“Aku katakan “di dalam Kristus”, karena di dalam Dialah kami mendapat bagian yang dijanjikan kami yang dari semula ditentukan untuk menerima bagian itu sesuai dengan maksud Allah, yang di dalam segala sesuatu bekerja menurut keputusan kehendak-Nya” Efesus 1: 11
God is in control. Ungkapan ini sering kita dengar, tetapi tidak dapat diterjemahkan secara tepat dan singkat kedalam bahasa Indonesia. Mungkin ada yang mengartikan “Tuhan yang menentukan” , “Tuhan yang berkuasa” atau “Kehendak Tuhan jadilah” ; tetapi semua itu tidak sama dengan “Tuhan yang memegang kemudi”.
Dalam kehidupan, manusia berusaha; tetapi Tuhan yang mempunyai rencana, akan mewujudkan rencana itu. Kehendak Tuhanlah yang pada akhirnya terjadi, sekalipun manusia melakukan apa saja yang diingininya. Manusia dengan akal budinya bekerja dan menempuh perjalanan hidup yang berliku-liku, tetapi Tuhan bisa mengakomodasi semua apa yang terjadi untuk mewujudkan semua kehendakNya.
Banyak orang yang dengan mudah berkata bahwa apapun yang terjadi di dunia ini adalah kehendak Tuhan. Tetapi, sekalipun maksudnya baik, ucapan itu tidak selalu tepat. Manusia sebagai ciptaan Tuhan bisa berbuat apa saja, tetapi belum tentu apa yang diperbuat mereka sesuai dengan kehendak Tuhan. Karena itu adalah dosa, jika manusia berjalan menurut jalannya sendiri. Tetapi, ayat diatas menunjukkan bahwa Tuhan yang mahakasih mempunyai rencana yang memungkinkan orang yang percaya kepadaNya untuk bisa pada akhirnya menerima keselamatan melalui darah Yesus, sesuai dengan kehendakNya dari semula.
Seperti apa yang terjadi dalam hidup rohani kita, apa yang terjadi dalam hidup jasmani kita dan juga apa yang terjadi di dunia, belum tentu indah. Manusia bisa jatuh sakit, entah itu karena pembawaan atau kelalaian, tetapi kehendak Tuhan yang mahakuasa pasti terjadi pada akhirnya. Malapetaka bisa terjadi di dunia yang sudah jatuh dalam dosa, baik karena kebodohan manusia maupun hukum alam, tetapi Ia jugalah yang memegang kemudi, dan pada akhirnya mencapai apa yang direncanakanNya.
Apa yang terjadi dalam hidup kita sehari-hari seringkali membuat kita merenung. Apakah hal ini dan hal itu adalah kehendak Tuhan? Sebagai manusia kita mungkin tidak dapat memperoleh jawaban yang memuaskan. Apa yang dipikirkan manusia tidaklah sama dengan apa yang dipikirkan Tuhan. Kehendak Tuhan seringkali tidak terjangkau oleh pikiran manusia. Walaupun demikian, setiap orang beriman harus tetap setia untuk berkomunikasi dengan Tuhan untuk mencari kehendakNya. Hidup kita akan berjalan lebih lancar jika kita mengerti dan menuruti apa yang dikehendaki Tuhan.
Pagi ini kita harus menyadari bahwa hidup di dunia ini adalah seperti perjalanan sebuah perahu. Kita mungkin ingin mengemudikan perahu itu karena merasa paham dan sanggup. Kita mungkin ingin mengabaikan rambu-rambu Tuhan dalam perjalanan, karena itu seolah cara yang cepat dan tepat untuk mencapai tujuan. Tetapi apa yang kita lakukan selalu membawa akibat dan resiko yang harus kita tanggung sendiri. Karena itu, adalah bijaksana jika kita selalu menuruti apa yang dikehendaki Tuhan dan membiarkan Dia memegang kemudi kehidupan kita, sebab kehendak Tuhanlah yang pada akhirnya terjadi.
