“Tetapi jika engkau berdoa, masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintu dan berdoalah kepada Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu.” Matius 6: 6
Buat orang Kristen, hal berdoa adalah sesuatu yang biasa. Tiap minggu jika mereka ke gereja, mereka berdoa. Kata penutup “Amin” juga bukan sesuatu yang asing untuk pendengaran mereka. Walaupun demikian, menurut survey di berbagai negara, tidak semua orang yang mengaku Kristen bisa atau mau secara pribadi berdoa secara teratur. Banyak orang Kristen yang merasa tidak bisa berdoa, tidak perlu berdoa, atau tidak punya waktu untuk berdoa, sampai saat dimana mereka merasa perlu untuk meminta sesuatu dari Tuhan.
Banyak orang Kristen yang merasa Tuhan mendengarkan doa bersama dengan orang-orang seiman di gereja. Apalagi jika pembawa doa bisa memakai suasana yang ada dan kemampuan menyusun kata-kata untuk membawa seluruh jemaat kedalam suasana yang khidmat, syahdu atau pun yang penuh semangat.
Barangkali ada orang-orang Kristen yang percaya bahwa doa yang dilakukan banyak orang secara bersama-sama akan lebih “manjur”, lebih didengar Tuhan. Memang, dalam Matius 18: 20 dikatakan bahwa Tuhan senang jika ada “dua atau tiga orang berkumpul” (seperti sebuah gereja) untuk berdoa bersama, untuk berkomunikasi denganNya, tetapi ini tidak berarti bahwa jawaban Tuhan diambil dengan perhitungan suara seperti dalam pemilihan umum. Tuhan mengambil keputusan menjawab doa kita menurut kebijaksanaanNya sendiri.
Doa pribadi juga seringkali dikaitkan dengan permohonan kepada Tuhan agar keinginan seseorang dapat terkabul. Banyak orang Kristen yang percaya bahwa asal mereka rajin berdoa, keinginan apapun yang mereka ingini akan dikabulkan Tuhan karena Ia adalah Tuhan yang Mahakasih. Ada pula yang percaya bahwa kesungguhan doalah yang paling penting dalam usaha untuk mempengaruhi keputusan Tuhan; mereka yang menafsirkan bahwa karena Hana berdoa dengan menangis, Tuhan mengabulkan doanya untuk memperoleh seorang anak (1 Samuel 1: 10). Tuhan sudah tentu mendengarkan permintaan anak-anakNya, tetapi Ia yang tahu keadaan kita, akan memberikan apa yang terbaik pada waktunya.
Selain itu, ada orang yang dalam berdoa pribadi bisa mengarang doanya dengan kata-kata yang indah dan menyusunnya seperti puisi, mungkin untuk lebih bisa menggugah hati Tuhan. Jika bagi kita tidaklah mudah menyusun kata-kata, mungkin kita kemudian merasa canggung atau ragu untuk berdoa pribadi. Tetapi kita harus yakin Tuhan akan mendengarkan doa yang sederhana, bahkan yang tidak bisa kita ucapkan, karena Roh Kudus akan menolong kita menyampaikan doa kita kepada Tuhan (Roma 8: 26).
Ayat diatas menunjukkan bahwa doa pribadi adalah sebuah komunikasi dari hati ke hati antara seseorang dengan Tuhan, yang tidak perlu dipertunjukkan didepan publik. Doa yang mungkin sederhana bisa menjadi media komunikasi yang effektif antara manusia yang lemah dengan Tuhan yang maha kuasa. Doa tidak selalu harus berisi permohonan, karena doa yang hanya berisi permintaan adalah doa yang dangkal dan mementingkan diri sendiri. Tetapi doa selalu harus selalu mengandung pujian dan rasa syukur kita akan kasihNya. Menjelang Natal ini, marilah kita menyadari pentingnya membina hubungan pribadi kita dengan Tuhan melalui doa dari hati ke hati!
