manusia pembohong.” Bagaimana akan kubalas kepada TUHAN segala kebajikan-Nya kepadaku? Aku akan mengangkat piala keselamatan dan akan menyerukan nama TUHAN…” Mazmur 116: 11-13


Suasana mempengaruhi perasaan, begitu kata orang. Suasana yang menyenangkan membuat hati gembira, tetapi suasana yang kacau membuat kita gelisah dan mungkin marah.

Pemazmur jelas mengalami sesuatu yang membuat ia gundah. Dalam kebingungannya dia berkata bahwa tidak ada seseorangpun yang bisa dipercaya. 

Apakah anda merasakan hal yang sama karena sesuatu yang terjadi dalam hidup, lingkungan atau ditempat kediaman anda? Barangkali anda marah atau gelisah atas terjadinya hal hal yang tidak adil atau bertentangan dengan kebenaran?

Pemazmur adalah manusia juga, sama seperti kita. Adalah lumrah jika sesekali kita mengalami frustrasi karena suasana disekeliling kita. Tetapi, sama seperti pemazmur, kita harus percaya akan Tuhan yang maha kuasa dan maha bijaksana. Karena itulah kita harus mengingat kasih Tuhan dan selalu, dengan tidak ragu, memohon pertolonganNya. Sekalipun mungkin banyak orang/tokoh yang tidak dapat dipercaya, Tuhan tetap bisa kita percayai untuk memimpin hidup kita. Bukankah Dia juga yang mengubah orang berdosa – yang tidak bisa dipercaya- seperti kita, untuk dijadikan anak-anakNya?

Dekatlah pada Tuhan selagi masih bisa

Ingatlah akan Penciptamu pada masa mudamu, sebelum tiba hari-hari yang malang dan mendekat tahun-tahun yang kaukatakan: “Tak ada kesenangan bagiku di dalamnya!” Pengkotbah 12: 1


Suatu hal yang tidak bisa kita hindari dalam hidup di dunia adalah proses penuaan. Tiap orang tiap tahun bertambah umurnya dan tubuhpun bertambah tua. Tetapi banyak orang yang tidak mau memikirkan hal ini. Mereka mungkin berpendapat bahwa hidup lebih baik dinikmati saja, selagi masih bisa. Hidup manusia memang penuh kesibukan dan acara yang seringkali menuntut prioritas utama.

Adalah benar bahwa dengan bertambahnya usia, ada saat dimana tubuh menjadi lemah dan kemampuan berpikir pun berkurang. Ayat diatas mungkin satu-satunya ayat yang berkaitan dengan usia tua dan kemunduran fisik, terutama berkurangnya kemampuan berpikir dan munculnya kepikunan.

Pengkotbah menganjurkan agar kita memanfaatkan hari hari yang ada untuk dinikmati bersama Tuhan selagi masih bisa. Hubungan dengan Tuhan harus dipupuk sebelum kemunduran fisik menguasai kita. Hari depan seharusnya dipersiapkan dengan memperkuat iman dan penyerahan, agar kita tetap bisa merasakan kasihNya dihari tua. Bagaimana  dengan prioritas hidup anda?

Pujilah Tuhan sang pencipta!

Kejadian 1:21

“Maka Allah menciptakan binatang-binatang laut yang besar dan segala jenis makhluk hidup yang bergerak, yang berkeriapan dalam air, dan segala jenis burung yang bersayap. Allah melihat bahwa semuanya itu baik.”

Pernahkah anda melihat kangguru? Tahukah anda bahwa kangguru adalah hanya salah satu dari binatang marsupial?

Istilah marsupial diambil dari kata marsupium, yang artinya adalah kantung. Semua marsupial adalah mamalia, itu artinya mereka berkembang biak dengan melahirkan, dan termasuk binatang menyusui.

Binatang marsupial memiliki masa kehamilan yang sangat singkat, tak lebih dari lima minggu saja. Sehingga saat dilahirkan, keadaannya si bayi marsupial masih sangat lemah. Sehingga mereka akan lebih aman jika berada di dalam kantung ibu mereka selama beberapa minggu. Sehingga bisa mendapatkan kehangatan dan perlindungan dari predator. Juga lebih mudah untuk menjangkau puting susu ibunya.

Lebih dari setengah populasi binatang marsupial ini hidup di benua Australia dimana saya tinggal.

Melalui berbagai ciptaanNya kita bisa melihat kebesaran Tuhan. Karena itu, dari terbitnya sampai kepada terbenamnya matahari marilah kita memuji nama Tuhan!

Perjuangan dalam hidup

Efesus 6: 12

“Karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara.”

Sering kita berpikir bahwa kalau hidup kita lancar maka itu bukti Tuhan memberkati kita dan bahwa kita aman dilindungi Dia.

Memang hidup enak itu bisa membawa kelegaan dan kenyamanan. Tetapi kita tidak boleh lengah. Apalagi terbuai dalam kesibukan dan kecukupan.

Kuasa gelap ada disekitar kita, mungkin dalam bentuk yang tidak kita sangka. Seringkali iblus muncul dalam bentuk pikiran yang melenceng, hati yang kosong, kesombongan, dan kenikmatan duniawi.

Pagi ini kita diingatkan untuk berdoa dan/atau berpuasa agar Tuhan tidak membiarkan kita jatuh dalam pencobaan, kedalam kuasa iblis. Kita harus sadar bahwa perjuangan kita adalah melawan apa yang sering tidak kita lihat atau sadari.