“Sebab itu janganlah kamu bodoh, tetapi usahakanlah supaya kamu mengerti kehendak Tuhan.” Efesus 5: 17
Pernahkah anda mengalami kesulitan besar dalam hidup anda, sedemikian rupa sehingga anda merasa bahwa hidup ini terlalu sulit untuk ditempuh dan barangkali lebih enak kalau anda bisa ke surga sekarang juga? Mungkin anda belum pernah mengalami perasaan semacam ini. Walaupun demikian, setiap hari di dunia ini ada banyak orang Kristen yang membandingkan pilihan untuk terus hidup dalam perjuaangan dan penderitaan di dunia, dengan kesempatan untuk ke surga. Rasul Paulus pun pernah membandingkan hal hidup dan mati baginya.
Di zaman ini, orang agaknya bisa mendengar nama Tuhan disebut-sebut dalam pergaulan sehari-hari dan bahkan juga dalam pidato-pidato para pejabat. Memang dalam kehidupan sehari-hari, nama Tuhan dikaitkan dengan berkat dan kuasaNya. Karena itu, menyebut-nyebut nama Tuhan mungkin bisa membawa kesan baik dalam hubungan antar umat manusia yang mengakui adanya Tuhan yang mahakuasa dan mahakasih.
Apakah anda orang baik? Kalau saja pilihannya hanya dua, orang baik atau orang jahat, di hadapan orang lain mungkin bisa dipastikan bahwa jawaban anda adalah “orang baik”. Memang dalam pengertian umum, orang jahat adalah perampok, pembunuh, koruptor dan sejenisnya. Sudah tentu kita bukanlah seperti mereka yang suka melanggar hukum, the outlaws.
Sering dikatakan, bahwa bagi setiap orang percaya, berdoa adalah bagian dari kehidupan. Benarkah? Belum tentu! Tidak semua orang yang mengaku Kristen mempunyai kebiasaan berdoa setiap hari. Bahkan, menurut survei di banyak negara, hanya sebagian kecil orang yang mengaku Kristen biasa berdoa secara rutin. Berdoa merupakan komitmen untuk berkomunikasi dengan Tuhan, tetapi hanya sebagian orang Kristen yang sanggup mempunyai komitmen ini. Mengapa begitu?
Pernahkah anda merasakan kesulitan hidup yang luar biasa? Mungkin pada waktu itu anda lagi sakit, terancam bahaya, atau membutuhkan pertolongan. Anda mungkin membayangkan betapa enaknya jika Yesus ada disamping anda, secara nyata bersama anda menghadapi kesulitan itu. Atau, sekiranya Yesus lagi sibuk, barangkali Ia mau mengirimkan malaikatNya untuk melindungi anda?
Apakah Tuhan mencintai setiap orang? Pertanyaan ini kelihatannya tidak sukar dijawab, tetapi sebenarnya bisa dan sudah menyebabkan kebingungan diantara banyak orang. Mereka yang belum percaya kepada Kristus mempertanyakan sifat mahakasih dari Tuhan, karena kalau Ia mahakasih, tentunya kasihNya adalah tanpa syarat (unconditional). Jika Tuhan mengharuskan mereka untuk percaya kepada Yesus agar tidak binasa, itu sepertinya tidak menunjukkan sifat mahakasihNya. Bagi sebagian orang Kristen, ayat diatas menyatakan sifat Tuhan yang mahakasih, tetapi juga yang mahakuasa, yang berhak menentukan siapa di dunia ini yang bisa percaya kepada Kristus untuk menerima keselamatan.
Salah satu meme yang lucu dan menarik perhatian saya baru-baru ini adalah “We live in the era of smart phones and stupid people” yang berarti “Kita hidup di zaman ponsel cerdas dan orang bodoh”. Betapa tepat dan akuratnya apa yang diutarakan meme ini!
Dua dokter Australia baru-baru ini menerima penghargaan Star of Courage dari pemerintah Australia untuk keberanian mereka dalam usaha menyelamatkan beberapa orang dari sebuah gua di Thailand. Kisah penyelamatan tim sepakbola yang terdiri dari anak-anak remaja dan seorang pelatihnya itu sudah disiarkan melalui berbagai media di seluruh dunia, dan bahkan kabarnya akan dituangkan dalam sebuah film.