Hari ini adalah hari terakhir saya di Vancouver dan malam ini saya akan terbang kembali ke Australia. Selama dua minggu di benua Amerika, saya sudah menikmati suasana Natal yang ada, yang umumnya lebih meriah dan lebih megah dari apa yang ada di Australia. Memang tradisi perayaan Natal di musim dingin, seperti yang diungkapkan dalam berbagai lagu dan film, hanya terlihat di belahan utara bumi karena dibelahan selatan musim panas sedang berlangsung.
Tahukah anda jumlah manusia super yang pernah muncul di layar putih, video game atau buku komik? Mungkin anda tahu Superman dan Batman, tetapi di Amerika ada banyak tokoh khayalan lain, seperti Spider-Man, Thor, Hal Jordan, Wonder Woman dan Captain America; jumlah seluruhnya mungkin lebih dari seratus.
Kemegahan adalah salah satu yang dicari manusia. Memang setiap orang dari lahir sudah mempunyai naluri untuk mencapai kesuksesan dalam apa yang dilakukannya, supaya ia memperoleh kesempatan untuk merasa bangga akan apa yang sudah dicapainya.
Kemarin siang, selagi berjalan-jalan di daerah China Town di Seattle, tiba-tiba beberapa mobil polisi bermunculan dari segala jurusan. Dengan bunyi sirene yang menjerit-jerit dan lampu biru yang berkedip-kedip, mereka melaju dengan cepat menuju ke satu taman yang tidak jauh dari saya. Pemandangan yang agak menakutkan, mirip adegan film Hollywood tentang hamba hukum yang mengejar bandit.
Siapa mau menderita? Pertanyaan aneh yang sudah dapat dipastikan jawabnya. Tidak ada seorang pun yang mau menderita. Apalagi dalam merayakan Natal, banyak yang memilih untuk bergembira dan berpesta sekalipun tidak mengerti makna hari istimewa itu. Mereka yang menyadari arti Natal pun kelihatannya memilih untuk merayakan Natal semeriah dan semewah mungkin, sekedar berusaha untuk membuat kenangan yang tidak mudah terlupakan selama mereka masih hidup.
Alkisah ada seorang pemuda yang jatuh cinta kepada seorang gadis. Siang malam pemuda ini selalu memikirkan si gadis, karena itu bagi dia makan tak enak, tidur pun tak pulas jadinya. Sepanjang hari pemuda ini memandangi lukisan si gadis, yang kebetulan tergantung pada sebuah tembok didalam sebuah gedung museum di kota Paris. Nama gadis itu adalah Mona Lisa
Kemarin malam saya mendapat kesempatan untuk menonton pertandingan ice hockey di Rogers Arena, Vancouver. Tim Predators dari Amerika berhadapan dengan tim Canucks dari Vancouver. Untuk pertama kalinya saya menonton ice hockey, karena di Australia olahraga ini tidak populer. Pertandingan cukup ramai dan menarik; tetapi karena kedua tim bukanlah tim saya, saya bisa bertepuk tangan untuk tim mana saja jika mereka berhasil memasukkan goal (atau kemasukan goal!). Itulah enaknya kalau kita bisa netral, menonton tanpa harus mendukung satu tim.
Hari Natal adalah hari libur terbesar di dunia sesudah tahun baru, tetapi hanya dirayakan oleh sekitar sepertiga penduduk dunia karena hari itu adalah hari besar umat Kristen. Memang di banyak negara di dunia, hari Natal tidak boleh atau dapat dirayakan secara resmi karena hampir semua penduduknya tidak beragama Kristen.
Bagi mereka yang merayakan hari Natal, hari-hari yang akan datang adalah saat penantian untuk merayakan kelahiran Yesus Kristus yang terjadi lebih dari dua ribu tahun yang lalu. Umumnya orang merayakan hari Natal pada tanggal 25 Desember, walaupun hari itu hanya dipilih manusia untuk memperingati hari yang sebenarnya tidak diketahui kapan tepatnya.